<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471</id><updated>2012-01-24T16:03:30.172-08:00</updated><category term='Resonansi'/><category term='Puisi'/><category term='Esei'/><category term='Hikmah'/><category term='Profil'/><category term='Potret'/><category term='Catatan Harian'/><category term='Cerpen'/><category term='Makalah'/><category term='Opini'/><category term='Catatan Kecil'/><category term='Jalan-jalan'/><title type='text'>a Page of Consciousness</title><subtitle type='html'>"So much has been done, but so much more need to do and to be done !"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>149</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-7269926020387980405</id><published>2011-02-27T02:50:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T03:04:15.022-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Refleksi Setahun Pengabdian di MAPK</title><content type='html'>Setahun yang lalu, 20 Februari 2010, aku memulai sebuah babak baru dalam hidupku. Yaitu dengan memilih Asrama MAPK-MAN 1 Surakarta, sebagai tempat untuk mengabdikan diri dan mengaktualisasikan ilmu. Hal ini tidak sekedar tuntutan keterpaksaan karena kebingungan hendak ke mana aku akan menempuh jalanku setelah usai kuliah. Namun, lebih dari itu, niat ini telah tumbuh semenjak aku masih berada di bumi kinanah, Mesir. Aku telah berazam untuk turut mengabdi di almamater tercinta, entah dalam durasi waktu yang (barangkali) belum aku tentukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah sejenak bernostalgia dengan keluarga dan tanah kelahiran, menumpahkan segenap kerinduan, akupun berinisiatif untuk segera mengambil langkah maju dalam rangka mengamalkan ilmu, sekaligus melanjutkan jenjang studi berikutnya. Di Rembang, kota kelahiranku, mungkin tak susah kiranya jika aku mau mencari lahan untuk mengamalkan ilmu. Namun, tentunya akan sulit bagiku untuk mengembangkan potensi sekaligus melanjutkan studi. Untuk itulah aku memutuskan untuk berhijrah ke Solo (yang menurutku adalah salah satu kota besar yang cukup mudah dalam mengakses beragam informasi dan mengasah potensi), sebagai langkah awal untuk menyongsong masa depan yang lebih bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin seperti Ibrahim As.&lt;br /&gt; Dengan berhijrah meninggalkan kota kelahiran, bukan berarti aku berniat untuk benar-benar meninggalkannya, selamanya. Namun, hijrahku adalah sebagai wasilah untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya, lalu aku akan kembali untuk memberikan darma dan sumbangsihku kepadanya. Hal ini bukan berarti juga aku meninggalkan Rembang karena tanahnya yang gersang, sumber daya alamnya yang minim, demikian pula sarana prasarananya yang kurang. &lt;br /&gt;Aku ingin meniru Ibrahim As, yang dengan segenap keyakinan dan keteguhan hati mampu bertahan di Makkah, kota tandus di tengah sahara, bersama keluarganya. Makkah yang pada saat itu bahkan sangat sulit untuk menemukan mata air untuk menyeka dahaga. Makkah yang sangat panas dengan terik matahari yang menyengat. Jika seandainya, konon, Ibrahim berniat berhijrah dari Makkah untuk selamanya, pergi meninggalkannya, maka tentu tak akan tercipta peradaban Islam yang hingga kini masih menggaung di seantero dunia. &lt;br /&gt;Namun, aku tak bisa menirunya dengan tidak sama sekali meninggalkan kotaku, melainkan aku harus berhijrah dalam beberapa purnama, untuk dapat merengkuh secercah cahaya yang akan aku bawa serta kembali menerangi tanah kelahiranku. Ini adalah niat, yang semoga Allah mencatatnya sebagai satu poin yang akan dapat terwujud dengan bantuan kun fayakun-Nya. Tentu, manusia dengan segenap keterbatasan, hanya bisa bermimpi, berusaha dan berdo’a. Adapun hasil akhirnya, Allah-lah yang memegang kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dan Mengajar&lt;br /&gt;Setelah genap setahun aku mengabdikan diri di MAPK, berinteraksi dengan para siswa dan juga guru, banyak sekali pelajaran berharga yang aku dapatkan. Antara lain, aku semakin merasakan arti penting belajar. Dalam waktu yang sama, aku juga merasakan arti penting mengajar. Dengan belajar, berarti kita akan terus menambah perbendaharaan ilmu dan pengetahuan. Dengah hal tersebut, akan terjadi satu pola sinergis dalam proses mengajar. Sebab semakin kita menguasai satu ilmu tertentu melalui proses belajar, maka kualitas kita dalam mengajar juga akan meningkat. &lt;br /&gt;Ada satu kaidah umum yang barangkali telah menjadi sunnatullah: “jika kita telah paham dan menguasai akan satu hal, maka kita juga akan bisa memahamkan orang lain tentang satu hal tersebut. Dan sebaliknya, jika kita sendiri belum paham akan sesuatu, maka kita pun akan sulit untuk memahamkan sesuatu tersebut kepada orang lain.” Berangkat dari hal ini, tentu tumbuh semacam motivasi dari dalam diri untuk senantiasa belajar dan belajar lebih banyak lagi. Dengan demikian, input yang masuk dalam diri kita akan bisa sebanding lurus dengan output yang kita berikan kepada orang lain.&lt;br /&gt;Ada juga falsafah lain yang bisa memperjelas poin ini, yaitu filosofi teko, kendi dan semacamnya. Teko atau kendi bisa mengeluarkan air dari “mulut”nya adalah karena sebelumnya ia telah diisi air. Jika di dalamnya kosong tak berisi, maka ia juga tak akan bisa menuangkan air. Demikian juga otak manusia. Jika otak tersebut kosong, maka akankah mulut dapat berbicara dan tangan dapat menulis? Tentu tidak! Maka sebagaimana kendi yang butuh diisi, otak juga demikian adanya.&lt;br /&gt;Dengan menjalani dual-status, yaitu sebagai pelajar sekaligus pengajar, aku benar-benar merasakan betapa pentingnya ilmu pengetahuan. Betapa berharganya waktu yang terus berlari tanpa pernah berhenti dan kembali. Satu sisi aku harus menambah wawasan, mencari ilmu di bangku kuliah dan juga di mana saja, dan di saat yang sama aku harus membagikannya kepada para siswa. Satu simphony kehidupan yang menurutku sangat dinamis. &lt;br /&gt;Semoga aku benar-benar bisa menjadi pembelajar sejati (being learner), yang pada gilirannya nanti juga bisa menjadi guru sejati. Rasulullah SAW, sebelum ia menjadi seorang guru sejati bagi semesta alam, ia terlebih dahulu menjadi siswa yang baik di sekolah Tuhan, melalui bimbingan Jibril As. Semoga kita bisa meneladaninya dalam hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Man Khadama Khudima&lt;br /&gt;Salah satu pesan yang sangat aku ingat dan begitu lekat dalam ingatan adalah “Man Khadama Khudima”, barangsiapa yang mau melayani atau mengabdi, maka suatu saat ia akan menjadi orang yang dilayani oleh orang lain. Kalimat ini aku rekam beberapa kali dari Ustad Sukemi. Beliau menegaskan kaidah ini kepada kami, beberapa kali, dalam berbagai kesempatan, yang tiada lain adalah agar kami senantiasa bermuhasabah dan mengevaluasi niat kami. Pengabdian tetaplah pengabdian. Sejenis perjuangan, yang tidak bisa dihargai dengan nominal uang tertentu. Maka yang paling penting adalah, tulusnya niat, ikhlasnya hati, mengharap Ridlo Ilahi.&lt;br /&gt;Memang terkadang kalau aku berpikir secara logis, sangat berat tugas yang ada di pundak kami. Tatkala para orang tua datang, membawa anak-anak mereka lalu menitipkannya kepada kami, tentu ini sebuah amanat yang tidak ringan. Sangat besar harapan mereka kepada kami, agar kami mampu mendidik dan membimbing anak-anak mereka yang awalnya belum bisa membaca al-Qur`an dengan benar, setelah lulus dari sini mereka bisa membaca al-Qur`an dengan fashih. Yang awalnya mereka belum bisa bahasa Arab dan Inggris, setelah selesai masa studi di sini mereka telah mampu berbahasa Arab dan Inggris dengan baik. Yang awalnya etika dan akhlaq anak-anak mereka kurang baik, ketika lulus etika mereka menjadi semakin baik, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Tentu hal-hal semacam ini menjadi satu beban tersendiri. Maka sungguh, jika tidak dengan niat yang ikhlas dan hati yang teguh, tak akan kuat dan sanggup aku berada di sini, bertahan hingga satu tahun lamanya. Namun dengan kebersamaan, dengan bahu-membahu antar satu elemen dengan elemen lainnya, beban tersebut terasa sedikit lebih ringan. Belum lagi ketika menghadapi berbagai macam karakter anak yang berbeda-beda, tentu hal ini menjadi PR tersendiri bagaimana aku harus dapat belajar lebih bijak dan arif dalam bersikap.&lt;br /&gt;Tidak hanya karakter siswa yang beraneka ragam, demikian pula karakteristik para guru atau Dewan Asatidz yang berbeda-beda. Hal ini sesekali menimbulkan “percikan-percikan api” yang bagiku, justru dapat menambah kekayaan batin dan pengalaman. Ada satu hal yang aku pegang dalam hidup, bahwa sejatinya setiap manusia saling membutuhkan satu dengan lainnya. Maka dari itu sebisa mungkin aku menghindari yang namanya permusuhan dan saling benci. Sebab apa gunanya kita saling membenci jika ternyata kita saling membutuhkan. Manusia diciptakan dengan segenap kekurangan, maka kita membutuhkan orang lain untuk melengkapi kekurangan kita. Maka dari sinilah semestinya kita bisa mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati, bukan justru sikap saling membenci dan memusuhi.&lt;br /&gt;Barangkali tak hanya di sini, namun di manapun tempatnya akan muncul dinamika seperti ini. Yang semestinya harus diusahakan dan diciptakan adalah suasana kondusif dan nuansa toleransi dalam keberagaman. Bersatu dalam perbedaan. Begitulah tutur Ustad Sukemi kepada setiap siswa baru yang akan menempuh masa studinya selama kurang lebih 3 tahun di asrama dan MAPK. Dengan menanamkan sikap seperti ini, maka akan muncul sikap saling menghargai meskipun masing-masing mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, baik dalam hal status sosial, aliran kepercayaan dan seterusnya. Sungguh indah jika perbedaan benar-benar bisa menjadi rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah Proses Regenerasi&lt;br /&gt;Jika mengamati beberapa instansi pendidikan atau lebih khusus sekolah-sekolah berlabel MAPK (dahulu MAKN) yang sebagian besar, bahkan hampir semua, telah gulung tikar, salah satu faktor penyebabnya adalah tidak berhasilnya proses regenerasi di tubuh pembina atau para guru yang menemani para santri di asrama atau pesantren. Hal ini (menurut hematku) setidaknya dipengaruhi beberapa hal, antara lain mungkin karena tidak memadainya gaji atau dana tunjangan yang darinya mereka bisa hidup dan menghidupi keluarganya. Di saat yang sama, mereka melihat bahwa rumput tetangga lebih hijau, bahwa lahan di luar lebih subur dan sebagainya.&lt;br /&gt;Namun Alhamdulillah, MAPK Solo hingga kini masih tetap eksis semenjak ia didirikan pada tahun 1990. Hal ini tiada lain adalah atas berkat perjuangan dan dedikasi yang sangat tinggi dari para pendiri serta berbagai elemen yang mendukungnya, antara lain adalah faktor alumni. Tradisi yang telah berjalan dan masih ada hingga sekarang adalah kesediaan para alumni untuk mengabdi dan kembali mengamalkan ilmunya di almamater tercinta. Hal ini, sedikit maupun banyak memberikan peran tersendiri dalam menjaga eksistensi MAPK-MAN 1 Surakarta.&lt;br /&gt;Tidak banyak memang, alumni yang mau berkiprah secara langsung untuk terjun di lapangan menjadi guru dan tenaga pengajar di MAPK. Ini dikarenakan para alumni lebih memilih untuk mengembangkan potensi di tempat lain, dan hal ini justru menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAPK. Yang terpenting adalah para alumni bisa mewarnai dan bisa berkiprah sesuasi bidangnya masing-masing, di manapun mereka berada. &lt;br /&gt;Cukuplah beberapa orang saja yang kembali menapakkan kaki di asrama, mengikat niat untuk mengabdi, sedangkan selebihnya menyebar di seantero dunia dengan tetap berkirim do’a dan senantiasa memberi dukungan moril demi kelanggengan almamater tencinta. Dengan demikian, MAPK akan senantiasa ada dan berusaha untuk tetap mencetak generasi pilihan yang siap menyambut tongkat estafet perjuangan para pendahulunya.&lt;br /&gt;Telah genap aku mengabdikan diri selama setahun dan masih akan kulanjutkan pengabdian ini hingga saat yang tidak ditentukan. Selama aku masih dibutuhkan di sini dan selama Allah belum menyediakan lahan lain bagiku untuk belajar dan mengajar, maka aku akan tetap bertahan di sini. Tentu dengan segenap kekurangan yang melekat pada diriku, aku akan terus belajar dan belajar. Tak ada manusia yang sempurna, namun usaha untuk menuju kesempurnaan itu harus terus diusahakan.&lt;br /&gt;Di tengah malam nan sunyi ini, aku memanjatkan do’a kepada Sang Penggenggam Kehidupan, semoga limpahan rahmat-Nya senantiasa tercurah kepada kami semua. Dan semoga hidayah-Nya tak putus-putus dalam membimbing kami menjalankan amanat ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Luthfil Anshori&lt;br /&gt;Solo, Astra, 20 Februari 2011, 00.10 WIB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-7269926020387980405?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/7269926020387980405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=7269926020387980405' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7269926020387980405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7269926020387980405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2011/02/refleksi-setahun-pengabdian-di-mapk.html' title='Refleksi Setahun Pengabdian di MAPK'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-38189415755637088</id><published>2010-12-03T15:28:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T15:29:25.489-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Gelap di Pagi.</title><content type='html'>Pagi yang gelap, mendung, &lt;br /&gt;dan gerimispun sedikit demi sedikit turun ke bumi, &lt;br /&gt;membasahi tanah &lt;br /&gt;dan dedaunan &lt;br /&gt;yang belum kering dari embunو&lt;br /&gt;menyisakan aura basah nan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikanku arakan burung emprit,&lt;br /&gt;bertandang satu pohon ke pohon lain,&lt;br /&gt;mengais makan,&lt;br /&gt;bertahan hidup,&lt;br /&gt;tidak seperti mereka,&lt;br /&gt;yang telah pergi,&lt;br /&gt;meninggalkan kehidupan &lt;br /&gt;yang tak lagi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo, 4 des 2010.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-38189415755637088?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/38189415755637088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=38189415755637088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/38189415755637088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/38189415755637088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2010/12/gelap-di-pagi_03.html' title='Gelap di Pagi.'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-7517059903471843184</id><published>2010-10-07T09:16:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T09:29:43.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Jeda Makna</title><content type='html'>Alif. Ba'. Ta'... &lt;br /&gt;Seperti teka-teki yang menyimpan misteri. &lt;br /&gt;Aku tak pernah habis mengejamu, &lt;br /&gt;berharap sebentuk makna tersirat dalam dada. &lt;br /&gt;Memberi arti dalam detik-detik masa, &lt;br /&gt;menjadi senyawa bagi semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmadera, 07/10/2010.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-7517059903471843184?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/7517059903471843184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=7517059903471843184' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7517059903471843184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7517059903471843184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2010/10/jeda-makna.html' title='Jeda Makna'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6229737410171588065</id><published>2010-03-19T00:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T00:26:53.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Antara Bandara dan Kota Tua!</title><content type='html'>Teringat suatu kala, dimana jiwa beserta raga ini harus berhijrah meninggalkan gemerlap dunia.&lt;br /&gt;Ingin hati menuju cahaya agar mampu menyerap auranya, namun tak kuat ego ini merengkuhnya, lantaran terlalu jumawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat suatu masa di bandara, tatkala isak tangis menggelegak mengiring kepergian para duta. &lt;br /&gt;Tiap tetes air mata tak sekedar menjadi magma melainkan untaian doa yang menerobos masuk ke 'arasy kasih-Nya. &lt;br /&gt;Barangkali, malaikatpun kala itu ikut haru menyaksikan kesucian niat para penuntut ilmu.&lt;br /&gt;Akankah... meraka istiqomah, atau justru goyah dihempas malas dan kebebalan??&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berhari hingga bertahun, akan terbukti pertanyaan tadi!&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul!&lt;br /&gt;Aku membuktikannya sendiri;&lt;br /&gt;lentera yang kubawa di kedalaman jiwa tak cukup terang menerangi jalan, hingga aku terseok dan jatuh dalam licin godaan dan kelalaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi yang kuidamkan tak sedahsyat usaha yang nyata. Aku hanya tidur dan terus terlelap dalam pelukan kenyamanan dan kebebasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat yang kupegang tak sekuat ikatan janji dua sejoli, melaikan hanya utopia yang fatamorgana. Terlalu mudah aku menanggalkannya lantaran niat-niat lain seliweran di kepala; ingin terkenal, ingin kaya, ingin merdeka dan ingin masuk surga. Bukankah itu hanya sampah yang bisa ditemukan oleh siapa saja di sepanjang jalan. Betulkah aku seorang hamba, atau hanya penjual yang memimpikan laba dalam setiap tidurnya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya yang kuinginkan ternyata bukan matahari, melainkan hanya kunang-kunang yang redup-redam di gelap malam. Pantas saja aku tersesat. Bukan kemajuan yang kutapaki, tapi kemunduran-kemunduran, stagnasi di titik-titik beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri tua ini, warisan dan modernitas saling berjuang penuh gigih. Keduanya bak dua sisi magnet yang tarik-menarik menentukan siapa yang mendominasi, siapa yang menguasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku adalah sebentuk obyek di antara kedua sisi itu, teseret kesana kemari dihempas dan tertarik.&lt;br /&gt;Aku tak mampu teguh menancapkan mimpi dan niatku di sini. Terlalu keras tanahnya, terlalu gersang buminya. &lt;br /&gt;Atau, terlalu kerdil mentalku untuk menghadapi beribu rintangan yang menghadang??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian aku terus berusaha memijaknya, sehingga masih ada sepercik asa untuk bertahan, menghadapi kenyataan yang ada. Hingga pada akhirnya aku sampai di sebuah terminal, dimana aku telah mendapatkan apa yang tak kuinginkan: "Kepulangan dengan tangan hampa!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, pada suatu sore nan petang nanti, aku akan kembali pada sebuah rotasi, dimana aku berdiri di altar bandara ibu kota, mengenang sebuah cita-cita, serta sepenggal kisah dari kota tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Andai waktu bisa diputar kembali, aku akan meminta "ibu" untuk menemaniku dalam hijrah menuntut ilmu, agar selalu ada yang menjagaku, mengingatkanku, menghukumku dan menghadiahiku! Agar tangis, doa dan jerih payahnya senantiasa memotivasiku. Sungguh, aku terlalu lalai untuk hidup tanpa "ibu".        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 24 Oktober 2009. 14.35.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6229737410171588065?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6229737410171588065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6229737410171588065' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6229737410171588065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6229737410171588065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2010/03/antara-bandara-dan-kota-tua.html' title='Antara Bandara dan Kota Tua!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3742748499840203719</id><published>2009-09-15T19:01:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T19:05:28.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Ramadhan dan Mukjizat Al-Qur`an</title><content type='html'>Suatu ketika, tatkala Ramadhan telah tiba, Rasulullah SAW berkata kepada para Sahabatnya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sungguh telah datang kepada kalian sebuah bulan penuh berkah, yang di dalamnya Allah mewajibkan kepada kalian berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang (pahalanya) lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa mendapatkan keberkahannya, maka beruntunglah ia!”&lt;/span&gt; (HR. Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Melalui sabda Nabi di atas, kita dapat memetik sebuah pelajaran akan keagungan bulan suci Ramadhan. Tak ada bulan lain yang keberkahannya melebihi Ramadhan. Ia ibarat seorang utusan dari Sang Maha Raja alam semesta untuk mendatangi rakyatnya dengan membawa sebongkah hadiah dan cindera mata. Namun, hadiah itu barangkali tersembunyi di dalam sebuah kotak tertutup yang dibawa serta oleh sang utusan. Sehingga, tak semua orang bisa melihat dan mengetahui maksud kedatangannya. Alhasil, di antara para rakyat ada yang menyambutnya penuh suka-cita dan penghormatan, adapula yang acuh tak acuh terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula potret Ramadhan. Bagi yang mengetahui kadar keagungannya, ia akan berusaha mengoptimalkan setiap usaha untuk meraup berkahnya. Tapi yang tak tahu akan nilai penting Ramadhan, hanya akan membiarkannya berlalu begitu saja. Tatkala Ramadhan pergi, ia justru bahagia karena kembali bisa makan dan minum kapan saja. Tapi bagi golongan pertama, mereka akan bersedih hati ditinggal pergi sang Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, nilai keagungan Ramadhan terangkup dalam beribu dimensi yang dikandungnya. Tak semuanya mampu kita ketahui, karena keterbatasan manusia dalam memahami misteri-misteri ilahi. Namun, setidaknya ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik dari bulan suci ini. Antara lain adalah; wujud kasih sayang Tuhan kepada hamba-Nya, pembelajaran dalam ranah kehidupan sosial maupun personal, ajang penyucian hati dan jiwa, sekaligus peluang untuk mengimplementasikan rasa syukur atas nikmat Tuhan yang tiada pernah terbilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, ada poin penting lain yang dapat kita petik dari kehadiran Ramadhan. Yaitu sebuah peristiwa agung dalam sejarah umat Islam, nuzulul Qur`an. Ramadhan mendapatkan kemuliaan berlipat-lipat karena di dalamnya al-Qur`an diturunkan. Sebuah mukjizat abadi yang tak lekang dilindas zaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya al-Qur`an diturunkan, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan (sebagai) pembeda (antara yang benar dan yang bathil.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tatkala al-Qur`an diturunkan pertama kali di bulan Ramadhan, kita perlu membersihkan diri dari hal-hal yang keji, menyucikan hati dan jiwa, guna menyambut sebuah hari dimana sepucuk kitab suci diturunkan ke muka bumi. Mengingat keagungan kitab itu, kita patut menyambutnya penuh kelapangan; dengan meninggalkan makanan dan minuman, kemudian membacanya penuh penghayatan dan kekhusyu’an seakan-akan setiap ayat yang kita baca baru saja diturunkan dari ‘arasy keagungan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kita juga dianjurkan untuk mendengarkan ayat-ayat itu dibacakan. Menyimak dengan penuh konsentrasi, bahwa kita tengah mendengarkan susunan kalam ilahi yang penuh makna. Dengan demikian kita akan sampai pada derajat kemurnian hati dan kejernihan fikiran. Tatkala mendengar ayat al-Qur`an dibacakan, kita membayangkan bahwa seakan-akan kita menyimaknya langsung dari Rasulullah. Bahkan, kita bembayangkan bahwa ayat-ayat itu sedang dibacakan oleh sang penyampai wahyu, Jibril As. Dengan demikian kita mampu menyerap keagungannya, lalu berusaha menjalankan ajaran-ajarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka melalui dimensi Ramadhan ini, sangat perlu kiranya bagi kita untuk kembali memaknai arti penting mukjizat al-Qur`an. Bahwa ia adalah kitab suci yang diturunkan di bulan suci dari Dzat Yang Maha Suci. Al-Qur`an diturunkan sebagai kitab petunjuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(hudan)&lt;/span&gt;. Sebuah buku pedoman yang selalu relevan di setiap zaman. Namun, akankah hikmah itu bisa kita rasakan, jika kita masih enggan bertadarus al-Qur`an, mentadabburinya, lalu mengamalkannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan laksana sebuah ladang yang begitu subur. Maka barangsiapa mau bercocok tanam di dalamnya; dengan memperbanyak amal kebajikan, bersedekah, dzikir, tadarus al-Qur`an dan lain sebagainya, maka ia akan memetik buahnya di akhirat kelak. Terlebih, di bulan Ramadhan ada malam Lailatul Qadar, yang barangsiapa menjumpainya dengan dibarengi amal kesalehan, ia akan mendapatkan keberuntungan tiada tara. “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr [97]: 3). &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallâhu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3742748499840203719?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3742748499840203719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3742748499840203719' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3742748499840203719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3742748499840203719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/09/ramadhan-dan-mukjizat-al-quran.html' title='Ramadhan dan Mukjizat Al-Qur`an'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3461875412847508987</id><published>2009-09-15T18:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T19:01:32.631-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Bulan Bertabur Cinta</title><content type='html'>Membincang Ramadhan erat kaitannya dengan cinta dan kasih sayang. Bagaimana tidak(?), Allah Swt. sendiri telah memilihnya sebagai bulan dimana kasih sayang-Nya ditumpahkan di seantero langit dan bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiga pertama adalah bentuk awal dari cinta kasih Allah kepada para hamba-Nya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(awwaluhû rahmah)&lt;/span&gt;. Sementara sepertiga kedua adalah implementasi rasa cinta Allah dalam bentuk yang lebih besar, yaitu berupa ampunan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(awsathuhu maghfirah)&lt;/span&gt;. Adapun sepertiga terakhir adalah puncak ungkapan cinta Allah yang berupa penyelamatan dari api neraka &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(itqun minan nâr)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga ihwal di atas tiada lain adalah jelmaan-jelmaan kasih sayang Tuhan kepada para hamba-Nya yang ta’at dan ikhlas. Barangsiapa mampu meniti tangga-tangga hari di bulan Ramadhan dengan amal ibadah yang baik, maka anugrah terbesar akan ia dapatkan. Adakah yang lebih berharga dari cinta kasih Tuhan? Sebab jika Allah sudah mengasihi hamba-Nya, maka hanya sorga jaminannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan sebagai bulan kasih sayang juga tercerminkan dalam pola interaksi sosial yang terjalin dalam masyarakat Islam. Baik si kaya maupun si miskin berada dalam posisi yang sama. Sama-sama merasakan derita haus dan lapar. Sama-sama membina hati untuk bersabar. Sama-sama menata niat untuk tawakkal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka dalam kondisi seperti ini, akan muncul sebuah dorongan hati untuk saling berbagi. Yang kaya memberi yang miskin. Dan, yang miskin menerimanya sebagai bentuk derma &amp; karunia. Dengan memberi, berarti si kaya telah melakukan sebuah implementasi kesyukuran atas anugrah Tuhan kepadanya. Dan, dengan menerima, si miskin juga telah bersyukur akan nikmat yang diterimanya, melalui tangan si kaya. Sungguh sebuah jalinan kasih sayang sesama muslim yang sinergis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, bentuk cinta lain yang kita rasakan di sela-sela Ramadhan adalah “al-Qur`an”. Tak bisa dipungkiri, bahwa al-Qur`an merupakan salah satu wujud kasih sayang Tuhan. Ia adalah sekumpulan surat cinta Tuhan yang diturunkan kepada segenap manusia beserta alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur`an diturunkan pada malam keberkahan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;innâ anzalnâhu fî lailatin mubârakah.&lt;/span&gt; [Ad-Dukhân: 3]). Malam keberkahan itu disebut malam Lailatul Qadar (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;innâ anzalnâhu fî lailatil qadr.&lt;/span&gt; [Al-Qadr: 1]). Dan malam Lailatul Qadar terdapat pada bulan Ramadhan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Syahru Ramadhân alladzî unzila fîhi al-Qur`ân&lt;/span&gt;...[Al-Baqarah: 185]). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan firman-firman Allah ini kita dapat mengambil sebuah pelajaran, betapa al-Qur`an diturunkan sebagai berkah dan kasih sayang, dari Dzat Yang Maha Penyayang, kepada seorang makhluk penyayang (Muhammad Saw.) dan diperuntukkan sebagai pedoman dan petunjuk bagi seluruh insan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pahala yang lebih besar dari pahala malam Lailatul Qadar? Satu malam berbanding seribu bulan. Sementara umur manusia rata-rata tak sampai seribu bulan, yang jika kita hitung sepadan dengan 83 tahun. Umur Rasulullah saja hanya 63 tahun. Namun mengapa Allah memberikan peluang kepada setiap hamba untuk dapat beribadah dalam satu malam tapi diganjar seperti ibadah 1000 bulan/83 tahun? Bukankah ini adalah juga bentuk cinta yang sangat istimewa dari Dzat yang kasih sayang-Nya tiada pernah terbilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mukjizat al-Qur`an yang hingga kini dan sampai kapanpun akan tetap terjaga nan abadi adalah sebongkah ungkapan cinta dari Tuhan. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan terhadap al-Qur`an. Apakah hanya sebatas kita baca ‘surat cinta’ itu? Atau kita baca sambil menghayati kandungan maknanya? Atau kita jadikan ia sebagai bekal termewah untuk meniti kehidupan dunia dan akhirat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pertanyaan pertama yang kita pilih, maka hanya dengan membacanya pun kita telah mendapatkan pahala. Bila kita memilih pertanyaan kedua, maka pahala dan hasilnya akan semakin banyak. Sebab, setelah kita memahami kandungan maknanya, kita akan beranjak mengamalkannya. Dan apabila pertanyaan ketiga yang kita tempuh, maka kebahagiaan hakiki akan kita raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ironisnya, jika kita justru acuh tak acuh terhadap surat-surat cinta itu. Jika membacanya saja enggan, maka bagaimana kita bisa mendapatkan cinta dari Dzat yang mengirim surat cinta itu? Dan jika demikian yang terjadi, berarti secara tidak langsung kita telah menolak cinta dan kasih sayang Tuhan yang sebenarnya dialamatkan kepada kita. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Na’ûdzubillâh!&lt;/span&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa deskripsi di atas, kita bisa menyimpulkan betapa Ramadhan adalah bulan bertabur cinta. Yang telah disebutkan di atas hanyalah sebagian kecil saja dimensi cinta dan kasih sayang yang terangkup dalam madrasah Ramadhan. Masih banyak lagi bentuk kasih sayang lainnya yang bisa kita lihat dan rasakan. Maka dengan keutamaan yang seperti ini, akankah kita menyia-nyiakan Ramadhan?? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallâhu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3461875412847508987?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3461875412847508987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3461875412847508987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3461875412847508987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3461875412847508987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/09/bulan-bertabur-cinta.html' title='Bulan Bertabur Cinta'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-8532479666304965434</id><published>2009-09-01T16:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T17:05:15.145-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>S.a.j.a.d.a.h   K.u.s.u.t !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sp22sSQ161I/AAAAAAAAAnY/9joGp73SJ0s/s1600-h/sujud.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sp22sSQ161I/AAAAAAAAAnY/9joGp73SJ0s/s200/sujud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376654402083220306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku hamparkan sajadah kusutku di altar bumi-Mu&lt;br /&gt;di tingkahi sinar temaram rembulan aku bersimpuh&lt;br /&gt;mendongak langit lepas mengetuk 'arasy-Mu&lt;br /&gt;menundukkan hati menyucikan ruh.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telah berulangkali aku sujudi&lt;br /&gt;tetap saja sajadahku menemani dalam munajat-munajat sunyi&lt;br /&gt;ia tak kan pernah pensiun selama wujudnya masih utuh walau telah lusuh&lt;br /&gt;sebab selama itu pula polah tingkahku terus berubah;&lt;br /&gt;terkadang baik, terkadang buruk&lt;br /&gt;maka ketika baik aku butuh sajadahku untuk bersyukur&lt;br /&gt;dan ketika sedang buruk aku membutuhkannya sebagai penegur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajadah lusuhku&lt;br /&gt;meski fana sifatmu&lt;br /&gt;tapi engkau penanda bagiku&lt;br /&gt;dalam menempuh ta'at, mengusir maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajadahku,&lt;br /&gt;bertahanlah untuk tetap maujud&lt;br /&gt;menemaniku bersujud!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdapena, &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pojok Dukuh Segitiga, 01 September 2009, 05.19 AM. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-8532479666304965434?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/8532479666304965434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=8532479666304965434' title='142 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8532479666304965434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8532479666304965434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/09/sajadah-lusuh.html' title='S.a.j.a.d.a.h   K.u.s.u.t !'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sp22sSQ161I/AAAAAAAAAnY/9joGp73SJ0s/s72-c/sujud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>142</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1207801758706938365</id><published>2009-08-31T18:14:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T19:02:10.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Jejaring Rahmat-ku yang Sobek(?)</title><content type='html'>Sederet dimensi waktu minggat&lt;br /&gt;tatkala Sang Rahman usai mengobral cinta-Nya&lt;br /&gt;menabur embun-embun rahmat&lt;br /&gt;di gersang sahara yang membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ibarat nelayan&lt;br /&gt;di samudera kasih sayang&lt;br /&gt;hendak menuju pulau keberkahan&lt;br /&gt;berharap bisa untung &lt;br /&gt;menjaring ikan ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku silau&lt;br /&gt;ditimpali bias cahya-Mu yang melebihi mentari.&lt;br /&gt;Aku tak cukup kuat,&lt;br /&gt;menampung agung-akbarnya kemurahan-Mu&lt;br /&gt;Sehingga kurnia megah yang tak kunjung nihayah&lt;br /&gt;membuatku lengah untuk bermuhasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seharusnya sabar dalam menahkodai perahu&lt;br /&gt;tak perlu menoleh kanan-kiri&lt;br /&gt;melirik kilau-kilau permata yang sejatinya fatamorgana,&lt;br /&gt;hanya busa(!), &lt;br /&gt;hasil benturan ombak yang kuanggap mutiara,&lt;br /&gt;aku tertipu sepanjang samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuanku masih panjang&lt;br /&gt;di ranah pulau keselamatan,&lt;br /&gt;tak mampu kutangkap intan rahmat-Mu,&lt;br /&gt;yang Kau tabur di tepian pulau-Mu,&lt;br /&gt;karna sepanjang perjalanan yang lalu,&lt;br /&gt;jejaringku telah sobek nan bolong,&lt;br /&gt;digerus tamak-ananiyahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan ikan kasih sayang-Mu yang kujaring,&lt;br /&gt;namun tipuan dan rayuan,&lt;br /&gt;menutupi alam kesadaran,&lt;br /&gt;sehingga aku lalai akan tujuan,&lt;br /&gt;dan telah lunglai sebelum pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti,&lt;br /&gt;pada sepuluh dimensi awal ini &lt;br /&gt;aku lengah,&lt;br /&gt;apalah daya jika rahmat-Mu tak mampu kurengkuh,&lt;br /&gt;bagaimana hendak kulalui samudera maghfirah-Mu(?)&lt;br /&gt;mengais ampunan atas segala nisyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dibius kerlap dunia,&lt;br /&gt;hingga lumpuh jiwa-raga &lt;br /&gt;dan otakku semakin keruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;dalam gontai langkahku,&lt;br /&gt;sepucuk puja beserta doa kupanjatkan&lt;br /&gt;agar terus dapat bertahan&lt;br /&gt;melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rahman, &lt;br /&gt;Ya Rahim,&lt;br /&gt;Irhamna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pojok Dukuh Segitiga, 01 September 2009, 03.02 AM. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Renungan 10 hari pertama Ramadhan 1430 H."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1207801758706938365?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1207801758706938365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1207801758706938365' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1207801758706938365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1207801758706938365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/08/jejaring-rahmat-ku-yang-sobek.html' title='Jejaring Rahmat-ku yang Sobek(?)'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6700432317751222137</id><published>2009-07-27T15:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T15:44:10.110-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esei'/><title type='text'>Masisir; Gelanggang Irasionalitas yang Terinferiorasi?</title><content type='html'>Di suatu malam yang gaduh, aku merenung tentang potret negeri mimpiku. Yaitu di sejengkal tanah yang terberkahi oleh kehadiran para nabi dan wali. Dahulu aku bermimpi akan banyak belajar di sini. Aku berangan akan menemukan kawan-kawan yang bersemangat dan menggebu dalam menyelami samudera ilmu. Sebuah negeri yang menurutku akan memberikan kekayaan rasa dan asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semua memang hanya mimpi. Apa yang aku bayangkan tak selaras dengan fakta di lapangan. Sebab, sebagaimana dalam dunia mimpi, skenario dan alur cerita bisa saja loncat-loncat tak jelas arah. Buktinya, semua angan tadi hanyalah fatamorgana. Aku justru lebih cenderung bermalasan. Kawan-kawanku pun demikian. Hanya segelintir saja yang menyadari keberadaannya sebagai mahasiswa?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih dominan bukan persaingan dan kompetisi di bidang keilmuan. Tapi sebaliknya, politik telah mengangkangi niat suci. Hegemoni menjadi cita-cita agung yang patut diperjuangkan. Hanya demi sebuah nama, institusi dan organisasi. Sementara kepentingan bersama tercabik-cabik. Amanat utama yang bertengger di pundak setiap mahasiswa dan pelajar justru ter-sia-kan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaqoh-halaqoh diskusi semakin sepi. Muthala’ah, rutinitas membaca kitab, mendalami materi sesuai spesifikasi, menjadi pemandangan langka yang menyedihkan. Hanya segelintir orang saja yang menyadari, betapa belajar sangatlah penting, betapa membaca dan menulis adalah ibadah sekaligus bekal untuk hidup di dua alam: dunia-akherat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya itu tergeser oleh suguhan-suguhan kemudahan yang dibawa serta melalui teknologi-teknologi canggih masa kini. Sebagian orang lebih suka hidup sendiri, hidup secara individual, tanpa mengindahkan norma-norma kebersamaan. Jika ada keramaian, kita bisa menebak acara apa yang sedang digelar. Kebanyakan adalah kegiatan hiburan. Kegiatan yang tidak melibatkan otak dan nalar untuk bergerak. Pada gilirannya, secara pelan-pelan, otak semakin sulit bekerja, karena tak pernah difungsikan. Dan nuranipun padam, karena tak pernah dinyalakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih meratapi nasibku, juga negeri mimpiku. Dan, saat ini keprihatinanku kian memuncak. Serakan ironi semakin tersebar dimana-mana. Aku sendiri bingung harus bersikap bagaimana. Arus kemalasan, lemahnya spirit dan motivasi, sikap mental kerdil, egoisme pribadi maupun kelompok kian memenuhi atmosfer negeri ini. Konon, status pencari ilmu sudah banyak bergeser ke status-status lainnya. Berbagai tipe dan bentuk mahasiswa semakin beraneka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini diperparah dengan muncuatnya kepentingan-kepentingan yang menuntut kedudukan dan kekuasaan. Kelompok yang satu mengincar posisi, kelompok yang lain juga berambisi untuk menghegemoni. Dakwah dan orasi yang didengungkan tak lagi murni. Semuanya sarat kepentingan, bahkan terkesang dipaksakan. Garis determinan yang sangat mencolok adalah munculnya stigma kaum mayoritas dan minoritas. Atau dengan ungkapan lain adalah kelompok yang vocal dan yang hanya diam, atau masyarakat yang aktif dan yang pasif.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya saling sikut dan jegal kian merebak. Dunia yang carut-marut semakin keriput. Sepertinya tanda-tanda hari akhir semakin jelas saja. Nuansa-nuansa persaingan tak sehat semakin merajalela di mana-mana. Mulai dari komunitas terkecil hingga induk terbesar, semuanya berpacu untuk saling menjatuhkan. Semuanya memang berwacana ingin membangun. Tapi sebelum itu mereka memilih untuk lebih dulu menghancurkan. Aku semakin bimbang  untuk terus tinggal di sini, di negeri mimpi. Sebab aku takut kehancuran akan segera datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran tak sepenuhnya terjadi di sini. Yang dominan justru pembodohan dan saling tipu. Yang vocal mengakali yang diam. Yang mayoritas mengebiri yang minoritas. Superioritas diselewengkan untuk menindas dan menghegemoni, bukan melindungi dan memperjuangkan kebersamaan. Aku terus merenung dan merenung. Sudah separah inikah negeri mimpiku? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, aku kurang beruntung dalam dimensi ruang dan waktu ini. Negeri mimpi yang selama ini kutinggali tak sesuai yang kubayangkan sebelumnya. Terlalu naif yang kulihat. Karena yang tampak adalah perubahan medan dan peran. Bumi yang semestinya menjadi ajang belajar dan mendalami kelimuan telah berubah menjadi gelanggang irasionalitas yang terinferiorasi. Aku semakin hanyut dalam kepedihan. Nilai-nilai kekerdilan dan irasional semakin bertahta. Memenuhi negeri mimpiku. Dan dadaku kian sesak. Dihimpit keprihatinan yang mendalam??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... Masisir, Mahasiswa Indonesia di Mesir! Generasi bangsa yang kehilangan jati diri !??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Luthfi al-Anshori&lt;br /&gt;Cairo, 28 Juli 2009, 01.10 AM.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6700432317751222137?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6700432317751222137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6700432317751222137' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6700432317751222137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6700432317751222137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/07/masisir-gelanggang-irasionalitas-yang.html' title='Masisir; Gelanggang Irasionalitas yang Terinferiorasi?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1147855926370698229</id><published>2009-06-25T16:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T16:57:39.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Membaca Kisah Matahari</title><content type='html'>Begitu ramai matahari dikeluhkan orang-orang,&lt;br /&gt;sampai-sampai keluhan itu saling bertabrakan di awang-awang,&lt;br /&gt;kilat-kilat putih kekuningan bercipratan menambah kilauan,&lt;br /&gt;menghasilkan asap abu beterbangan,&lt;br /&gt;semakin panaslah bumi di musim yang gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di tenda kubus aku bercucuran peluh,&lt;br /&gt;membaca kisah matahari yang tangguh.&lt;br /&gt;Terengahku memahami rancangkata yang teguh,&lt;br /&gt;mencari makna agar tak ikut mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;:Kisah matahari membantu bunga menemukan rupa,&lt;br /&gt;tatkala tujuh warna tersiram cahaya,&lt;br /&gt;sehingga bermekarlah penuh pesona;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah matahari menitah rembulan,&lt;br /&gt;meminjamkan cahayanya untuk dipantulkan,&lt;br /&gt;menyinari malam temaram;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah matahari menyiangi lautan,&lt;br /&gt;menerbangkan gelembung air menaiki awan,&lt;br /&gt;lalu berproses menjadi hujan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah matahari yang tak pernah padam,&lt;br /&gt;menjaga semesta agar tetap terang,&lt;br /&gt;tak ada siang kecuali ia ada,&lt;br /&gt;tak ada malam kecuali rembulan mewakilinya,&lt;br /&gt;gemintangpun berkedip mesra menggodanya,&lt;br /&gt;dalam romantika keserasian alam,&lt;br /&gt;cerminan kuasa Sang Pencipta!&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kisah matahari,&lt;br /&gt;tak seperti yang dilukiskan orang-orang,&lt;br /&gt;dalam keluh kesah kehampaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kisah matahari,&lt;br /&gt;mendengar narasi langsung tiap cercah cahayanya,&lt;br /&gt;bertatap mata dengan segenap warna, hujan dan terang,&lt;br /&gt;membuatku teduh meski dalam peluh,&lt;br /&gt;membasuh keluh,&lt;br /&gt;menanam teguh,&lt;br /&gt;dalam kehambaan yang patuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kisah matahari,&lt;br /&gt;mengajariku untuk terus memberi![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_M. Luthfi al-Anshori&lt;br /&gt;Cairo, 26 Juni 2009, 02.16 AM. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1147855926370698229?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1147855926370698229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1147855926370698229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1147855926370698229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1147855926370698229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/06/membaca-kisah-matahari.html' title='Membaca Kisah Matahari'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3366875307297437026</id><published>2009-06-14T07:14:00.001-07:00</published><updated>2009-06-14T07:14:48.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Senyawaku; Debu!</title><content type='html'>Kupandangi tembok kampusku,&lt;br /&gt;kuratapi papan tulisnya di ruang kelas,&lt;br /&gt;berbaur warna dalam nuansa panjang sejarahnya.&lt;br /&gt;Adhesi atom-molekul-senyawa&lt;br /&gt;menempel, merekat, membalut benda-benda&lt;br /&gt;yang jernih berubah buram,&lt;br /&gt;yang buram semakin kelam,&lt;br /&gt;kampus coklatku yang tak lekang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus keberputaran dalam rinai perubahan&lt;br /&gt;setiap yang ada dari keberadaan adalah fana&lt;br /&gt;tak tetap tak kekal dimakan usia&lt;br /&gt;yang pasti adalah kepasrahan menanti&lt;br /&gt;mematuhi rumus-rumus alam&lt;br /&gt;berotasi bermetamorfosa di setiap jengkal nafas&lt;br /&gt;menuju entah bentuk apa,&lt;br /&gt;warna apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di altar dunia &lt;br /&gt;segala bentuk akan lebur,&lt;br /&gt;segala warna akan hambur,&lt;br /&gt;dalam bias atmosfer debu&lt;br /&gt;senyawa segala yang ada,&lt;br /&gt;termasuk diriku,&lt;br /&gt;yang hidup dari debu,&lt;br /&gt;dan mati menjadi debu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 06-06-09.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3366875307297437026?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3366875307297437026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3366875307297437026' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3366875307297437026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3366875307297437026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/06/senyawaku-debu.html' title='Senyawaku; Debu!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6455721641222252837</id><published>2009-06-14T07:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T07:18:42.091-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Negeri Debu</title><content type='html'>Di negeri ini tak turun hujan&lt;br /&gt;tak ada banjir yang menelan korban.&lt;br /&gt;Negeri ini hamparan sahara,&lt;br /&gt;namun sebongkah anugrah menghidupinya,&lt;br /&gt;sungai Nil yang tak pernah kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini tetap saja purba,&lt;br /&gt;meski modernisasi menghegemoni dunia,&lt;br /&gt;sebab peradaban apapun,&lt;br /&gt;selalu bersentuhan dengan debu, &lt;br /&gt;cerah menjadi gelap,&lt;br /&gt;warna coklat, &lt;br /&gt;abu-abu, kehitaman,&lt;br /&gt;memeluki tembok rapat.&lt;br /&gt;kesan tua memenuhi sudut-sudut kota.&lt;br /&gt;Dan karena hujan debu pula,&lt;br /&gt;bangsa ini semakin maju;&lt;br /&gt;sebab, ia semakin tahu,&lt;br /&gt;bahwa tercipta oleh debu,&lt;br /&gt;kembali menuju debu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 04-05-09  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6455721641222252837?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6455721641222252837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6455721641222252837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6455721641222252837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6455721641222252837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/06/negeri-debu.html' title='Negeri Debu'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3800621689040817056</id><published>2009-06-14T06:45:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T07:13:10.205-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Debu dan Gerimis</title><content type='html'>Aku selalu merindukan gerimis&lt;br /&gt;tapi masih saja debu yang menyapaku&lt;br /&gt;Ohh, andai aku ingat&lt;br /&gt;Adam dicipta dari unsur debu&lt;br /&gt;Tak perlu lagi aku marah,&lt;br /&gt;sebab aku dan debu sedarah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 04-05-09.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3800621689040817056?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3800621689040817056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3800621689040817056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3800621689040817056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3800621689040817056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/06/debu-dan-gerimis.html' title='Debu dan Gerimis'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3221326286284029696</id><published>2009-06-05T01:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T01:55:56.792-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Rindu Karya</title><content type='html'>Rindu kata-kata.&lt;br /&gt;Rindu teka-teki makna. &lt;br /&gt;Rindu baris-baris puitika. &lt;br /&gt;Rindu kemesraan alinea. &lt;br /&gt;Rindu susunan paragraf berirama. &lt;br /&gt;Rindu akan karya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[05-06-09]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3221326286284029696?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3221326286284029696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3221326286284029696' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3221326286284029696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3221326286284029696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/06/rindu-karya.html' title='Rindu Karya'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-593740284893958350</id><published>2009-05-29T03:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T03:14:36.824-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hukum Alam</title><content type='html'>Memeluk rembulan&lt;br /&gt;agar tak bias cahyanya&lt;br /&gt;menutupi bintang-bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengencani matahari&lt;br /&gt;agar aku tak merasa panas&lt;br /&gt;di sahara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merindukan hujan&lt;br /&gt;agar sejuk bertandang&lt;br /&gt;meski dalam kegersangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakrabi nasib&lt;br /&gt;agar aku sanggup&lt;br /&gt;melanjutkan hidup![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(26-5-09)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-593740284893958350?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/593740284893958350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=593740284893958350' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/593740284893958350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/593740284893958350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/05/hukum-alam.html' title='Hukum Alam'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1163009558598620438</id><published>2009-05-09T06:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T06:49:47.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Demi Waktu!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SgWJ9KdYFvI/AAAAAAAAAnQ/9ErL1B-9DFI/s1600-h/waktu2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SgWJ9KdYFvI/AAAAAAAAAnQ/9ErL1B-9DFI/s200/waktu2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333821017562814194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyekat Waktu. &lt;br /&gt;Menahannya dalam bilik-bilik kesadaran. &lt;br /&gt;Betapa ia begitu mahal untuk diacuhkan begitu saja. &lt;br /&gt;Betapa ia begitu berharga untuk disia-siakan. &lt;br /&gt;Wahai... Yang Maha Menggenggam Waktu, &lt;br /&gt;izinkan pula aku menggenggamnya &lt;br /&gt;dalam beberapa jenak umur hidupku. &lt;br /&gt;Untuk kuisi, untuk kulukisi, untuk kupahati, &lt;br /&gt;dengan sebentuk pemaknaan serta artikulasi, &lt;br /&gt;sebagaimana yang Engkau firmankan, &lt;br /&gt;Yang Engkau ajarkan.. &lt;br /&gt;"Demi Waktu!".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1163009558598620438?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1163009558598620438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1163009558598620438' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1163009558598620438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1163009558598620438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/05/demi-waktu.html' title='Demi Waktu!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SgWJ9KdYFvI/AAAAAAAAAnQ/9ErL1B-9DFI/s72-c/waktu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-5632198605200216576</id><published>2009-05-02T09:53:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T09:58:46.936-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esei'/><title type='text'>Tulislah Aku; Sebentuk Risalah Cinta (Bag. 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sfx7vKDba8I/AAAAAAAAAnI/h2XQyMF2U4g/s1600-h/risalah+cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sfx7vKDba8I/AAAAAAAAAnI/h2XQyMF2U4g/s200/risalah+cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331272108982627266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak dahulu hingga sekarang, cinta selalu menjadi perbincangan hangat. Salah satu buktinya, cinta senantiasa menjadi tema sentral dalam berbagai karya, baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Bukti lainnya, saat ini saya sendiri hendak menulis tentang cinta (kalau yang ini jelas narsis, hehe). Secara jujur, saya bukan pakar dunia per-cinta-an serta berbagai perniknya. Namun, apa yang hendak saya tulis berangkat dari realita yang saya lihat, kemudian saya korelasikan dengan berbagai pengetahuan yang saya serap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Baiklah! Mengawali catatan ini, saya ingin membidik beberapa fenomena cinta. Pertama adalah ketika seseorang sedang jatuh cinta. Tak sedikit yang kemudian menjadi buta. Meskipun, masih banyak juga yang mampu bersikap proporsional. Buta dalam arti majazi, tentunya. Yaitu ketika seseorang begitu dimabuk cinta. Seperti halnya ketika seseorang sedang mabuk akibat alkohol, hal itu membuat hati dan fikirannya terhalang dari “cahaya”. “Love is blind”, kata orang Bule. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saya sendiri tidak memungkiri, bahwa dalam banyak hal, termasuk cinta, mempunyai dua potensi. Yaitu potensi positif-konstruktif dan potensi negatif-destruktif. Tergantung mana di antara dua kutub itu yang lebih dominan. Jika kutub positif yang unggul, maka cinta akan membawa sang pecinta menuju yang terbaik dari dirinya. Tapi jika yang menang adalah kutub negatif, maka cinta akan membakar dan meleburkannya. Baik contoh kondisi yang pertama maupun yang kedua sangatlah banyak dalam fenomena keseharian manusia, maka tak perlu saya cantumkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian kita akan membincang sebuah kondisi, di mana seseorang sedang patah hati atau putus cinta. Mungkin karena cinta seakan telah menjadi kebutuhan, maka tatkala kehilangan, seseorang akan merasa ada yang tak lengkap dalam dirinya. Dalam kondisi seperti ini ada bermacam penyikapan yang ditempuh. Ada yang menangis berhari-hari. Ada yang mengurung diri. Ada yang hampir bunuh diri. Ada juga yang biasa saja, tetap tegar menjalani hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, penyikapan yang terjadi itu saya kira sangat terkait dengan seberapa besar kadar cinta yang dimiliki seseorang kepada sang kekasih hati. Jika hanya ‘cinta monyet’ (hubban syadîdan) yang ia miliki, maka ketika putus biasanya ia tak sebegitu menderita. Begitu juga ketika kadar cintanya masih dangkal, belum begitu dalam (hubban amîqan), maka ketika putus paling hanya akan menangis beberapa hari. Namun ada juga yang telah secara penuh mencintai (hubban jamma), maka ia seperti kehilangan ruh ketika sang kekasih itu berpisah dari dirinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga terkait dengan lapisan hati. Dari lapisan hati yang manakah seseorang mencintai pujaan hatinya. Apakah hanya dari lapisan luar dada (shadr), atau dari lapisan hati kedua (qalb), atau lapisan hati ketiga (fu`âd), atau yang keempat (jaûf), ataukah dari lubuk hati yang terdalam (lubb)? Jika sebuah cinta yang muncul lalu tumbuh itu telah sampai pada lapisan lubuk (lubb), maka ibarat kata, cinta itu telah mencapai singgasananya. Sehingga, dalam kondisi apapun ia akan tetap memelihara cintanya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang seribu sayang, jika potensi cinta yang dimiliki setiap manusia itu disia-siakan begitu saja, atau tidak diletakkan pada tempatnya. Maka jika tidak proporsional, yang terjadi berikutnya adalah ketimpangan dan kerusakan. Manusia mencintai hartanya dengan terlalu berlebihan. Manusia mencintai kelompok dan golongannya dengan fanatisme buta. Manusia mencintai kekasihnya dengan sangat mendalam. Padahal, cinta-cinta yang semacam itu tak ada yang abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah, telah banyak orang yang patah hati karena mencintai orang lain, hanya bertepuk sebelah tangan? Cintanya tak terbalas. Tidakkah, telah banyak orang yang mencintai harta, namun oleh hartanya itu ia justru terbunuh atau terdzalimi? Begitu juga ketika kita mencintai kelompok, golongan, atau seseorang, apakah mereka akan selalu mengingat kita, membalas jasa kita? Belum tentu, kawan! Maaf, cinta dan fanatisme buta ini jangan disamakan dengan loyalitas. Saya tidak bermaksud mengajak Anda untuk tidak loyal terhadap afiliasi Anda. Saya hanya mengajak untuk tidak terlalu berlebihan dalam segala hal, itu saja! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam menyikapi dan memberi porsi cinta kepada selain Dzat Yangabadi kita tak boleh berlebihan. Bolehlah kita memberikan cinta kita sepenuhnya, tapi hanya kepada Dzat yang tak pernah ingkar janji. Dalam banyak kasus, sesuatu yang sebenarnya baik namun jika berlebihan justru menjadi tidak baik. Seperti halnya cinta, jika porsinya melebihi daya tampung, ia akan tumpah. Tak sedikit pula cinta yang memicu permusuhan. Atau dengan ungkapan lain: “Awalnya cinta, namun berakhir benci”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, patut kita renungkan sebuah pepatah bijak dalam bahasa Arab yang artinya: “Cintailah kekasihmu sesuai kadarnya (jangan terlalu berlebihan), sebab bisa jadi kelak ia justru akan kamu benci. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja. Sebab, tak ayal juga suatu saat nanti kau akan mencintainya!” Pepatah ini sedikit banyak telah terjadi. Buktinya bisa Anda cari sendiri dengan bertanya kepada kawan atau kenalan. Bahkan ada orang yang kini sudah menjadi pasangan, ternyata dahulunya musuhan. Kemudian mereka berceloteh: “Mungkin ini ‘karma’. Dulu aku begitu membencinya, tapi kini ia menjadi suamiku yang sangat kucinta”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, cinta sungguh beraneka warna. Ia memang abstrak, tapi kekuatannya begitu dahsyat. Cinta ibarat udara, yang senantiasa memenuhi alam raya. Cinta laksana ruh yang selalu gentayangan mencari mangsanya. Cinta seperti darah, yang akan menentukan apakah organ-organ tubuh akan bekerja dengan biak atau tidak. Cinta mampu menimbulkan kehancuran dan/atau kemajuan. Cinta mampu menyebabkan pertempuran sekaligus perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, hingga pada ruas ini saya masih belum benar-benar tahu tentang cinta. Sehingga, jika tulisan ini tak cukup bijak dalam menguraikannya, masih bias sana-sini, tak jelas arah, itu karena saya masih belum menemukan hakikat cinta. Cinta begitu abstrak untuk dilihat, namun ia terlalu jelas untuk disembunyikan. Maka, tulisan ini hanyalah setitik usaha untuk mencoba menyibak rahasianya. Dan hingga akhir masa nanti, aku yakin, cinta akan selalu menjadi misteri yang terus mengilhami.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;_Cairo, 2 Mei 2009. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-5632198605200216576?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/5632198605200216576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=5632198605200216576' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5632198605200216576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5632198605200216576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/05/tulislah-aku-sebentuk-risalah-cinta-bag.html' title='Tulislah Aku; Sebentuk Risalah Cinta (Bag. 2)'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sfx7vKDba8I/AAAAAAAAAnI/h2XQyMF2U4g/s72-c/risalah+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1145504763040725974</id><published>2009-04-23T02:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T03:13:54.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esei'/><title type='text'>Tulislah Aku; Abadikan Rasa! (Bag. 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SfA_WmGfj3I/AAAAAAAAAnA/3zwR8R7HeVY/s1600-h/menulis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SfA_WmGfj3I/AAAAAAAAAnA/3zwR8R7HeVY/s200/menulis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327828016596750194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Luthfi al-Anshori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang terkadang lupa atau tak sadar, bahwa setiap bentuk rasa yang muncul dalam beragam momen dan nuansa sangatlah berharga. Ketika seseorang sedang bahagia karena banyak hal; cinta, rizki berlimpah, kesuksesan karir dan lain sebagainya. Atau sebaliknya, tatkala seseorang dirundung duka dan kesedihan; karena putus cinta, sakit hati, kehilangan harta, rizki mampet, kegagalan karir serta segenap variannya. Padahal sejatinya, itu semua adalah pelajaran penting yang kita dapatkan tanpa harus bayar biaya sekolah maupun kuliah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi problem adalah, ketika kita didatangi berbagai rasa itu, namun kita membiarkannya pergi begitu saja. Alhasil, pelajaran yang terkandung di dalamnya pun ikut lenyap bersama laju waktu yang kian renta. Ibarat ilmu, kata Imam Syafi’i, ia perlu ditulis agar tak lupa. Seperti buruan, ia harus dikerangkeng dengan ‘sesuatu’ agar tak lepas. Laksana perahu yang harus diikat dengan seutas tali agar tak lari dari tepian. Sebab, ombak yang besar tak jarang menerjang. Lalu, bersama angin kencang ia seret-hanyutkan perahu itu. Begitu juga setiap rasa, baik bahagia maupun duka, ia hanya akan menjadi kisah purba tak bermakna, jika tak diikat dalam alam ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Sebab, bumi terus berotasi. Hal itu meniscayakan adanya keberulangan. Saat ini kita di atas, dan nanti kita di bawah. Tapi bukankah esok dan lusa kita akan berada di atas lagi, dan di bawah lagi?! Tak hanya benda-benda fisik, yang metafisik pun demikian. Masing-masing punya potensi untuk berulang dan terjadi lagi. Gerak hati termasuk yang metafisik. Perasaan termasuk abstrak. Begitu pula olah fikir serta paradigma manusia. Semuanya mungkin bolak-balik, mungkin berbilang. Satu perasaan, akan berpotensi menjumpai kita beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari abstraksi di atas, kita dapat meraba diri kita masing-masing. Benarkah hal itu terjadi? Sebagai contoh: apakah pernah Anda mengalami patah hati selama dua kali atau lebih? Berapa kalikah Anda berbahagia dan bersedih selama ini? Jawabannya bervariasi dalam bentuk bilangan. Namun semuanya menunjukkan arti banyak. Berkali-kali, berulang kali. Lalu pertanyaan berikutnya: bagaimanakah sikap Anda ketika mengalami hal-hal tersebut? Misalkan sedang patah hati, apa yang Anda rasakan, apa yang Anda lakukan sebagai respon atas perasaan itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, dan sangat mungkin terjadi, seseorang yang pernah patah hati dan telah berhasil keluar dari sekat rasa itu, akan kembali mengalami derita yang sama ketika hal itu terjadi lagi. Patah hati pertama; terpuruk, sedih berkepanjangan, menangis berhari-hari. Patah hati kedua, masih begitu-begitu juga menyikapinya. Terjadi ketika kalinya, memilih putus asa lalu bunuh diri. Bukankah ini sebuah kebodohan? Ataukah hal ini manusiawi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, jika yang terjadi sebagaimana digambarkan di atas, tentu hal itu merupakan tragedi besar yang perlu kita sikapi secara bijak. Dalam hal ini ada satu kata kunci yang menyebabkan tragedi itu terjadi, yaitu LUPA. Manusia lupa berintrospeksi. Manusia lupa mencari solusi. Manusia lupa jati diri. Manusia lupa, bahwa setiap kejadian yang dialaminya merupakan konsekuensi logis atas amanat kehidupan ini. Dan, manusia lupa, bahwa setiap episode (baca: takdir) pasti meniggalkan pesan dan pelajaran yang harus selalu diingat. Untuk apa? Agar tak kehilangan tongkat dua kali. Supaya tak terjebak lubang yang sama berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah manusia perlu pengingat. Pengingat itu tak harus dari benda hidup, seperti manusia. Namun bisa juga dari benda mati, seperti kitab suci, buku-buku dan catatan-catatan yang berserakan di semesta alam. Mengapa kita tak berusaha menyekat rasa? Mengapa kita enggan mengabadikan setiap kejadian? Dengan tulisan, kita bisa menyimpan makna. Dengan tulisan juga, kita bisa menganalisa pertanda. Dan, melalui tulisan kita bisa mengantisipasi masa depan. Namun perlu diingat juga, kita hanya menjalani kemungkinan-kemungkinan, melakoni usaha-usaha. Hasilnya, ada di tangan Yang Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa masalahnya, sehingga kita sering lupa, sering tak sadar? Apalagi untuk menuliskan perasaan, mencatat kejadian-kejadian, mengangkat pena saja tak mampu karena terlalu berat ditimpa coba. Atau karena tak sempat, saking bahagianya keruntuhan anugrah dan sebongkah berkah. Padahal, jika kita renungkan sejenak saja, dalam momen-momen klimaks seperti itu, mengungkapkan sesuatu justru akan benar-benar sampai pada akarnya. Anda tak percaya? Coba tanyakan pada diri masing-masing, dalam kondisi yang bagaimana Anda menulis (baca: curhat)? Biasanya, seseorang akan bisa menulis dengan bagus dan dalam justru ketika sedang sangat sedih atau sangat bahagia. Betulkah?? Tak ada jalan lain untuk membuktikannya jika belum kita coba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan dan kesedihan tak perlu kita undang. Namun secara alamiah ia akan mendatangi kita kapan saja, di mana saja. Maka terlepas dari sulit atau mudahnya mengungkapkan rasa dalam bentuk frasa, sekali lagi kita semua patut mencobanya. Mengapa? Sebab dengan demikian, secara otomatis kita akan mengantongi pelajaran. Kita akan memahami rambu-rambu kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan proses ini, kita akan menjadi “kaya”. Dan ketika telah “kaya”, kita mampu “membeli dan membayar” apa saja. Kita mampu “membeli” ujian dan cobaan dengan kesabaran dan ketabahan. Kita mampu “membayar” anugrah dan karunia dengan kesyukuran. Kita bisa “menitipkan” usaha dan doa dengan tawakkal. Jika demikian, kita akan mampu berdamai dengan takdir. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka untuk merealisasikan itu semua, dalam rangka meniti kehidupan yang berputar, kita perlu pegangan sekaligus pedoman. Sebelum kita membaca orang lain, membaca kisah mereka untuk kita jadikan pelajaran, kisah kita sendiri juga patut kita baca. Episode yang telah kita lalui dalam setiap lembaran hari perlu kita telaah kembali. Tapi apakah mungkin kita bisa membaca dan menelaah kisah kita, jika tak ada catatan yang menyimpannya, yang mengabadikannya?! Dalam nada sayup, Rasa memanggil dan berucap dari lubuk hati: “wahai jemari, tulislah aku!”[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_Cairo, 23 April 2009.&lt;/span&gt;      &lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1145504763040725974?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1145504763040725974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1145504763040725974' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1145504763040725974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1145504763040725974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/04/tulislah-aku-abadikan-rasa-bag-1.html' title='Tulislah Aku; Abadikan Rasa! (Bag. 1)'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SfA_WmGfj3I/AAAAAAAAAnA/3zwR8R7HeVY/s72-c/menulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6411858205352081359</id><published>2009-04-20T17:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T17:42:11.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Musafir Tersesat!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se0WFr69a7I/AAAAAAAAAmQ/mcW_LrB2IAk/s1600-h/padang+pasir.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 139px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se0WFr69a7I/AAAAAAAAAmQ/mcW_LrB2IAk/s200/padang+pasir.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326938221194341298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arakan musafir memenuhi langit&lt;br /&gt;Berkelebat meninggalkan asap&lt;br /&gt;Diterbangkan burung-burung mesin&lt;br /&gt;Meretas jarak secepat kilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musafir mendarat di bumi tandus&lt;br /&gt;Mereka berkonfoi mencari telaga&lt;br /&gt;Berharap dahaga segera hapus&lt;br /&gt;Namun apa? &lt;br /&gt;Mereka hangus&lt;br /&gt;Disergap angin sahara&lt;br /&gt;Diterkam panas membara&lt;br /&gt;Di bulan Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musafir kini tersesat&lt;br /&gt;Kembali ke muasal&lt;br /&gt;dalam kondisi terbakar,&lt;br /&gt;atau tetap di sana?&lt;br /&gt;Berharap masih menemukan telaga,&lt;br /&gt;meski dalam waktu yang lama,&lt;br /&gt;mencari tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan salju,&lt;br /&gt;embun pun tak kunjung ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_Cairo, 21 April 2009. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6411858205352081359?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6411858205352081359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6411858205352081359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6411858205352081359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6411858205352081359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/04/musafir-tersesat.html' title='Musafir Tersesat!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se0WFr69a7I/AAAAAAAAAmQ/mcW_LrB2IAk/s72-c/padang+pasir.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6814063212075203083</id><published>2009-04-12T17:51:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T18:08:27.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Ketika Hidup Terasa Berat!</title><content type='html'>Sebenarnya bukan hal yang baru aku merasa seperti ini. Sekumpulan duri seakan menusuk-nusuk nadi. Aliran darahku ingin berhenti memikirkan solusi. Tak kunjung kutemui. Aku terus berpacu dalam sesak dan sempitku. Meski terengah aku berusaha tabah. Tabah menyaksikan segenap coba yang menghampiriku serentak, mengagetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, aku memikirkan tagihan-tagihan. Berbagai kewajiban yang harus dibayarkan dalam bentuk uang. Sudah lewat tenggat waktu yang semestinya, namun aku belum mampu bayar juga. Usaha apa hendak kubuat, sementara waktu menghimpitku rapat? Aku tersekat, dalam kelalaian-kelalaian menjerumuskan. Aku miskin, tak mampu melunasi tagihan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, aku selalu tak sanggup melihat kawanku sakit. Apalagi, kali ini aku terkejut, sebab ia semakin akut. Aku tak bermaksud mendoakan kejelekan. Namun aku hanya benar-benar takut. Kawanku itu, kini muntah darah. Sudah beberapa hari ini kondisinya lemah. Tak mampu beraktivitas secara lumrah. Beberapa bulan lalu ia juga sakit berminggu-minggu. Kini, semoga tak lama sakitnya. Segera pulih. Sehingga ia bisa kembali belajar, bersama-sama kami. Menyambut perhelatan ujian yang kan segera digelar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketiga, ujian kan datang. Ujian kampus, bukan ujian kehidupan. Sebab jika ujian hidup, ia memang selalu datang, tanpa diundang. Parahnya aku belum persiapan. Kuliahpun belum pernah masuk. Namun masih untung aku telah mengusahakan pembelian diktat. Setidaknya aku sedikit tenang. Bahan ujian sudah kupegang. Tinggal apakah dalam jeda waktu yang singkat ini, aku mampu memanfaatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang berat. Ketika sempit, sakit, dan kemelaratan datang bersamaan, apa hendak dikata? Dada terasa sesak! Ke mana tempat hendak kutumpahkan gelisah? Hanya pada-Mu, Gusti... Engkau tak pernah tidur, bukan! Mana ada Tuhan yang meninggalkan ciptaan-Nya?! Aku yakin Engkau mendengar dan melihat! Sembuhkanlah kami, lapangkanlah kami, beri rizqi kami, untuk menunaikan kewajiban, untuk makan, untuk beli obat dan roti! Amin.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_Cairo, 13 April 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6814063212075203083?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6814063212075203083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6814063212075203083' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6814063212075203083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6814063212075203083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/04/ketika-hidup-terasa-berat.html' title='Ketika Hidup Terasa Berat!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-5195315184221484407</id><published>2009-04-10T08:24:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T08:45:25.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Menuju Satu!*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sd9ph8QgkNI/AAAAAAAAAmI/f5Z53chiSGY/s1600-h/menuju+satu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sd9ph8QgkNI/AAAAAAAAAmI/f5Z53chiSGY/s200/menuju+satu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323089316407185618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berjalanlah dan berjalan,&lt;br /&gt;lurus, jangan tengok kiri kanan!&lt;br /&gt;fokuskan mata di satu titik tempuh,&lt;br /&gt;ada harapan hendak kau rengkuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdialoglah dengan hati,&lt;br /&gt;tanyai dia apa hendak dicari,&lt;br /&gt;di sebuah persinggahan tak abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalanlah dan berlari,&lt;br /&gt;gapai yang kau mimpi,&lt;br /&gt;teguhi tugas suci,&lt;br /&gt;sebelum mati!&lt;br /&gt;Karena waktu tak pernah berhenti,&lt;br /&gt;meski mentari di senja padam,&lt;br /&gt;rembulan hadir menemani malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak jalan terbentang,&lt;br /&gt;namun hanya satu tujuan.&lt;br /&gt;Kemanalagi kalau bukan kuburan?&lt;br /&gt;Tempat berpulang segenap kerinduan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_Cairo, 10 April 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*)Secarik puisi untukku, dariku! &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-5195315184221484407?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/5195315184221484407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=5195315184221484407' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5195315184221484407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5195315184221484407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/04/menuju-satu.html' title='Menuju Satu!*'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sd9ph8QgkNI/AAAAAAAAAmI/f5Z53chiSGY/s72-c/menuju+satu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6380569675836828295</id><published>2009-04-08T07:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T07:36:34.432-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Antri Hidup, Hidup Antri!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sdy1VAuN-yI/AAAAAAAAAmA/Ok7ppE8CTb4/s1600-h/Antrian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sdy1VAuN-yI/AAAAAAAAAmA/Ok7ppE8CTb4/s200/Antrian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322328232220818210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di pangkal siang aku di halte,&lt;br /&gt;menunggu bis mengantarku menuju,&lt;br /&gt;sebuah tempat aku mengadu,&lt;br /&gt;mengulurkan telapak tangan, &lt;br /&gt;meminta uang bekal perjalanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kupandangi sekeliling jalan,&lt;br /&gt;dari balik jendela bis aku temukan,&lt;br /&gt;deretan perumahan,&lt;br /&gt;barisan gedung menjulang,&lt;br /&gt;dan,... tiba-tiba,&lt;br /&gt;aku melihat antrian panjang,&lt;br /&gt;berdesak manusia dalam kerumunan,&lt;br /&gt;mereka mencari makan!&lt;br /&gt;mengais harga murah agar bertahan,&lt;br /&gt;panjang kehidupan penuh pertarungan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ponsel bututku berbunyi,&lt;br /&gt;kupandangi layar redupnya,&lt;br /&gt;tertulis di sana,&lt;br /&gt;pesan dari seorang teman:&lt;br /&gt;"Aku tengah mengantri,&lt;br /&gt;di kantor imigrasi,&lt;br /&gt;memperpanjang izin hidup,&lt;br /&gt;di negeri ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengetik sebuah kata: "Bersabarlah! &lt;br /&gt;Engkau patut berjuang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan,&lt;br /&gt;sampailahku di ujung pemberhentian,&lt;br /&gt;Bis favoritku melaju pelan.&lt;br /&gt;Aku turun dengan perasaan yang tak biasa.&lt;br /&gt;Sepercik makna merasuki dada,&lt;br /&gt;meresap seperti embun membasahi daun,&lt;br /&gt;mengajarkan sebuah pelajaran:&lt;br /&gt;"Kau hidup untuk apa?&lt;br /&gt;Bukankah selama perjalanan tadi,&lt;br /&gt;telah kau dapati sederet tanda!?&lt;br /&gt;Engkau tak ubahnya seperti mereka, &lt;br /&gt;yang berdesakan mendapatkan makanan.&lt;br /&gt;Engkau jua seperti dia,&lt;br /&gt;yang tertulis di sebuah pesan:&lt;br /&gt;mengantri untuk hidup,&lt;br /&gt;hidup untuk mengantri,&lt;br /&gt;menunggu giliran,&lt;br /&gt;menuju satu tempat kembali,&lt;br /&gt;yang hakiki!"[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_Cairo, di bangku deret belakang bis 80 coret,&lt;br /&gt;6 April 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6380569675836828295?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6380569675836828295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6380569675836828295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6380569675836828295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6380569675836828295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/04/antrian-hidup-hidup-antri.html' title='Antri Hidup, Hidup Antri!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Sdy1VAuN-yI/AAAAAAAAAmA/Ok7ppE8CTb4/s72-c/Antrian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1901559874017146762</id><published>2009-04-02T14:34:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T14:54:34.384-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PEMILU DUKA*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SdUye63wCGI/AAAAAAAAAl4/_w7U7hdiNjk/s1600-h/banjir-jakarta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SdUye63wCGI/AAAAAAAAAl4/_w7U7hdiNjk/s200/banjir-jakarta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320214041588664418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bumi pertiwi gegap gempita,&lt;br /&gt;Tak hanya karena benderabendera berwarna yang memenuhi jalanan dan kota,&lt;br /&gt;banjir bandang, longsor, gempa dan awan duka,&lt;br /&gt;menyelimuti langit nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di simpulsimpul kota hingga desa, &lt;br /&gt;para panitia Pemilu bersibuk ria, &lt;br /&gt;mengurus kartu suara.&lt;br /&gt;Di istana negara para raja bertengger sambil menggarukgaruk kepala, &lt;br /&gt;memikirkan strategi apa hendak dicipta untuk menangkan tahta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di belahan nusantara lainnya ratusan nyawa terbuang siasia.&lt;br /&gt;Mereka tak punya hak pilih dalam Pemilu,&lt;br /&gt;bahkan hak pilih untuk hidup saja tak ada.&lt;br /&gt;Mereka semua pergi sebelum menentukan pilihan.&lt;br /&gt;Mereka justru dipilih,&lt;br /&gt;mereka telah dipilih oleh Tuhan untuk syahid.&lt;br /&gt;Mereka terpilih untuk menjadi pelajaran bagi yang lain.&lt;br /&gt;Mereka mati untuk mengajarkan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan bumi para nabi,&lt;br /&gt;aku mendapati kesibukan yang tak biasa,&lt;br /&gt;oleh para mahasiswa yang terlibat dalam panitia pemilu raya.&lt;br /&gt;Mereka bergerak, berfikir, mondar-mandir mencatat namanama.&lt;br /&gt;Mereka berlatih berkhidmah untuk negara,&lt;br /&gt;semoga niat mereka demi kemajuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bilik sunyi gedung 93,&lt;br /&gt;aku tak bergerak,&lt;br /&gt;aku hanya mencatat gerak,&lt;br /&gt;berdialog dengan kata dan makna,&lt;br /&gt;bermain dengan aksara,&lt;br /&gt;menuliskan kejadian demi kejadian peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahkan tak bisa berbuat apaapa,&lt;br /&gt;tatkala masa depan bangsa ada di depan mata,&lt;br /&gt;sementara sebagian saudara lainnya menangis lara, &lt;br /&gt;mengiring kepergian keluarga yang hanyut bersama banjir, &lt;br /&gt;kembali ke muara segala muara.&lt;br /&gt;Semoga mereka yang telah pergi,&lt;br /&gt;mendapat kompensasi hak pilih,&lt;br /&gt;hendak masuk surga melalui pintu mana!?&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_Cairo, 2 April 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Teruntuk para korban tragedi Gintung.&lt;br /&gt;Semoga kalian mati untuk hidup kembali,&lt;br /&gt;dengan hak pilih yang lebih bebas dan beraneka warna!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1901559874017146762?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1901559874017146762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1901559874017146762' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1901559874017146762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1901559874017146762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/04/pemilu-duka.html' title='PEMILU DUKA*'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SdUye63wCGI/AAAAAAAAAl4/_w7U7hdiNjk/s72-c/banjir-jakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-179296730731789246</id><published>2009-03-21T18:59:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T19:07:30.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esei'/><title type='text'>Tak Lagi Ingin Bermimpi!?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/ScWckdV0oyI/AAAAAAAAAlw/oR8Sphf0XIM/s1600-h/dream.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/ScWckdV0oyI/AAAAAAAAAlw/oR8Sphf0XIM/s200/dream.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315827085346120482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah pagi hening bertabur embun. Jika ada suara-suara, maka itu adalah cicit cuit burung-burung Emprit yang menambah syahdu suasana. Kebetulan aku terjaga dari tidurku yang tak lagi nyenyak. Orang-orang di sekelilingku masih terlelap dalam mimpi masing-masing. Dipeluk lelah, mereka memilih untuk mati sementara. Tentu saja, dengan harapan ketika matahari kembali bertugas di esok hari, mereka akan hidup kembali. Begitu pula di luar sana, toko-toko dan jalanan masih senyap. Negeri ini seperti hamparan pemakaman di pagi hari. Antara benda mati dan yang hidup sama-sama diam.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, aku memadukan berbagai unsur dalam diriku untuk berdialog dengan bahasa masing-masing. Hati, nurani, otak, demikian juga rasa. Aku melakukan diskusi dalam sebuah ruang raga yang tentunya semakin hari bertambah renta. Sepenuhnya aku sadar akan hal itu, sebab hakikat segala yang hidup maupun yang mati adalah fana. Masing-masing punya umur, punya ajal, punya tenggat waktu yang membatasinya. Yaitu antara garis start dan finish. Antara kelahiran dan kematian. Antara ka-ada-an dan ke-tiada-an.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, mumpung aku masih hidup, masih ada, masih berada di antara dua tapal batas, aku mengajak masing-masing unsur tadi untuk bicara. Kali ini, nurani-lah yang bertugas melemparkan pertanyaan: “Apakah benar hidup ini tak lain seperti mimpi? Atau, adakah hidup ini hanya sebatas mimpi?”. Pertanyaan ini tak muncul tiba-tiba, namun didahului sebuah keluh kesah bak premis-premis yang berserakan. Gerangan apakah yang sebenarnya dipermasalahkan oleh nurani? Mimpi! Kemalasan! Dan kekerdilan jiwa dalam menghadapi dunia!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hati semakin bingung. Bagaimana bisa nurani mempertanyakan sesuatu yang sudah gamblang. Sesuatu yang menjadi fitrah dan tabiat setiap orang. Hati mencoba berhujjah: “bukankah mimpi itu penting. Setiap orang sangat mungkin dan biasa diserang kemalasan. Jiwa-jiwa yang kerdil itu tak berarti pengecut. Hanya saja, mereka masih mengumpulkan keberanian untuk sejati!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak berusaha memetakan. Ia mencoba menganalisa keluh kesah nurani. Gerangan apakah yang sedang terjadi. Otak berasumsi bahwa nurani menganggap mimpi punya potensi negatif yang mampu merusak jiwa. Kenapa nurani bisa berkata demikian? Mungkin ia telah menemukan berbagai sample berikut bukti nyata atas asumsi ini. Manusia memang perlu punya mimpi. Namun sebesar apakah kadar mimpi yang “perlu” itu? Jangan-jangan nurani mendapati banyak manusia yang terlalu ‘overdosis’ mimpi, sehingga hidup mereka hanya dipenuhi mimpi. Mereka terjebak dalam lembah mimpi. Terjerembab dalam kubangan maya yang sebenarnya fatamorgana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa mulai unjuk gigi. Asumsi otak ada benarnya juga! Aku merasakan, bahwa terkadang manusia tak seimbang. Tak hanya masalah mimpi, tapi juga aspek-aspek lain yang berotasi di lingkaran kehidupan. Semuanya kini serba timpang. Aku cukup merasakan bagaimana orang tua menginginkan para anaknya agar punya mimpi yang setinggi-tingginya. Dan para anak serta generasi muda juga membayangkan akan bisa menjadi seperti orang tua mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mereka lupa, bahwa mimpi itu tak akan pernah tercapai jika mereka masih saja tertidur. Mereka tak sadar bahwa mereka harus segera bangun untuk melakukan usaha-usaha. Parahnya, mimpi-mimpi itu hanya ada dalam alam tidur, alam bawah sadar. Sehingga ketika terjaga, mereka kembali berlupa akan mimpi-mimpi yang perlu dikejar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kini semakin jelas. Nurani berpotensi untuk berkata tegas. Bahwa yang benar adalah benar, yang salah adalah salah. Sementara hati, ia punya kecenderungan berkelah. Masih suka membantah dan fluktuatif. Terkadang begini dan terkadang begitu. Otak memetakan masalah. Dan, rasa adalah penyelaras yang mempunyai kepekaan merespon fenomena-fenomena.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah dengan aku? Sebuah gabungan dari unsur-unsur itu? Sebentuk raga yang bernyawa. Apakah benar sang nurani mengingatkanku? Jawabannya: iya! Sebab aku menyadarinya, bahwa hidupku tak ubahnya masih seperti mimpi. Hanya mimpi. Aku terlalu nyaman dengan kondisi seperti ini. Dinina-bobokkan oleh sistem yang menyediakan ruang lebar untuk bermalasan. Aku belum benar-benar hidup dalam dunia nyata. Aku masih terlalu asyik menikmati mimpi, sehingga aku enggan terjaga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berapa porsi waktuku untuk tidur? Dan berapa lama untuk terjaga? Bahkan dalam jaga aku tak sepenuhnya sadar. Maka dalam ruang waktu terjaga, aku masih seperti tidur, masih seperti mimpi. Menikmati hari-hari dalam pelukan kemalasan. Jika dikalkulasikan, maka benarlah keprihatinan nurani, bahwa hidupku adalah mimpi. Masih sebatas mimpi. Akumulasi dari mimpi-mimpi tidur, dan ketidak-sadaran dalam jaga. Hasilnya sama: aku hanya bermimpi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lantas hendak kemana arah pembicaraan kita?” nurani, hati, otak dan rasa serentak bertanya. Jawabannya hanya satu: “mari kita bentak sang raga yang menaungi kita agar segera terbangun. Sudah terlalu banyak mimpi-mimpi yang terlalui. Kini saatnya berhijrah dari mimpi, menuju aksi!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyudahi obrolan ini, sebab kantuk kembali membisiki. Namun bukan untuk kembali bermimpi, malainkan akan kubasuh wajahku dengan air wudlu, agar kantukku luluh nan malu, bahwa hidup tak hanya untuk bermimpi. Namun untuk bertolak dari mimpi, menuju usaha mewujudkan mimpi. Jika terlalu banyak bermimpi, lalu kapan aku akan membuat catatan hidup? Bukankah kita singgah di dunia ini untuk membuat laporan-laporan perjalanan, yang nantinya  akan kita pertanggungjawabkan kepada Sang Maharaja kita!? Sejatinya, setiap manusia hidup adalah untuk membuat novel masing-masing tentang dirinya. Nantinya, novel itu akan dicetak dan dibedah di alam sana. Di sebuah ruang waktu dan tempat yang misteri, namun pasti![] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dicatat oleh M. Luthfi al-Anshori&lt;br /&gt;Cairo; Jum’at, 20 Maret 2009 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-179296730731789246?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/179296730731789246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=179296730731789246' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/179296730731789246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/179296730731789246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/03/tak-lagi-ingin-bermimpi.html' title='Tak Lagi Ingin Bermimpi!?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/ScWckdV0oyI/AAAAAAAAAlw/oR8Sphf0XIM/s72-c/dream.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3792770343294889250</id><published>2009-03-07T22:35:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T23:15:05.710-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mawar Merah Politik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SbNsWYcD-nI/AAAAAAAAAlo/STWE3kzXT9Y/s1600-h/bxp158395.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SbNsWYcD-nI/AAAAAAAAAlo/STWE3kzXT9Y/s200/bxp158395.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310707517373020786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku masih saja berjalan ketika orang-orang tengah sibuk berebut recehan.&lt;br /&gt;Aku terus menatap ke depan tatkala mereka berpaling kiri dan kanan mencari suapan.&lt;br /&gt;Aku terus melangkah tertuju sebuah gedung lalu ingin kutemui petinggi-petinggi mahasiswa.&lt;br /&gt;Meski pesimis aku bermimpi mereka masih punya nurani dan jatidiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Merah-kuning-hijau telah memenuhi sepanjang jalan tertempuh.&lt;br /&gt;Gambar-lambang-simbol bertengger saling beradu menendang menjengkal dalam kibaran bendera warna-warni.&lt;br /&gt;Setahuku hanya dua warna yang semenjak masa hidup kakek-nenekku dulu diperjuangkan.&lt;br /&gt;Namun kini nampaknya mereka bosan sehingga memilih warna-warna lain yang lebih gemerlapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku terus saja berjalan...&lt;br /&gt;tak kuhiraukan hiruk pikuk teriakan mereka yang berseru mengajak ke warna ini dan itu.&lt;br /&gt;mereka seperti telah menemukan simbol lain yang patut diperjuangkan.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan nasib Garuda?&lt;br /&gt;Adakah bendera-bendera itu lebih gagah dari sang &lt;br /&gt;saka!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap persimpangan aku menemukan pos-pos berlambang. &lt;br /&gt;Ada yang binatang ada yang tumbuhan hingga bulan gemintang.&lt;br /&gt;Dan aku semakin keheranan, ketika kudapati para mahasiswa telah berganti seragam.&lt;br /&gt;Ohh... masih adakah di sana, mereka yang tetap merah-putih?&lt;br /&gt;Aku terus saja berjalan sembari berdo'a, agar aku masih menemukan mereka, para mahasiswa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah semakin kupercepat sebab waktu pertarungan warna-warna itu telah dekat.&lt;br /&gt;Demikian pula jarakku dengan gedung yang kutuju semakin rapat.&lt;br /&gt;Dan sekonyong-koyong aku terperanjat,...&lt;br /&gt;sesampai di gedung itu, masing-masing telah memegang mawar merah, yang tentu saja, lengkap dengan durinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, betapa cilaka!&lt;br /&gt;Mereka telah terlena indah pesona warna-warna.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cairo; Musallats, 8 Maret 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3792770343294889250?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3792770343294889250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3792770343294889250' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3792770343294889250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3792770343294889250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/03/mawar-merah-politik.html' title='Mawar Merah Politik'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SbNsWYcD-nI/AAAAAAAAAlo/STWE3kzXT9Y/s72-c/bxp158395.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4361435244435236469</id><published>2009-02-28T19:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T19:43:26.147-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Berjalan untuk Sejati</title><content type='html'>Dan aku terus berjalan,&lt;br /&gt;berharap menemukan arah tujuan,&lt;br /&gt;meski sesekali berhenti,&lt;br /&gt;berpikir, merenung,&lt;br /&gt;hingga linglung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan masih begitu panjang,&lt;br /&gt;sementara waktu terus berlalu,&lt;br /&gt;berharap segera menemukan sejati&lt;br /&gt;agar aku tak takut mati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo: Sabtu, 28 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4361435244435236469?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4361435244435236469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4361435244435236469' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4361435244435236469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4361435244435236469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/02/berjalan-untuk-sejati.html' title='Berjalan untuk Sejati'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1244830396198358276</id><published>2009-02-28T19:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T19:34:14.268-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Doa Pemalas</title><content type='html'>Tuhan,...&lt;br /&gt;Pinjami aku api&lt;br /&gt;Akan kubakar MALAS dalam diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo: Sabtu, 28 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1244830396198358276?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1244830396198358276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1244830396198358276' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1244830396198358276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1244830396198358276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/02/doa-pemalas.html' title='Doa Pemalas'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2895627746772384113</id><published>2009-01-23T08:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T08:56:17.367-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Antara Mesir-Palestina, Khutbah dan Sholat Jenazah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di rumah.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini Kairo mendung. Kata orang mendung tak berarti hujan. Itu betul sekali jika disematkan untuk konteks Mesir. Sebab di Mesir memang jarang hujan. Yang sama dari mendung, dimanapun tempatnya, adalah gelap. Sebab dalam mendung matahari tertutup awan. Sehingga cahayanya tak sampai ke bumi. Hanya satu yang aku takutkan dari mendung di sini, yaitu angin dan debu. Biasanya mereka sangat kompak mendampingi mendung di kota ini. Tapi kali ini Tuhan berbaik hati, mendung tak beriring debu. Sehingga paru-paruku yang sudah terserang gangguan debu ini bisa selamat dari terkamannya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 10.30 Waktu Kairo aku menyelesaikan perbincangan dengan seorang teman via chatting. Setelah itu segera kuraih ponselku, lalu kucari sebuah nama, Fathur. Aku telpon dia guna menanyakan agenda takziyah ke rumah salah seorang teman Mesir yang hari kemarin ayahnya telah berpulang ke rahmatullah. &lt;br /&gt;“Halo, Assalamu’alaikum...”&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam!”&lt;br /&gt;“Gimana Mas Fathur, jadi ke Syubro nggak nih?”&lt;br /&gt;“Iya, jadi, insya Allah bentar lagi aku berangkat!”&lt;br /&gt;“Nah, trus aku gimana dunk, kira-kira waktunya cukup nggak ya buat perjalananku ke sana. Soalnya dah hampir jam 11 nih. Tar takut macet, jadi bisa telat sholat Jum’at!?”&lt;br /&gt;“Mmm, yaudah kamu ambil jalur Ramsis, lalu sampai sana ganti Metro bawah tanah aja biar cepet. Insya Allah nggak telat!”&lt;br /&gt;“OK deh kalo gitu, aku siap-siap dulu, trus langsung berangkat. Syukron. Wassalam...”&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersigegas untuk ganti baju. Tak lupa kusiapkan buku diktat yang akan diujikan besok Senin. Ujian masih belum usai. Ke depan ada dua materi lagi yang harus kutempuh. Sebenarnya aku juga bisa beralasan untuk tidak datang bertakziyah karena masih dalam masa ujian. Tapi aku betul-betul tak enak hati. Sebab yang meninggal adalah ayah dari seorang teman. Teman Mesirku yang saat ini dia berada di Jogja-Indonesia menempuh kuliahnya. Maka, meskipun masih masa-masa ujian, aku meluangkan waktu untuk datang melayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, aku sempat minta tolong ke seorang teman untuk ngecek cuaca Kairo hari ini di internet. Dia bilang 21 derajat celcius. Aku tak percaya. Masak di musim seperti ini masih 21 derajat. Aku minta dia ngecek lagi dan aku melihatnya sendiri. Ternyata benar, udara hari ini berkisar antara 11 hingga 21 derajat celcius. Berarti tidak begitu dingin. Meskipun begitu, aku tetap jaga-jaga dengan tak lupa menggunakan baju tebal dan jaket. Sebuah tas kusiapkan untuk menampung barang-barang bawaan termasuk buku diktat, sebuah mushaf dan syal yang kusiapkan seandainya ternyata udara di luar nanti dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di angkutan.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengingat waktu yang terus bergulir, aku bergegas ke luar rumah menuju halte bus. Langit memang gelap. Tapi udara tak sedingin biasanya. Suasana sepi. Maklum hari Jum’at. Hari libur resmi Mesir. Jadi kebanyakan masyarakat pribumi menggunakan hari libur untuk istirahat, untuk berkumpul bersama keluarga. Aku melangkah dan melangkah hingga sampailah di halte. Tak hanya manusia yang sepi. Ternyata angkutan pun sepi. Tak kurang dari 15 menit aku menunggu angkutan jurusan Ramsis. Hingga akhirnya datanglah sebuah angkutan bercat putih dengan tubuh agak reot. “Ramsiiis... Ramsiiiis...” teriak sopirnya. Maka naiklah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, perasaanku tak enak ketika telah sampai di dalam angkot. Penumpangnya laki-laki semua dan beberapa sedang merokok. Udara yang gelap bertambah pengap. Menambah kegundahan hati apakah aku akan bisa sampai ke tempat tujuan tepat waktu. Tampang para penumpang lainnya bringas-bringas. Bayanganku semakin menyiksa hati. Jangan-jangan orang satu angkutan ini telah bersekongkol. Gimana jika di tengah jalan nanti aku ditodong pakai pisau dan diminta paksa barang-barangku. Kenapa aku sampai berfikiran seperti ini? Tentu saja wajar, sebab dari beberapa kasus yang pernah aku dengar, kejahatan semacam bayanganku tadi pernah terjadi. Ohh, Tuhan, lindungilah aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, aku mencoba tenang. Kebetulan aku mengambil posisi duduk di bangku paling belakang. Bangku panjang yang cukup untuk 3 orang. Namun kali ini hanya aku seorang yang duduk di bangku itu. Aku membuka tas perlahan. Aku keluarkan sebuah mushaf al-Qur’an, lalu kubuka dan kubaca. Semoga dengan hal itu hatiku menjadi tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru 10 menit perjalanan, di mana angkot yang aku tumpangi hampir sampai di kawasan Sabi’, ponselku bergetar tanpa dering. Memang sengaja aku silent. Ternyata dari Mas Fathur.&lt;br /&gt;“Halo, Assalamu’alaikum. Ada apa, Mas?”&lt;br /&gt;“Sudah sampai dimana Luthfi?”&lt;br /&gt;“Baru sampai Sabi’, Mas. Memang kenapa? Maaf deh kalo telat, habis tadi nunggu angkutan lama.”&lt;br /&gt;“Oh, nggak papa kok. Justru malah untung kalau baru sampai Sabi’. Jadi sekarang aku udah di Syubro, di rumah Mahmud. Ternyata, sholat gha’ibnya nggak dilaksanakan di Syubro. Tapi di desa tempat keluarga besarnya. Mayat beliau sudah di bawa ke sana tadi pagi pukul 9. Jadi lebih baik kamu turun aja di Sabi’. Lain kali aja kita takziyah ke sana bareng sama temen-temen. Setelah ujian!”&lt;br /&gt;“Ooo, jadi begitu. Tapi nggak papa kok, Mas. Biar sekalian aku lanjutkan perjalananku sampai Ramsis. Lagian juga udah terlanjur bayar tarif Ramsis. Nanggung! Kebetulan aku bawa buku diktat. Jadi dimanapun aku bisa sambil belajar. Sekalian mo ikut sholat Jum’at di Masjid Fath Ramsis. Masak udah 3 tahun di Mesir belum pernah sholat di masjid Ramsis. Hehehe...”&lt;br /&gt;“Hmm, yaudah terserah!”&lt;br /&gt;“OK, Mas. Syukron infonya!”&lt;br /&gt;“Yup, sama-sama. Wassalam!”&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya aku memutuskan melanjutkan perjalanan ke Ramsis, meski kondisi di dalam angkutan yang kunaiki kurang mengenakkan hati. Hingga di sebuah halte di Sabi’ angkutan berhenti karena ada serombongan orang hendak naik. Kulihat ini mustahil. Kursi yang kosong tinggal 3. Tapi yang mau naik 5 orang. “Ahh, dasar! Yasudah kalau begitu aku lebih baik turun saja!” gumamku dalam hati. Lalu aku mengintruksikan kepada supir aku hendak turun. Dan turunlah aku di Sabi’. Hal semacam ini yang kurang kusuka dari Mesir. Sopir seenaknya sendiri. Transportasi dan lalu lintas tidak tertib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di Sabi’.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari tempatku turun ada sebuah masjid yang cukup besar. Aku berfikir untuk sholat Jum’at di situ. Tapi aku urung. Lebih baik aku balik saja ke Hay Asyir (Kampung Sepuluh) dan sholat Jum’at di masjid Assalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum naik angkot aku menyempatkan beli majalah Azhar edisi bulan Muharram 1430 H. Aku tertarik membeli karena di dalamnya ada selipan buku hadiah berjudul “al-Islâm kamâ yarâhu al-Ûrubbiyyûn” atau “Islam menurut persepsi orang Eropa” karya Prof. Dr. Muhammad Ghalab. Di samping itu aku juga membeli buku serial kajian Islam terbitan Kementerian Wakaf Majlis A’la Mesir edisi 163 berjudul “Manhaju al-Islâm fî Tahqîqi al-Salâm al-Âlamiy” (Metodologi/Tuntunan Islam dalam Merealisasikan Perdamaian Dunia) karya Prof. Dr. Muhammad al-Syahât al-Jundiy. Dapet satu majalah, satu buku hadiah plus satu buku kecil seharga 2,5 Pound (sepadan dengan Rp. 5000). Lumayan murah namun bergizi, hehe. Inilah salah satu bagian yang kusuka dari Mesir. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Di Assalam.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku naik angkot menuju Kampung Sepuluh. Turunlah aku di depan masjid Assalam. Sesampai di sana sang qari’ baru saja memulai tilawah Qur’an-nya. Sehingga aku bisa menyimak ayat-ayat yang dilantunkan dengan seksama. Yang dibaca adalah surat Luqman. Oh, indah dan mengena. Sekitar 15 sampai 20 menit sang qari membaca al-Qur’an, hingga sampailah waktu adzan. Sang mu’adzin adalah sang qari’. Orang yang sama. Sudah cukup tua tapi suaranya merdu. Adzan pertama berlalu dan para jama’ah melakukan sholat sunnah rawatib. Setelah itu sang khatib naik mimbar dan mengucap salam. Dikumandangkanlah adzan kedua. Dan, mulailah sang khatib berkhutbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal khutbah aku sudah tertarik, sebab kalimat-kalimat yang terucap adalah susunan bahasa Arab dengan nilai sastra yang tinggi. Semacam sya’ir-sya’ir pujian kepada Allah dan salawat kepada Rasul. Indah dan nikmat. Hingga masuklah sang khatib pada inti khutbah. Sebelumnya tak kuduga jika sang khatib akan berbicara masalah Palestina, pemerintahan Mesir, sekaligus mengkritik bangsa Mesir, juga mengajak seluruh jama’ah untuk berbenah diri. Sebab, sebelum memasuki masjid, aku melihat ada 3 kompi mobil tentara yang berbaris di samping jalan dekat masjid. Aku jadi bertanya-tanya. Memangnya ada apa? Aku hanya mengira bahwa polisi-polisi itu mungkin disiagakan jika sewaktu-waktu ada demo atau entah apa. Aku tak terlalu hirau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku simak terus khutbah Jum’at kali ini. Meski aku juga belum tau siapakah gerangan sang khatib. Beliau memulai dengan sebuah ayat. Yang kurang lebih bermakna, bahwa setiap kemenangan datangnya dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu memberi kemenangan atau kekalahan. Maka dalam hal ini, sang khatib berpesan kepada jama’ah agar senantiasa memohon kepada Allah, agar kaum mislim dimanapun berada selalu diberikan kemenangan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin selanjutnya, beliau berpesan, bahwa fenomena yang terjadi akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia, terkait dengan kasus Palestina, tidak cukup memberi dampak signifikan. Sebab jika aksi yang dilakukan hanya berupa demonstrasi, pemboikotan dan lain sebagainya, itu tak akan cukup berarti bagi Israel. Sebab, aksi-aksi itu hanya bagaikan puing-puing yang beterbangan lalu akan hilang diterpa angin. Sebab aksi-aksi itu sifatnya masih terpecah-pecah. Parsial-parsial. Kaum muslimin belum menjadi satu jika hanya dengan seperti itu. Sehingga, hal itu tidak menimbulkan efek jera pada Israel dan sekutunya. Oh, andaikan kaum muslimin bisa satu suara!?? Oh, andaikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap negara-negara Arab pun tak tegas. Kalaupun nampak ada sedikit ketegasan, mungkin itu juga hanya formalisasi kenegaraan untuk menebar kesan baik di mata warga. Namun implementasinya, NIHIL!. Poin yang lebih ditekankan oleh sang khatib adalah, bahwa setiap muslim, minimal sejak saat ini, dengan adanya konflik Palestina, harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Membekali generasi muda dengan akidah yang kokoh, ruh Islam yang kuat, di samping juga membekali dengan kemampuan fisik sekaligus keilmuan yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkhusus bagi bangsa Mesir, sang khatib berpesan untuk senantiasa waspada. Musuh dalam selimut lebih berbahaya. Dan musuh tersebut nampaknya telah berselubung di bebalik kota, dalam bentuk dan karakter yang beraneka warna. Maka sikap yang harus diterapkan untuk saat ini adalah mempersiapkan diri. Sedia payung sebelum hujan. Sebab dalam keyakinan sang khatib, Israel dan bala tentaranya dari kaum Yahudi, suatu saat pasti akan datang. Cepat atau lambat. Tak hanya ke Palestina, namun juga ke Mesir, Makkah, Madinah, juga negara Islam lainnya. Sebab dalam keyakinan mereka, Islam adalah musuh terbesar. Islam adalah penyebab kemunduran. Islam adalah mara bahaya. Tentunya menurut persepsi mereka yang absurd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga sangat menyayangkan akan sikap para pemuda yang suka mabuk-mabukan, kecanduan narkoba dan lain sebagainya. Di samping itu beliau menyayangkan peran dunia pendidikan yang belum berjalan maksimal, terutama di sekolah-sekolah dasar dan menengah. Peran para guru perlu dioptimalkan, yaitu dengan jalan meningkatkan kualitas pengajaran yang tak hanya menularkan ilmu, tapi juga mengajarkan nilai dan menanamkan iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, masih banyak lagi poin yang disampaikan sang khatib, yang intinya adalah seruan untuk memperkuat barisan dan kekuatan setiap pribadi muslim dalam berbagai bidang. Dalam dunia militer, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya. Jika musuh datang dengan senjata, maka kita harus siap melawan dengan senjata. Jika musuh menyerang melalui keilmuan, kita juga harus siap berperang via keilmuan. Dan lain sebagainya. Yang jelas, kita tak harus menunggu diserang untuk bersiap dan berbenah, tapi sejak sekarang, sejak dini sudah harus siap dan berbenah. Yaitu dengan menyiapkan diri sekaligus para generasi penerus yang matang dan kuat. Sehingga jika suatu saat nanti musuh datang, Islam akan tetap menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak mungkin hanya bermodal berani dan nekad untuk berjuang. Karena hal itu sama artinya dengan bunuh diri. Yang benar adalah, kita mempersiapkan diri dulu, ketika sudah siap, maka majulah. Namun jika belum, jangan dulu. Jika kita mengkaji periodisasi turunnya ayat perang dalam al-Qur’an, maka kita akan menemukan ayat-ayat itu diturunkan ketika Nabi di Madinah. Tidak diturunkan ketika Nabi masih di Makkah. Mengapa demikian? Sebab Allah tahu, bahwa ketika di Makkah, posisi Nabi dan Islam belum cukup kuat. Masih lemah. Maka Nabi tidak langsung diperintahkan untuk berperang secara terang-terangan. Namun ketika di Madinah, tatkala Daulah Islamiyyah sudah berdiri kokoh, barulah ayat perang diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, umat Islam saat ini jangan hanya bisa marah dan geram melihat saudaranya ditindas. Tapi cobalah masing-masing introspeksi diri. Apa yang telah diperbuat dalam hidup. Sudahkah masing-masing mempersiapkan diri untuk menghadapi setiap ‘perang’ dan ‘ujian’? Dan jika jawabannya belum, maka tentunya sejak dini kita harus mempersiapkan diri masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu panjang khutbah sang khatib. Dalam beberasa ruas aku sempat menitikkan air mata, haru dan merasa papa. Sebab sebagai seorang yang mengaku muslim, selama ini masih belum bisa secara sepenuhnya mengamalkan ajaran Islam. Spirit al-Qur’an masih begitu tipis menempel di hati. Namun, tak ada kata terlambat untuk terus belajar dan berbenah. Dan semangatku semakin terbakar. Untuk mendalami ajaran Islam. Untuk menggali ilmu Allah yang tersebar di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... ... ...&lt;br /&gt;Tak jadi mengikuti sholat jenazah di Syubro untuk ayahnya si Mahmud, ternyata Tuhan menggantinya dengan jenazah lain. Sebab setelah usai sholat jum’at di masjid Assalam juga dilaksanakan sholat jenazah. Untuk seorang perempuan, entah siapa. Yang jelas dia muslimah. Maka turut menyolatinya adalah kewajiban muslim lainnya.&lt;br /&gt;Usai sholat jenazah, sang qari’ yang juga mu’adzin baru menjelaskan, bahwa khatib dan imam sholat Jum’at kali ini adalah seorang Guru besar Fakultas Dirasat Islamiyyah Universitas Ain Syams Kairo. Entah siapa namanya, aku lupa. Aku terharu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, Jum’at, 26 Muharram 1430 H/23 Januari 2009 M.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2895627746772384113?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2895627746772384113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2895627746772384113' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2895627746772384113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2895627746772384113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/01/antara-mesir-palestina-khutbah-dan.html' title='Antara Mesir-Palestina, Khutbah dan Sholat Jenazah'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1546328671564021445</id><published>2009-01-08T12:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T12:39:51.203-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Duh, Coba'an Apa Lagi?</title><content type='html'>Selalu saja ada yang datang;&lt;br /&gt;masalah demi masalah,&lt;br /&gt;coba'an demi coba'an,&lt;br /&gt;ujian demi ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, benarkah Engkau mencintai hamba-Mu ini?!&lt;br /&gt;Sehingga Engkau begitu suka mengujinya,&lt;br /&gt;sabarkah, atau menyerah!&lt;br /&gt;aku berusaha menang dari setiap ujian,&lt;br /&gt;tapi bagaimanapun aku tetap manusia,&lt;br /&gt;punya kadar lemah nan lena.&lt;br /&gt;Tubuhku yang kurus kering tak cukup kuat&lt;br /&gt;menahan setiap goncangan, badai dan hujan.&lt;br /&gt;Kali ini serangan begitu gencar bertubi-tubi,&lt;br /&gt;aku tentu akan kalah,&lt;br /&gt;jika tidak Engkau teguhkan kakiku,&lt;br /&gt;memijak kuat bumi-Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadaku sesak,&lt;br /&gt;dipenuhi duri berserak.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.8 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1546328671564021445?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1546328671564021445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1546328671564021445' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1546328671564021445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1546328671564021445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/01/duh-cobaan-apa-lagi.html' title='Duh, Coba&apos;an Apa Lagi?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6779369810868921300</id><published>2009-01-08T07:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T12:38:35.831-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Kado Pahit Menjelang Ujian</title><content type='html'>Betapa skenario Tuhan begitu cepat berubah-ubah. Meletup-letup seperti hendak menggoyahkan sabarku. Menggempur pertahanku yang telah aku pupuk guna menghadapi pertempuran di medan ujian. Baru beberapa kejap aku serasa mendapat siraman cahaya hangat di balik udara dingin kota ini. Aku yang rindu kejutan-kejutan tak terduga meski walau beberapa baris kata. Ya, meskipun dalam kadar yang berbeda, tapi aku tetap menganggap itu istimewa. Bagiku, apapun status yang saat ini telah Tuhan titahkan untuk aku dan dia, tak ada bedanya. Bagiku dia tetap sama: tercipta untuk istimewa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Duh, begitu Kuasa Engkau wahai Robb-ku. Engkau ganti siraman cahaya itu dengan petir dan kilat yang menyambar-nyambar, menyayat perih hatiku. Duhai, apa hendak dikata jika ini takdir-Mu. Apa hendak kubela jika ini hukum-Mu. Aku menyerah, Tuhan! Aku masih begitu sayang untuk menerima ini semua. Tak bolehkan aku menganggapnya tetap istimewa? Sebagai teman, sebagai sahabat! Bagiku itu cukup. Tapi mengapa musti ada coba? Hatiku tak cukup kuat untuk bersabar. Tak ada benci yang ingin kutanam. Tak dendam yang ingin kubalaskan. Aku telah berusaha menerima, Tuhan! Tapi mengapa, tiba-tiba ada ultimatum bernada ‘ancaman’? Oh, jika itu bermakna garis pemisah, tapal batas yang telah Engkau buatkan demi kebaikan aku dan dia, baiklah akan aku terima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku tak sedikitput ingin protes pada-Mu. Sebab aku yakin, semua yang aku terima dari setiap skenario ini adalah pilihan terbaik-Mu untukku, untuknya. Maka Tuhan, meski demikian pahit aku mengunyah barisan kata itu, aku terimakan dengan segenap kesadaran. Aku memang tak boleh berharap lebih banyak lagi untuknya. Dan bukankah aku memang tak banyak berharap lagi padanya!? Aku hanya ingin menjaga hatiku, agar sepahit yang kurasa, dia tetap menjadi sahabatku! Itu saja! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi Tuhan. Tolong sampaikan padanya, terimakasih untuk sepucuk kado pahit hari ini. Saat ini memang terasa pahit bagiku, semoga hanya sesaat, dan esok rasa itu berubah manis. Bagaimana caranya? Berikanlah yang terbaik untuknya, jagalah ia sebagaimana mestinya. Hapuslah cintanya yang pernah ada untukku. Agar dia bahagia. Agar tak ada lagi aku yang setiap saat mengusik hatinya. Hapuslah, hapuslah...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun aku, biarlah Tuhan, akan aku jalani proses ini, sebagai tangga menuju ridlo-Mu. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjelang buka puasa di hari Kamis, Kairo, 8 Januari 2009. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;PS: Untuk seseorang, terima kasih SMS-nya. Semoga dengan itu aku semakin giat berdo’a; mengharap ketabahan dan kesabaran dari-Nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6779369810868921300?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6779369810868921300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6779369810868921300' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6779369810868921300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6779369810868921300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/01/kado-pahit-menjelang-ujian.html' title='Kado Pahit Menjelang Ujian'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4867211245188282456</id><published>2009-01-01T03:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T03:42:47.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Selamat Tahun Baru, Bumi!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SVysKbKLD0I/AAAAAAAAAlM/2NSnuqziSjY/s1600-h/happy_new_year.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 143px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SVysKbKLD0I/AAAAAAAAAlM/2NSnuqziSjY/s200/happy_new_year.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286289357715214146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat tahun baru, bumi!&lt;br /&gt;Masih bertahankah engkau&lt;br /&gt;oleh segenap kebiadaban, &lt;br /&gt;kemunafikan, ketamakan,&lt;br /&gt;dan kecongkakan kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sabarkah engkau, bumi&lt;br /&gt;menyaksikan setiap perjalanan angin,&lt;br /&gt;pergantian musim, pergeseran tahun,&lt;br /&gt;sementara tubuhmu kian menepi&lt;br /&gt;terkikis rakus oleh para 'tikus'?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hingga kapankan, bumi&lt;br /&gt;engkau akan memaklumi&lt;br /&gt;ulah manusia tak manusiawi?&lt;br /&gt;Mereka tak saja menindasmu,&lt;br /&gt;namun membahayakan diri sendiri &lt;br /&gt;dengan eksploitasi, menggunduli,&lt;br /&gt;melubangi juga mengotori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lagi aku menanyaimu, bumi:&lt;br /&gt;"Kapankah kau akan benarbenar marah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti,.. ketika mentari telah berpindah arah!&lt;br /&gt;Tatkala Tuhan menurunkan titah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh...betapa misteri jawabanmu! &lt;br /&gt;Aku takut manusia tak jua insaf.&lt;br /&gt;Hingga kau murka tibatiba!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah aku telah sering menebar tanda;&lt;br /&gt;banjir, longsor, gempa. Apa tak cukup makna?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu benar, bumi. Tapi, kami, manusia, memang bebal!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebal, bebal, bebal&lt;br /&gt;semakin tebal&lt;br /&gt;menebal&lt;br /&gt;hingga gelap menggumpal&lt;br /&gt;menyelimuti hati, &lt;br /&gt;dan akal.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kairo, Kamis, 1 Januari 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4867211245188282456?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4867211245188282456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4867211245188282456' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4867211245188282456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4867211245188282456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2009/01/selamat-tahun-baru-bumi.html' title='Selamat Tahun Baru, Bumi!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SVysKbKLD0I/AAAAAAAAAlM/2NSnuqziSjY/s72-c/happy_new_year.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6774824962678036141</id><published>2008-12-22T07:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T07:27:43.208-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Ibu, Izinkan Aku Bertadarus Rindu!</title><content type='html'>Ibu. Hingga saat ini aku masih begitu mengingat akan hari-hari kecilku. Ketika aku mulai bisa merangkak dan berlari, ketika siku dan lututku sering lecet karena terjatuh. Engkau yang menyulamkan kancing bajuku yang lepas karena aku tak hati-hati. Engkau yang menyeka lukaku dengan obat merah betadine. Lalu aku meringis perih dan kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu. Engkau yang mengajariku berdiri, berjalan, cara memakai baju, cara membuang ingus. Cara makan yang benar. Cara mengunyah yang benar. Dan engkau  yang memarahiku jika aku melakukan hal-hal yang kurang sopan, kurang beradab. Meludah di depan orang tua aku kau tegur. Memberikan sesuatu kepada orang dengan tangan kiri aku kau ingatkan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bukankah aku paling suka menangis ketika ditinggal pergi. Aku selalu ingin ikut. Setiap kali melihat bapak hendak menyalakan mesin vespanya, aku segera berlari mendekati. Jika bapak diam-diam menyetater vespa di luar rumah lalu melaju cepat-cepat meninggalkan halaman, aku segera berlari, mengejar, hingga capai sendiri. Setelah menyerah, aku menangis sejadi-jadinya. Aku tak tahu apa yang mendorongku berbuat seperti itu. Bukankah aku masih kecil, belum bisa berfikir. Tapi sudah bisa merasakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur 4 tahun engkau mengantarku ke taman kanak-kanak. Aku terhitung masih sangat kecil dibanding teman-teman lainnya. Oleh sebab itu aku tak langsung sekolah secara resmi. Hanya ikut-ikutan. Tapi Bu Guru saat itu menerimaku. Semua anak seumuranku yang ingin ikut-ikutan sekolah dibiarkan saja. Bu Guru memang sabar dan bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru ketika menginjak umur 5 tahun aku resmi menjadi murid taman kanak-kanak. TK Kecil istilahnya. Karena sekolah TK di desaku terbagi dua kelas. TK Kecil dan TK Besar. Namanya TK Al-Falah. Nah, baru setahun kemudian aku naik TK Besar. Engkau selalu mengantarku sekolah, dan menjemputku ketika pulang. Mulai waktu itu aku bertambah pintar. Ketika ada perlombaan TK antar desa, aku maju mewakili teman-teman TK-ku dalam lomba deklamasi. Seingatku waktu itu aku menang. Entah kalau ternyata kalah. Tapi setidaknya aku bangga mewakili TK-ku. Dan engkau pasti juga bangga melihat anakmu sudah berani beraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 7 tahun aku masuk Madrasah Ibtida’iyyah atau MI. Namanya MI Miftahul Falah Sridadi. Seragam putih-hijau membuatku makin gagah. Selain itu aku semakin nakal. Kenakalan lumrah seorang bocah. Kepala MI saat itu adalah kakekku sendiri. Beliau pula yang sejak itu membiayai sekolahku. Bukan engkau yang meminta, ibu, tapi kakek sendiri yang bersedia.  Waktu itu, kakekku berkata kepadaku: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"An, simbah tidak minta balasan apa-apa darimu meskipun simbah yang membayari sekolahmu. Simbah hanya berharap, jika simbah telah tiada nanti, jangan lupa kamu mengirim do'a selepas sholat. Atau jika sempat, tengoklah kuburan simbah dan do'akanlah simbah!"&lt;/span&gt; Saat itu aku hanya manggut-manggut saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat posisi kakekku yang kepala MI, ibu saat itu memesaniku setengah mengancam: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“awas kalau tidak rangking satu, malu-maluin ibu dan kakekmu!”&lt;/span&gt; Mendengar ucapan itu aku jadi takut. Lebih tepatnya aku terbebani untuk jadi rangking satu. Konsekuensinya aku harus rajin belajar. Tak boleh banyak main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar anak nakal. Di usia MI aku makin suka bertengkar. Suka berkelahi dengan teman-teman sekelas. Mungkin saat itu terpengaruh film-film laga Indonesia dan film India. Isinya pertunjukan orang-orang berkelahi. Makanya anak-anak seusiaku waktu itu juga suka menirukannya. Perang-perangan. Akhirnya kalau tertonjok atau terpukul jadi pada nangis. Jika aku kalah dan menangis, pasti aku mengadu padamu, ibu. Dan engaku segera memarahi mereka yang membuatku menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku sendiri engkau memang termasuk ibu yang galak. Di samping aku yang menakutimu, teman-teman sebayaku juga takut jika engkau sudah marah. Engkau begitu keras dan ketat. Selalu membatasi ruang gerakku. Tak boleh inilah, tak boleh itulah. Jika teman-temanku bisa memancing dan mandi di sungai sesuka mereka, aku kau larang untuk ikut-ikutan. Katamu di sungai airnya kotor, banyak ular, banyak nyamuk. Belum lagi juga banyak setan dan jin. Nanti kamu bisa sakit kulit, gatal-gatal, digigit nyamuk demam berdarah. Jadi lebih baik tak usah memancing di sungai. Kalau mau makan ikan kan bisa beli. Lebih aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya saat itu aku paling takut sama engkau, ibu. Jika aku nakal dan berbuat salah, engkau langsung memukulku. Sekencang-kencangnya. Terkadang dengan sapu atau kayu. Tentu aku merasa kesakitan. Terkadang engkau menjewer telingaku. Jika sudah seperti itu aku pasti nangis. Sesenggukan hingga waktu yang lama. Bapak orangnya pendiam. Beliau jarang ngomong jika tak begitu perlu. Beliau sibuk bekerja, ngajar di sekolah dan sesekali ke sawah. Jadi yang lebih sering memantauku adalah engkau. Tapi meskipun begitu, aku tau engkau menyayangiku, ibu. Sangat menyayangiku. Karena yang engkau lakukan bukan menghukumku, tapi mendidikku.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, meskipun nakal, tapi nakalku sebanding dengan prestasiku. Ancaman ibu justru membuat otakku makin cerdas. Maka setiap kali menerima rapot di akhir catur wulan, aku selalu rangking satu sekelas, hingga kelas 6. Ternyata aku tidak malu-maluin ibu dan kakekku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di usia MI pula, seingatku sejak kelas 3, aku tak pernah lagi tidur di rumah bapakku-ibu. Aku tidur di rumah kakek-nenekku. Katanya, aku diminta untuk menemani mereka. Sebab anak-anak dari kakek-nenekku, selain yang sudah berkeluarga, sisanya pada kuliah dan mondok di kota. Jadi mereka jarang pulang. Akhirnya aku menuruti tawaran itu. Sejak saat itu, aku selalu menjalani ritual keseharian yang monoton, namun bagiku tak begitu membosankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi jam 7 masuk MI, pulang jam 1 siang. Setelah itu jam jam 2 siang masuk Madrasah Diniyyah hingga jam 5 sore. Setelah itu pulang ke rumah bapak-ibu, persiapan sholat Maghrib. Usai sholat Maghrib ngaji al-Qur’an di masjid. Gurunya adalah bapakku sendiri. Beliau lulusan pesantren. Bacaan al-Qur’annya bagus dan fashih. Tajwidnya juga menguasai. Hingga datanglah Isya’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mulailah aku siap-siap untuk berangkat ke rumah kakek-nenek yang terletak tidak sampai setengah kilometer dari rumahku. Aku naik sepeda yang dibelikan bapakku. Sampai rumah kakek-nenek aku belajar, tidur, bangun pagi lalu sarapan. Setelah itu aku kembali ke rumah bapak-ibuku, ganti seragam sekolah lalu dikasih uang saku. Berangkatlah aku ke MI yang terletak 100 meter di depan rumah bapak-ibuku. Jadi di rumah kakek-nenekku aku hanya numpang belajar dan tidur, juga minum kopi dan sarapan. Hehehe... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa-masa itu, di desa tetangga sering menyelenggarakan hiburan-hiburan. Mulai dari dangdut ria, karaoke, pemutaran video, layar tancep, seni ketoprak, wayang kulit dan lain-lainnya. Namun engkau, ibu, selalu melarangku untuk ikut nonton. Aku kau larang untuk ikut-ikutan teman sebayaku yang bebas melakukan sesuka mereka. Mau nonton sampai malam hingga pagipun bebas. Orang tua mereka tidak melarang. Sementara aku, aku masih saja kau batasi. Hingga aku kelas 6 MI pun, masih selalu kau atur. Saat-saat itu, ada perasaan dongkol dan ingin berontak. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kenapa aku tidak boleh ini dan itu. Aku kan sudah besar. Aku kan malu sama teman-teman, masak tak pernah gaul? Meskipun aku juga bergaul dengan mereka di madrasah, tapi kan aku juga pingin ikut bareng-bareng dengan mereka, sekedar melihat dunia luar&lt;/span&gt;. Gumamku saat itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak, semua hukumanmu, setiap batasan-batasan yang kau buatkan untukku justru begitu aku syukuri. Bahkan, kelak aku sangat berterima kasih kepadamu karena telah menjaga masa kanakku. Engkau menjagaku dari penyakit, menjagaku dari pergaulan, menjagaku dari pengaruh-pengaruh yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulus dari MI, aku masuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Falah. Lagi-lagi di fase ini kau mengancamku. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bapakmu kan kepala MTs, jika kamu tak dapat rangking, lebih baik tak usah sekolah. Aku belikan saja kamu kambing dan jadi gembala saja!”&lt;/span&gt;  Wah, ancaman ibu semakin ganas. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Masak aku disuruh jadi gembala kambing? Ya sebenarnya dari kecil memang sudah jadi gembala, tapi kan pada saat libur sekolah saja. Kalau ini, fuiih... jadi gembala selamanya. Ohh.. tidak!&lt;/span&gt; Tentu saja aku semakin tertekan. Bagaimana tidak, ketika awal masuk MTs, nilai UAN-ku saja masih kalah dengan teman-teman lain yang berasal dari berbagai desa sebelah. Tuntutanku makin berat. Kalau mengalahkan nilai teman-teman satu desa mungkin aku bisa, tapi kali ini kompetisinya lebih ketat. Bismillah..., daripada jadi gembala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenakalanku mulai berkurang. Aku memasuki masa remaja yang menyenangkan. Mengingat ancaman ibuku aku jadi semakin rajin belajar. Walhasil, nilai tes caturwulan pertama turunlah sudah. Karena yang menerima rapor adalah wali murid, aku tidak langsung tau hasilnya. Tapi bapakku yang lebih dulu tau. Beliau ternyata bisa juga bikin surprise. Pertamanya, ketika sampai rumah, beliau berbohong kalau aku tak dapat rangking. Tapi ternyata, aku dapat rangking satu! Ugh.. betapa senang diriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, yang mendapat rangking satu dapat beasiswa berupa gratis SPP. Hingga akhir kelas 3, aku selalu dapat rangking, meskipun sempat turun jadi rangking 2 selama 2 kali. Lumayan, kakekku tak harus bayarin biaya sekolahku lagi. Tapi kakekku tetap memaksa. Meski tak bayar SPP, beliau masih memberikan jatah SPP. Oleh karena itu, aku punya inisiatif untuk menabung. Di akhir tahun kelas 3, tabunganku lumayan banyak, jadi bisa buat bayar biaya tamasya sekaligus untuk bekal saku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ibuku yang galak! Ternyata sikap ibu itu ada manfaatnya juga. Meskipun anakmu ini jadi takut setengah mati padamu, tapi hal itu malah membantuku dalam berprestasi. Di samping galak, ternyata ibuku juga sangat cengeng. Hal itu terbukti ketika lulus dari MTs, aku hendak merantau ke kota budaya, Solo. Tepatnya aku melanjutkan ke Madrasah Aliyah Keagamaan Negeri (MAKN) Solo. Saat itulah justru aku melihat ibu cengeng. Beliau merasa berat aku jauh dari rumah. Beliau menangis ketika hendak meninggalkan aku di asrama. Mungkin ibu berpikir, bagaimana aku bisa mencuci baju sendiri, bagaimana bisa nyetrika, bagaimana ini dan itu. Sebab, sejak dulu selalu ibu yang melakukan itu semua. Ketika masih di rumah, aku sangat malas untuk belajar mandiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, aku malah senang bisa sekolah di tempat yang jauh dari rumah. Rumahku terletak di desa Sridadi, kabupaten Rembang. Mungkin karena aku tak akan mendengar omelan ibuku lagi. Tak akan mendengar beliau bentak-bentak jika aku malas-malasan dan sering nonton TV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di samping itu, diam-diam aku juga mengagumi ibu. Meskipun juga sedikit ‘membenci’nya karena galak. Yaitu ketika setiap habis Subuh dan Maghrib, beliau selalu membaca al-Qur’an, terlebih surat Yasin, Waqi’ah dan ar-Rahman. Tak terasa kebiasaan ibu ini sangat bermanfaat bagiku. Pasalnya, ibu selalu membaca surat-surat itu dengan suara cukup keras sehingga bisa di dengar oleh seisi rumah. Ibu ternyata punya bakat sebagai qori’ah. Suaranya merdu. Pantas setiap kali apa pengajian ibu-ibu di desa, ia selalu diminta untuk membawakan tilawah al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seperti itu, karena selalu mendengar ibu ngaji, lama-lama tak terasa aku hafal juga dengan surat-surat itu. Jika tak hafal 100%, setidaknya aku sangat akrab, karena sering kudengar. Sehingga, ketika aku sudah sekolah di Solo, hal tersebut cukup membantuku dalam proses belajar. Minimal, ada beberapa dalil al-Qur’an yang sudah terekam di otakku melalui rutinitas ibu mengaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setamat dari Solo, ibuku lebih merana lagi. Sebab aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Aku berniat untuk hijrah dari tanah air untuk menuntut ilmu. Karena cita-cita ini sudah ada sejak lama, ibu pun dengan berat hati mengizinkan. Dan atas berkat rahmat Allah aku diterima di Universitas al-Azhar Mesir, setelah melalui ujian seleksi DEPAG. Namun keberangkatanku harus menunggu selama setahun dulu. Aku tak tahu. Masalah birokrasi. Urusan pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa penantian menuju keberangkatanku ke Mesir, ibu memintaku untuk tinggal di rumah saja. Ibu tidak mengizinkan aku mondok atau kursus dulu entah di mana. Ibu menginginkan agar sebelum berangkat jauh, aku di rumah saja. Mungkin bisa sambil menghafal al-Qur’an di rumah. Agar nanti ketika di Mesir sudah punya tabungan hafalan. Usul ibu aku terima juga. Permintaan ibu ini semakin memberikan kesan kepadaku bahwa ibu sangat menyayangiku. Ibu tidak ingin aku jauh darinya. Di balik wataknya yang keras, ibuku ternyata juga mempunyai “hati lemah”. Yaitu sebuah perasaan normal seorang ibu, yang sangat menyayangi anaknya. Sehingga, ketika perasaan itu menguasainya, ia akan sangat merasa kehilangan ketika ditinggal pergi jauh oleh anaknya. Nah, ibuku sepertinya juga begitu. Berat melihat anaknya pergi jauh ke negeri sebrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari keberangkatanku, di bandara Soekarno-Hatta, ibuku menangis sejadi-jadinya. Beliau memelukku erat. Akupun memeluknya. Sebenarnya aku juga ingin ikut menangis. Tapi aku malu dengan teman-teman serombongan. Aku anak laki-laki, masak cengeng. Ternyata bukan hanya ibuku yang menangis, ibu kawan-kawankupun pada nangis. Oh, tangis haru para ibu adalah do’a yang mengiring kepergian para duta bangsa. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Cung, nanti kan kamu di sana lama, jaga diri yo Cung, hati-hati, jaga kesehatan. Belajar yang sungguh-sungguh. Ibu akan selalu mendo’akan. Jangan lupa kalau sudah sampai kirim kabar!”&lt;/span&gt; begitulah kira-kita pesan ibu ketika memelukku. Air matanya semakin deras meleleh dari kedua bola matanya. Sesenggukan. Sementara bapakku, beliau tentunya lebih tegar. Sebagai sesama cowok, aku memeluk bapakku penuh bangga, pundakku ditepuk-tepuknya sambil berpesan untuk jaga diri dan belajar yang rajin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Mesir, aku jarang menelpon ibu. Paling Cuma bisa sms. Sebab tarif telpon internasional tentu mahal. Mungkin momen-momen tertentu saja aku menelpon ibu. Antara lain ketika mau ujian dan hari raya. Bisa jadi justru ibuku yang menelpon dari Indonesia. Tergantung siapa yang duluan. Tapi satu yang tak pernah berubah dari ibu. Ia selalu menangis setiap kali menelpon aku. Meskipun terkadang beliau berusaha menahan, tapi suaranya yang parau dan bergetar tak bisa membohongiku, beliau menangis. Selalu menangis. Maka dari itu aku akan rada enggan untuk menelpon ibu. Bukan karena apa-apa, tapi karena aku tak kuat mendengar tangisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, satu lagi yang selalu ibu tanyakan ketika di telpon: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Cung, Qur’anmu gimana?”&lt;/span&gt; dan aku selalu menjawab diplomatis: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“iya Bu, insya Allah aku jaga, masih seperti dulu, 8 juz, belum bisa nambah, Bu, karena tersita untuk belajar mata kuliah. Tapi insya Allah saya usahakan bisa nambah hafalan!” &lt;/span&gt; Awal-awal aku di Mesir, ibuku selalu menanyakan hafalan Qur’anku setiap kali telpon. Lagi-lagi aku merasa terbebani. Sebab, jujur aku belum bisa nambah. Maafkan aku ibu, aku hanya beralasan saja. Sebenarnya, aku belum bisa menambah hafalan adalah karena malas. Bukan karena pelajaran yang terlalu berat sehingga menyita waktu dan fikiranku. Sekali lagi, maafkan aku untuk masalah ini. Aku takut, semakin banyak aku menghafal, semakin sulit aku menjaganya. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun mendiami negeri para nabi, aku semakin merindukanmu ibu. Aku rindu masakanmu yang enak. Yang selalu cocok dengan lidahku. Aku rindu kau marahi, kau bentak jika tak segera ke masjid ketika adzan. Aku merindukan bacaan ngajimu, suara merdumu. Aku merindukan air matamu yang tiap malam kau teteskan, menangis kepada Tuhan untuk keselamatnku, keberhasilanku di sini. Diam-diam kau sangat menyayangiku. Engkau dan bapakku yang secara kompak senantiasa mengirimkan kucuran do’a dan semangat. Agar aku rajin belajar, agar aku cepat kembali ke pangkuanmu. Ibu, aku merindukan seluruh dirimu, jiwa dan raga. Semoga Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu. Sebab, aku belum bisa membalas apa-apa akan jasamu. Ibu, do’akan aku bisa segera kembali kepadamu. Mengabdikan diriku![]      &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note: “Spesial kutulis surat ini untuk engkau, ibu Isti’anah, di hari dimana orang-orang menyebutnya hari ibu. Semoga Allah Yang Maha Kuasa selalu menjagamu, agar kau terus ada untuk mendo’akanku!” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kairo, 22 Desember 2008 &lt;br /&gt;Anakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6774824962678036141?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6774824962678036141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6774824962678036141' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6774824962678036141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6774824962678036141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/12/ibu-izinkan-aku-bertadarus-rindu.html' title='Ibu, Izinkan Aku Bertadarus Rindu!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3871964871880767646</id><published>2008-12-14T05:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T10:55:39.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Cathar Edisi Idul Qurban (part 3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUUNerH57_I/AAAAAAAAAk8/S5xlVcpdbKE/s1600-h/menara.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUUNerH57_I/AAAAAAAAAk8/S5xlVcpdbKE/s200/menara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279640958784892914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semburat Senja di Balik Menara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H+2 Idul Qurban aku berniat istirahat di rumah. Flu yang sedari kemarin menyerang semakin garang. Kini tubuhku bertambah meriang. Maka pada hari tasyrik kedua ini lebih baik aku berdiam diri di kamar, menghindari hawa dingin di luar sana. Seperti biasa aku hanya beraktivitas di depan komputer, chating, browsing dan membaca berita-berita terkini. Hingga di sudut siang, sekitar pukul 13.00 CLT, tiba-tiba ada yang menyapaku lewat YM.&lt;br /&gt;“Ting, jalan-jalan yuk!” Exan yang ada di Gami’ mengajakku.&lt;br /&gt;“Hem, ke mana emang?” tanyaku memberi harapan.&lt;br /&gt;“Ke Azhar Park.” Exan menjawab lugas.&lt;br /&gt;“Emang kenapa kok tiba-tiba ngajak keluar?” selidikku lebih jauh.&lt;br /&gt;“Lagi stress...” keluhnya.&lt;br /&gt;“Stress kenapa?” desakku ingin tau.&lt;br /&gt;“Ada dech...!” kali ini jawabannya nggak lugas, menyembunyikan sesuatu.&lt;br /&gt;“Wah, sebenere seh aku lagi gak enak badan, lagi flu. Tapi kalo ada yang ngajak jalan-jalan, trus mau bayarin ongkos naik bus plus tiket masuk Azhar Park, siapa taakuuut!” &lt;br /&gt;“Ok, kalo gitu aku siap-siap dulu, nanti aku ke rumahmu!”&lt;br /&gt;“Siiip, aku juga mau sholat Dzuhur dulu! Eh, jangan lupa juga beli batrei kamera dua pasang yaw, nanti kita jepret-jepret di sana!”&lt;br /&gt;“Ok, beres boss!”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku tak ingin membuang kesempatan untuk dapat merasakan momen lebaran di Azhar Park, sebuah taman di Kairo yang menurutku paling eksotik dibanding yang lainnya. Maka kali ini aku tak menghiraukan sakitku. Siapa tau dengan jalan-jalan, melihat pemandangan hijau daun di taman aku justru sembuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pukul setengah dua Exan datang. Setelah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk kamera dan syal yang aku masukkan tas, kamipun berangkat. Jika ingin mencari jalur langsung, berarti kami harus naik bus nomer 65 kuning, yang memang melintas di depan Azhar Park. Kalaupun tidak, kami juga bisa naik bus 80 coret, turun di depan gedung Masyikhoh Azhar, Darrosah, lalu jalan kaki ke Azhar Park. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siang ini panas, cerah. Tak seperti dua hari sebelumnya yang gelap. Sesampai di halte bus Musallats, aku mulai membuka pembicaraan. &lt;br /&gt;“Emang ada apa nih, kok tadi katanya lagi stress?”&lt;br /&gt;“Ya lagi ada problem aja.” Jawab Exan datar.&lt;br /&gt;“Tapi bukan sama 'Jamela', kan!” aku coba menebak.&lt;br /&gt;“Iya, sama 'Jamela'. Cuma salah faham kok!” Exan mengiyakan.&lt;br /&gt;“Oh, ya biasalah, namanya juga sedang menjalin hubungan, tentunya salah faham adalah bumbu keseharian yang akan mendewasakan.” Lalu aku melanjutkan, “Eh, tau nggak? Dulu aku sama Ari, ketika sempet kehujanan di Abbas el-Akkad, aku sempat berujar: wah, langitnya gelap, udaranya dingin! Kemudian Ari menjawab: memang langit gelap dan angin dingin, tapi hatiku terasa hangat karena mentari saat ini sedang bersarang di hatiku!”&lt;br /&gt;“Trus, kalo untuk mengungkapkan suasana saat ini gimana?” Exan bertanya menguji.&lt;br /&gt;“Ya berarti kebalikannya. Langit begitu terang dan udara cukup hangat. Sementara hatimu gelap dan dingin karena siksaan cinta!” aku mengejeknya, dan kami berdua tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak melanjutkan pembahasan soal penyebab stresnya Exan. Dan ternyata dia punya topik pembicaraan lain sembari menunggu bus. Yaitu tentang prosesi kurban. Beberapa hari sebelumnya dia memang sempat menelponku, menanyakan tentang hukum kulit binatang kurban. Apakah boleh jika seandainya kulit itu dijual, lantas dibelikan daging, kemudian dibagi-bagikan kepada yang membutuhkan? Apakah itu juga terhitung kurban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu aku yang masih dalam kondisi setengah sadar dari tidur berusaha menjawab sekenanya. Aku bilang bahwa, jika kulit binatang kurban itu dijual lalu dibelikan daging untuk dibagi-bagikan, tidak bisa disebut bagian dari kurban. Namun lebih mendekati sedekah biasa. Saat itu ia mengiyakan jawabanku, karena nampaknya sedang tergesa-gesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini dia mencoba menyampaikan beberapa argumennya, mungkin dia sudah membaca. Bahwa hal semacam itu tidak boleh dilakukan. Intinya, bahwa segala bagian dari tubuh binatang itu wajib dibagikan terlebih dahulu kepada para mustahiqnya. Termasuk kulit binatang dan kepalanya. Sebab sebagaimana yang jamak terjadi di Indonesia, masyarakat seakan telah salah kaprah, bahwa kepala binatang kurban selalu dijadikan upah bagi si penyembelih. Padahal, menurut syari’at, hal semacam itu kurang tepat. Yang lebih absah adalah, sang pengurban (mudhahhi) harus menyediakan upah berupa uang kepada penyembelih. Sementara seluruh bagian tubuh binatang harus diberikan cuma-cuma, dengan tanpa dihitung sebagai upah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusipun terus berlanjut, 10 menit, 20 menit, 30 menit hingga 40 menit kami berdiri di halte. Bus bernomer 65 dan 80 tak kunjung datang. Kami sempat berfikir untuk mencari alternatif jalur lain. Artinya kami bisa naik jalur tak langsung. Namun kami urung. Sudah terlanjur lama kami menunggu. Bisa jadi nanti kami naik jurusan lain, tiba-tiba 65 datang di belakang kami. Pasti menyesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah itu, yang ditunggu akhirnya datang juga. Dari kejauhan terlihat bus 65 kuning yang sudah tampak renta. “Ah, untung tadi kita tak jadi naik angkot, pasti bakal nyesel. Alhamdulillah, penantianpun berujung. Sudah hampir jam 3. Yasudah nanti sesampai di sana kita langsung sholat Ashar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya kami berdiri. Tak ada tempat duduk. Namun di tengah perjalanan kami bisa duduk juga. Sampai di daerah Darrasah jalan mulai macet. Ada apakah gerangan? Tanyaku dalam hati. Bus melaju pelan menuju arah Azhar Park yang sudah terlihat dari kejauhan. Aku melihat deretan mobil cukup panjang di depan bus yang aku tumpangi. Kamipun memutuskan untuk turun dan jalan kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di depan gerbang Azhar Park aku cukup surpraise melihat ratusan orang mengantri di depan loket pembelian tiket. Kemacetan jalan di depan Azhar Park ternyata disebabkan oleh banyaknya mobil yang akan masuk kawasan taman, mengantri, sehingga menyebabkan macet. Sungguh ramai Azhar Park kali ini. Aku baru tahu jika pada hari-hari lebaran suasana semakin ramai. Tak hanya itu, aku juga kaget melihat tarif tiket yang lebih besar dari biasanya. Jika pada hari-hari biasa kita cuma perlu mengeluarkan 3 Pound untuk dapat masuk, kali ini harga satu tiket senilai 7 Pound.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati petugas pemeriksa di pintu masuk, kami segera menuju ke musholla untuk sholat Ashar. Mengingat angka jam di ponselku sudah menunjukkan pukul 16.00, seusai sholat kami langsung hunting mencari tempat strategis untuk memotret senja hari yang begitu menawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja kalau tiketnya mahal. Ternyata di dalam taman ada berbagai pertunjukan yang dibuka untuk umum. Di antara pertunjukan yang digelar adalah musik plus tarian sufi ala Turki, drama-drama singkat yang lucu nan kocak, juga ada penampilan musik klasik ala Ummi Kulsum. Mungkin karena inilah tiket lebih mahal, karena telah dihitung dengan biaya pertunjukan yang digelar di dalam taman, di ruang terbuka. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUUOCiE2WfI/AAAAAAAAAlE/l4JSV_uDewY/s1600-h/Senja+Azhar+Park1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUUOCiE2WfI/AAAAAAAAAlE/l4JSV_uDewY/s400/Senja+Azhar+Park1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279641574831446514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara aku dan Exan tak menghiraukan pertunjukan itu, karena kami disibukkan dengan acara potret-potret dan narsis ria. Tinggal ada waktu satu jam menanti senja. Oleh sebab itu kami segera naik ke dataran tertinggi di Azhar Park. Dari situ kami dapat menikmati panorama kota tua Kairo Fathimiyyah yang dikelilingi tembok. Aku jadi teringat akan tembok besar China. Namun tentunya yang di sini lebih kecil, lebih tipis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga gerbang utama; yaitu Bab al-Futuh, Bab al-Nasr dan Bab Zuwayla yang merupakan pintu gerbang Kairo Fatimiyyah terlihat gagah. Dari situ pula kami dapat melihat masjid al-Azhar, masjid Husein, dan masjid-masjid lainnya yang bedara di kawasan Kairo Fathimiyyah. Gedung-gedung hotel yang tinggi menjulang di kawasan Tahrir dan Nil juga terlihat megah. Di sisi lain, kami dapat menikmati pemandangan Jabal (gunung) Muqattam, lalu benteng Sholahuddin al-Ayyubi, dan yang paling terlihat megah adalah masjid Ali Pasha yang terletak di dalam benteng. Menelisik lebih jauh lagi, lamat-lamat kami mendapati dua sosok piramid yang lancip menusuk langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pemandangan yang eksotik. Di atas daratan tinggi Azhar Park, kami berfantasi jeprat-jepret matahari senja, yang hampir berpulang ke peraduannya. Semakin petang matahari kian tenggelam di balik menara. Kami sempat mengabadikan ketika sang surya menancap di pucuk menara. Namun pemandangan itu tak berlangsung lama. Ia terbenam di balik piramida. Di ufuk barat negeri seribu menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, sungguh indah panorama negeri senja. Aku tak pernah jemu untuk selalu menanti dan memburu matahari senja. Mengabadikan ronanya, lalu aku simpan dalam kelopak mata dan hati. Agar indahnya tak kunjung sirna. Hingga aku kembali ke tanah air. Lalu menceritakan keindahan-keindahan itu, kepada mereka semua yang kucinta. Semoga tak hanya indahnya mentari senja yang kuraup di sini. Namun juga mutiara-mutiara lain yang berserakan di bebalik bulir-bulir pasir gurun sahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, di taman al-Azhar, udara begitu dingin. Aku dan Exan menggigil menahan terpaan angin yang menusuk pori-pori. Namun rasa itu dapat kami usir dengan melarutkan diri di antara kerumunan para pendatang yang menyaksikan pertunjukan. Sebagian berjoget, menari dan bertepuk tangan. Di hari lebaran ini, lagi-lagi aku larut dalam kebahagian, mensyukuri kejutan-kejutan dari Tuhan. Nikmat apalagi yang akan aku temui esok? Mampukah aku mensyukurinya? Dan, dalam gelapnya malam aku menyadari bahwa esok adalah misteri. Namun di saat yang sama esok berarti mimpi. Betulkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kampus biru Misykati; Rabu, 10 Desember 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3871964871880767646?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3871964871880767646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3871964871880767646' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3871964871880767646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3871964871880767646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/12/cathar-edisi-idul-qurban-part-3.html' title='Cathar Edisi Idul Qurban (part 3)'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUUNerH57_I/AAAAAAAAAk8/S5xlVcpdbKE/s72-c/menara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4695632031760906790</id><published>2008-12-13T14:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T14:34:50.171-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Cathar Edisi Idul Qurban (part 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUQ4bx-I0SI/AAAAAAAAAk0/PA5rbZyivjo/s1600-h/DSCF5250.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUQ4bx-I0SI/AAAAAAAAAk0/PA5rbZyivjo/s200/DSCF5250.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279406713106649378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anugrah itu Bernama Kebersamaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai jadwal, peta perjalanan hari kedua lebaran Idul Adha 1429 ini adalah ke Muqattam, mengambil daging di rumah Syeikh Muhammad Khalid Tsabit, pemilik percetakan Darul Muqattam. Tradisi semacam ini memang sudah menjadi sunnah tahunan beliau, menyembelih kurban dan membagi-bagikan dagingnya kepada para mustahiq (penerima daging kurban). Tak pernah ketinggalan, kami, grup Hadrah PCINU Mesir yang setiap bulannya selalu menghadiri halaqah maulîdiyyah (pembacaan sholawat atas Nabi) di rumah beliau, pun turut kebagian daging kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku dan Wawak yang akan mengambil daging itu, lalu dibagi-bagikan kepada teman-teman grup Hadrah. Sedianya kami berniat untuk berangkat tepat setelah Dzuhur. Namun karena satu dua hal sehingga menyebabkan keberangkatan kami tertunda, hingga pukul 1 siang. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kami keluar dari flat menuju halte Musallats untuk menunggu angutan jurusan Hay Sabi’ (Kampung Tujuh). Pada hari-hari biasa kami akan dengan mudah mendapatkan angkutan ke arah Sabi’. Namun kali ini ternyata tidak semudah biasanya. Kami menunggu cukup lama di halte. Meskipun demikian, kami tak merasa bosan karena ada kamera milik Yanto yang masih aku pinjam. Lalu aku sempatkan mengambil potret langit mendung yang siang itu menyelimuti bumi. Hari ini tak jauh beda seperti hari sebelumnya. Langit gelap karena matahari tertutup awan hitam. Semoga nanti turun hujan. Agar aku bisa mengabadikan rintikan-rintikan air langit yang sangat jarang membasuh bumi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa angkutan melena di hadapan kami dengan penuh sesak. Tak ada tempat duduk kosong yang bisa menampung kami. Tak lelah kami terus mengacungkan jari tengah dan jari telunjuk (sebuah isyarat untuk menunjuk angka tujuh, karena kami hendak menuju Kampung Tujuh) tatkala ada angkutan yang datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, akhirnya ada juga angkutan jurusan Sabi’ yang melaju pelan menghampiri kami, namun hanya menyisakan satu kursi. Ah, dilematis! Jika tak naik maka kami akan semakin telat. Tapi jika naik tinggal tersisa satu kursi. Tak berfikir panjang dan kamipun naik angkutan itu. Wawak menuju kursi paling belakang, sementara aku berdesakan dengan penumpang yang duduk di bangku dekat pintu. Tak apalah, yang penting sampai, meskipun rada capai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Sabi’, kami segera mencari angkutan jurusan pasar Muqattam. Kami langsung dapat, naik, angkutan penuh, melaju, dan sampailah kami di sana. Perjalanan kami belum final, karena masih harus berganti angkutan lagi jurusan Sayyidah Aisyah untuk dapat turun di depan Masjid al-Quds. Adapun rumah Syeikh Khalid terletak di sebelah masjid Quds. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami naik angkutan jurusan Sayyidah Aisyah dan sampailah ke tujuan. Baru turun dari angkot, dari kejauhan kami melihat tiga sosok laki-laki yang tak asing lagi. Mereka adalah para aktivis Said Agil Shirat Center (SAS center) PCINU Mesir yang juga mengambil jatah daging. Mereka memang telah lama menjalin kerjasama dengan Syeikh Khalid dalam hal penerbitan. Kami saling bertutur sapa secukupnya, lalu aku dan Wawak langsung menuju pintu gerbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami dipersilahkan masuk ke ruang tamu, tak lama kemudian Syeikh Khalid datang dengan membawa dua kantong plastik daging. Satu kantong berisi 6 Kg dan satunya lagi berisi 4 Kg. Berarti total jatah untuk teman-teman Hadrah ada 10 Kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang tamu yang berukuran cukup luas itu kami sempat berbincang-bincang dengan Syeikh Khalid. Ketika kami mengatakan bahwa saat ini kami sudah tingkat terakhir di Universitas al-Azhar, beliau menanyakan apakah kami hendak melanjutkan ke jenjang S2 atau tidak. Kami berdua menggelengkan kepala. Namun aku sempat menjelaskan, bahwa aku masih ada keinginan untuk melanjutkan, namun kesemuanya tergantung orang tua di Indonesia. Percakapan pun berlanjut ke sana ke mari, hingga adzan Ashar berkumandang. Kamipun segera pamit undur diri mengingat Syeikh Khalid nampaknya juga masih banyak kesibukan.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 15.30 kami sampai di rumah. Di sana telah ada beberapa kawan Misykati berkumpul. Melihat ada beberapa kawan, aku berinisiatif untuk mengajak mereka bakar sate bersama. Rencana ini memang sudah terngiang jauh-jauh hari sebelum hari raya. Pada saat itu, daging yang ada hanya 2 Kg, yaitu jatahku dan jatah Wawak. Sementara 8 Kg lainnya harus dibagikan ke seluruh anggota Hadrah. Tak mengapa, 2 kilo sudah cukup banyak jika dibuat sate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sejenak berunding, merekapun sepakat untuk nyate. Kemudian kami membagi tugas. Fuad, ketua Misykati (Keluarga Alumni MAKN/MAPK Solo), siap untuk mencari arang dan tusuk sate yang keduanya harus dibeli di toko. Aku dan beberapa kawan menyiapkan tempat pembakaran sate, yaitu di balkon, dan menyiapkan beberapa perlengkapan lainnya. Sementara Nashif (anggota Misykati yang tinggal di Katamea) dan beberapa kawan, memotong-motong daging dengan ukuran standar sate. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sepakat untuk mulai pe-nyate-an setelah Maghrib. Jujur pada saat itu sebenarnya kondisi tubuhku sangat capai dan panas dingin. Sebab sejak dua hari sebelumnya aku sudah diserang flu. Namun demi sebuah kebersamaan aku menghiraukan rasa sakit dan capai, dengan turut serta dalam proses nyate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen seperti ini bagiku sangat mahal. Beberapa kawan seangkatan ketika masih di Madrasah Aliyah Solo berkumpul di rumahku, yang tiada lain adalah sekretariat Misykati. Dengan seperti ini kita bisa kembali bernostalgia bahkan bernostalgila, mengingat masa-masa di asrama. Tentang kekonyolan kami, tentang kisah asmara, dan segala hal yang membuat suasanya semakin seru dan bersemangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membakar arang di atas kompor gas terlebih dahulu, sebelum akhirnya kupindahkan ke sebuah tempat yang disiapkan untuk pembakaran. Sebab tentunya akan sangat sulit jika menyalakan arang menggunakan korek api. Atau jika menggunakan minyak gas, akan menimbulkan bau tak sedap pada daging. Itulah jalan satu-satunya yang terbaik. Dengan sabar aku membakar arang sedikit demi sedikit, hingga akhirnya terkumpul dan siap untuk pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nashif dan beberapa kawan yang bertugas memotong dan menusuk daging juga telah siap. Aku menyiapkan bumbu sate, yaitu potongan bawang merah, cabai, tomat, dkk, yang dicampur dengan kecap ABC asli Indonesia. Setelah itu mulailah proses nyate. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya kurang lengkap jika hanya ada sate. Karena kebetulan ada tambahan rizki daging dari seorang teman, kamipun bermaksud membuat gulai sebagai pelengkapnya. Qodir, anggota Misykati yang juga Direktur Griya Jawa tengah, dengan sigap merebus sisa daging lainnya. Akupun siap untuk meracik bumbunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka malam hari itu lengkaplah hidangan lebaran Idul Adha. Mengingat porsi yang ada cukup banyak, kami mengundang kawan-kawan Misykati lainnya yang tinggal tak jauh dari sekretariat. Dan, malam hari itu adalah sebuah anugrah yang berlipat ganda. Selain mendapatkan anugrah daging kurban, kamipun dapat mengeja kebersamaan. Menyukuri selaksa nikmat yang senantiasa mengucur dari langit, begitu deras dan tak pernah putus. Betapa suasana seperti inilah yang nantinya pasti meninggalkan kesan mendalam, menimbulkan rasa rindu kepada teman. Seseorang yang pernah berjuang bersama, seseorang yang pernah membagi duka dan bahagia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Benar jika ada yang mengatakan, bahwa sesuatu akan terasa sangat berharga ketika ia justru telah jauh dari kita. Sungguh, betapa anugrah dari Tuhan begitu agung, luas, dan tak pernah terhitung jumlahnya.[]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kampus biru Misykati; Selasa, 9 Desember 2008  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4695632031760906790?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4695632031760906790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4695632031760906790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4695632031760906790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4695632031760906790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/12/cathar-edisi-idul-qurban-part-2.html' title='Cathar Edisi Idul Qurban (part 2)'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUQ4bx-I0SI/AAAAAAAAAk0/PA5rbZyivjo/s72-c/DSCF5250.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4906346050768805832</id><published>2008-12-13T14:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T14:21:00.580-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Cathar Edisi Idul Qurban (part 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUQ1BFarlrI/AAAAAAAAAks/icbbC8ZUNEA/s1600-h/Nil+senja+kecil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUQ1BFarlrI/AAAAAAAAAks/icbbC8ZUNEA/s200/Nil+senja+kecil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279402955935291058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Barangkali Ini Idul Adha Terakhirku Di Bumi para Nabi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Usai mengikuti ritual sholat Ied, khutbah dan ramah tamah yang diselenggarakan KBRI Kairo di Masjid Assalam, Nasr City, aku bersama kawan-kawan serumah segera pulang. Pada awalnya aku berniat untuk istirahat sejenak di rumah, karena setelah Dzuhur aku harus ke Muqattam untuk mengambil daging dari Syeikh Muhammad Khalid Tsabit, pemilik percetakan Darul Muqattam. Namun, di tengah perjalanan pulang yang kutempuh dengan jalan kaki, aku berinisiatif untuk menelpon beliau, memastikan apakah pengambilan daging benar hari ini. Ternyata, setelah aku menanyakan, beliau menjawab, pengambilannya ditunda esok. Kebetulan, bisa lebih longgar waktunya! &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, ada semacam perasaan gundah menelusup ke hati. Bisa jadi ini adalah Idul Adha terakhirku di sini, di negeri para nabi. Lalu apa yang harus aku lakukan dalam momen spesial ini? Otakku terus berpikir, mencoba mencari alternatif solusi yang bisa aku tempuh guna menenangkan hati. Andai saja aku punya kamera, aku ingin jalan-jalan di sepanjang jalan untuk memotret setiap aliran darah yang ditimbulkan oleh penyembelihan hewan kurban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, sebagaimana yang kutahu selama ini, penyembelihan kurban biasanya dilakukan di sembarang tempat, di pinggir-pinggir apartemen, di pinggir jalan, dan anehnya mereka tidak membuat semacam kubangan untuk menampung darah hewan sembelihan. Namun mereka langsung saja menyembelihnya dan setelah itu darah yang mengalir di lantai-lantai atau di aspal-aspal diguyur dengan sentoran air dari pipa selang panjang. Walhasil, di pinggir-pinggir sepanjang jalan secara alami membentuk aliran darah yang memerah. Bagaimana tidak, tata kota yang ada memang tidak menyediakan selokan-selokan sebagaimana di Indonesia. Oleh sebab itu darah yang mengalir bisa menerobos ke mana saja, bahkan tumpah ke jalan raya sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, terkadang beberapa orang iseng melumuri telapak tangan mereka dengan darah, kemudian distempelkan ke punggung-punggung mobil. Sebuah pemandangan yang sebenarnya mengerikan nan menjijikkan, namun di sini justru menjadi unik. Nah, pemandangan dan momen seperti inilah yang kali ini ingin kuabadikan sebagai kenangan kelak ketika aku telah kembali ke tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah berfikir, aku menyalakan komputer dan meng-OL-kan YM. Ada Aan Zainul Anwar yang sedang Online di sekretariat NU, Bawwabah Dua. Juga ada beberapa kawan lain. Namun aku tertarik untuk menyapa Aan, mencoba iseng menanyakan kepadanya tentang peta perjalanan hari ini. Awalnya ia menjawab datar, belum ada rencana. Lalu aku utarakanlah niatku untuk mengajaknya jalan-jalan. Sebab, di sekretariat NU tentunya ada kamera yang bisa dipakai untuk jepret-jepret. Tawar menawar lewat chating. &lt;br /&gt;“Jadi mau pergi ke mana nih?” tanya Aan. &lt;br /&gt;“Aku juga belum tau, yang penting jalan aja. Memotret setiap tempat penyembelihan kurban yang banyak darah-darahnya” usulku agak konyol.&lt;br /&gt;“Wah, asik juga tuh!” jawabnya cukup antusias. “Iya tapi kemana?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“Hem, ada usul?” aku kembali bertanya.&lt;br /&gt;“Gimana kalo ke Mohandisin?”&lt;br /&gt;“Wah, kalo Mohandisin kan daerah perkotaan, jadi kurang seru, kita nyari yang ada nuansa desa-desanya!”&lt;br /&gt;“Yaudah kalo gitu ke Syubro aja!”&lt;br /&gt;“Wah, terlalu jauh An!”&lt;br /&gt;“Trus ke mana dunk?”&lt;br /&gt;“Aku juga bingung. Tapi yang jelas kita harus berani jalan kaki kalau mau dapet foto!”&lt;br /&gt;“Ah, kita naik bis aja Luth!”&lt;br /&gt;“Iya tapi kemana?”&lt;br /&gt;“Naik Jurusan Ahrom (Piramid) aja yuks, kan nanti lewat Tahrir, KBRI, Jami’ah Qahirah, dll. Gmn!”&lt;br /&gt;“Terserah deh, asal kamu yang bayarin. Aku lagi nggak punya duit!”&lt;br /&gt;“OK, nggak papa!” Aan setuju untuk take over ongkos jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lagi-lagi aku belum merasa puas. Kalau cuma kamera NU rasanya kurang. Lalu muncullah keinginan untuk pinjam kamera di Rumah Budaya yang lebih keren. Aku telponlah Tabrani Basya, pengatur umum Rumah Budaya. Tapi sayang, jawaban yang aku dapat nihil. Sebab kameranya ternyata di bawa salah seorang anggota Rumah Budaya yang sedang menunaikan ibadah haji. Alternatif pertama gagal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba mencari alternatif lain. Pinjam kamera Yanto, koordinator LSBNU, yang tipenya sama persis seperti kamera Bumah Budaya. Kemudian aku telpon Yanto. Deal! Alhamdulillah, akhirnya dapet juga kameranya. Kebetulan lagi nggak dipakai, jadi bisa aku pinjam. Ya, meskipun aku bisa ngambil kameranya baru pukul 1 siang, tak apalah meskipun molor. Yang penting dapet kamera bagus untuk potret-potret. Pukul 1 siang, aku masih belum beranjak dari kamar, hingga akhirnya Yanto menyapa lewat YM. &lt;br /&gt;“Mas, kameranya dah bisa diambil nih, di TC (Tebu Ireng Center)”. &lt;br /&gt;“OK To, nanti aku ambil. Kamu nggak ke mana-mana kan!”&lt;br /&gt;“Enggak sih Mas, tapi kalo nanti saya pergi pun bisa kutitipkan sama orang di sini!”&lt;br /&gt;“OK, seep, soalnya aku masih nunggu alarm dari Aan nih. Kayae tadi dia bilang mo Istirahat dulu sebentar.”&lt;br /&gt;“Yaudah santai aja, Mas!”&lt;br /&gt;“Thanks!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku sholat Dzuhur dan bersiap untuk meluncur ke TC. Pukul 2 siang aku baru keluar rumah, langsung menuju TC untuk mengambil kamera. Tak lama kemudian aku menuju Rumah Budaya yang bersebelahan dengan TC untuk mengambil Buletin MAKAR (Media Kebudayaan Rakyat) yang tadi sempat dibagikan di Masjid, namun aku pulang duluan sehingga tidak kebagian. Selepas itu aku menelpon Aan. &lt;br /&gt;“An, sepuluh menit lagi kita ketemuan di depan market Habas Bawwabah tiga ya”.&lt;br /&gt;“Wei, gitu ya, ok deh?!”&lt;br /&gt;“Iya, aku sekarang sedang jalan melewati Suq Sayyarot (pasar mobil), bentar lagi sampai!”&lt;br /&gt;“OK!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari berjalan, aku mengamati suasana sekeliling yang sepi. Meskipun tak dipungkiri juga masih banyak mobil yang lalu lalang, namun suasana lengang seakan menyergap alam kala itu. Masih pukul setengah 3 sore, namun langit terlihat gelap. Beberapa awan yang bergelantung di langit membentuk formasi acak yang sempat tertangkap kamera. Aku potret langit gelap, awan berarak dan jajaran tiang-tiang listrik yang menjulang di sepanjang Suq Sayyarot. Beberapa kakek tua dan nenek-nenek serta ibu-ibu duduk berjarak di setiap pinggir jalan. Apa yang mereka lakukan? tanyaku dalam hati. Oh, mungkin mereka sengaja parkir menunggu para dermawan yang membagikan daging atau sedekah uang! aku mencoba menerka-nerka. Ternya dugaanku benar, ketika aku melihat sebuah mobil yang berhenti di dekat mereka lalu memberikan bungkusan-bungkusan daging. Beberapa orang yang pada awalnya duduk lebih jauh berlari mendekati mobil, berharap mendapat bagian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak lama kemudian aku sampai di Habas. Aku menunggu Aan yang sudah aku prediksikan datang terlambat. Aku belum sholat Ashar. Sementara adzan sudah berkumandang. Aku sholat dimana ya? Ah, di sini saja, biasanya juga para pegawai Habas kalau waktu sholat juga berjamaah di halaman depan market. Tapi kali ini, aku tunggu-tunggu mereka tak kunjung menggelar tikar untuk sholat. Oh, ternyata aku mendapati mereka sholat di dalam ruangan. Yah, nggak bisa ikutan sholat dunk kalo gini caranya. Lalu Aan datang. &lt;br /&gt;“Sudah sholat?”&lt;br /&gt;“Sudah, dunk!”&lt;br /&gt;“Wah, aku belum nih An, sholat dimana ya?” &lt;br /&gt;“Yaudah gini aja, kita naik angkot ke Sabi’ dulu, nanti kan di deket terminal sana ada masjid. Kamu sholat dulu aja di sana sembari nunggu bis jurusan Ahrom!”&lt;br /&gt;“OK, yuk kita kemon!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami naik angkutan ke Sabi’. Sampai di sana langsung menuju masjid. Aku sholat Ashar. Setelah itu kembali ke terminal. Bus jurusan Ahrom sudah ada. Tapi ia diparkir tanpa ditemani sopir. Entah ia kemana. Kami tak langsung masuk, namun memilih menunggu di luar bus sambil motret-motret suasana sekitar. Di sebrang jalan berderet penjual kambing yang membiarkan kambing-kambingnya berkumpul tanpa diikat. Nampaknya mereka sudah sebegitu jinak, jadi tak butuh tali pengikatpun mereka tak bakal lari. Ughh, tak seperti di Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian datanglah sang sopir. Lalu beberapa orang yang sebelumnya menunggu di luar bus segera naik. Begitu pula kami. Greng..greng.. sang sopir mulai menyalakan mesin bus. Lalu meluncurlah kami menelusuri jalan Kampung Tujuh, Rab’ah Adawea, Nadi Sikkah, Damardasy, Ghamrah, Ramsis, lalu sampailah ke Tahrir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena kami naik bus, akhirnya keinginan awal untuk jepret-jepret aliran darah gagal. Bagaimana bisa motret, sementara kami di atas bus yang berkaca buram, melaju kencang karena jalanan lengang. Oleh sebab itulah selama perjalanan kami berubah pikiran untuk mencari obyek jepretan di sunagi Nil, sebrang Tahrir. Maka turunlah kami di depan Mugamma, gedung departemen dalam negeri Kairo urusan kependudukan. Di situ kami mendapat view yang cukup bagus untuk bernarsis ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas jeprat-jepter di depan Mugamma, kami berjalan menuju Nil. Tak kusangka ternyata di sana begitu ramai. Pagar sepanjang Nil sampai tak kelihatan karena penuh kerumunan manusia. Oh, baru tau aku, ternyata masyarakat Mesir juga suka menghabiskan waktu lebaran untuk berlibur atau sekedar refreshing di sunagi Nil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Nil pukul 4 lebih sedikit. Ah, masih ada beberapa saat menanti senja di sana. Lalu kami berniat untuk naik perahu menyusuri Nil. Di atas perahu itulah nantinya kami akan kembali bernarsis ria, berpose tanpa dosa, tak menghiraukan keramaian sekeliling. Ah, masa bodoh, jika tak sekarang kapan lagi bisa foto-foto di Nil, siapa tau lain waktu sudah tak sempat lagi. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt; Senja datang. Matahari merah merona. Aku mengabadikan Kairo senja di sungai Nil yang penuh berkah. Kuambil potret matahari yang mulai tenggelam di bebalik bangunan tinggi menjulang. Langit yang petang semakin menjadikan nuansa kontras antara hitam, kuning dan kemerahan. Kami melanjutkan perjalanan menyusuri tepian Nil dengan jalan kaki. Di bawah payungan awan yang kehitam-hitaman, membentuk arsiran hitam putih di lembaran langit. Aku kembali bergumam syukur untuk kesempatan senja ini. Sungguh indah karya agung Tuhan; matahari, sungai Nil dan Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tak berhasil merealisasikan niat awal mengambil gambar-gambar darah, tapi Tuhan menggantinya dengan kesempatan mengambil potret senja di sungai Nil. Dan, sekali lagi hal ini lebih baik ketimbang aku hanya duduk bermalasan di kamar. Sebab dengan bergerak, kita akan mendapatkan sejuta hikmah yang luar biasa mahalnya. Lebih mahal dari sekedar uang transport. Lebih mahal dari sekedar biaya beli batrei kamera. “Dan sesungguhnya dalam setiap gerak akan ada barokahnya!”[]  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kampus biru Misykati; Senin, 8 Desember 2008. &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4906346050768805832?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4906346050768805832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4906346050768805832' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4906346050768805832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4906346050768805832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/12/cathar-edisi-idul-qurban-part-1.html' title='Cathar Edisi Idul Qurban (part 1)'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SUQ1BFarlrI/AAAAAAAAAks/icbbC8ZUNEA/s72-c/Nil+senja+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4658081360680058328</id><published>2008-12-08T00:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T00:41:08.544-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Bersedekah untuk Akhirat</title><content type='html'>Oleh: Mohammad Luthfi al-Anshori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tatkala seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah (pahala) seluruh amalnya kecuali tiga perkara; sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendo’akan (orang tua)nya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui hadits di atas, Rasulullah menginformasikan kepada kita, bahwa ternyata ada beberapa amalan manusia di dunia, yang ketika ia telah mati pahalanya masih terus mengalir selamanya. Di antara amalan itu adalah sedekah, yang mana ia bersifat lebih umum dibandingkan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kalangan beranggapan bahwa kewajiban seorang muslim terhadap hartanya hanya terbatas pada penunaian zakat saja. Setelah menunaikan zakat, tuntaslah kewajibannya atas harta yang dimiliki. Padahal, di samping zakat, ada juga perintah agama tentang anjuran bersedekah. Yang mana, sedekah mempunyai dimensi yang lebih luas, yaitu memberikan bantuan berupa apa saja kepada setiap yang membutuhkan. Dan, sedekah bisa dilakukan kapan saja, tak harus menunggu momen tertentu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah, Islam sangat menganjurkan kepada umatnya agar senantiasa bersedekah. Di samping dalam rangka membantu sesama guna meringankan beban, pahala sedekah juga mengalir terus hingga Hari Perhitungan (hisâb). Bersedekah adalah bekal hidup di akhirat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, benarkah bersedekah selalu identik dengan pemberian sesuatu kepada seseorang? Jika demikian, berarti orang miskin tak punya kesempatan untuk bersedekah? Pertanyaan dan ungkapan seperti ini konon pernah juga dirasakan oleh para sahabat Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu seperti yang dikisahkan oleh Abu Dzar, bahwa sekelompok sahabat Nabi pernah bertanya: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya itu pergi dengan membawa gaji yang banyak. Padahal mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami juga mengerjakannya, mereka berpuasa sebagaimana kami juga berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka!?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah menjawab: “Tidakkah Allah juga telah menjadikan apa yang kalian miliki untuk kalian sedekahkan? Sesungguhnya setiap kalimat tasbîh yang kalian ucapkan adalah sedekah, setiap takbîr adalah sedekah, setiap tahmîd adalah sedekah, setiap tahlîl adalah sedekah, setiap amar ma’ruf kalian adalah sedekah, setiap nahi munkar adalah sedekah dan setiap kalian mendatangi istri-istri kalian (jimâ’) adalah sedekah!” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa menyingkirkan duri dari jalanan pun dihitung sedekah (HR. Bukhari dan Muslim). Dan, masih banyak lagi dimensi-dimensi sedekah yang bisa ditempuh oleh siapa saja, baik si kaya maupun si miskin, tak pandang buluh. Demikianlah, betapa besar kasih sayang Tuhan kepada manusia, sehingga Dia menyediakan fasilitas yang begitu mudah untuk bersedekah, sebagai investasi setelah mati.[]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4658081360680058328?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4658081360680058328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4658081360680058328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4658081360680058328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4658081360680058328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/12/bersedekah-untuk-akhirat.html' title='Bersedekah untuk Akhirat'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-8982834032221487334</id><published>2008-12-04T22:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T22:14:14.965-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Air Mata Bayi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/STjGo4BURvI/AAAAAAAAAkc/XCUHjUTXtdA/s1600-h/bayi-nangis.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/STjGo4BURvI/AAAAAAAAAkc/XCUHjUTXtdA/s200/bayi-nangis.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276185368999511794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Titah hidup tidaklah mudah&lt;br /&gt;sebab dalam kefanaan&lt;br /&gt;hingar bingar kesemuan&lt;br /&gt;mengaburkan pandangan&lt;br /&gt;menyilaukan&lt;br /&gt;samar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menangislah bayibayi&lt;br /&gt;ketika difonis hidup&lt;br /&gt;menghirup bau bangkai dunia&lt;br /&gt;dan aku tak pernah melihat ataupun mendengar&lt;br /&gt;seorang bayi tertawa&lt;br /&gt;ketika berhijrah dari gua garba&lt;br /&gt;menuju semesta fatamorgana!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun manusia dititipi lupa!&lt;br /&gt;Fitrah murni suci yang ia rasakan kala itu&lt;br /&gt;akan diuji oleh waktu.&lt;br /&gt;Masihkah tangis yang pecah &lt;br /&gt;akan selalu singgah di sebongkah darah&lt;br /&gt;membekas, mengilhami&lt;br /&gt;dalam perjalanan membawa nyawa&lt;br /&gt;hingga tutup usia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menyimpan air mata&lt;br /&gt;dalam sepanjang tempuhan raga&lt;br /&gt;lalu menetes di sudutsudut muka&lt;br /&gt;membasuh gersang jiwa&lt;br /&gt;maka hiduplah mereka,&lt;br /&gt;meski dunia memenjara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang miskin air mata&lt;br /&gt;oleh sebongkah kecongkakan &lt;br /&gt;membeku,&lt;br /&gt;membatu,&lt;br /&gt;mengunci mata hati  &lt;br /&gt;maka matilah mereka&lt;br /&gt;meski dunia bak gelanggang kebebasan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin sekali &lt;br /&gt;meneteskan air mata bayi&lt;br /&gt;kesekian kali&lt;br /&gt;berkali-kali&lt;br /&gt;sebentuk tangisan&lt;br /&gt;ekspresi kesadaran &lt;br /&gt;akan beban dunia&lt;br /&gt;hingga kubernafas penuh makna&lt;br /&gt;hidup sebagai HAMBA![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo malam, 4 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-8982834032221487334?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/8982834032221487334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=8982834032221487334' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8982834032221487334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8982834032221487334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/12/air-mata-bayi.html' title='Air Mata Bayi'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/STjGo4BURvI/AAAAAAAAAkc/XCUHjUTXtdA/s72-c/bayi-nangis.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4213910418948018279</id><published>2008-12-04T05:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T05:23:39.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Nabi dan Yatim Piatu</title><content type='html'>Oleh: Mohammad Luthfi al-Anshori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang yatim piatu, kita tentu teringat akan baginda nabi Muhammad SAW. Sejak masih di dalam kandungan beliau sudah menerima takdir sebagai yatim. Lalu ketika berusia 6 tahun ia genap menjadi yatim piatu. Namun, bukan berarti lantaran hal tersebut sang Nabi menjadi lemah. Justru sebaliknya, ia menjadi pribadi yang kuat nan kokoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: “Bukankah Dia (Allah) mendapatimu (Muhammad) dalam keadaan yatim, lalu Dia melindungi(mu)” (QS. Al-Dluhâ [93]: 6). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung, ayat di atas adalah jaminan dari Allah SWT terhadap kehidupan Nabi. Meskipun tak ada figur ayah dan ibu yang mengasuhnya, namun justru Allah sendirilah yang secara langsung membimbing dan mengarahkannya. Adakah seorang pembimbing yang lebih baik dari Allah! “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang tersesat, lalu Dia memberikan petunjuk” (QS. Al-Dluhâ [93]: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah rahasia di balik skenario Tuhan yang menjadikan Nabi yatim piatu? Di antaranya adalah untuk memberi contoh kepada segenap manusia, bahwa seseorang yang berstatus yatim piatu sekalipun pantang menyerah dan berputus asa. Jika ada yang mengatakan bahwa yatim piatu, miskin dan hidup serba kekurangan adalah penghalang bagi seseorang untuk dapat mencapai derajat tertinggi, maka Nabi Muhammad adalah bukti bahwa pendapat itu salah. Bukankah pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik! (QS. Al-Ahzâb [33]: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yatim piatu sesungguhnya merupakan ujian berat dari Allah terhadap para hamba-Nya. Jika bisa bersabar dan mampu berjiwa besar, ia akan naik derajat di sisi-Nya. Sehingga, terhadap orang-orang yang tidak yatim piatu, Allah mewanti-wanti agar tidak menghina ataupun menindas mereka. “Maka terhadap anak yatim janganlah engkau bertindak sewenang-wenang” (QS. Al-Dluhâ [93]: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Allah SWT memerintahkan kepada setiap manusia agar menyantuni anak yatim serta fakir miskin (QS. Al-Balad [90]: 13-16). Begitu juga Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya, aku dan penyantun anak yatim berada di surga seperti ini! (Rasulullah kemudian -memberikan isyarat dengan- menunjukkan jari tengah dan jari telunjuknya) (HR. Sahl bin Sa’d dalam Shahih Bukhari). Dari hadits ini kita dapat membayangkan betapa dekat posisi Nabi dan para penyantun anak yatim kelak di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, dari uraian di atas sekurangnya kita bisa memetik 3 poin penting. Pertama, senantiasa meneladani Rasulullah dalam segala aspek kehidupan. Kedua, seandainya kita ditakdirkan sebagai yatim harus senantiasa sabar, tawakkal dan terus berjuang menuju titik kemuliaan. Ketiga, para penyantun anak yatim akan mendapatkan surga dan berada dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Wallâhu a’lam![]     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4213910418948018279?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4213910418948018279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4213910418948018279' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4213910418948018279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4213910418948018279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/12/nabi-dan-yatim-piatu.html' title='Nabi dan Yatim Piatu'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4112019656395119473</id><published>2008-12-02T22:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T22:51:29.927-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Malammalam Pertarungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/STYqeuWtgII/AAAAAAAAAkU/YnDi9rIuDnY/s1600-h/isra-mikraj.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/STYqeuWtgII/AAAAAAAAAkU/YnDi9rIuDnY/s200/isra-mikraj.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275450720838844546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di malammalam dingin &lt;br /&gt;aku mencoba memanasmanaskan &lt;br /&gt;menggosokgosok otakku dengan bebukuan&lt;br /&gt;bacaanbacaan beradu berjejalan&lt;br /&gt;yang satu ingin segera masuk&lt;br /&gt;yang lain tertimbun&lt;br /&gt;dan lainnya lagi melarikan diri&lt;br /&gt;ah tak mengapa &lt;br /&gt;aku sengaja&lt;br /&gt;agar tak gigil&lt;br /&gt;memanggil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun malam pekat beku mengusik&lt;br /&gt;kugesekgesekkan nalar hati nurani&lt;br /&gt;berbenturan bertabrakan&lt;br /&gt;menghasilkan percikpercik kekuningan&lt;br /&gt;aku tampung &lt;br /&gt;aku sekat&lt;br /&gt;dalam ruang segi empat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih belum cukup&lt;br /&gt;aku kobarkan perapian&lt;br /&gt;kutumpuk konflikkonflik&lt;br /&gt;segenap gundah resah gelisah&lt;br /&gt;kemiskinanku yang tak jemu&lt;br /&gt;menghampiri di setiap waktu&lt;br /&gt;kukotakkotak&lt;br /&gt;kugaris &lt;br /&gt;kupanah&lt;br /&gt;kupilah mana yang mudah&lt;br /&gt;mana yang susah&lt;br /&gt;lalu kuguyurlah semua&lt;br /&gt;dengan minyak semangat hidup&lt;br /&gt;aku tak ingin segera mati&lt;br /&gt;menjadi salju atau abu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar gelap&lt;br /&gt;pun di jalanjalan perumahan&lt;br /&gt;bak setapak hutan yang suram&lt;br /&gt;lampulampu dimatikan&lt;br /&gt;sengaja dipadamkan&lt;br /&gt;agar tak nampak melakukan kejahatan&lt;br /&gt;gelap dipilih&lt;br /&gt;untuk memperoleh makan&lt;br /&gt;hasil rampokan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung kupunya sekotak ruang&lt;br /&gt;kudiami di malammalam&lt;br /&gt;menghindari perampokan&lt;br /&gt;mengumpulkan percikanpercikan tarang&lt;br /&gt;hasil gesekangesekan bebukuan, bacaan&lt;br /&gt;hingga konflik kemiskinan yang selalu kubanggakan&lt;br /&gt;Ah.. di kamarku malammalam terang&lt;br /&gt;meski penuh kesumpekan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kairo pagi, 3 Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4112019656395119473?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4112019656395119473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4112019656395119473' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4112019656395119473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4112019656395119473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/12/malammalam-pertarungan.html' title='Malammalam Pertarungan'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/STYqeuWtgII/AAAAAAAAAkU/YnDi9rIuDnY/s72-c/isra-mikraj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1557952258100785470</id><published>2008-12-01T16:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T16:39:47.196-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Atas Nama Pengorbanan?</title><content type='html'>Kubayangkan berkorban sebagai keharusan,&lt;br /&gt;pengorbanan adalah pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi,&lt;br /&gt;Kulihat manusia hambur&lt;br /&gt;lari takut gugur&lt;br /&gt;disergap rasa banci&lt;br /&gt;ingin melarikan diri&lt;br /&gt;lalu,&lt;br /&gt;berfikir makmur sendiri&lt;br /&gt;urusanmu, urusanmu!&lt;br /&gt;urusanku, urusanku!&lt;br /&gt;aku berkorban untuk diriku&lt;br /&gt;bukan untukmu, atau mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara,&lt;br /&gt;yang lain tertindas&lt;br /&gt;memperjuangkan nasib tak jelas&lt;br /&gt;dan,&lt;br /&gt;negara kerontang&lt;br /&gt;gizinya diserap serakah&lt;br /&gt;para benalu bermuka ramah,&lt;br /&gt;pengecut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika tak ada yang mau berkorban,&lt;br /&gt;bersiaplah menunggu giliran untuk dikorbankan,&lt;br /&gt;entah oleh apa atau siapa,&lt;br /&gt;menjadi korban dari penghianatan berseragam!?[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kairo, 2 Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_Didedikasikan untuk setiap yang masih mau berkorban demi sesama! &lt;br /&gt;_Sekaligus sindiran bagi yang ingin menang sendiri, menduduki kursi-kursi empuk, sementara sesamanya tidur di atas kardus!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1557952258100785470?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1557952258100785470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1557952258100785470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1557952258100785470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1557952258100785470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/12/atas-nama-pengorbanan.html' title='Atas Nama Pengorbanan?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-8508829621271816435</id><published>2008-11-26T20:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T21:06:33.588-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ling-Lung!</title><content type='html'>kemarin&lt;br /&gt;baru saja aku melihat&lt;br /&gt;mahluk putih berpetuah&lt;br /&gt;kepalaku manggut-manggut;&lt;br /&gt;simbol sepakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu hari ini &lt;br /&gt;tak ada lagi yang kulihat&lt;br /&gt;hitam pekat&lt;br /&gt;kepalaku geleng-geleng;&lt;br /&gt;aku kembali tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan, esok&lt;br /&gt;aku tak tau,&lt;br /&gt;kemana lagi kepalaku akan bergerak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mataku, fikirku, hatiku&lt;br /&gt;berharap sosok-sosok putih&lt;br /&gt;pembawa madu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datanglah&lt;br /&gt;bicaralah&lt;br /&gt;sesering&lt;br /&gt;selalu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kairo, 27 November 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-8508829621271816435?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/8508829621271816435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=8508829621271816435' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8508829621271816435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8508829621271816435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/11/ling-lung.html' title='Ling-Lung!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-5759893797336690943</id><published>2008-11-25T01:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T01:17:32.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>LIBURAN ?</title><content type='html'>Suatu ketika aku membaca sebuah tulisan&lt;br /&gt;mengungkapkan kebahagiaan saat liburan,&lt;br /&gt;kenikmatan yang membebaskan&lt;br /&gt;untuk bercengkrama bersama alam&lt;br /&gt;tak lagi disekat tembok-tembok bangunan.&lt;br /&gt;Ya, di negeriku sekolah-sekolah jarang liburan,&lt;br /&gt;kalaupun ada liburan tak sampai berbulan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara di sini, &lt;br /&gt;di negeri yang saat ini kudiami&lt;br /&gt;liburan berbulan-bulan,&lt;br /&gt;dan ketika pintu-pintu perkuliahan sudah dibukakan&lt;br /&gt;aku masih terus liburan&lt;br /&gt;tak ada bedanya antara liburan dan tak liburan&lt;br /&gt;rasanya sama saja&lt;br /&gt;selalu membebaskan,&lt;br /&gt;aku bebas berkeliaran bersama alam,&lt;br /&gt;atau hanya berdiam&lt;br /&gt;sambil membaca tulisan-tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku sedikit liburan,&lt;br /&gt;masuk sekolah setiap pagi hingga petang,&lt;br /&gt;namun kenapa masih banyak kebodohan??&lt;br /&gt;Mungkin karena orang sepertiku selalu liburan!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kairo, 25 November 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-5759893797336690943?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/5759893797336690943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=5759893797336690943' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5759893797336690943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5759893797336690943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/11/liburan.html' title='LIBURAN ?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-8625249917788027193</id><published>2008-11-22T03:06:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T21:07:17.097-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Angka Takdir</title><content type='html'>Dahulu aku menganggap angka-angka&lt;br /&gt;adalah simbol belaka.&lt;br /&gt;Kemudian aku berpindah anggapan&lt;br /&gt;ketika angka melambangkan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka 15,&lt;br /&gt;nomer absenku ketika kelas 3 SMA&lt;br /&gt;aku anggap keramat karena cinta.&lt;br /&gt;Ya, sebab di kelas sebelah&lt;br /&gt;ada seorang siswi bernomor absen sama,&lt;br /&gt;aku mengaguminya, &lt;br /&gt;sebatas pemuja rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saatnya tiba,&lt;br /&gt;aku benar percaya&lt;br /&gt;angka-angka takdir&lt;br /&gt;bertebaran di semak-belukar dunia&lt;br /&gt;mencari siapa saja&lt;br /&gt;memberi sial, atau bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 22 November 2008&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-8625249917788027193?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/8625249917788027193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=8625249917788027193' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8625249917788027193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8625249917788027193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/11/angka-15.html' title='Angka Takdir'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-7076153612023231226</id><published>2008-11-17T02:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T02:57:48.369-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mushaf-Mushaf Berdebu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SSFMWMM4KWI/AAAAAAAAAjU/RJbg8uKnMYs/s1600-h/quran-old.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SSFMWMM4KWI/AAAAAAAAAjU/RJbg8uKnMYs/s200/quran-old.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269576983116261730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(1)&lt;br /&gt;Di negeri pasir&lt;br /&gt;angin sering berdesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri gurun&lt;br /&gt;hujan jarang turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena angin mendesir&lt;br /&gt;dan hujang mengering,&lt;br /&gt;pasir-pasir hambur,&lt;br /&gt;lembut dan tipis serupa debu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di negeri para nabi&lt;br /&gt;isi-isi Mushaf dihafal,&lt;br /&gt;dibaca di mana saja,&lt;br /&gt;di bis-bis, angkutan kota, hingga kereta tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di kamarku&lt;br /&gt;di sebuah flat sederhana negeri menara seribu&lt;br /&gt;kujumpai Mushaf-Mushaf berdebu&lt;br /&gt;menatapku sinis, membuatku malu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau tak menyentuhku? Apalagi membacaku!"[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 16 November 2008&lt;br /&gt;.............................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;Aku melihat kaum Muslim bertengkar&lt;br /&gt;bukan gara-gara harta maupun tahta&lt;br /&gt;mereka berselisih tentang sumber agama&lt;br /&gt;satu sisi al-Qur'an dibela sekaligus dipuja&lt;br /&gt;di sisi lain ada yang meragukan keasliannya&lt;br /&gt;namun anehnya, mereka tak mendekat,&lt;br /&gt;tak menyelam, justru memilih berdiri di luar&lt;br /&gt;di sebuah tempat yang mereka elukan &lt;br /&gt;sebagai titik obyektivitas &lt;br /&gt;karena dengan demikian mereka baru bisa berfikir jernih&lt;br /&gt;aman dari tendensi kiri dan kanan.&lt;br /&gt;mereka berlomba mencari titik kelemahan&lt;br /&gt;mencibir agamanya sendiri&lt;br /&gt;sementara Mushaf-Mushaf yang mereka beli,&lt;br /&gt;hanya menjadi pajangan kebanggaan&lt;br /&gt;yang lambat laun akan usang&lt;br /&gt;dimakan debu yang garang.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 17 November 2008.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-7076153612023231226?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/7076153612023231226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=7076153612023231226' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7076153612023231226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7076153612023231226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/11/mushaf-mushaf-berdebu.html' title='Mushaf-Mushaf Berdebu'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SSFMWMM4KWI/AAAAAAAAAjU/RJbg8uKnMYs/s72-c/quran-old.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4539543685648176362</id><published>2008-11-16T13:54:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T14:06:27.845-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>RITUAL PECINTA GAGAL ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SSCZS1aURdI/AAAAAAAAAjM/WimE14OLlhY/s1600-h/Broken_heart_by_fabu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SSCZS1aURdI/AAAAAAAAAjM/WimE14OLlhY/s200/Broken_heart_by_fabu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269380112877635026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah dua minggu lebih aku menjalani ritual ini. Sebuah ritual yang kujalani sendiri, diam-diam, tak diketahui orang lain di sekelilingku. Aku memang tak mau mereka tahu. Aku tak mau mereka tahu kalo aku sedang sedih. Sebab jika mereka tahu aku sedih mereka juga akan turut bersedih, minimal mereka tak nyaman menyaksikanku yang sedang terpuruk. Aku baru benar-benar merasakan bahwa kekuatan cinta tak hanya berpotensi membangun, tapi juga menghancurkan. Jika selama kurang lebih 3 tahun aku merasakan kekuatan cinta yang membangun, menopang dan menguatkan, kini aku merasakan cinta berbalik menyerang, mendobrak dan menghancurkanku berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya aku berdalih bahwa ritual semacam ini bersifat normal. Yaitu sebagaimana yang dialami banyak orang ketika sedang patah hati. Oleh sebab itu, lagi-lagi waktu dua minggu ini aku tempuh dalam keadaan gontai. Jalanku tak tentu arah, bagai orang linglung, meskipun linglungku ini tak separah linglung seorang temanku ketika diputus oleh pacarnya. Namun secara jujur aku mengakui dan menyadari bahwa dalam tenggat waktu dua minggu ini ada perubahan psikis dalam diriku. Semacam rasa marah, rasa tak terima, meskipun pada waktu yang sama ada suara lain yang membisiku untuk bersikap dewasa dan menerima realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan, terus berjalan tanpa henti. Aku masih belum tegak. Masih gontai, meskipun sedikit demi sedikit aku mencoba berdiri, menatap mentari yang selalu tersenyum di pagi hari. Membuatku malu. Mendorongku tuk terus berpacu. Aku tak boleh kalah hanya karena “cinta”. Oh, fikirku terus menerobos ke alam-alam yang masih begitu asing, mencoba mencari jawaban dan ketetapan. Siapa tahu hatiku bisa memperoleh tenang, menerima segala coba’an dengan segenap keridho’an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali aku menangis, memang. Hanya dalam hati, tak sampai menitikkan air mata. Aku malu. Terutama pada Tuhanku. Sebab ketika berdosa saja aku tak menangis, bagaimana hanya karena cinta aku menangis. Memalukan! Aku mengutuki diriku sendiri. Mungkin dengan cara seperti ini aku bisa tersadar dan segera kembali ke alam yang terang. Ya, aku harus segera keluar dari kubangan ini. Sebuah lembah suram yang kubuat sendiri. Aku harus kembali berdiri, berlari mengejar mimpi. Mimpiku, mimpi kedua orang tuaku, mimpi kakek-nenekku, mimpi saudara-saudaraku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu akupun tersadar, bahwa menyembah sesuatu yang sementara pasti umurnya juga sementara. Akupun tersadar, bahwa cinta yang hakiki adalah cinta Sang Maha Pecinta. Ialah Tuhan yang akan selalu menerima cinta hamba-Nya dengan balasan cinta pula. Berbeda dengan manusia, yang tak jarang membalas cinta dengan benci, membalas sayang dengan ancaman dan membalas ketulusan dengan tuduhan. Aku menjadi semakin yakin, bahwa konsekuensi dari kesementaraan adalah kefanaan. Maka jika kita terlalu mementingkan dan memuja hal-hal yang sementara, niscaya ia hanya bersifat sementara. Ah, cinta manusia, bukankah itu hanya sementara? Akupun belum tahu, masihkah rasa cinta manusia di dunia kepada sesamanya akan terus terbawa hingga ke sorga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, aku hanya bisa berdo’a sembari berniat, semoga ke depan aku tak lagi tersesat di lorong cinta. Semoga aku bisa menjadikan episode ini sebagai pelajaran terbaik guna meretas hari esok. Semoga aku mampu menjalani hidup ini dengan cinta dan kasih sayang. Aku tak akan kapok untuk jatuh cinta lagi, dan aku tak akan takut terjatuh kembali. Sebab semuanya hanya misteri ilahi yang harus dijalani. Namun, semoga aku tak mengalami patah hati lagi. Sebab rasanya sakit tak terperi. Meski itu akan hilang bersama hari, namun bekas lukanya akan tetap ada. Walau sudah kering.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cairo, Awal Musim Dingin, 16 November 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4539543685648176362?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4539543685648176362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4539543685648176362' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4539543685648176362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4539543685648176362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/11/ritual-pecinta-gagal.html' title='RITUAL PECINTA GAGAL ?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SSCZS1aURdI/AAAAAAAAAjM/WimE14OLlhY/s72-c/Broken_heart_by_fabu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2520382048340845080</id><published>2008-10-31T18:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T18:27:17.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Engkaukah Sang Musim, Potret Pilu Hatiku?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SQuuvElqstI/AAAAAAAAAjE/f_R4DnfEPzU/s1600-h/myheartbleedsforyou.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SQuuvElqstI/AAAAAAAAAjE/f_R4DnfEPzU/s200/myheartbleedsforyou.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263492713221370578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, jika kugambarkan iklim di Mesir dalam setahun ini (akhir 2007-sekarang), bisa kuungkapkan dalam beberapa kalimat berikut: musim dingin berlalu di Januari, konon dingin sekali -&gt; dilanjutkan musim semi yang tak kunjung bersemi -&gt; lalu segera diterjang panas, garang sekali, di akhir Mei-Juni -&gt; Muncullah musim gugur, di mana bunga-bunga layu, dedaunan berjatuhan, berserakan di sepanjang September-Oktober -&gt; Lalu datanglah kembali musim dingin, yaitu kali ini, di awal November, belum begitu beku, namun aura hening, gelap dan pekat sering menyergap bumi. Dan dalam kegelapan, segala yang buruk mulai terjadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan perjalanan iklim setahun ini, aku seakan mendapati diriku dalam ketidak-nyamanan. Bagaimana tidak? Coba sekarang aku analogikan kondisi diriku dengan kondisi iklim di atas...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pada puncak musim dingin yang lalu, tepatnya di sepanjang bulan Desember-Januari yang notabenenya adalah waktu-waktu ujian termin pertama, justru angka kejahatan meningkat. Parahnya, kebanyakan korban adalah dari kalangan mahasiswa asing, khususnya Indonesia. Nah, dalam situasi seperti ini, tentunya kondisi psikologis kita sedikit banyak terganggu, sehingga kurang bisa maksimal dalam belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ketika musim semi semestinya datang, namun pada kenyataannya ia tak kunjung datang. Tak ada bebungaan yang bermekaran di pinggiran jalan. Bahkan, pohon yang ada di belakang flat tempatku tinggal tak kunjung berbunga. Padahal biasanya setiap tahun ia selalu memunculkan bunga di pucuk-pucuk rantingnya. Perasaan tak nyamanku karena aku merasa malu pada adik-adik kelasku. Sebab ketika masih di musim semi, aku bercerita kepada mereka menggambarkan suasana musim semi yang asri. Namun pada kenyataannya, ceritaku itu tidak terbukti. Biasa saja, tak ada yang istimewa di musim semi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, tak munculnya bebungaan di musim semi tenyata juga mengisyaratkan kondisi hatiku yang tak jua mekar. Seakan ia kehilangan gairah, meskipun tidak secara total, namun setidaknya ia menjadi lemah. Ada sepercik cahaya yang hilang darinya. Cinta! kemanakah ia??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tatkala musim panas dengan begitu garang menindas musim semi, akupun bagai musim semi yang tertindas itu. Seharusnya aku bersemi setelah usai masa ujian termin pertama, namun kenyataannya hatiku ditindas perasaan tak berdaya. Menghadapi ganasnya cinta yang menyiksa. Aku dihujam panas yang mendera. Seakan hatiku menganga seperti tanah di negeriku kala diterkam kemarau. Aku terbakar, oleh sebuncah amarah, egoisme buta, perasaan tidak menerima, akan semua episode yang harus kujalani kala itu. Oh, dosa apa wahai cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan keempat, hadir musim gugur yang disambut kembali oleh dingin yang sekat. Kali ini hatiku benar-benar gugur. Setidaknya untuk saat ini, tatkala kudengar, bahwa sepercik cahaya cinta benar-benar telah meninggalkanku. Di sini, aku tersekat dalam sunyi, berkawan dedaunan kering yang berjatuhan ke bumi. Entah aku hanya akan hilang diterpa angin, melayang, terombang-ambing hingga akhirnya lenyap, atau aku akan terpendam di perut bumi? Menjadi pupuk yang kan menumbuhkan tunas baru nan subur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arrrghhh... aku sedang tak ingin memikirkan bagaimana aku nanti! Yang jelas sementara ini aku ingin menikmati sepi, dalam penderitaan hati yang kubuat sendiri. Yaitu ketika mendengar suara bidadari, sama saja menyiram garam dalam luka hati. Sebab itu semua hanya mimpi, dan bidadari itu kini telah pergi dari alam mimpiku. Ia hanya akan menjadi mimpi. Indah, namun kemudian meninggalkan perih di hati. Perih seperti tawa yang menyimpan tangis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini musim dingin semakin bertahta. Sebagaimana tahun sebelumnya, kejahatan demi kejahatan kembali terjadi. Gelap, pekat dan sekat. Ada yang jahat, ada yang laknat, ada yang tersekat. Aku, kamu dan mereka tersekat dalam bilik-bilik flat. Takut menghadapi senyap, ngeri menerobos gelap! Ada orang-orang gelap yang siap merampas hak kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, di musim dingin ini, air mataku tak padat maupun beku. Justru ia sering meleleh keluar meninggalkan kelopak. Aku tak tahu. Mungkin ia keluar mengiring kepergian cinta yang kupuja. Mungkin ia meleleh bersama perpindahan bidadari ke alam mimpi lain. Atau justru ia menjelma ke alam nyata, sebagai bidadari lain, yang kan menghiburku di kala duka. Ah,... rasanya tak mungkin. Sejak kapan air mata menjelma bidadari? yang ada ia justru dititah menjadi magma!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai,...&lt;br /&gt;engkaukah sang musim,&lt;br /&gt;yang begitu setia menemani perjalananku; dalam dinginmu aku tersekat beku, dalam semimu yang tak bersemi aku mulai layu, dalam panasmu aku terbakar lebur, dalam gugurmu akupun bak dedaunan berjatuhan dan dalam dinginmu lagi aku semakin pilu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk segenap rasa itu,&lt;br /&gt;aku pasrahkan kembali kepada-Mu,&lt;br /&gt;juga kepada musim tahun ini,&lt;br /&gt;semoga yang dingin tak menyebabkan beku, yang semi betul-betul bersemi, yang panas tak membakar ganas, yang gugur satu kan tumbuh tunas seribu dan yang dingin tak lagi menyebabkan pilu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kairo, 1 November 2008, at: 2.45, dini hari yang sendu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2520382048340845080?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2520382048340845080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2520382048340845080' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2520382048340845080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2520382048340845080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/10/engkaukah-sang-musim-potret-pilu-hatiku.html' title='Engkaukah Sang Musim, Potret Pilu Hatiku?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SQuuvElqstI/AAAAAAAAAjE/f_R4DnfEPzU/s72-c/myheartbleedsforyou.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-5729216387963768145</id><published>2008-10-25T12:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-25T14:09:38.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Senandung Gerimis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SQN1lCHPZrI/AAAAAAAAAi8/CedCSU1ryU4/s1600-h/Hard_rain_by_gilad.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SQN1lCHPZrI/AAAAAAAAAi8/CedCSU1ryU4/s200/Hard_rain_by_gilad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261178068781721266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kala Hujan Mengisahkan Kerinduan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cathar: Jum’at, 24 Oktober 2008/24 Syawal 1429&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Bawwabah 2, Pukul 10.00 CLT.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku terbangun ketika ponselku berdering. Aku amati layarnya, yang tertangkap olehku adalah nomer baru yang asing. Tak berpikir panjang, langsung kuangkat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo!”&lt;br /&gt;“Halo!”&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…”&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam…”&lt;br /&gt;“Dik, ini saya mau kirim uangnya tapi saya masih ragu nama adik pake ‘o’ atau ‘u’, soalnya takut salah, nanti tidak bisa diambil!?”&lt;br /&gt;“Oh, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pake&lt;/span&gt; ‘o’ Mbak, Mohammad!”&lt;br /&gt;“Baik, terimakasih! Wassalam…”&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Percakapan via telpon yang singkat. Antara aku dan Mbak Hartati yang ada di Yunani. Selanjutnya aku menuju kamar mandi dan cuci muka. Aku kembali ke kamar tempat aku tidur tadi, Studio NUR Radio Mesir, lalu kuhampiri komputer yang sudah hidup. Aku membuka YM dan Email. Kubaca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;offline message&lt;/span&gt; yang masuk dan beberapa postingan di Millist. Lalu datang seorang teman, namanya Adon. Dia bertanya bagaimana memasang radar untuk mendeteksi lokasi pengunjung di blog. Aku mencoba membantunya semampuku. Tak terasa sudah setengah dua belas. Itu tandanya Sholat Jum’at segera dimulai. Aku minta izin untuk pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Musallats, Pukul 11.45 CLT.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meskipun jarak antara Studio NUR Radio dan rumahku tak begitu jauh, namun jalanan yang akan kulalui pasti macet. Sebab setiap hari Jum’at ada pasar mobil yang selalu menyebabkan kemacetan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah aku mendapati sepi. Kawan-kawan telah pergi ke masjid. Masih ada 3 kawan yang tersisa, namun mereka juga telah siap untuk berangkat. Ternyata tidak, hanya 2 orang yang benar-benar berangkat. Sementara yang satu masih berada di rumah, dia Makhasin. Mungkin karena dia sedang sakit, sehingga memilih mendengarkan khutbah dari kamar, karena jarak rumah dengan masjid cukup dekat. Dia memang perlu banyak istirahat. Entah ia sedang sakit apa(?), yang jelas dia terpuruk dan meringkuk tak begitu berdaya seperti biasanya. Ketika itu tinggal kita berdua yang tersisa di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak aku terbangun tadi, aku memang telah merasakan cuaca hari ini yang mendung. Langit gelap. Terbukti, beberapa saat setelah aku sampai di rumah, gerimispun berjatuhan dari langit kelam. Spontan bibirku tersenyum gembira, hatiku bahagia, entah kenapa? Aku sedikit berteriak kepada Makhasin, “Sin, Hujan, Sin! Jarang-jarang kita menemui hujan di sini!”. Sementara Makhasin tak menunjukkan respon yang seimbang. Aku maklumi, dia lagi sakit. “Eh, bukannya di jemuran ada baju?! Aku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ambilin&lt;/span&gt; ah, kasihan nanti kalo habis dijemur dan hampir kering tapi basah lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian gerimispun reda. Aku masih di rumah menemani Makhasin yang ragu apakah dia akan berangkat ke Masjid atau tidak, mengingat kesehatannya yang kurang baik. Hingga melewati khutbah kedua, dan akhirnya ia memutuskan dan memberanikan diri untuk berangkat. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bismillah, La Haula…!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Musallats, Pukul 13.00 CLT.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sholat Jum’at usai dan gerimis makin reda. Bahkan bertambah menit, matahari kembali menampakkan sinarnya. Dunia kembali terang, bahkan aku merasakan kembali hawa panasnya. Tak hanya itu, udarapun terasa pengap akibat gerimis yang turun tak seberapa, sehingga ia justru hanya menerbangkan debu yang sebelumnya bertumpuk tebal di atas jejalanan, menyatu dengan udara. Itulah pula yang dikeluhkan Makhasin ketika kami berjalan pulang dari Masjid. “Ah, aku ngerasa nggak enak dengan udaranya. Kalo cuma gerimis justru jadi pengap dan bikin sesak dada!” katanya mengeluhkan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah aku mendapati Ajib yang sedang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Chatting &lt;/span&gt;menggunakan komputerku. Ia selesai sholat Jum’at lebih dulu, sebab ia mimilih masjid yang satunya lagi, lebih cepat. Aku biarkan ia sembari menyantap &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tho’miyah bil Beidh&lt;/span&gt; yang dibeli Fandi. Katanya itu hadiah untukku sebagai imbalan jasa karena telah menyelamatkan bajunya dari rintikan gerimis. Setelah Ajib usai, aku segera menggunakan komputerku dan kubukalah YM. Tiba-tiba kawanku Ari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nge-buzz&lt;/span&gt;. Aku cukup kaget, lalu kutanyai dia: &lt;br /&gt;“Ada apa?”&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gak&lt;/span&gt; ada apa-apa!” jawabnya datar.&lt;br /&gt;“Tapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kok kayae&lt;/span&gt; ada hal penting gitu!?” selidikku.&lt;br /&gt;“hehe,… pokoknya hari ini aku lagi seneng banget. Biarlah orang mau bilang apa. Mau bilang aku seperti anak kecil juga terserah. Yang jelas hari ini aku bahagia!” &lt;br /&gt;“hem…” jawabku singkat, sambil berfikir ada apakah gerangan yang terjadi.&lt;br /&gt;“Eh, Thing,… keluar yuuk!” ajaknya.&lt;br /&gt;“Kemana?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Terserah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;deh&lt;/span&gt; kemana aja!” pasrahnya.&lt;br /&gt;“Heh, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; mau ahh… kemana dulu, tujuannya harus jelas!” desakku.&lt;br /&gt;“Udah deh, masalah kita mau kemana kita tentukan saja ntar, yang penting sekarang aku langsung turun dan menuju rumahmu!” jawabnya diplomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian Ari sampai ke rumahku. Aku tawarkan kepadanya gimana kalau pergi ke Abbas el-Akkad saja, menemaniku mengambil uang. Ternyata ia setuju karena kebetulan ia juga mau mengambil uang di ATM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Mutsallas, Pukul 14.00 CLT.]&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Sebelum pergi, aku menanyakan ke Ari apakah dia tau tempat kantor &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Western Union&lt;/span&gt; (WU), atau setidaknya tempat mana sajalah yang menyediakan layanan WU. Ari berinisiatif mencari alamat-alamat agen WU di Cairo melalui google. Setelah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;searching &lt;/span&gt;beberapa saat akhirnya ketemu juga. Ada beberapa lokasi, namun kita memilih yang lebih dekat, yaitu Abbas el-Akkad, sebagaimana yang sudah kuduga sebelumnya. Ternyata tepat sekali tadi aku mengajak Ari ke Abbas, karena ternyata salah satu agen WU memang bertempat di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pergi, Ari membuka sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Friendster&lt;/span&gt;, memberitahuku tentang profil dan foto seseorang yang ada di sana. Oh, aku cukup terhenyak, sebab yang ditunjukkannya adalah dia, pujaan hatinya. “Oh, akhirnya terobatilah sudah sedikit kerinduanmu padanya!” gumamku dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Ari akhirnya keluar rumah. Saat itu cuaca masih terlihat panas. Ari saja menggunakan kaos oblong lengan pendek biasa. Aku menggunakan kaos panjang rangkap kaos pendek. Meskipun panas, tapi aku takut masuk angin. Kami menuju halte yang terletak tidak jauh dari rumah. Menuggu bus sekitar 10 menit dan akhirnya datanglah. Kami naik bus dan ternyata ia tidak melaju melewati jalur sebagaimana mestinya karena takut terjebak macet. Tak apalah, yang penting bus yang kami tumpangi tidak melewatkan jalur yang kami tuju. Baru melaju beberapa saat, tatkala langit kembali terlihat suram, Ari pun mulai membuka pembicaraan. Ia bercerita tentang kebahagiaan yang ia rasakan pagi tadi karena seakan ia kembali mendapatkan harapan. Bagai tertimpa durian. Gersang yang sebelumnya ia rasakan, kini seakan bak diguyur air hujan, bukan hanya gerimis seperti yang baru saja terjadi. Harapan akan cintanya yang telah sekian lama terpendam, kini sedikit memperoleh cahaya terang, sebagaimana langit yang kembali cerah siang ini. Ia bercerita bahwa pagi tadi ia berjumpa dengannya, gadis impiannya, meskipun hanya via &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Chatting&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan, wajahnya tampak begitu berseri. Sungguh telah lama aku tak mendapatinya sebahagia hari ini. Akupun turut senang melihatnya bahagia, meskipun hatiku juga khawatir, akankah kebahagiaannya akan terus berlanjut. Ataukah ini hanya kebahagiaan sesaat. Ah, tapi tak apalah, toh dia juga menyadari hal itu, bahwa belum tentu kebahagiaannya itu akan terus berlanjut, tapi setidaknya, baginya, hari itu merupakan salah satu episode terindah dalam hidupnya. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama tak berkomunikasi satu sama lain, akhirnya pagi tadi ia menemukannya, meskipun hanya melalui alam maya. Tapi setidaknya ia puas karena bisa melihat wajahnya melalui &lt;span style="font-style:italic;"&gt;webcam&lt;/span&gt; dan bisa mendengar suaranya melalui &lt;span style="font-style:italic;"&gt;headset&lt;/span&gt;. Oh, kerinduannya terobati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ari betul-betul terlihat gembira. Hal itu terbukti ketika ia merespon perkataanku: “Wah, siang ini langit begitu gelap, debu dan sampah berhamburan ditiup angin berkawan debu. Udaranya juga semakin dingin!” dengan ungkapannya: “Ah,… mungkin hal itu disebabkan karena sang mentari saat ini berada di hatiku. Jadi meskipun dunia gelap, tapi hatiku terasa begitu terang. Dan meskipun angin begitu dingin nan liar, tapi aku tetap merasakan kehangatan dalam hatiku!” sahutnya melankolis. Aku semakin heran, anak ini jadi seperti anak kecil, atau bahkan seperti orang gila? Memang, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;power of love!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Abbas el-Akkad, 14.40 CLT.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 30 menit kemudian, ketika kami hampir sampai di tempat tujuan, hujan deras justru datang. Kami turun dari bus sambil berlari menuju pinggiran sebuah apartemen untuk berteduh. Di pinggiran apartemen itu kami kembali melanjutkan cerita sembari menunggu hujan reda. Kali ini memang lebih deras dan lama, tidak seperti tadi yang hanya gerimis dan singkat. Kami bercerita ke sana ke mari. Mengingat masa-masa di SMA. Apalagi aku, setiap kali hujan turun, aku seakan terseret ke masa lalu, mengingat sebuah kenangan manis bersama seseorang yang aku cintai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan sedikit reda, meskipun tak sepenuhnya, dan kami memutuskan melanjutkan perjalanan menuju ATM City Bank yang berada di seberang jalan. Konsekuensinya kami harus menyebrang, dalam kondisi jalan yang digenangi air dan lalu lalang mobil yang tak kunjung lengang. Ah, kami terjebak oleh genangan air. Rasanya seperti sedang tersesat di sebuah pulau kecil di kelilingi samudra. Jika nekat menyebrang, ada kemungkinan sepatu kami akan basah. Kami mencari alternatif jalan yang tidak digenangi air, namun syaratnya agak muter dan sedikit jauh. Tak apalah, yang penting aman. Namun ketika menyebrang dan sampai di tengah jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang dan seketika genangan air itu terpercik, membasahi sebagian sisi celana dan sepatuku. Ughh… rasanya ingin aku keluarkan kata umpatan kepada sopir mobil itu yang tak mau menyetir pelan. Sungguh tak berperasaan! Namun tak ada gunanya karena ia telah jauh. Sabar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami bergegas menuju ATM. Ari mesuk ke dalam mengambil uang dan aku menunggunya di luar sambil bertanya kepada satpam. “Permisi, numpang tanya, apakah anda tau di mana letak jalan Mohamed Husein Haikal?” Dia menggelengkan kepala lalu menanyakan petugas yang ada di Kantor City Bank. &lt;br /&gt;Petugas itu menghampiriku lalu aku bertanya kepadanya, “Aku mencari jalan Mohamed Husei Haikal!” &lt;br /&gt;“Oh, kamu tau rumah makan GAD yang ada di sisi jalan sebrang sana?” tanyanya. &lt;br /&gt;“Iya, saya tau!” jawabku berseri. &lt;br /&gt;“Nah, nanti sebelum GAD ada gang masuk, kamu masuki saja gang itu lalu belok kiri di tikungan pertama. Itulah jalan Mohamed Husein Haikal!” jelasnya mantab. &lt;br /&gt;“OK, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;syukron!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beres mengambil uang di ATM, kami bergegas menuju jalan Mohamed Husain Haikal sesuai petunjuk sang petugas. Ternyata ia benar, baru memasuki gang lalu belok kiri, lamat-lamat aku telah melihat lambang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Western Union&lt;/span&gt;, tempatku mengambil uang. Akhirnya sampailah kami di kantor WU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, sudah jam tiga lebih lima, Ri. Berarti sudah buka! Ada untungnya juga tadi hujan lalu kita berteduh, sehingga kita samapi di WU pas ketika ia telah buka!”&lt;br /&gt;“Iya, berarti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;emang&lt;/span&gt; ada baiknya juga!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamanya aku agak canggung. Namun dengan gaya sok mantab aku masuk ruangan sembari melirik kiri-kanan, mempelajari kondisi yang ada di sana. Oh,… untuk mengambil uang aku harus mengisi sebuah kertas khusus yang disediakan untuk pengambilan. Aku isikan data yang diminta, lalu aku sodorkan ke petugas. Tak lama kemudian, uang pun bisa cair. Alhamdulillah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua pergi meninggalkan kantor WU, kembali ke tempat semula di mana kami berteduh dari hujan. Di situ kami berunding, perihal mau melanjutkan perjalanan ke mana. Mengingat kondisi baju kami yang basah sehingga tidak nyaman, kami memutuskan untuk pulang saja. Dan, konsekuensinya kami harus kembali menyebrang dan menghindari genangan air sebagaimana yang kami lakukan tadi ketika hendak menuju ke kantor City Bank. Ah, semoga aku tidak terkena cipratan air hujan lagi akibat ditekan ban mobil yang melaju kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, jalanan sedikit sepi. Terutama sepi dari kendaraan angkutan umum. Kami berteduh di halte bus agar tidak kejatuhan rintikan hujan yang tinggal gerimis. Kami hanya berdua. Kemudian datang seorang pemuda Mesir, bergabung dengan kami untuk berteduh. Di halte itu, aku menulis sms untuk seseorang yang dahulu pernah menorehkan kenangan manis di hatiku tentang hujan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“hei, lg ngapain?km gak pnya plsa ya?aku lg kehujanan berdua nih sama Ari.Bertduh disebuah halte!”&lt;/span&gt; Kukirimkan. Tak langsung dijawab. Baru setelah aku menaiki sebuah angkot, ada sms balasan datang. Aku tersenyum, dan bahagia menyertai kami berdua sepanjang perjalanan.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kampus Biru-Kairo, 24 Oktober 2008 &lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-5729216387963768145?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/5729216387963768145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=5729216387963768145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5729216387963768145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5729216387963768145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/10/chatar-sabda.html' title='Senandung Gerimis'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SQN1lCHPZrI/AAAAAAAAAi8/CedCSU1ryU4/s72-c/Hard_rain_by_gilad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3536306466473396724</id><published>2008-10-09T03:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T03:47:06.661-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Karenamu, Sahabatku!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SO3fPb8fHwI/AAAAAAAAAh0/Ipv07ljxGK0/s1600-h/hold.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SO3fPb8fHwI/AAAAAAAAAh0/Ipv07ljxGK0/s200/hold.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255101796503723778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[Teruntuk ARa]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau saja aku bisa terbang,&lt;br /&gt;akan kuterbang ke negerimu tuk mengucap salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau aku bisa menghilang,&lt;br /&gt;akan kumenghilang saat ini juga dari negeriku mencarimu,&lt;br /&gt;tuk mengikat persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau saja aku seekor burung,&lt;br /&gt;akan kutemanimu setiap saat dengan kicauan-kicauan merdu,&lt;br /&gt;agar kau tak kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau aku serupa malaikat,&lt;br /&gt;Akan kuiring setiap langkahmu kemanapun kan menuju,&lt;br /&gt;melindungimu dari setiap iblis yang mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jikalau aku berada satu dimensi ruang dan waktu denganmu,&lt;br /&gt;tak hanya aku tuliskan puisi untukmu,&lt;br /&gt;namun kan kubacakan, &lt;br /&gt;kubisikkan lembut ke telingamu,&lt;br /&gt;sembari kuartikan satu persatu bait-baitnya,&lt;br /&gt;agar kau tak payah membacanya sendiri,&lt;br /&gt;mentadabburinya sendiri,&lt;br /&gt;mengartikannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kau tersenyum haru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, jika kau bertanya: &lt;br /&gt;kenapa harus jikalau?&lt;br /&gt;kenapa aku harus berandai seperti itu?&lt;br /&gt;Jawabku hanya satu:&lt;br /&gt;Karenamu sahabatku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, sahabat adalah instrumen Tuhan,&lt;br /&gt;yang menghibur dimana ada luka-luka hati,&lt;br /&gt;menebar keyakinan dimana ada keraguan, &lt;br /&gt;menyiram harap dalam gersangnya setiap keputus-asaan,&lt;br /&gt;berbagi kebahagiaan dimana ada kesedihan,&lt;br /&gt;dan memberi cahaya dalam setiap kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bagiku, sahabat menjadi unsur terpenting dalam menjaga kehidupan, kosmos dan semesta alam![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kairo, 5 Syawal 1429/5 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3536306466473396724?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3536306466473396724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3536306466473396724' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3536306466473396724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3536306466473396724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/10/karenamu-sahabatku.html' title='Karenamu, Sahabatku!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SO3fPb8fHwI/AAAAAAAAAh0/Ipv07ljxGK0/s72-c/hold.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6577154373552934385</id><published>2008-10-09T03:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T06:09:21.140-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Banyak Sarana Menuju Tuhan !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SO3dEY9ELwI/AAAAAAAAAhs/iDD8i68dyDE/s1600-h/Rumi+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SO3dEY9ELwI/AAAAAAAAAhs/iDD8i68dyDE/s200/Rumi+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255099407699029762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin menulis-menulislah&lt;br /&gt;yang ingin bermusik-bermusiklah&lt;br /&gt;yang ingin menyanyi-menyanyilah&lt;br /&gt;yang ingin melukis-melukislah&lt;br /&gt;yang ingin menari-menarilah&lt;br /&gt;yang ingin apa saja kerjakanlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Robi'ah, Rumi, Walibah, hingga Dzunnun al-Mishri&lt;br /&gt;Tak ada yang tabu, &lt;br /&gt;tak ada yang salah untuk menuju sudut Yang Satu&lt;br /&gt;Melalui jalan manapun &lt;br /&gt;Asal kau tempuh dengan ruh;&lt;br /&gt;bahwa yang tercatat adalah ilmu-Nya,&lt;br /&gt;yang berirama adalah instrumen-Nya,&lt;br /&gt;yang bersuara adalah anugrah-Nya,&lt;br /&gt;yang terlukis adalah keindahan-Nya,&lt;br /&gt;yang bergerak adalah kuasa-Nya,&lt;br /&gt;Maka jika kau ingin apa, kerjakanlah,&lt;br /&gt;asal kesemuanya bermuara lillahi ta'ala ![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kairo, 5 Syawal 1429/5 Oktober 2008&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dicatat di sela-sela acara Halal bi Halal Word Smart Center di Rumah Budaya Akar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6577154373552934385?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6577154373552934385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6577154373552934385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6577154373552934385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6577154373552934385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/10/banyak-sarana-menuju-tuhan.html' title='Banyak Sarana Menuju Tuhan !'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SO3dEY9ELwI/AAAAAAAAAhs/iDD8i68dyDE/s72-c/Rumi+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-8012219998628598654</id><published>2008-10-09T03:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T03:16:45.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Antara di sini dan di sana ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SO3Z5yR5VrI/AAAAAAAAAhk/xKWhjYPWcOo/s1600-h/bom.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SO3Z5yR5VrI/AAAAAAAAAhk/xKWhjYPWcOo/s200/bom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255095926983841458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sini, orangorang saling bekenalan&lt;br /&gt;mengeja kebersamaan dalam suasana lebaran.&lt;br /&gt;Di sini, orangorang saling menautkan hati&lt;br /&gt;mengikat nama serta berbagai data lainnya dalam ruang ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sana, di negeri antah berantah, aku melihat darah. &lt;br /&gt;Di hari yang fitri kudapati orangorang mati,&lt;br /&gt;karena bom bunuh diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Baghdad, beberapa saat setelah Takbir kemenangan dikumandangkan,&lt;br /&gt;berpuluh nyawa melayang![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kairo, 5 Syawal 1429/5 Oktober 2008&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dicatat di sela-sela acara Halal bi Halal Word Smart Center di Rumah Budaya Akar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-8012219998628598654?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/8012219998628598654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=8012219998628598654' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8012219998628598654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8012219998628598654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/10/antara-di-sini-dan-di-sana.html' title='Antara di sini dan di sana ?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SO3Z5yR5VrI/AAAAAAAAAhk/xKWhjYPWcOo/s72-c/bom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-5945355345804721884</id><published>2008-10-01T16:09:00.000-07:00</published><updated>2008-10-01T16:14:40.891-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Teruntuk Yang Maha Suci!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SOQES5u-1ZI/AAAAAAAAAhM/yDuZIo7ZLEk/s1600-h/maaf.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SOQES5u-1ZI/AAAAAAAAAhM/yDuZIo7ZLEk/s200/maaf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252327788202874258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Benarkah ada hari yang suci?&lt;br /&gt;dimana noda terhapuslah sudah!&lt;br /&gt;Benarkah ada yang kembali fitri?&lt;br /&gt;dimana noktah tak lagi mengotori!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab manusia bukan mahluk statis sebagaimana iblis dan malaikat;&lt;br /&gt;ia labil,&lt;br /&gt;mudah goyah,&lt;br /&gt;terpelanting ke sana kemari,&lt;br /&gt;sulit menggapai tegak,&lt;br /&gt;berat menapak tetap.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka, apakah masih ada yang bisa mencapai suci?&lt;br /&gt;di sebuah hari yang dianggap suci,&lt;br /&gt;disifati putih karena terlahir kembali: &lt;br /&gt;idul fitri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, rahmat-Mu teramat lapang,&lt;br /&gt;Maaf-Mu terlampau luas,&lt;br /&gt;Cahya-Mu, menerangi sepenjuru alam,&lt;br /&gt;namun manusia tetap Kau titipi nafsu,&lt;br /&gt;yang menggoda hati untuk diajak bersekutu,&lt;br /&gt;menyekutu-Mu dengan berhala-berhala kecil yang kerdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, Gusti,...&lt;br /&gt;Mampukah manusia kembali suci?&lt;br /&gt;sementara hati terus terkotori,&lt;br /&gt;meski hanya syirik khofi,&lt;br /&gt;terlintas kilat lalui alam sadar,&lt;br /&gt;tak terasa, meski ia ada.&lt;br /&gt;Bukankah itu juga noda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk-Mu, Gusti,...&lt;br /&gt;yang kuakui Dzat Maha Suci,&lt;br /&gt;meski manusia tak pernah suci,&lt;br /&gt;titipkanlah niat untuk slalu bersuci,&lt;br /&gt;menuju hari pertemuan suci,&lt;br /&gt;di tempat suci&lt;br /&gt;sorga abadi&lt;br /&gt;antara sang abdi dan Sang Maha Suci![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cairo, 29 Ramadhan 1429/29 Spet 2008.&lt;br /&gt;Di Pagi hening bertabur embun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-5945355345804721884?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/5945355345804721884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=5945355345804721884' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5945355345804721884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5945355345804721884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/10/teruntuk-yang-maha-suci.html' title='Teruntuk Yang Maha Suci!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SOQES5u-1ZI/AAAAAAAAAhM/yDuZIo7ZLEk/s72-c/maaf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-7745760158574982707</id><published>2008-10-01T16:05:00.000-07:00</published><updated>2008-10-01T16:08:15.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Yang Pergi, Yang Kembali!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SOQCvw665zI/AAAAAAAAAhE/Dso0o3ZPChQ/s1600-h/sholat6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SOQCvw665zI/AAAAAAAAAhE/Dso0o3ZPChQ/s200/sholat6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252326085029979954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wahai,...&lt;br /&gt;apa hendak dikata tatkala hari... pergi?&lt;br /&gt;"Selamat tinggal!", entah dengan bangga, atau sesal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai,...&lt;br /&gt;apa hendak diucap tatkala esok... kembali?&lt;br /&gt;"Selamat datang!", entah akan dikerjakan, atau hanya diam!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wahai,...&lt;br /&gt;apakah yang tersisa jika yang pergi tak kan pernah kembali?&lt;br /&gt;"Kesan dan kenangan!", entah dipuja, atau dihina!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari dunia,&lt;br /&gt;lembar prasasti manusia,&lt;br /&gt;apa yang tercatat,&lt;br /&gt;itulah yang dihisab![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cairo, 29 Ramadhan 1429/29 Sept 2008&lt;br /&gt;Di Pagi hening bertabur embun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-7745760158574982707?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/7745760158574982707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=7745760158574982707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7745760158574982707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7745760158574982707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/10/yang-pergi-yang-kembali.html' title='Yang Pergi, Yang Kembali!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SOQCvw665zI/AAAAAAAAAhE/Dso0o3ZPChQ/s72-c/sholat6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2005310465445609534</id><published>2008-10-01T15:46:00.000-07:00</published><updated>2008-10-01T15:52:53.094-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Koridor Cinta?!</title><content type='html'>Entah aku sengaja ingin masuk &lt;br /&gt;atau dipersilahkan masuk,&lt;br /&gt;kini kuberada di sebuah lorong,&lt;br /&gt;koridor cinta;&lt;br /&gt;sebentuk ruang,&lt;br /&gt;bilik-bilik,&lt;br /&gt;tersekat,&lt;br /&gt;namun lapang.&lt;br /&gt;Tak gelap,&lt;br /&gt;begitu terang!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti tabung,&lt;br /&gt;bervolume&lt;br /&gt;berdiameter&lt;br /&gt;terbatas.&lt;br /&gt;Berisi kasih&lt;br /&gt;tertuang sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pintu,&lt;br /&gt;di kiri dan di kanan;&lt;br /&gt;yang kanan dibuka, lebar!&lt;br /&gt;yang kiri ditutup, rapat!&lt;br /&gt;tak ada celah polusi&lt;br /&gt;tak ada lubang.&lt;br /&gt;Berlapis putih&lt;br /&gt;terjaga&lt;br /&gt;pasukan langit,&lt;br /&gt;syeitan tak berkutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koridor cinta;&lt;br /&gt;sebentuk ruang,&lt;br /&gt;penuh kasih sayang,&lt;br /&gt;kebijaksanaan,&lt;br /&gt;ampunan,&lt;br /&gt;keselamatan,&lt;br /&gt;bagi hamba yang beriman: RAMADHAN![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cairo, 29 Ramadhan 1429/29 Sept 2008&lt;br /&gt;Di Pagi hening bertabur embun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2005310465445609534?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2005310465445609534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2005310465445609534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2005310465445609534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2005310465445609534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/10/koridor-cinta.html' title='Koridor Cinta?!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-5602576007216989764</id><published>2008-09-27T12:07:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T12:09:25.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>A.P.O.L.O.G.I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SN6EzumSQmI/AAAAAAAAAg0/g3aoW8i6Wwg/s1600-h/gwen-landolt-apology.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SN6EzumSQmI/AAAAAAAAAg0/g3aoW8i6Wwg/s200/gwen-landolt-apology.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250780239777383010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tak sembahyang?&lt;br /&gt;Kenapa tak baca Qur'an?&lt;br /&gt;Kenapa tak sedakah?&lt;br /&gt;Kenapa tak kau jemput berkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Aku sibuk, Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, lebih sibuk mana kamu dengan-Ku?&lt;br /&gt;itu hanya apologimu!&lt;br /&gt;yang benar adalah: kamu pecundang!&lt;br /&gt;tak lebih dari sampah!&lt;br /&gt;Bilang saja kalau malas beribadah,&lt;br /&gt;tak perlu berkelah kau sibuk memikirkan ummah!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oh, ampuni hamba, Tuhan!&lt;br /&gt;Aku abdi yang lemah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kamu lagi-lagi membantah!&lt;br /&gt;Bertaubatlah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Astaghfirullah![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cairo, 27 Ramadhan 1429/27 sept 2008. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-5602576007216989764?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/5602576007216989764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=5602576007216989764' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5602576007216989764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5602576007216989764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/09/apologi.html' title='A.P.O.L.O.G.I'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SN6EzumSQmI/AAAAAAAAAg0/g3aoW8i6Wwg/s72-c/gwen-landolt-apology.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6520181588957121732</id><published>2008-09-25T15:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T15:33:30.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Malam Seribu Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SNwRozoThlI/AAAAAAAAAgs/Dc8MfbokZNU/s1600-h/Rembulan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SNwRozoThlI/AAAAAAAAAgs/Dc8MfbokZNU/s200/Rembulan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250090658358855250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Duhai malam;&lt;br /&gt;yang gelap jadilah teduh&lt;br /&gt;yang terang agar tak silaukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam;&lt;br /&gt;Pekat&lt;br /&gt;Noda&lt;br /&gt;Dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam, gelap, pekat, noda, dosa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rembulan tak cukup kuat&lt;br /&gt;malam tetap remang&lt;br /&gt;temaram menyuguh hening, tunduk!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rembulan tak cukup kuat&lt;br /&gt;malam tetap remang&lt;br /&gt;temaram menyuguh hening, tunduk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah malam terang?&lt;br /&gt;Adakah malam benderang?&lt;br /&gt;Meski langit bersih tanpa gemintang!&lt;br /&gt;Namun ia putih?&lt;br /&gt;Oh...malam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepoi angin membelai mesra&lt;br /&gt;tak panas, tak dingin&lt;br /&gt;namun sejuk membasuh gersang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ternyata engkau tak hanya malam!&lt;br /&gt;Namun engkaulah "Raja Malam", &lt;br /&gt;satu-mu sebanding seribu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, &lt;br /&gt;tak ada pekat, &lt;br /&gt;hilanglah gelap,&lt;br /&gt;bersihlah noda,&lt;br /&gt;terbebas dosa.&lt;br /&gt;Engkaulah malam seribu bulan,&lt;br /&gt;kado indah dari Tuhan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 25 Ramadhan 1429/25 Sept 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6520181588957121732?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6520181588957121732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6520181588957121732' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6520181588957121732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6520181588957121732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/09/malam-seribu-bulan.html' title='Malam Seribu Bulan'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SNwRozoThlI/AAAAAAAAAgs/Dc8MfbokZNU/s72-c/Rembulan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-715492403304735005</id><published>2008-09-24T19:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T19:24:54.473-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Membisu, Terkepung Malu!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SNr2U2tZD4I/AAAAAAAAAgk/jcIl_1GI1JA/s1600-h/lonely__by_siGh89.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SNr2U2tZD4I/AAAAAAAAAgk/jcIl_1GI1JA/s200/lonely__by_siGh89.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249779153797451650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terdiamku di lorong sepi&lt;br /&gt;terkepung malu ratapi diri.&lt;br /&gt;Oh,.. maha bodohnya!&lt;br /&gt;Kulewatkan begitu saja;&lt;br /&gt;bazar rahmat-Mu,&lt;br /&gt;obral ampunan-Mu,&lt;br /&gt;dan, bonus sorga-Mu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh,.. aku celaka!&lt;br /&gt;Oh,.. aku kecolongan!&lt;br /&gt;Ramadhan-Mu hampir pergi,&lt;br /&gt;akankah bisa bertemu lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan,..&lt;br /&gt;ya Ampun, hamba pendosa tak tau diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kairo, 25 Ramadhan 1429/22 Sept 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pic: taken from http://verafun.multiply.com/journal?&amp;page_start=20&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-715492403304735005?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/715492403304735005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=715492403304735005' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/715492403304735005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/715492403304735005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/09/membisu-terkepung-malu.html' title='Membisu, Terkepung Malu!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SNr2U2tZD4I/AAAAAAAAAgk/jcIl_1GI1JA/s72-c/lonely__by_siGh89.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2591051524897537303</id><published>2008-09-24T14:32:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T14:35:39.902-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Si Bisu (1)</title><content type='html'>Cerpen by: Sabdapena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung kelahiranku hanya dia satu-satunya yang bisu. Usianya hampir seumuran denganku.  Kini, aku sudah 20 tahun dan kuliah di Fakultas Ushuluddin Universitas al-Azhar Mesir. Sejak di bangku Madrasah Ibtida’iyyah (MI) ia sempat menjadi teman sekelasku. Walaupun bisu, ia seakan tak menghiraukan kebisuannya. Ia tetap bersikeras untuk ikut sekolah sebagaimana teman-teman sebayanya. Namun apalah daya? Karena kebisuannya itu, ia terpaksa harus putus sekolah ketika masih di bangku kelas 1 MI. Bagaimana tidak!? Ternyata bisu yang ia derita adalah pengaruh tulinya sejak lahir. Ia bukan bisu suara. Namun hanya bisu aksara dan bahasa, karena sejak lahir ia tak bisa mendengar dan menyerap bahasa manusia di sekitarnya. Tentu saja proses transformasi ilmu dari para guru tidak bisa ia terima. Hanya sia-sia ia meminta tanpa pernah menerimanya. Bahkan ditolak mentah-mentah oleh telinganya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Putus sekolah bukan berarti kelana pencarian ilmunya berhenti sampai di situ. Selanjutnya, oleh kedua orang tuanya yang terhitung hanya seorang petani dan buruh bangunan, ia disekolahkan di SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa) yang berlokasi di kota. Ia rajin sekolah, masuk kelas dan mencoba mendengarkan. SA’ID. Begitulah nama singkat yang diberikan kedua orang tuanya. Memang singkat, namun mengandung makna besar yang terkadang sulit didapatkan dalam kehidupan.  “Orang yang bahagia”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat sebuah pertanyaan yang diberikan oleh guru bahasa Inggrisku waktu SMA: “what is the important thing in this world?”. Teman-temanku kala itu menjawabnya dengan ungkapan yang berbeda-beda dan beranekaragam. Namun ternyata guruku telah menyiapkan sebuah jawaban untuk pertanyaannya tadi. “It’s happiness!” begitulah guruku menjawab pertanyaannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebahagiaan”. Satu kata yang mudah diucapkan namun sulit didapatkan. Kebahagiaan bukan hak paten milik  orang kaya. Kebahagiaan bukanlah jelmaan dari harta banyak yang bergelimang. Kebahagiaan tak mengenal kasta. Kesuksesan, karir, belum tentu menghadirkan bahagia. Ahh... ada dimanakah kebahagiaan? Mungkin saja ada di hati orang miskin. Mungkin saja hanya ada di jiwa para bayi dan anak-anak kecil yang bermain riang di taman kebebasan. Mungkin juga kebahagiaan itu ada di setiap sudut masjid, gereja, biara, wihara, kuil, atau bahkan ada di jalan tol?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah...! Bahkan terkadang, Masjid justru hanya menjadi arena-arena pelarian untuk mengusung segenap duka nestapa yang sedang mendera. Atau mungkin ia hanya sarana untuk menggugurkan kewajiban, lalu sudah lancang mengharapkan balasan!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau memang kebahagiaan itu dimiliki orang kaya? Kaya harta, kaya rasa, kaya hati dan kaya arti?  Ughhh.... jangan-jangan kebahagiaan hanya ada di sorga. Sorga akheratkah? Bukankah itu masih sangat jauh!?  Namun rasanya aku pernah mendengar ada seorang sufi bertutur pada muridnya, “Nak, ketahuilah bahwa sesungguhnya sorga dunia itu ada. Ia bisa saja terletak begitu jauh darimu. Namun jika kamu mau dan mampu, sorga kecil itu akan menjadi sangat dekat denganmu. Bahkan ada dalam dirimu. Dialah hatimu. Jika kamu mampu mengendalikan hatimu, mampu menstabilkan sistem kerjanya dan mampu untuk senantiasa merawat kebersihannya, kerapiannya, maka kamu akan menjadi orang terkaya di dunia. Kekayaan hati adalah kekayaan rasa. Maka dengan hati yang sehat, kamu akan hidup dengan sehat pula. Lain halnya dengan manusia yang sering sakit hati atau disakiti hatinya. Dan lain pula dengan orang-orang yang setia mengumpulkan duri sembari makan hati. Ohh... kebahagiaan mereka boleh dipertanyakan!”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’id terpaksa harus putus sekolah lagi dari SDLB, sekolahnya yang baru dan lebih modern itu. Di sana setiap siswa mendapat fasilitas berupa alat bantu sesuai dengan kondisi fisik masing-masing. Sa’id sendiri, karena dia tuna rungu dan tuna wicara, pihak sekolah pertama kali melakukan proses tes terhadap alat pendengarannya. Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, tes itu telah dilaksanakan beberapa kali namun hasilnya nihil. Telinga Sa’id sudah sulit untuk ditolong. Dengan berat hati pihak menejemen sekolah menyatakan tidak sanggup untuk mendidik dan menerima Sa’id untuk tetap belajar di sekolah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Sa’id kembali menjadi anak pengangguran. Ketika teman-teman sebayanya tengah belajar di sekolah masing-masing, ia hanya bisa bermain sendiri atau sesekali melihat teman-temannya di sekolah. Sungguh malang nasibnya. Meskipun demikian, ia bukan tipe anak yang mudah menyerah dan putus asa. Dari wajahnya terpancar sebuah cita-cita besar yang ingin diraihnya di kemudian hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termasuk teman mainnya sejak kecil. Sehingga meskipun ia tuli dan bisu, aku masih bisa berkomunikasi dengannya melalui bahasa isyarat, yaitu dengan bahasa gerak tubuh. Kami, sekumpulan anak-anak yang sebaya dengannya di desa kami tidak pernah mengucilkannya karena cacat. Kami semua bisa menerimanya sebagai teman yang bisa diajak bermain bersama, bahkan berbagi cerita dan pengalaman menarik yang pernah kami punya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa kami terhitung salah satu desa yang masih sangat kental nuansa religinya. Di banding desa-desa sekitar, desa kami termasuk yang paling syi’ar dalam hal keagamaan. Masyarakatnya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Begitu pula para pemudanya, sebagian besar masih menjaga akhlak yang baik. Berbeda dengan desa-desa lainnya, yang telah banyak terkontaminasi dengan budaya-budaya jahili seperti judi, minum-minuman keras, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kecil dan tidak begitu luas, namun desa kami memiliki berbagai lembaga pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtida’iyyah (MI), Madrasah Diniyyah (dilaksanakan sore hari), hingga Madrasah Tsanawiyyah (MTs) dan pondok pesantren. Desa kami bernama “Badeg”. Barangkali dahulu nama aslinya adalah “Badi’” yang mempunyai arti indah. Namun karena lidah orang Jawa yang mungkin agak sulit dan berat mengucap kalimat Arab, akhirnya berubah jadi “Badeg”. Mungkin dengan ditunjang berbagai lembaga pendidikan itulah desa kami menjadi salah satu desa percontohan dalam hal keagamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menurutku menjadi sebuah anugrah dan nikmat tersendiri karena Sa’id hidup di lingkungan yang baik. Sebab, sedangkal hematku, seseorang yang diuji dengan kekurangan semacam itu karakter dan sifatnya akan sangat ditentukan oleh lingkungan sekitar di mana ia tinggal. Karena Sa’id besar dan tumbuh di lingkungan yang religius, ia pun mempunyai karakter tersendiri sesuai kadarnya dalam bidang keagamaan. Salah satu contoh misalkan, meskipun ia tuli dan bisu, namun ia masih saja selalu mengikuti kegiatan mengaji al-Qur’an (tahsînul qirâ’ah) di masjid jami’ desa kami. Kebetulan guru ngajinya ayahku sendiri. Dan beliau dengan sabar membiarkan dan mengizinkan Sa’id untuk tetap ikut mengaji. Entah apa yang ia baca dan apa yang ia ucapkan, ayahku tetap mendengarkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, tanpa ada yang menyuruh, karena ia merasa waktu sholat Isya’ telah tiba, ia menyalakan pengeras suara masjid lalu mencoba melantunkan adzan. Sepontan orang-orang yang ada di masjid kaget. Ada yang marah, ada juga yang hanya tersenyum melihat kelakuan anak itu. Ia terkadang memang agak aneh. Keanehannya itu bukan karena ia gila, tapi keinginan dan persepsinya bahwa ia merasa seperti orang normal lainnya itulah yang membuatnya agak aneh. Ia sebenarnya cacat, tapi sesekali ia tak menghiraukan kekurangannya itu. Sehingga seakan-akan ia bebas melakukan apa saja seperti teman-teman yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu siang, kala itu aku telah duduk di bangku kelas 5 MI, sungai di pinggiran desaku sedang banjir besar. Bahkan airnya hampir meluap ke area perumahan warga. Hal itu disebabkan karena beberapa hari sebelumnya hujan deras mengguyur desaku. Kebetulan rumahku terletak di ujung paling utara desa Badeg, tepat satu meter di samping masjid Jami’ Al-Falah. Tak tau juga dahulu bagaimana sejarahnya, sehingga rumahku begitu berdempetan dengan masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segerombolan orang datang dari arah selatan desa. Orang-orang itu adalah tetangga Sa’id. Mereka terlihat panik dan cemas. Aku masih bertanya-tanya dalam hati, gerangan apakah yang terjadi. Karena sungai itu terletak beberapa meter di belakang rumahku, mereka bergegas menuju pinggiran sungai. Mata mereka menyisir dan memelototi aliran air deras sungai itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Sa’id terbawa arus deras sungai ketika sedang buang hajat. Kata mereka siang itu ia bersama beberapa temannya sedang bermain di pinggiran sungai di belakang rumahnya. Si Sa’id buang hajat di pinggiran sungai yang cukup licin, sehingga ketika keseimbangan tubuhnya oleng, otomatis ia akan tergelincir dan terseret arus. Orang-orang semakin berteriak histeris ketika mereka tak mendapati tubuh Sa’id di antara gulungan air deras sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menuju ke pinggiran sungai belakang rumahku sebenarnya bertujuan untuk mencegat Sa’id, siapa tau dia terdampar di situ. Sebab aliran sungai itu memang mengalir dari arah belakang rumah Sa’id yang terletak di pinggir selatan desa, menuju arah pinggir utara desa, yaitu di dekat kawasan rumahku. Setelah menunggu beberapa saat dengan perasaan tak menentu, orang-orang akhirnya mendapat kabar bahwa si Sa’id selamat dan sekarang telah dirawat di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan orang-orang itu segera berlari ke rumah Sa’id untuk melihat keadaannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…!  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2591051524897537303?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2591051524897537303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2591051524897537303' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2591051524897537303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2591051524897537303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/09/si-bisu-1.html' title='Si Bisu (1)'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2859218066205782666</id><published>2008-09-11T06:57:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T07:11:27.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Sejenak Kusembunyi !</title><content type='html'>Sebenarnya tak ada alasan untuk berhenti menulis. Toh aktivitas nulis sudah jadi candu. Namun, setelah melakukan kontemplasi selama beberapa saat, aku sadar bahwa tulisan butuh gizi, butuh ruh, supaya bisa menghadirkan makna yang bermakna. Lalu bagaimana aku bisa menghasilkan tulisan yang bermakna jika aku tak memakan atau melahap bacaan-bacaan yang penuh gizi, sarat arti?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka sejenak kuingin mengendapkan diri, menyatu dan larut dalam lautan kata dan makna yang dikandung oleh samudra buku. Ini adalah pengakuan, ini adalah keinsafan, bahwa kita perlu mengeluarkan (menghasilkan) sesuatu yang bermutu, yang tentunya harus diawali dengan memasukkan (membaca) sesuatu yang bermutu pula. "Teko tak akan mampu menuangkan minuman berupa susu ke sebuah cangkir jika ia tak diisi dengan susu". Maka, dari apa yang kita masukkanlah kita akan mengeluarkan "seperti" apa yang kita masukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa tabung otakku masih kosong, belum terisi. Sehingga konsekuensi logisnya aku tak bisa mengolah, tak mampu memproduksi. Bagaimana bisa, bahan yang untuk diolah saja belum tersedia! Oleh karenanyalah aku ingin sejenak bersembunyi, di bebalik dinding-dinding buku, untuk bercengkrama mesra dengan kata-kata yang mengandung makna. Oh, aku ingin larut, aku ingin hanyut, aku ingin mabuk, bersama samudra ide dan buah karya para punggawa pena. Sungguh mereka telah abadi dalam ruang-ruang tertentu, meski jasad telah lebur bersama tanah. Oh, aku hanya ingin sejenak mengisi, menabung, lalu kembali untuk memberi, kembali memproduksi.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampusbiru, 11 Sept 2008  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2859218066205782666?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2859218066205782666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2859218066205782666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2859218066205782666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2859218066205782666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/09/sejenak-kusembunyi.html' title='Sejenak Kusembunyi !'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6911175474492033268</id><published>2008-09-04T17:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T17:49:17.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tak Lagi Bisa Menangis</title><content type='html'>Kini tak lagi kubisa menagis,&lt;br /&gt;meski begitu banyak yang seharusnya kutangis;&lt;br /&gt;waktu begitu kuasa menyekatku dalam ruas berliku,&lt;br /&gt;labirin panjang mengepungku,&lt;br /&gt;Aku tersesat dalam diriku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kutemu lorong-lorong gelap&lt;br /&gt;namun selalu kupelihara dan kujaga&lt;br /&gt;agar teduh, agar tak silau&lt;br /&gt;hingga kuterlalap dalam lena.&lt;br /&gt;Alih-alih teduh, yang kuterima justru gerah nan sumpek,&lt;br /&gt;alih-alih menghindari silau, yang kurasa justru samar-bingar,  &lt;br /&gt;alih-alih bisa menyatu, aku malah terlempar jauh dari sejatiku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku tak lagi bisa menangis&lt;br /&gt;Sebab telah keruh hatiku&lt;br /&gt;sebab terlampau keras jiwaku&lt;br /&gt;Aku tak lagi bisa menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah lama kutak menangis&lt;br /&gt;pusat syarafku seakan mati&lt;br /&gt;diam, tak bergemeretak, sepi.&lt;br /&gt;aku tak lagi peka&lt;br /&gt;fikirku tak menyala, pekat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru aku sering tertawa&lt;br /&gt;Justru aku tersenyum kecut&lt;br /&gt;menatapi jiwa yang merana&lt;br /&gt;meratapi hati yang luka&lt;br /&gt;aku tak lagi aku yang dulu&lt;br /&gt;hatiku menjadi batu&lt;br /&gt;bahkan lebih keras dari batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru aku sedang tertawa!&lt;br /&gt;menghukum hati yang tak peka&lt;br /&gt;acuhkan makna dalam setiap fenomena, buta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tangisku menjelma tawa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan,... berilah aku setetes air mata!&lt;br /&gt;agar kembali leleh hati-batu-ku&lt;br /&gt;hingga rindu kembali menjemputku&lt;br /&gt;tuk kembali mesra dengan-Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo,5 September 2008 - 5 Ramadhan 1429.&lt;br /&gt;at: 02.25 PM, CLT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6911175474492033268?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6911175474492033268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6911175474492033268' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6911175474492033268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6911175474492033268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/09/tak-lagi-bisa-menangis.html' title='Tak Lagi Bisa Menangis'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3737890456031636510</id><published>2008-09-01T06:32:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T06:38:28.675-07:00</updated><title type='text'>Marhaban ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SLvvSwqVUyI/AAAAAAAAAXQ/6Od-kYSSHsk/s1600-h/ramadhan-uy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SLvvSwqVUyI/AAAAAAAAAXQ/6Od-kYSSHsk/s400/ramadhan-uy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241045696954848034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;RAMADHAN MENJELANG, RAMADHAN DATANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;ITU TANDANYA TUHAN TELAH MEMBUKAKAN PINTU AMPUNAN-NYA, GERBANG KASIH SAYANG-NYA SERTA SEGENAP ANUGRAH DAN KARUNIA-NYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;SAMBUT RAMADHAN DENGAN SUKA CITA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;SAMBUT RAMADHAN DENGAN PENUH CINTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;SEMOGA SEMUA AMAL IBADAH KITA DITERIMA DI SISI-NYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;SEHINGGA MENJADI SIMPANAN UNTUK KELAK DI ALAM BAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;MARHABAN YA RAMADHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;MARHABAN SYAHROS SHIYAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;MOHON MAAF ATAS SEGENAP KHILAF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;SEMOGA KITA MEMASUKI BULAN SUCI DENGAN HATI YANG BERSIH NAN JERNIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;TAQABBALALLAHU MINNA JAMI'AN.AMIN. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3737890456031636510?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3737890456031636510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3737890456031636510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3737890456031636510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3737890456031636510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/09/marhaban-ya-ramadhan_01.html' title='Marhaban ya Ramadhan'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SLvvSwqVUyI/AAAAAAAAAXQ/6Od-kYSSHsk/s72-c/ramadhan-uy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4407279634204278051</id><published>2008-08-21T00:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T00:57:20.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pecundang</title><content type='html'>Aku gelisah sendiri tak bertepi&lt;br /&gt;dipermainkan perasaan yang menikam-nikam&lt;br /&gt;sungguh aku ingin berbuat sesuatu&lt;br /&gt;tapi perang nurani dan logika memenjaraku di ruang beku&lt;br /&gt;berjubel pertanyaan menghujam&lt;br /&gt;protes pemberontakan ingin kuteriak&lt;br /&gt;kenapa manusia jadi pemalas?&lt;br /&gt;kenapa mereka saling bertengkar?&lt;br /&gt;aku harus di mana?&lt;br /&gt;aku harus bagaimana? &lt;br /&gt;dan jawaban tak kutemukan&lt;br /&gt;maka aku hanya diam&lt;br /&gt;tersekat dalam kebodohan&lt;br /&gt;aku sang pecundang!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 21/8/2008 &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4407279634204278051?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4407279634204278051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4407279634204278051' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4407279634204278051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4407279634204278051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/08/pecundang.html' title='Pecundang'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-933364148255971046</id><published>2008-08-19T17:03:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T17:16:34.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Refleksi HUT RI dan Ultah Luthfie</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKthsCfdXhI/AAAAAAAAAVE/S4nAcWUxEqc/s1600-h/IMGP0039.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKthsCfdXhI/AAAAAAAAAVE/S4nAcWUxEqc/s200/IMGP0039.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236386400959290898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HUT RI ke-63 ini rasanya sepi. Entahlah. Tak seperti biasanya. Kairo tak begitu ramai dengan berbagai aktivitas penyambutan hari kemerdekaan Indonesia. Sebenarnya KBRI juga membentuk panitia khusus menyambut HUT kali ini. Mereka menggelar beberapa perlombaan, baik yang bersifat massif, atau perorangan; seperti lomba karya tulis populer,dll. Namun entah karena apa, aku sendiri merasa biasa-biasa saja.Seperti tak ada yang Istimewa pada perayaan hari bersejarah bagi seluruh warga Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya HUT RI yang sepi. Harlahku sendiripun sunyi senyap tak berwarna. Tak ada apa-apa. Ya meskipun aku tetap bersyukur, sebab masih ada beberapa kawan yang mengingat hari itu, ada yang mengirim ucapan selamat dan do'a lewat SMS serta ada juga yang lewat Comment di FS. Itu semua aku syukuri bahwa masih ada orang-orang yang perhatian di sekelilingku. Sebenere yang membuat aku agak sedih tak datang dari luar diriku, tapi justru dari dalam diriku. Ingin rasanya aku mengajak teman-teman untuk sekedar makan-makan kecil. Meskipun tanpa kue dan lilin, asal ada kebersamaan itu sudah cukup. Ahh, tapi kesibukan dan tugas ini-itu nampaknya belum bisa diajak kompromi, sehingga membuat aku sibuk dengan urusanku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan-bulan ini emang lagi masa-masanya "kanker" bronkitis. Ekonomi lagi kacau (ceile,..kaya apa aja make bahasa ekonomi segala..:p). Sebenere jika aku tidak menggantikan seorang teman untuk tamasya ke Hurghada, mungkin masih ada sisa uang untuk beli makan-makan di hari jadiku kemarin. Tapi, bagaimana lagi, benar-benar tak ada budget untuk itu. Ah, tak perlu kusesali lagi. Toh apalah arti sebuah Ulang tahun. Yang paling penting, meskipun tak ada acara apapun, momen Ultah tetep aku jadikan kesempatan untuk evaluasi diri, guna memperbaiki langkah ke depan. Setidaknya agar lebih baik dan bermanfaat dari hari-hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Aku sudah 22 tahun mengarungi kehidupan ini. Semoga Tuhan masih berkenan memberikan umur panjang yang manfaat dan barakah. Semoga sisa nafas ini mampu kugunakan untuk melakukan hal-hal yang lebih bermakna, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Aku hanya bisa merenung. Aku hanya bisa merasakan. Aku hanya mampu mentadabburi, anugrah sebuah kemerdekaan, sekaligus sebuah kehidupan. Semoga kemerdekaan hakiki Indonesia akan benar-benar terwujud, entah kapan. Semoga aku juga bisa merdeka, merdeka dari hawa nafsu, merdeka dari ego, merdeka dari apa saja, kecuali dari Tuhan Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairo, 20 Agustus 2008, pukul 02.59       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-933364148255971046?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/933364148255971046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=933364148255971046' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/933364148255971046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/933364148255971046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/08/refleksi-hut-ri-dan-ultah-luthfie.html' title='Refleksi HUT RI dan Ultah Luthfie'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKthsCfdXhI/AAAAAAAAAVE/S4nAcWUxEqc/s72-c/IMGP0039.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4044407977610760413</id><published>2008-08-16T01:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T01:49:52.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Duh, Sya'ban !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKaTq0fVahI/AAAAAAAAAUw/87r-vV4kwGw/s1600-h/Allah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKaTq0fVahI/AAAAAAAAAUw/87r-vV4kwGw/s200/Allah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235033980718639634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di malam temaram, ditingkahi lampu neon benderang, aku bertadabbur, bertafakkur bersama lembaran-lembaran kuning bertuliskan huruf-huruf hija'iyyah membentuk gugusan kata mengandung makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangi sambil sesekali menyelami dan mengarungi samudra nilai yang terkandung dalam teks-teks keagamaan itu. Aku temukan mutiara, aku padukan warna-warna dalam nuansa khilaf-perbedaan pendapat. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang teks-teks dalam kertas-kertas kuning itu tak sampai kepada sang Rosul sehingga nilainya menjadi tak sempurna.Jika demikian, itu berarti mengada-ada !? Ada juga yang meyakini dan mengamininya, bahwa selama tak menyentuh area-area kudus nan paten, ajaran itu tak menjadi dosa, karena semua dilandasi niat tulus mengharap Ridlo-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah mereka berselisih faham. Yang jelas perdebatan itu akan terus berlangsung, dan kita berhak memilih jalan kita masing-masing.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah malam Nisfu Sya'ban, sebagaimana termaktub dalam rangkaian huruf-huruf hija'iyyah itu, dimana Nabi yang mulia tersungkur panjang dalam sujud tengah malamnya, memanjatkan do'a serta puja-puja kepada Sang Maha Kuasa."Sebuah malam istimewa" tuturnya. "Sebab pada malam ini Allah turun ke langit bumi memandangi hamba-hambanya yang sedang beraktifitas. Bagi yang minta pengampunan maka akan diampuni, dan bagi yang minta kasih sayang akan dikasihi. Sementara bagi para pendengki, Tuhan akan mengakhirkan nasib mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan" lanjut Nabi dalam sabdanya.(Disarikan dari Hadits Imam al-Baihaqi dari Aisyah RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sebuah bulan yang sering terlupakan namun menyimpan keagungan.Sya'ban yang terhimpit Rajab dan Ramadhan. Maka apakah kita termasuk yang melupakan? Atau akan menyambutnya dengan suka cita, melalui do'a-do'a yang teriring mesra, dalam syahdu malam pengampunan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan, Ampunilah segala dosa, dan temukanlah kami dengan Ramadhan-Mu yang mulia!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo, 16 Agustus 2008 M/15 Sya'ban 1429 H       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4044407977610760413?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4044407977610760413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4044407977610760413' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4044407977610760413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4044407977610760413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/08/duh-syaban.html' title='Duh, Sya&apos;ban !'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKaTq0fVahI/AAAAAAAAAUw/87r-vV4kwGw/s72-c/Allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2546948722006266503</id><published>2008-08-15T14:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T14:51:25.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>BELAJAR BERBASIS ALAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Melejitkan Prestasi melalui Kegiatan Ekstra Kampus"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Luthfil Anshori*&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKX5m61dvmI/AAAAAAAAAUo/VzNS_NnnBR0/s1600-h/JurankDoank.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKX5m61dvmI/AAAAAAAAAUo/VzNS_NnnBR0/s320/JurankDoank.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234864588911918690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prolog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah opini yang menyatakan, bahwa "upaya-upaya untuk meningkatkan kemampuan belajar akan menjadi terlalu penting jika hanya diserahkan pada dunia persekolahan (formal) saja!". Ungkapan ini muncul bukan hanya sebatas bualan kosong yang tanpa sebab. Namun jauh daripada itu, pernyataan tersebut keluar sebagai bentuk respon atas mandulnya berbagai lembaga pendidikan formal dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya. Maka sudah saatnya kita berusaha untuk menggugat peran dunia persekolahan, termasuk universitas, dan menggugah peran serta seluruh komponen masyarakat dari berbagai bidang dan tingkatannya untuk senantiasa meningkatkan kemampuan belajar masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi "menggugat" yang dimaksudkan di sini nampaknya akan lebih pas jika diletakkan pada konteks bagaimana kita melakukan "reformat paradigma belajar kita", bukan "berdemo menuntut perubahan kurikulum atau sistem pendidikan yang ada". Dengan demikian, pada kesempatan kali ini penulis tidak hendak "menggugat" lembaga pendidikan di mana kita belajar (al-Azhar maupun universitas lainnya), namun akan mencoba memberi tawaran solusi guna peningkatan prestasi akademis melalui sistem Belajar Berbasis Alam (BBA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekilas tentang Belajar Berbasis Alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sub-judul ini mungkin masih terkesan ambigu. Oleh sebab itu, sebelum melangkah pada pembahasan yang lebih praktis-aplikatif, di sini penulis akan menjelaskan makna dari BBA. Sebetulnya, penulis sendiri  tidak tahu entah dari mana istilah itu muncul. Namun tiba-tiba begitu saja ia ada dan terbersit ketika penulis memikirkan alam Mesir yang sungguh "kaya". Kaya yang dimaksud bukan berarti sumber daya alam yang melimpah, namun lebih kepada kekayaan khazanah keilmuan yang termanifestasikan oleh begitu banyaknya perpustakaan, tokoh-tokoh pemikir berkelas internasional, juga dimensi-dimensi lain yang menambah gemerlap alam intelektual negeri para nabi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab lain yang mungkin mengilhami kemunculan istilah BBA adalah menyeruaknya kembali file lama yang pernah tersimpan di alam ingatan, bahwa konon penulis sempat membaca sebuah resensi buku yang diadopsi dari negeri Sakura, Jepang, tentang "sekolah berbasis alam" yang mulai diejawantahkan di sana. Entah siapa pencetus dan penggagasnya penulis tidak begitu ingat, namun secara substansi, sistem sekolah yang ditawarkan adalah bagaimana mengajak siswa untuk lebih akrab dengan alam, sekaligus menjadikannya spirit untuk melakukan kegiatan belejar mengajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, sebagian besar sekolah hanya mengedepankan sistem belajar in-door saja yang cenderung statis dan membosankan. Akibatnya, tidak sedikit dari siswa yang patah semangat atau malas-malasan untuk belajar. Menyikapi fenomena tersebut akhirnya muncul sebuah gagasan bagaimana menciptakan sebuah sistem belajar yang enjoy dan mengasyikkan, tanpa mengurangi substansi materi pembelajaran. Nah, oleh sebab itulah sekolah berbasis alam itu muncul di Jepang dengan menawarkan format yang “seimbang” antara kegiatan belajar in-door dan out-door. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari konsep sekolah tersebut, penulis ingin mencoba mengadopsinya untuk dapat diterapkan dan diujicobakan dalam ranah Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir). Maksudnya, bahwa sistem perkuliahan di Mesir yang bisa jadi kurang representatif akan mengakibatkan hal yang sama sebagaimana dijelaskan di atas, yaitu berakibat pada kejenuhan dan penurunan prestasi belajar. Maka dari itu, untuk menanggulangi stagnasi belajar Masisir di bangku kuliah, perlu kiranya kita memberikan tawaran solusi dan menggugah kembali gairah belajar Masisir melalui konsep Belajar Berbasis Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa penulis lantas memilih istilah "belajar" dan bukan "sekolah"? Sebab kata "belajar" akan memberikan kesan lebih mendalam ketimbang "sekolah", karena pada dasarnya manusia terlahir sebagai "kaum pembelajar". Dan, tentu saja aktifitas serta proses belajar akan terdistorsi jika hanya kita letakkan pada konteks pembelajaran formal yang dilaksanakan di bebalik sekat-sekat tembok bangunan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menemukan Kembali Arti Belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang beranggapan bahwa "belajar" itu identik dengan "sekolah". Jadi ketika berbicara tentang "wajib belajar" mereka memaknainya sebagai "wajib sekolah". Dengan demikian, "belajar" adalah urusan "anak sekolahan", bukan urusan orang tua, orang dewasa, bukan pula urusan orang yang sudah bekerja atau masyarakat pada umumnya. Maka "belajar" itu urusan "anak-anak" dan dunia "persekolahan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini tidak benar. Sebab setelah menelisik lebih jauh tentang makna belajar yang dikemukakan beberapa tokoh pendidikan, kita mampu menyimpulkan bahwa belajar adalah, "proses pertumbuhan dan/atau perubahan, agar tahu (knowledge), agar mau (attitude), agar bisa (skills) dan agar berhasil (performance)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu karena manusia menempati posisi sentral dari proses pembelajaran, maka pengertian belajar juga bisa dipahami sebagai, "proses perubahan dan/atau pertumbuhan manusia dari keadaannya yang semula potensial (human being) menjadi aktual (being human)". Atau, "proses pemanusiawian manusia agar ia menjadi manusia sepenuhnya (fully human being)". (Andrias Harefa: Gradien 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kesimpulannya, bahwa kegiatan belajar merupakan proses berkesinambungan sejak manusia lahir hingga mati (…minal mahdi ilal lahdi [al-hadits]). Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim kita dituntut untuk dapat lebih dalam menghayati makna belajar secara utuh, sehingga mampu mewujudkan cita-cita terbesar diutusnya manusia ke bumi, yaitu sebagai khalifah yang bertugas untuk menjaga dan memakmurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Piranti-piranti BBA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;A. Bumi Mesir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis, Mesir memang mempunyai konstruk alam yang cukup keras dan menantang. Di samping itu musim yang dikandung bumi ini juga cukup merepotkan bagi sebagian mahasiswa asing, khususnya mahasiswa Indonesia yang lebih terbiasa dengan dua musim saja. Meskipun demikian, hal itu akan tidak terasa ketika kita menyadari dimensi-dimensi lain yang dimiliki negeri ini. Sebut saja dalam bidang peradaban dan budaya, Mesir sebagai negeri tua menyimpan kekayaan sejarah dan peradaban yang begitu beraneka. Lalu dalam bidang keilmuan, Mesir adalah gudangnya. Oleh sebab itu tak salah jika ada yang menyebut "Misr ummu ad-dun’ya!".  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari secara lebih spesifik kita melihat Mesir dari dimensi keilmuan. Di Kairo saja, sedikitnya kita akan dengan mudah menemukan 5 perpustakaan besar yang menyimpan segudang khazanah literatur klasik maupun modern. Sebut saja Perpustakaan al-Azhar, Perpustakaan Umum Mubarak, Perpustakaan Qaherah Kubra, Darul Kutub dan Perpustakaan IIIT. Di perpustakaan-perpustakaan tersebut kita bisa menemukan beratus bahkan beribu manuskrip, mikro film,  buku-buku umum, sciense, keislaman, hingga pada risalah-risalah magister maupun doktoral (thesis dan disertasi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Mesir juga mempunyai beragam lembaga dan instansi yang menawarkan berbagai kegiatan budaya maupun ilmiah yang tentunya bisa kita akses untuk dapat berpartisipasi di dalamnya. Secara lebih dekat mari kita melihat masjid al-Azhar, yang selalu membuka kegiatan ad-dars al-ilmi atau talaqqi hingga daurah shaifiyyah dan lain sebagainya. Dan melalui media elektronik, kita juga bisa memanfaatkan siaran-siaran radio Mesir dalam rangka menambah wawasan serta kemampuan bahasa kita. Sesungguhnya begitu banyak piranti yang disuguhkan bumi para nabi ini, yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas belajar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;B. Dunia Masisir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak organisasi yang bermunculan di ranah Masisir. Namun apakah wujud dan aktifitasnya telah selaras dengan visi dan misi seorang akademisi? Mari kita telusuri bersama… Akhir-akhir ini, khususnya paska Lokakarya yang diselenggarakan oleh KBRI Kairo, roda perjalanan organisasi Masisir sedikit banyak mengalami perubahan arah. Ya, meskipun diamini atau tidak, kesadaran dan keprihatinan akan minimnya kualitas belajar Masisir telah menjadi perhatian bersama. Maka dari itu, muncullah berbagai inovasi dan kreasi dari beberapa organisasi (termasuk di dalamnya PPMI) untuk menggalakkan kembali ghirah belajar Masisir. Lagi-lagi belajar yang dimaksud di sini adalah belajar dalam arti luas, yang meliputi bidang akademis maupun non-akademis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kegiatan positif tersebut antara lain adalah daurah lughawiyyah, workshop peningkatan skill dalam bidang tertentu, sekolah menulis terpadu, lomba-lomba bernuansa ilmiah, pelatihan metodologi riset dan lain sebagainya. Dalam tataran praksis, kegiatan-kegiatan tersebut sebagian sudah dilaksanakan dan sebagian lainnya masih dalam proses penggodokan. Namun ketika kita menengok kembali realita yang ada di kalangan Masisir, kegiatan-kegiatan semacam itu belum atau masih kurang diminati secara menyeluruh. Akan tetapi hal itu wajar, karena semuanya memang membutuhkan proses, waktu dan ketelatenan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, pada ruas ini penulis ingin menyampaikan bahwa, alangkah indah jika seandainya aktifitas organisasi Masisir bisa ditata ulang sedemikian rupa, bahkan kalau perlu di-upgrade sehingga mampu berjalan selaras dengan tuntutan zaman yang ada. Maka secara moril, penulis sendiri sangat mendukung jika kegiatan-kegiatan seperti tersebut di atas bisa lebih ditingkatkan lagi, sehingga mampu memberikan bekal tambahan yang lebih kepada Masisir dalam rangka menyongsong tantangan zaman yang semakin menggila. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aplikasi Konsep  &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;Setelah sama-sama tahu akan potensi yang tersedia, baik di bumi Mesir secara umum maupun di dunia Masisir secara khusus, setidaknya kita perlu sadar bahwa hal itu akan menjadi sia-sia jika tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya. Mesir yang disebut-sebut sebagai gudang ilmu tak akan berarti apa-apa jika kita yang berada di dalamnya hanya diam saja di rumah tanpa mau bergerak mendatangi lumbung-lumbung ilmu itu. Mari kita tanya pada diri masing-masing, sudahkan kita mengunjungi perpustakaan-perputakaan tersebut? Sudahkan kita menggerakkan kaki untuk mencari dan mendatangi para tokoh dan masyâyikh guna menimba ilmu dari mereka? Sudahkah kita berusaha untuk mencari informasi-informasi tentang penyelenggaraan seminar-seminar ilmiah yang diadakan oleh berbagai instansi Mesir? Dan sejauh mana kepekaan kita, sejauh mana daya adaptasi kita dalam merespon alam sekeliling kita yang sebenarnya "kaya"? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem perkuliahan al-Azhar boleh dibilang kuno dan ketinggalan zaman. Lalu apakah ketika kita tidak bisa menerimanya lantas langsung putus asa? Bukankah di luar, di alam Mesir ini masih menyuguhkan berbagai menu menarik lainnya yang bisa kita cicipi? Sungguh ironis ketika ada sebuah pepatah, "ayam mati di lumbung padi". Tentu kita semua tidak menginginkan hal itu. Maka jawabannya, mari kita bergerak, mari kita melangkah, mengenali alam di mana tempat kita tinggal. Jika kita telah mendapati bahwa alam sekeliling kita sungguh "kaya" dan mempesona, mengapa kita tidak berusaha mengambil sedikit kekayaannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, ketika kita menemukan jenuh dan sesak di balik tembok-tembok perkuliahan, mari kita menyatu dengan alam luar yang lebih luas dan melapangkan. Kita ambil spirit darinya, lalu kita jadikan ramuan untuk dapat menggerakkan syaraf-syaraf kita mengarungi samudra keilmuan. Jika kita rela mengeluarkan uang 3 Pound untuk chatting di warnet selama dua jam, mengapa kita tidak mengeluarkan uang yang sama untuk sampai ke perpustakaan-perpustakaan, atau ke tempat-tempat talaqqi, ke seminar-seminar, ke nadwah-nadwah, atau ke tempat-tempat bersejarah, dan lain sebagainya!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tugas organisasi Masisir, di samping menyelenggarakan kegiatan-kegiatan positif bernuansa ilmiah (dalam hal ini bisa dilaksanakan oleh kelompok-kelompok kajian maupun senat dan almamater) dalam rangka mendukung prestasi akademis, perlu kiranya organisasi Masisir mengusahakan untuk mencari informasi tentang kegiatan-kegiatan ilmiah yang diselenggarakan instansi-instansi Mesir kepada khalayak Masisir. Dengan demikian, arus informasi akan selalu berkesinambungan sehingga aktifitas pun menjadi dinamis dan lebih bermakna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, yakni masalah kemampuan bahasa Masisir yang lemah, berbagai organisasi Masisir (sebagai poros gerak dinamika sekaligus civitas akademika ke-2 setelah kampus) hendaknya menggalakkan kembali diksusi-diskusi atau halaqah-halaqah lughawiyyah yang akan bermanfaat dalam mendukung prestasi di kampus. Sebab menurut hemat penulis, lemahnya kemampuan bahasa (khususnya Arab) sungguh menjadi keprihatinan tersendiri yang harus disadari oleh semua fihak. Bukankah ironis ketika ada seorang alumni Timur tengah yang pulang ke tanah air tapi diminta berbicara bahasa Arab saja belepotan!? Maka dari itu, hendaknya organisasi-organisasi Masisir (bukan hanya PPMI) mampu menjadi promotor dalam rangka mewujudkan gerakan sadar berbahasa di kalangan Masisir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di samping penguatan bahasa Arab sebagai basis utama untuk menjalani proses studi di Mesir, kemampuan bahasa lain juga perlu ditingkatkan. Dan menurut pengamatan penulis, sejauh ini telah ada beberapa organisasi yang membuka kursus-kursus bahasa, mulai dari Inggris, Perancis, hingga Jepang. Tentunya hal semacam ini merupakan langkah positif yang perlu ditingkatkan lagi, mengingat peta percaturan dunia global yang semakin menuntut kompetensi personal dalam berbagai bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Epilog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan demikian, ketika kita telah sama-sama menyadari bahwa ruang gerak kita untuk belajar tidak hanya terbatas pada sekat-sekat ruang kuliah, dan setelah kita sama-sama memahami bahwa hakikat manusia adalah sebagai kaum pembelajar (learning being), serta jika kita memahami mengapa kita harus belajar, maka kita akan dapat belajar dalam situasi dan kondisi apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masisir, dalam ranah belajar mempunyai dua ruang yang bisa sama-sama dimanfaatkan guna mendukung prestasi, yaitu ruang kuliah formal dan alam di luar kuliah (baik bumi Mesir maupun dunia kecil organisasi Masisir). Dengan demikian, Masisir diharapkan mampu mensinergikan dua potensi tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas hidup selama menempuh studi di bumi kinanah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa menempatkan bangunan sekolah dan universitas sebagai lokasi-lokasi yang paling ideal bagi proses pembelajaran merupakan suatu kekeliruan yang berakibat fatal. Maka sekali lagi kita perlu menyadari, bahwa seharusnya kita menempatkan proses pembelajaran dalam konteks sekolah kehidupan. Yaitu sebuah sekolah yang dimenej langsung oleh Tuhan Sang Pencipta Alam, yang di dalamnya menyimpan segudang ilmu dan pengetahuan yang maha luas dan lapang. Semoga, kita mampu memanfaatkan alam sekeliling kita untuk sama-sama berproses menuju manusia yang sebenar-benarnya, bermetamorfosis menuju kesempurnaan yang didambakan! Amin. Wallahu a'lam! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mahasiswa tingkat akhir fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir al-Azhar Uviversity&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2546948722006266503?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2546948722006266503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2546948722006266503' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2546948722006266503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2546948722006266503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/08/belajar-berbasis-alam.html' title='BELAJAR BERBASIS ALAM'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKX5m61dvmI/AAAAAAAAAUo/VzNS_NnnBR0/s72-c/JurankDoank.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-8060742266328257724</id><published>2008-08-15T14:23:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T14:32:03.382-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Do'a Malam untuk Seseorang...!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKX1s-qjiyI/AAAAAAAAAUg/H_dNwqZAavs/s1600-h/berdoa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKX1s-qjiyI/AAAAAAAAAUg/H_dNwqZAavs/s200/berdoa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234860294972607266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;(dan) aku hanya mampu berdoa;&lt;br /&gt;semoga...&lt;br /&gt;embun-embun suci sedia membasuh segala resahmu&lt;br /&gt;sehingga kembali jernih, terang mengiring laju&lt;br /&gt;dan, kau akan tetap bersinar&lt;br /&gt;walau di kegelapan malam yang pekat&lt;br /&gt;menapaki hidup, dalam pelukan rahmat !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kutengadahkan dua tangan yang hina nan lemah&lt;br /&gt;mencoba melambai menyalami langit-langit,&lt;br /&gt;agar dibukakan pintunya,&lt;br /&gt;sehingga do'a ini bisa meniti tangga-tangga 'Arasy-Nya&lt;br /&gt;hingga sampai ke singgasana Maha Diraja !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan, jagalah ia, dekaplah selalu dalam cinta-kasih-Mu,&lt;br /&gt;sehingga ia bahagia, lapang dan nyaman dalam melakoni setiap episode,&lt;br /&gt;yang Kau siapkan untuknya..!" Amiin..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat malam, nice dream....!&lt;br /&gt;semoga,&lt;br /&gt;esok hari kau kembali tersenyum secerah mentari !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurlah...letakkan segala gundah dan beban,&lt;br /&gt;sehingga kau menjadi ringan, menapaki jarak yang masih panjang ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kota Tua, 01/7/08)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-8060742266328257724?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/8060742266328257724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=8060742266328257724' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8060742266328257724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8060742266328257724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/08/doa-malam-untuk-seseorang.html' title='Do&apos;a Malam untuk Seseorang...!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKX1s-qjiyI/AAAAAAAAAUg/H_dNwqZAavs/s72-c/berdoa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3195275841861703407</id><published>2008-08-07T23:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T23:40:58.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Karena Hidup adalah Pilihan !?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SJvqS0xJGMI/AAAAAAAAAUU/L_OhJ4AsqsU/s1600-h/beginning.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SJvqS0xJGMI/AAAAAAAAAUU/L_OhJ4AsqsU/s200/beginning.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232033001244268738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pertanyaan kawan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bala&lt;/span&gt; yang beberapa waktu lalu mengisi di shoutbox, beliau menanyakan tentang abstraksi yang saya tulis di header blog. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Apa artinya; hidup di dunia kita memilih, di akhirat kita dipilih!"&lt;/span&gt; Maka dalam catatan kali ini saya ingin sedikit mengupas tentang terjemahan dari kalimat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya katakan, bahwa pertama kali saya mendapat kalimat tersebut dari sebuah pesan yang dituliskan oleh salah satu teman sekelas saya dalam buku rememberance angkatan kami. Meskipun kalimat tersebut telah ia tulis pada tahun 2004 ketika kami lulus dari Madrasah Aliyah (MAKN Surakarta), namun saya baru ngeh dan mendapatinya begitu bermakna ketika saya telah sampai ke Mesir. Kebetulan saya membawa buku itu dan sesekali ketika rindu menghinggapi saya buka-buka lagi buku kenangan tersebut sembari mengingat-ingat memory masa SMA. Begitu indah, berwarna dan membekas di lubuk hati. Masa-masa yang tak kan pernah terlupakan sepanjang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"hidup di dunia kita memilih!"&lt;/span&gt;. Sebagaimana hak asasi setiap manusia, bahwa ia mempunyai kebebasan dalam memilih. Memilih apa saja yang ia kehendaki dan sesuai dengan isi hati. Tentu saja, dunia ini penuh dengan pilihan-pilihan. Pilihan di sini meliputi hamper seluruh aspek kehidupan; mulai dari agama dan keyakinan; hingga pilihan-pilihan yang bersifat teknis, seperti memilih tempat sekolah/belajar, memilih jabatan, memilih pekerjaan, memilih pasangan dan lain sebagainya. Intinya, bahwa dunia ini ibarat ladang/sawah, yang kita bebas hendak menanaminya apa saja! Entah dengan bibit unggul atau bibit biasa, entah dengan usaha maksimal atau usaha sekedarnya! Walhasil, di dunia kita masih berkesempatan untuk memilih apa saja, yang tentunya masing-masing mengandung konsekuensi yang harus siap diterima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kemudian, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"di akhirat kita dipilih!"&lt;/span&gt;. Tentu saja! Karena di sana (menurut keterangan teks-teks al-Qur'an dan Sunnah) manusia akan dihisab sesuai dengan apa yang telah ia pilih dan ia kerjakan selama di dunia. Maka di alam ini manusia tak berkesempatan untuk memilih, karena hasil yang akan ia dapatkan adalah sesuai dengan apa yang ia tanam. Manusia juga tak bisa melakukan pembelaan. Sebab mulut akan terkunci, dan yang akan bicara adalah seluruh indera yang melaporkan setiap aktivitasnya selama di dunia. Maka intinya, di akhirat Allahlah yang akan memilih dan menentukan, apakah seseorang akan masuk surga atau neraka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, dari sedikit penjabaran di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dunia adalah alam pilihan, sementara akhirat adalah alam kepastiannya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"ad-dun`ya mazra'atul akhiroh!"&lt;/span&gt;. Dunia adalah ladang bercocok tanam yang hasilnya akan diterima ketika telah berada di akhirat. Maka dari itu, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"karena hidup di dunia adalah memilih dan di akhirat kita dipilih!"&lt;/span&gt;, tentunya selama di dunia kita diharapkan mampu memilih hal-hal yang baik sehingga di kelak kemudian hari kita akan dipilih. Ya, dipilih kembali sebagai hamba yang meneguhkan pengabdiaanya, bukan hamba yang mengingkari janji agungnya ketika masih di gua garba ibu: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"balaa syahidna!"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Konon, segenap manusia dipilih untuk terlahir ke dunia setelah menyatakan sumpah itu. Namun dalam aplikasinya di dunia, banyak dari mereka yang lupa atau mengingkari. Maka semoga ketika diakhirat nanti kita kembali terpilih karena termasuk para hamba yang senantiasa mengingat dan menjalankan janji setianya ketika masih di gua garba para ibunya! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu a'lam! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_Kairo, Jum'at, 8 Agustus 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3195275841861703407?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3195275841861703407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3195275841861703407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3195275841861703407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3195275841861703407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/08/karena-hidup-adalah-pilihan.html' title='Karena Hidup adalah Pilihan !?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SJvqS0xJGMI/AAAAAAAAAUU/L_OhJ4AsqsU/s72-c/beginning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-7630741976350673365</id><published>2008-08-02T15:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-02T15:48:24.159-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Puing-puing Ironi Tanah Pertiwi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SJTkIidUYWI/AAAAAAAAAUE/luB4u1l5Obs/s1600-h/japanese_mask_5-large.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SJTkIidUYWI/AAAAAAAAAUE/luB4u1l5Obs/s200/japanese_mask_5-large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230055902623850850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puing 1: Di rumah-rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat rumah-rumah gelap&lt;br /&gt;Entah terlalu rapat tersekat tembok-tembok kuat,&lt;br /&gt;Atau karena tak ada minyak untuk sekedar menyalakan misykat?&lt;br /&gt;Di rumah-rumah pekat; &lt;br /&gt;Entah yang terbangun di atas batu&lt;br /&gt;Atau yang berdiri ditopang kayu, hanya bambu.&lt;br /&gt;Tak ada cahaya, hanya serpihan-serpihan fatamorgana yang menjadi aktifitas keseharian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku mendapati rumah-rumah gelisah &lt;br /&gt;Entah yang di dalamnya bergelimang harta,&lt;br /&gt;Atau mungkin sebaliknya, seakan tak ada nasi se-piring-pun&lt;br /&gt;Sehingga tak nampak unsur senyawa, &lt;br /&gt;bahkan embun tak lagi membasuh atap-atapnya di pagi buta.&lt;br /&gt;Ohh...yang kelebihan kekayaan gelisah untuk kehilangan,&lt;br /&gt;Yang penuh ketiadaan takut akan kematian, &lt;br /&gt;mereka kelaparan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangi rumah-rumah bodoh itu&lt;br /&gt;Entah yang penghuninya belajar tapi untuk menipu,&lt;br /&gt;Atau yang memang tak pernah belajar karena tak mampu beli buku.&lt;br /&gt;Rumah-rumah bodoh para penipu, di dalamnya tersusun strategi untuk menang sendiri, jaya sendiri, makmur sendiri,&lt;br /&gt;pintar tapi bodoh,&lt;br /&gt;Karena telah merakit dinamit untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;Sementara rumah si miskin kering kerontang,&lt;br /&gt;Bahkan untuk beli bacaan, mengisi perut tiap hari saja kesulitan!&lt;br /&gt;Lambat laun mereka semua akan mati,&lt;br /&gt;Hanya menanti hari![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puing 2: Di kantor-kantor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mereka berjuang mendapat kursi; &lt;br /&gt;entah karena mampu, atau hanya nafsu?&lt;br /&gt;Kedua, ada yang berhasil ada yang gagal;&lt;br /&gt;yang berhasil tasyakuran atau berpesta pora,&lt;br /&gt;yang gagal menangis seakan jatah rizkinya terkikislah sudah. &lt;br /&gt;Ketiga; yang diterima lantas berlupa, &lt;br /&gt;yang ditolak memilih putus asa.&lt;br /&gt;Keempat; yang lolos mencuri uang dari balik kursinya,&lt;br /&gt;Yang tersingkir menjadi pencopet di bus-bus kota.&lt;br /&gt;Dan kelima; yang mendapat hasil curian banyak tetap aman, nyaman juga sentousa menduduki kursinya, &lt;br /&gt;yang hasilnya hanya tak seberapa digebuki masa hingga akhir hayatnya. &lt;br /&gt;Celaka![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puing 3: Di rumah-rumah Ibadah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Musibah...!&lt;br /&gt;Rumah-rumah ibadah tak lagi suci&lt;br /&gt;Rumah-rumah ibadah telah ternodai&lt;br /&gt;Siapa yang mengotori?&lt;br /&gt;Siapa yang mencemari?&lt;br /&gt;Apakah karena iblis berhasil menerobos?&lt;br /&gt;Ataukah penghuninya telah menjelma lain sebentuk benalu?&lt;br /&gt;Menumpang sembari menggerogoti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imamnya tak ikhlas memimpin jama'ah&lt;br /&gt;Dalam hatinya protes sebab tak cukup kafa'ah. &lt;br /&gt;Khatibnya riya' dalam menyampaikan khutbah&lt;br /&gt;Membanggakan akal, mulut dan suaranya.&lt;br /&gt;Makmumnya hanya diam dan manggut-manggut&lt;br /&gt;Padahal sembahyangnya tak khusyuk,&lt;br /&gt;juga apa yang didengar tak masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Ohh, para penghuni rumah-rumah Tuhan yang tak berke-Tuhan-an !?&lt;br /&gt;Mereka hanya mampir&lt;br /&gt;Mereka hanya parkir&lt;br /&gt;Menyandarkan fikir yang keruh&lt;br /&gt;Mendaratkan seribu amarah yang membuncah.&lt;br /&gt;Ahh, mereka begitu pongah di setiap jengkal tanah&lt;br /&gt;Mereka terlalu congkak berbekal setitik nikmat.&lt;br /&gt;Do'a-do'a, puja-puji dilantunkan untuk kepentingan sendiri,&lt;br /&gt;Agar Tuhan tak mengujinya lagi,&lt;br /&gt;Sudah! Mereka hanya ingin mandiri&lt;br /&gt;Karena setelah keluar dari pintu-pintu rumah ibadah,&lt;br /&gt;Mereka tak ingin kembali lagi untuk yang kedua kali,&lt;br /&gt;Sudah cukup dengan usaha sendiri mereka akan berdikari.&lt;br /&gt;Sudah... aku tak butuh kau lagi,&lt;br /&gt;Dan... kosong lagi... &lt;br /&gt;sepi kembali...![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puing 4: Di jalan-jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jalan itu untuk kemudahan&lt;br /&gt;Jalan itu untuk sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jalan-jalan itu sekarang penuh kesulitan&lt;br /&gt;Yang ada hanya olah kepentingan; yang penting aku senang, yang jelas aku tak takut kemiskinan, biarpun orang-orang lain berteriak hingga kehausan.&lt;br /&gt;Berjejal kesumpekan; arak-arakan manusia, deretan kemogokan, bahkan sengaja diblokir, atau siapa mau lewat harus tanda tangan! &lt;br /&gt;Hingga butuh waktu sangat lama untuk meraih tujuan&lt;br /&gt;Atau bahkan tak akan sampai&lt;br /&gt;Karena telah kehabisan bahan bakar&lt;br /&gt;Lalu mati di tengah jalan&lt;br /&gt;Menjadi tumbal atas ulah kebodohan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puing 5: Di mal-mal, di pasar, swalayan dan pertokoan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tempat-tempat itu, adalah pos-pos dimana dijual produk-produk kecantikan, pakaian, makanan, mainan-mainan beserta segenap produk fisik yang penuh kesementaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat-tempat itu, manusia rela membayar berapa saja untuk sekedar menghadirkan tampilan luar yang memesona dan elok dipandang mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, adalah produk-produk tangan manusia yang dicipta untuk kehancuran mereka sendiri. Sebab ketika mata mereka melihat, yang muncul adalah nafsu, rasa ingin memiliki yang berlebihan. Sebab ketika mereka silau dan tergiur, maka yang terjadi adalah samar dan buta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini mereka lupa, bahwa yang mereka ingini bukanlah hakekat dan keabadian. Namun hanya fatamorgana dan kefanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, meskipun bagi sang pabrik, sang pengrajin dan sang pekerja adalah sekedar mempertahankan hidup dari binasa percaturan dunia; agar dapat makan, agar dapat memberi makan. Namun bagi sang konsumen, sang pembeli dan sang pengagum produk-produk keduniaan adalah ujian, cobaan, bahkan jebakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, duniapun menjadi bingar, tak jelas warna; mana yang putih, mana yang hitam![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puing 6: Di kampus-kampus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, aku mengira kampus-kampus adalah tempat menimba ilmu&lt;br /&gt;Ya, mungkin karena darinya kakek-nenek dan bapak-ibuku menjadi berbudi dan berilmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, aku melihat para mahasiswa bangkit dari kursi belajarnya untuk menggugat kebiadaban dan menghentikan kebodohan-kebodohan. &lt;br /&gt;Lalu mereka berparade di sepanjang jalan meneriakkan hak-hak. &lt;br /&gt;Kemudian mereka berorasi memperjuangkan nasib rakyat kecil, &lt;br /&gt;walau entah berhasil, atau hanya dianggap malaikat kecil yang suka usil menggoda urusan para dewa!!??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, aku menyaksikan mereka tawuran, &lt;br /&gt;saling adu hantam satu sama lain. &lt;br /&gt;Entah apa yang mereka perjuangkan, apakah harga diri atau hanya menuruti emosi dan tipu daya para aktor berjas putih di gedung-gedung megah!?[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puing 7: Di istana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di istana mereka hanya berfoya-foya&lt;br /&gt;Di istana mereka saling memperkaya&lt;br /&gt;Di istana mereka makan-minum sepuasnya&lt;br /&gt;Dan ketika keluar, mereka meneriakkan janji sorga: "Kami akan memperjuangkan nasib rakyat, mengentaskan kemiskinan, memberantas korupsi, mencerdaskan bangsa melalui peningkatan taraf pendidikan, memberikan subsidi demi meringankan beban, dan...dan..."&lt;br /&gt;Sekembali mereka ke istana, &lt;br /&gt;telinga menjadi tuli, &lt;br /&gt;dan matapun telah ngantuk,&lt;br /&gt;"Ahh... lebih baik tidur! Toh tak ada PR yang harus dipikirkan dan dikerjakan!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munafik![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; _Sabdapena17, Kairo: Jum'at pagi, 06 Juni 2008.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-7630741976350673365?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/7630741976350673365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=7630741976350673365' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7630741976350673365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7630741976350673365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/08/puing-puing-ironi-tanah-pertiwi.html' title='Puing-puing Ironi Tanah Pertiwi'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SJTkIidUYWI/AAAAAAAAAUE/luB4u1l5Obs/s72-c/japanese_mask_5-large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1338401480579072304</id><published>2008-07-08T05:21:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T06:00:21.300-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Hukum Harus Tegas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKrDoywwvCI/AAAAAAAAAU8/jdh8IgHhE2g/s1600-h/hukum.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKrDoywwvCI/AAAAAAAAAU8/jdh8IgHhE2g/s200/hukum.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236212622360099874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Jika hukum tak lagi berwibawa, maka kehancuran akan segera tiba"&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Indonesia benar-benar dilanda kekacauan! Setelah berbagai bencana melanda dan tak kunjung mendapat titik terang, kini sesama rakyat justru tunggang-langgang saling menuduh dan terpecah-belah. Masyarakat grass-root semakin menderita dengan berbagai kebijakan pemerintah yang tak jelas arah. Sementara yang di atas, mereka tetap nyaman dengan gaji bulanannya plus berbagai dana tunjangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kasus demi kasus; korupsi, penggelapan dana, manipulasi, pun tak segera tuntas bahkan hanya numpuk di meja jaksa. Menumpuk dan terus menumpuk sehingga semakin sulit untuk memilahnya. Insiden demi insiden, tragedi demi tragedi, tuntutan demi tuntutan, tak ada yang diputuskan secara tegas. Walhasil, bumi pertiwi seakan hanya menjadi wadah tumpukan masalah bahkan berbagai tragedi berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab dari itu semua antara lain adalah ketidak-arifan pemerintah, sang pemangku kebijakan (stake-holders). Setelah bermula dari ketidak-tahuan akhirnya berimbas pada ketidak-tegasan. Karena tidak tahu pasti mana yang benar dan mana yang salah, akhirnya kebingungan merasuki fikiran. Nah, puing-puing itulah yang akhirnya menyebabkan alur pemerintahan seakan tak tentu arah, tak punya pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ironisnya, lagi-lagi yang menjadi korban tetap rakyat kecil. Si kecil yang tak punya uang lalu mencuri ayam. Na’asnya ia tertangkap basah oleh penduduk kampung lalu dipukuli hingga babak-belur. Sementara Si besar, mereka tetap nyaman menggerogoti uang dari balik kursi kehormatannya. Sayangnya, ia punya akal yang brilian hingga aksinya tak kelihatan. Atau misalkan kelihatanpun ia bisa memutar-balikkan fakta dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celaka! Inilah awal mula musibah yang begitu deras melanda negeri kita. Ketika rakyat kecil bersalah secepat mungkin fonis dijatuhkan. Tapi jika para pembesar yang bersalah, ahh, nanti saja kita tunggu salam tempelnya? Sunguh tak adil! Dimanakah ketegasan sikap dalam hukum Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar apa yang telah diisyaratkan oleh kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya: “Wahai para manusia, sesungguhnya penyebab musnahnya orang-orang sebelum kalian adalah: ketika ada pejabat di antara mereka yang mencuri mereka diamkan, dan ketika ada orang kecil yang mencuri mereka hukum. Demi Allah seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, maka aku akan memotong tangannya!” (HR. Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagi kalian...” (QS. al-Ahzâb [33]: 21). Jika Rasulullah telah mengajarkan sebuah sikap ketegasan bagi kita semua, maka patut rasanya jika para ulil amri di negeri kitapun mencontoh dan mempraktekkannya. Dengan harapan, semoga dengan ketegasan yang dibarengi kearifan, segala permasalahan, permusuhan dan perpecahan bisa diangkat dari bumi pertiwi tercinta.Wallahu A’lam!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1338401480579072304?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1338401480579072304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1338401480579072304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1338401480579072304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1338401480579072304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/07/hukum-harus-tegas.html' title='Hukum Harus Tegas'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/SKrDoywwvCI/AAAAAAAAAU8/jdh8IgHhE2g/s72-c/hukum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6096720990677928520</id><published>2008-07-04T22:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T23:17:58.392-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resonansi'/><title type='text'>Berdakwah dengan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SG8SAZLSp5I/AAAAAAAAATY/CrUKBCe1AsI/s1600-h/khutbah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SG8SAZLSp5I/AAAAAAAAATY/CrUKBCe1AsI/s200/khutbah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219410291113240466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam disiplin Ilmu Dakwah disebutkan bahwa, profesi da’i itu bukanlah profesi yang mudah, bahkan sangat sulit. Pasalnya, seorang da’i dalam Islam laksana penerus perjuangan para nabi yang bertugas menyampaikan risalah dan ajaran-ajaran Islam ke segenap umat manusia. Oleh karena itu, ia dituntut untuk menguasai Islam secara kaffah (sempurna). Bukan hanya menguasai ilmu-ilmu Islam secara teori &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(nadzariy)&lt;/span&gt;, tetapi juga harus mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(‘amaliy)&lt;/span&gt;. Sebab, ketika seseorang telah disebut sebagai da’i, maka secara alami ia akan menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;public figure&lt;/span&gt; yang akan selalu dilihat dan dicontoh oleh masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Da’i dalam Islam juga laksana dokter, yang bertugas untuk mendiagnosa penyakit-penyakit masyarakat, sehingga dapat mencarikan obat yang tepat untuk menolong dan menyembuhkan mereka. Oleh sebab itulah seorang da’i seyogianya mempunyai hati yang bersih (ikhlas), nurani yang tajam (kepekaan), fikiran yang jernih (kearifan), dan mata yang jeli (bijaksana). Sehingga dengan itu, ia mampu membaca setiap fenomena yang muncul di masyarakat, menganalisa setiap gejala yang ada, lalu memilih solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Jika ia salah cara (salah memberikan obat atau dosis), maka usaha dakwahnya bisa jadi tak akan sampai ke masyarakat. Alih-alih ingin berdakwah, yang terjadi justru menambah runyam masalah, menambah bingung masyarakat bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, mari kita simak sebuah kisah tentang usaha dakwah yang dilakukan seseorang dengan modal hati dan kelembutan, bukan dengan paksaan dan kekerasan. &lt;br /&gt;Adalah KH. Robbach Ma’shum, yang hingga kini masih menjabat sebagai Bupati Gresik, sosok teladan yang baik bagi para da’i dan pendidik, yang mampu melakukan proses pengajaran serta dakwah dengan hati dan kelembutan. Suatu ketika, beliau melakukan lawatan ke Mesir untuk membeli buku-buku yang digelar dalam rangka “Pameran Buku Internasional di Kairo”. Hal itu semata-mata didasari atas kecintaan beliau terhadap buku. Pada kesempatan itu, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama’ (PCINU) Mesir berhasil menyelenggarakan dialog publik bersama Kiai Robbach yang dihadiri oleh warga nahdliyyin di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya, Kiai Robbach tidak menyampaikan mauidhah hasanah layaknya para da’i. Namun beliau hanya bercerita seputar pengalaman pribadi beliau, baik sebelum maupun ketika menjabat sebagai Bupati. Cukup banyak hal-hal menarik nan menggugah yang beliau sampaikan. Namun dalam konteks ini, penulis hanya akan memaparkan salah satu bagian dari cerita beliau yang terkait dengan dunia dakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, sebelum menjadi seorang Bupati, beliau telah dikenal sebagai sosok yang ramah dan akrab dengan masyarakat bawah. Hal itu disebabkan karena beliau telah aktif di berbagai kepengurusan cabang NU di daerahnya, sehingga membuatnya sering bersinggungan dengan masyarakat secara langsung. Dengan kondisi tersebut, beliau mampu merasakan sebuah keprihatinan akan moral dan nasib para pemuda yang semakin jauh dari nilai-nilai ajaran Islam. Betapa banyak para pemuda yang suka mabuk-mabukan, berapa banyak anak-anak jalanan yang terjerembab dalam kubangan narkoba, dan berapa banyak generasi muda yang melakukan tindakan asusila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Kiai Robbach, hal itu beliau sikapi sebagai sebuah panggilan jiwa, sebuah bisikan nurani yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu guna menolong mereka, dan mengentaskan mereka dari jalan yang sesat. Namun langkah apakah yang akan beliau tempuh? Strategi apakah yang akan beliau terapkan untuk dapat mengajak mereka kembali ke jalan yang benar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya: “kelembutan dan hati!” Ya, beliau memilih metode persuasif. Beliau tidak secara langsung mendatangi gerombolan mereka untuk diceramahi atau bahkan dimarahi, namun beliau datang layaknya seorang teman yang mencoba mendekati dan mengakrabi. Tentunya dengan segenap kesabaran dan kehati-hatian, sehingga beliau bisa diterima oleh mereka. Beliau datang ke kantin-kantin, ke toko-toko, di tempat-tempat di mana mereka sering berkumpul. Beliau ikut minum kopi, turut kongkow bareng bersama mereka. Pembicaraan awal beliau kepada mereka tentu bukan soal agama, namun lebih kepada pembicaraan tentang hal-hal lain yang sifatnya lebih umum, atau soal pribadi mereka masing-masing. Pada fase ini beliau hanya bertujuan bagaimana agar mereka bisa menerima beliau sebagai seorang teman, teman curhat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, setelah melalui proses pendekatan yang cukup panjang dan membutuhkan kesabaran, lambat laun beliau semakin akrab dengan mereka. Barulah dalam kesempatan seperti ini beliau mulai berbicara soal agama. Dan yang jelas beliau tetap sangat hati-hati, sehingga tak ada sedikitpun kata-kata yang menyakiti hati mereka. Singkat cerita, setelah sekian lama proses itu berlangsung secara berkesinambungan, datanglah petunjuk dan cahaya dari Allah yang memasuki hati mereka. Akhirnya, bersama Kiai Robbach mereka justru berniat untuk membentuk semacam kelompok pengajian. Anggota mereka terdiri dari para mantan pecandu, morfinis, pemabuk, hingga para pezina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu ketika, mereka berkumpul di sebuah tempat guna melakukan sebuah konggres. Hal itu dimaksudkan untuk menentukan nama jama’ah mereka, sekaligus berbagai perangkatnya. Ketika proses pengusulan nama mulai dibuka, ada sebagian dari mereka yang mengusulkan nama-nama bercirikan Islam seperti; Al-Hikmah, Al-Hidayah, At-Taubah dan lain sebagainya. Namun pada saat itu, ada satu orang di antara mereka yang mengusulkan nama yang asing dan aneh, yaitu “Al-Koboi”. Sepontan mereka bertanya, apa alasannya sehingga ia memilih nama tersebut? Ia pun menjawab: “Sejauh ini, saya telah banyak melihat nama-nama jama’ah yang bercirikan Islam, namun yang terjadi justru mereka hanya mengotori dan menodai nama itu dengan prilaku yang tidak Islami. Maka lebih baik kita menggunakan nama yang tidak Islami namun kita mampu menerapkan ajaran-ajaran Islam, ketimbang menggunakan nama Islam hanya untuk kita cemari!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohh..sebuah alasan yang cukup logis dan sesuai fakta nampaknya, sehingga membuat mereka bersepakat untuk memilih nama itu sebagai nama jama’ah mereka. Pada fase-fase selanjutnya, Kiai Robbach senantiasa bermu’amalah dan beramah-tamah dengan mereka, sembari mengajarkan nilai-nilai Islam sehingga menjadi semakin akrab dan dekat. Salah satu caranya adalah dengan membukakan pintu rumah selebar-lebarnya untuk mereka, apalagi ketika bulan Ramadhan. Beliau sering mempersilahkan mereka untuk berbuka dan sahur di rumahnya. Walaupun mungkin masih ada juga dari mereka yang belum berpuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secuplik kisah di atas tampak jelas memberikan gambaran kepada kita, bahwa berdakwah dengan hati dan kelembutan akan bisa lebih mengena dan berhasil, dari pada melalui kekerasan dan paksaan. Taruhlah misalkan, hari ini kita mampu meluluh-lantahkan tempat-tempat maksiat, namun bisa jadi esok mereka mendirikannya lagi di tempat yang lain. Sebab dakwah itu tak sampai ke hati mereka, namun hanya sampai ke tempat-tempat di mana meraka melakukan maksiat. Berbeda dengan kisah di atas, di mana dakwah yang dilancarkan langsung menembus pusat kontrol aktifitas manusia, yaitu hati. Sehingga ketika hati sudah terkontrol, maka seluruh bagian tubuh yang lain pun tunduk dan mengikuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar apa yang dikatakan oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Imam al-Ghozali&lt;/span&gt; tentang strategi seorang da’i: “Wajib bagi seorang da’i menatap mereka (obyek dakwah) dengan tatapan mata rahmat, kasih sayang dan penghormatan. Juga, agar ia bisa mendekati masing-masing person dari mereka maupun kelompok mereka dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Dan, seorang da’i sangat dilarang untuk memandang mereka dengan tatapan sinis atau berbicara kepada mereka dengan perkataan yang menyakiti perasaan. Sebab jika ia melakukannya, maka mereka akan tetap berpegang teguh dengan keyakinan yang semula. Bukan karena ia merasa bahwa keyakinannya telah benar sehingga mereka mempertahankannya, namun semata-mata hal itu mereka lakukan karena pembelaan atas harga diri yang telah dihina!”.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta berdebatlah dengan mereka melalui jalan yang baik...” &lt;/span&gt;(QS. An-Nahl [16]: 125). Dari ayat tersebut kita dapat menarik kesimpulan, bahwa Tuhan Yang Esa telah mengajarkan kepada kita tentang tata cara berdakwah yang baik. Yaitu yang dilandasi atas ketulusan hati serta kesabaran yang tinggi guna mencapai hasil yang diinginkan.[]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Luthfi al-Anshori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6096720990677928520?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6096720990677928520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6096720990677928520' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6096720990677928520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6096720990677928520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/07/berdakwah-dengan-hati.html' title='Berdakwah dengan Hati'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SG8SAZLSp5I/AAAAAAAAATY/CrUKBCe1AsI/s72-c/khutbah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-8016891100819075091</id><published>2008-06-20T00:48:00.000-07:00</published><updated>2008-06-20T01:04:55.191-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Catatan Lama: Sebuah Dialog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SFtiJz-xshI/AAAAAAAAATQ/XVw1-mHUU0Y/s1600-h/642px-Dialog_ballons_icon_svg.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SFtiJz-xshI/AAAAAAAAATQ/XVw1-mHUU0Y/s200/642px-Dialog_ballons_icon_svg.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213868914323337746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NB: Baca dari bawah ke atas...!&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak usah tahulah.&lt;br /&gt;Itu kan cmn tambahan aja.&lt;br /&gt;Supaya puisinya lebih mendramatisir.&lt;br /&gt;He.. he.. he...(Wed, 26/10/05)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mohammad luthfil anshori &lt;luthphi_17@yahoo.com&gt; menulis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    sebelumnya aku minta maaf!&lt;br /&gt;    kalo aku boleh meminta, pada tulisanmu di bawah ada beberapa kalimat&lt;br /&gt;    yang membuatku penasaran dan masih belum bisa aku pahami     substansinya, jadi kalo kamu ga keberatan tolong dijelaskan!&lt;br /&gt;    apakah itu sayap kebebasan yang kau maksud?&lt;br /&gt;    siapa pula yang kau maksud kekasih pengecut?&lt;br /&gt;    sebelum dan sesudahnya trima kasih!(Wed, 26/10/05)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    L&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;athifa Anshori &lt;lathifa_ans@yahoo.co.id&gt; wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Aku tersenyum sekarang&lt;br /&gt;        melihat pelangi yang bersinar dari air mataku&lt;br /&gt;        Kurasakan air mata dalam keramaian&lt;br /&gt;        dan aku tertawa&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;        Kumenunggu sayap kebebasan&lt;br /&gt;        oh... dia didepan sana&lt;br /&gt;        Apakah Tuhan benar2 menitahkannya untukku?&lt;br /&gt;        Tolonglah...&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;        Sudah kulepas gembok kepenatan&lt;br /&gt;        Dengan menertawai kekasih yang pengecut&lt;br /&gt;        Kini...&lt;br /&gt;        Nggak usah taulah!!&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;        He... he.. he...(Sat, 22/10/05)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mohammad luthfil anshori &lt;luthphi_17@yahoo.com&gt; menulis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tidak perlu kawatir akan keterbuangangan...&lt;br /&gt;            tidak perlu takut akan kesendirian...&lt;br /&gt;            di sini, di negeri senja ini...&lt;br /&gt;            sesungguhnya kita tetap mempunyai banyak teman...&lt;br /&gt;            untuk saling berbagi,&lt;br /&gt;            untuk saling membantu&lt;br /&gt;            dikala susah, maupun senang...!&lt;br /&gt;            Dan memang terkadang akupun merasakannya,&lt;br /&gt;            bahwa perihnya sebuah kesendirian itu &lt;br /&gt;            justru bukan pada saat kita sedang sedih,&lt;br /&gt;            tapi justru ketika kita sedang senang dan tertawa,&lt;br /&gt;            tapi tidak ada teman yang dapat kita ajak tertawa.&lt;br /&gt;            tapi yang pasti,...&lt;br /&gt;            aku nang mburimu...&lt;br /&gt;            ROBBENA DAIMAN FI 'AUNINA&lt;br /&gt;            GOD ALWAYS IN OUR SIDE!(Fri,21/10/05)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Lathifa Anshori &lt;lathifa_ans@yahoo.co.id&gt; wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                sudah lama kuinjakkan kaki di tanah ini&lt;br /&gt;                tanah yang gersang&lt;br /&gt;                yang diairi sejuta tetesan&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                tak ada yang kurasa disini&lt;br /&gt;                hampa?&lt;br /&gt;                tidak juga&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                aku tau segalanya&lt;br /&gt;                aku mengerti yang terjadi&lt;br /&gt;                tapi kuhanya diam&lt;br /&gt;                mengikuti kemana angin membawaku&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                banyak orang yang membutuhkanku&lt;br /&gt;                aku sadar itu&lt;br /&gt;                dan aku terbuang disini&lt;br /&gt;                meratap.........&lt;br /&gt;                mengapa ini harus terjadi?!&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                tapi......&lt;br /&gt;                biar sajalah&lt;br /&gt;                sudah terlanjur jauh ntuk menggugat&lt;br /&gt;                biar sajalah..&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                aku sendirian sekarang..&lt;br /&gt;                dalam kasih sayang yang pupus kadang2&lt;br /&gt;                aku ketergantungan&lt;br /&gt;                sepipun menenggelamkanku dalam lamunan&lt;br /&gt;                yang kubawa selamanya dalam tidurku.(Fri,21/10/05)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-8016891100819075091?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/8016891100819075091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=8016891100819075091' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8016891100819075091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8016891100819075091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/06/catatan-lama-sebuah-dialog.html' title='Catatan Lama: Sebuah Dialog'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SFtiJz-xshI/AAAAAAAAATQ/XVw1-mHUU0Y/s72-c/642px-Dialog_ballons_icon_svg.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2081526667226711893</id><published>2008-06-07T02:30:00.000-07:00</published><updated>2008-06-07T02:35:09.432-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Elegi Cinta</title><content type='html'>Bagaimana aku tidak merasa lemah,&lt;br /&gt;sementara sebentuk tulang rusukku ada padamu&lt;br /&gt;Dan kau masih ragu &lt;br /&gt;apakah akan kau satukan kembali &lt;br /&gt;Atau tetap kau bawa pergi, sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku tidak merasa iba&lt;br /&gt;Melihat bayang hidupku dalam dirimu&lt;br /&gt;Bayangan sebuah mimpi, sebuah khayal&lt;br /&gt;Yang indah melambai mengiring laju angin&lt;br /&gt;Berhembus, terus berhembus &lt;br /&gt;lalu akan hilang ditelan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau,…&lt;br /&gt;Akan kau jaga mimpi itu&lt;br /&gt;Hingga kita menyatu!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya ada di hatimu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cairo, 07 Juni 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2081526667226711893?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2081526667226711893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2081526667226711893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2081526667226711893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2081526667226711893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/06/elegi-cinta.html' title='Elegi Cinta'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2551316392067789659</id><published>2008-05-07T04:01:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T04:18:30.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Sebegitu Pentingkah Ikhlas dalam Cinta??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SCGOUIbJ9eI/AAAAAAAAAS8/hLS4QsXvJkI/s1600-h/bandaid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SCGOUIbJ9eI/AAAAAAAAAS8/hLS4QsXvJkI/s200/bandaid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197591921472173538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Luthfi al-Anshori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu telah mengenal kata “ikhlas” sejak kecil. Sebuah kata yang boleh jadi sangat akrab kita dengar, terutama dari kalangan kaum beragama, atau bahkan masyarakat biasa. Namun saking akrabnya kita dengan kata itu,  terkadang justru membuatnya bias dan tak nampak penting. Padahal, ketika kita telusuri lebih jauh, sebuah kata “ikhlas” dalam tataran aplikasi mempunyai substansi yang sangat penting. Mengapa demikian? Ya, sebab dalam kaidah agama (sebelum kita meniliknya melalui perspektif yang lain), keikhlasan menempati posisi penting sebagai parameter sampai atau tidaknya amal perbuatan seseorang. Kata “sampai” di sini tentu kita artikan dengan: diterimanya amal perbuatan hamba oleh Tuhannya. Mungkin dengan ungkapan yang lebih akrab, masyarakat pedesaan sering menyebutnya dengan lillâhi ta’âla. Yaitu mendasarkan segala perbuatan atas landasan keikhlasan semata-mata hanya karena Allah. Sebab, dalam tataran praksis, masih sangat banyak sekali orang yang melandasi perbuatannya atas dasar inilah, itulah,... atasan, bos, suami, istri, pacar, calon mertua, atau hanya karena ingin dipuji oleh sesamanya saja (mungkin termasuk penulis juga masih belum bisa ikhlas secara murni dalam konteks ini, hehe). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di samping urgensitas ikhlas dalam hal ibadah syar’iyyah, ia juga menempati posisi penting dalam ranah kehidupan sosial (baca: dalam hal mu’amalah atau ahwal syahshiyyah). Sebagai contoh, mungkin kita tak perlu terlalu jauh menjelajahi kitab-kitab fikih atau bahkan tasawuf, kita cukup flash back saja merenungkan isi pesan yang terkandung dalam film “Kiamat Sudah Dekat”. Seorang Rocker yang akhirnya berhasil mendapatkan putri Pak Kiai melalui ilmu ikhlas. Ya, bisa jadi memang seperti itulah hakekat sebuah keikhlasan, merelakan dengan sepenuh hati, bahwa jika memang sang Rocker bukanlah yang terbaik untuk putri Pak Kiai dan ada calon lain yang lebih pantas, maka ia pasrah dan mengikhlaskan segala apa yang akan terjadi. Alhasil, dengan sikap yang seperti itulah justru akhirnya Pak Kiai menyetujui lamaran sang Rocker untuk meminang putrinya. Sebab menurut Pak Kiai, sang Rocker ternyata telah mampu mengaplikasikan ilmu ikhlas itu tanpa ia sadari. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SCGPFIbJ9fI/AAAAAAAAATE/xW1X41RQ_kY/s1600-h/250px-Vincent_Willem_van_Gogh_002.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SCGPFIbJ9fI/AAAAAAAAATE/xW1X41RQ_kY/s200/250px-Vincent_Willem_van_Gogh_002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197592763285763570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain dapat kita lihat dan saksikan dalam film “Ayat Ayat Cinta”. Seorang Fakhri yang diuji oleh Allah karena mempunyai dua istri, Aisyah dan Maria. Pada awalnya si Fakhri belum bisa menerima dengan lega kenyataan yang ia hadapi itu, bahwa ia mempunyai dua istri. Sehingga yang terjadi, kehidupan rumah tangganya menjadi goncang, sebab secara psikis si Fakhri belum benar-benar bisa menerima nasib yang harus ia jalani. Namun, setelah mendapatkan nasihat dari si Saiful agar si Fakhri ini bisa mengikhlaskan takdirnya itu, akhirnya iapun mampu memperbaiki keadaan rumah tangganya. Tiada lain adalah dengan mengaplikasikan konsep ikhlas yang menempati posisi cukup sentral dalam menentukan bahagia atau tidaknya hidup seseorang. Sebab tanpa keikhlasan, seseorang akan terkungkung dalam keadaan gelisah yang berkepanjangan dan ingin senantiasa protes, bahkan menentang takdir yang ia hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tulisan ini memang tidak hendak memaparkan konsep ikhlas secara detail sebagaimana yang dapat kita temukan dalam buku-buku fikih atau tasawuf. Namun ingin lebih menekankan pada sisi aplikasi dari konsep tersebut. Sebab beberapa waktu terakhir ini, secara pribadi penulis juga cukup dihantui oleh sebuah kata bernama “ikhlas” itu sendiri. Bukan hanya itu, beberapa kawan yang penulis jumpai di sekelilingnya juga nampak sedang mengalami “krisis ikhlas”, sehingga membuatnya kian gelisah dan tak tenang menatap hari depan. Hidup dalam bayang-bayang “dendam” dan penasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, penulis merasa tergugah untuk merenungkan kembali sebuah kata “ikhlas” yang sebenarnya telah kita hafal sejak kecil. Bukan hanya merenungkannya sebagai sebuah istilah yang hampa makna, tapi mencoba mencari dan memahami substansi aplikasinya dalam kehidupan nyata. Dan ternyata, oh... sungguh menderitanya hidup tanpa keikhlasan. Dan ohh,...sungguh damai dan tenangnya hidup berpegang keikhlasan. Atau dalam istilah lainnya kita mengenal kata “qanâ’ah” atau dalam bahasa Jawanya “nerimo ing pandum” (menerima apa adanya). Segalanya sudah digariskan oleh Allah, dan setiap yang terjadi pasti mengandung sebuah hikmah atau pelajaran. Maka terserah anda bagaimana akan menyikapi setiap takdir! Akan tersenyum selalu atau menangiskah? Yang jelas penulis mengajak diri sendiri dan kawan-kawan semua untuk sama-sama belajar mengamalkan ilmu ikhlas, supaya mendapat sorga di kehidupan selanjutnya, dan minimal bisa dapat putri Pak Kiai di kehidupan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kisah di atas hanyalah sebagian kecil dari potret pengamalan ikhlas. Namun dari sesuatu yang kecil tentunya kita berpeluang untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang besar. Maka jadilah kita orang-orang yang berbesar hati, sehingga ketika derita dan coba sedang melanda, hati kita masih tetap lapang, yang masih menyediakan ruang masuknya cahaya maupun udara. Tapi ketika ruang tampung hati kita sempit, maka sedikit cobaan saja yang kita hadapi, tak tau entah di mana kita akan menampungnya. Sehingga hati kita menjadi sumpek, penuh dengan derita dan gelap karena tak ada lagi ruang kosong dalam hati. Dan dalam kondisi hati seperti ini, manusia berpotensi untuk nekad karena tak kuat lagi menerima semuanya. Lalu anda akan memilih yang mana??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sampai di sini saja sang pena menorehkan tintanya. Adapun kisah selanjutnya bisa anda buktikan sendiri dalam kehidupan sehari-hari!?[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kairo, 7 Mei 2008.&lt;/span&gt; Sebuah renungan singkat di sela peristirahatan menjalani skenario-skenario kehidupan selanjutnya yang telah digariskan Tuhan. Tak melalui referensi, karenanya hanya suara hati yang muncul begitu saja merespon fenomena yang mampu diserap indera. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang sedang menghadapi problem apa saja, terutama “cinta”. Semoga kita bisa ikhlas menjalani semuanya.Amin.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2551316392067789659?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2551316392067789659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2551316392067789659' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2551316392067789659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2551316392067789659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/05/sebegitu-pentingkah-ikhlas-dalam-cinta.html' title='Sebegitu Pentingkah Ikhlas dalam Cinta??'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SCGOUIbJ9eI/AAAAAAAAAS8/hLS4QsXvJkI/s72-c/bandaid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-638053593615202275</id><published>2008-05-05T22:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T22:58:49.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Do’a Bersama</title><content type='html'>Tuhan...&lt;br /&gt;Sungguh indah kami membayangkan bisa berada di sebuah tempat yang tenang&lt;br /&gt;Di hamparan padang rumput yang hijau, atau di pelataran gurun yang gersang, entah di bumiMu yang bagian mana,&lt;br /&gt;Yang jelas tiada atap yang lebih indah selain langitmu, yang terkadang biru, pituh, abu-abu, atau bahkan jingga dan kelabu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, kami hanya ingin dapat berdo’a dengan damai&lt;br /&gt;Tanpa diganggu oleh setumpuk persoalan dunia yang ruwet&lt;br /&gt;Yang setiap saat mengganggu dan memaksa kami untuk melupa padaMu&lt;br /&gt;Ohh... sungguh... kami hanya ingin mengadu&lt;br /&gt;Menumpahkan segala kesumpekan dada &lt;br /&gt;Yang sebenarnya kami sendiri yang menciptakannya&lt;br /&gt;Biarlah rumput-rumput menjadi sakti dan pepohonan mengamini;&lt;br /&gt;Tuhan,... titipkanlah sabar dalam hati kami&lt;br /&gt;Ikatlah teguh dalam niat kami&lt;br /&gt;Dan sisipkanlah cahaya dalam otak kami&lt;br /&gt;Sehingga kami kuat menjalani perjalanan ini,&lt;br /&gt;Yang penuh ujian, penuh cobaan dan tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dipanjatkan pada acara hang-out Afkâr, al-Azhar Park, 09 April 2008, di pangkal malam dengan tingkahan cahaya temaram lampu taman, sebuah padang rumput yang lapang, ohh...!   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-638053593615202275?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/638053593615202275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=638053593615202275' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/638053593615202275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/638053593615202275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/05/doa-bersama.html' title='Do’a Bersama'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1832801282410448796</id><published>2008-05-05T22:33:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T22:41:33.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>IRONI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SB_umcwi0VI/AAAAAAAAAS0/lufPw2dml9g/s1600-h/IMGP0084.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SB_umcwi0VI/AAAAAAAAAS0/lufPw2dml9g/s200/IMGP0084.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197134839331082578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konon, aku pamit pada ibuku untuk pergi menuntut ilmu&lt;br /&gt;Bahkan aku telah pamit pada desaku akan berkelana selama beberapa purnama. &lt;br /&gt;Bukan tanpa tujuan,&lt;br /&gt;Tapi ini adalah perjalanan suci &lt;br /&gt;yang pernah ditempuh para nabi dan wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, aku katakan kepada mereka kepergianku bukan sekedar membuang usia&lt;br /&gt;Tapi aku ingin mengembara memungut cahaya, &lt;br /&gt;untuk menerangiku hingga di ujung waktu.&lt;br /&gt;Aku pergi mencari terang, &lt;br /&gt;dari kegelapan yang menyesatkan, &lt;br /&gt;dari kebodohan yang menistakan.&lt;br /&gt;Aku jengah dengan labirin panjang penuh tikungan nan membingungkan.&lt;br /&gt;Aku ingin pergi bersama rembulan, &lt;br /&gt;menapaki sunyi dalam perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konon, aku berjanji pada mereka semua yang kucinta&lt;br /&gt;Bahwa kepergianku adalah untuk kembali&lt;br /&gt;Memboyong cahaya, menyongsong rembulan dan terang&lt;br /&gt;Menghapus pekat gelap desaku&lt;br /&gt;Dari belenggu kebodohan, menuju gerbang ketercerahan yang membebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang,&lt;br /&gt;Kini janji itu telah terkulai lesu&lt;br /&gt;Disergap gemerlap dunia yang ternyata melenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cahaya yang kudatangi&lt;br /&gt;Tapi justru semakin gelap hati ini&lt;br /&gt;Tertutup noda-noda hitam yang menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan terang yang kuhadapi&lt;br /&gt;Tapi justru utopia-utopia maya&lt;br /&gt;Yang semakin membingungkan&lt;br /&gt;Tak sampai untuk memberi penerangan, &lt;br /&gt;meluruskan jalan sendiri saja aku kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula rembulan yang menemani penjalanan&lt;br /&gt;Tapi justru gerhana yang setiap hari kutemui&lt;br /&gt;Aku tak tau harus bagaimana lagi&lt;br /&gt;Mungkin aku tersesat di jalan ini&lt;br /&gt;Sehingga terpelanting jauh dari janji yang kuucap sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Digaungkan pada acara hang-ut Afkâr, al-Azhar Park, 09 April 2008, hanya barisan catatan pengingat tentang sebuah niat!? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1832801282410448796?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1832801282410448796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1832801282410448796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1832801282410448796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1832801282410448796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/05/ironi.html' title='IRONI'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/SB_umcwi0VI/AAAAAAAAAS0/lufPw2dml9g/s72-c/IMGP0084.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-7746349290541372086</id><published>2008-04-12T01:51:00.000-07:00</published><updated>2008-04-12T02:02:26.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Nenek-nenek di Taman Kanak-kanak</title><content type='html'>Di hadapanku nenek-nenek itu riang gembira; tertawa, berpose, foto-foto, bertepuk tangan, ngerumpi, bermain bola. Anda tau di mana saat ini aku berada bersama nenek-nenek itu? Di sebuah taman kanak-kanak, di satu ruas kota Kairo. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku yang sedang di rundung duka; ohh... cinta yang selalu membuatku gila! Kuhanyutkan diri dalam pelukan alam terbuka; bersama pohon-pohon, bunga dan rerumputan, di sebuah negeri yang sahara ini. Aku mencoba mendekati alam, menyapa kesejukannya untuk aku serap sebagai obat gila. Aku butuh energi murni, untuk dapat kembali berdiri menatap hari, menyambut senyum mentari yang setiap pagi akan selalu lahir atas kuasa Sang Pencipta. Tampaknya aku tepat memilih tempat untuk bersembunyi, dari setumpuk kesumpekan yang aku rasakan menghimpit di bebalik sekat-sekat ruang apartemen yang kotak-kotak. Aku berhasil merubah sunyi-sepi hati menjadi aroma riang, lapang dan murni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangi polah-tingkah nenek-nenek itu lagi, yang dalam senja umur mereka, mengeja hari seperti anak-anak kecil, bermain di dunia-dunia mereka, taman kanak-kanak; bermain bola, bersorak ceria, menikmati ice-cream dan coklat yang menemani mereka mengeja senja. Barangkali mereka telah lupa; rambut mereka telah berubah warna lalu rontok, tubuh mereka renta dan gembrot, mungkin selama ini mereka hidup sejahtera, berkecukupan bahkan bergelimang harta, sehingga di masa tua, mereka seakan berpotensi membeli waktu, untuk mereka putar balik ke masa muda. Lalu mereka bisa berkunjung ke taman-taman ria, bermain bola dan menggunakan kaos-kaki bercorak loreng merah-putih-hijau-orange dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh...aku yang masih muda...tak sepantasnya mengejek mereka. Lebih baik aku giat bekerja, agar di usia tua bisa menikmati hidup seperti mereka; riang gembira, bermain ke taman ria dan kembali ke usia muda, menjadi anak tua yang bermain bola!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cairo, taman kanak-kanak, 29 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-7746349290541372086?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/7746349290541372086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=7746349290541372086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7746349290541372086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/7746349290541372086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/04/nenek-nenek-di-taman-kanak-kanak.html' title='Nenek-nenek di Taman Kanak-kanak'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6899340898078485929</id><published>2008-03-30T05:30:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T05:48:35.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Di sebuah Lorong Perjalanan Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R--JW0bDjDI/AAAAAAAAASk/GcQjD4PFQLc/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R--JW0bDjDI/AAAAAAAAASk/GcQjD4PFQLc/s200/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183512721248980018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;Mencintaimu bukan sekedar untuk menunggu&lt;br /&gt;Tapi ini sebuah tekad suci&lt;br /&gt;Yang aku jalani sepenuh hati&lt;br /&gt;Demi masa depan, menyongsong kebersamaan&lt;br /&gt;Yang telah lama kita impikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;Telah cukup lama kita telusuri loronglorong sunyi&lt;br /&gt;Dalam kesendirian masingmasing yang sepi&lt;br /&gt;Semuanya berawal dari pilihan&lt;br /&gt;Segalanya dimulai dari keinginan&lt;br /&gt;Untuk menyenangkan hati,&lt;br /&gt;Memenuhi rasa,&lt;br /&gt;Dengan menyatukan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini kita t'lah berada di tengah waktu&lt;br /&gt;Dihujam rindu dalam himpitan bayang-banyang semu&lt;br /&gt;Sementara perjalanan masih jauh&lt;br /&gt;Menanyai hati apakah masih teguh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permulaan memang memang menawarkan impian &amp; harapan&lt;br /&gt;Namun pertengahan menghadirkan rintangan &amp; cobaan&lt;br /&gt;Sementara di akhir hanya ada dua pilihan; kalah atau menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III&lt;br /&gt;Mencintaimu bukan seedar menuggu&lt;br /&gt;Tapi aku ingin bertemu!&lt;br /&gt;Mencintaimu bukan pilihan&lt;br /&gt;Melainkan titah dari Tuhan!&lt;br /&gt;Kalaupun boleh, aku tak akan memilih perjalanan ini,&lt;br /&gt;Yang bagai labirin penuh duri&lt;br /&gt;Sebab yang kuingini adalah pelabuhannya,&lt;br /&gt;Terminal akhir pelaminan kita!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cairo, Taman Kanak-Kanak, 29 Maret 2008.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6899340898078485929?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6899340898078485929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6899340898078485929' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6899340898078485929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6899340898078485929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/03/di-sebuah-lorong-perjalanan-cinta.html' title='Di sebuah Lorong Perjalanan Cinta'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R--JW0bDjDI/AAAAAAAAASk/GcQjD4PFQLc/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2248408042702009392</id><published>2008-03-30T04:57:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T05:07:08.697-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Skenario yang bagaimana lagi?</title><content type='html'>Aku,... Tuhan,... Ujian,...&lt;br /&gt;Ujian apalagi ini?&lt;br /&gt;Aku tak paham!&lt;br /&gt;Tapi ayo,... silahkan!&lt;br /&gt;Aku ikhlas menerimanya,&lt;br /&gt;Walaupun mungkin akan berat dan sakit kurasa,&lt;br /&gt;Tapi ayo,... aku rela, bahkan aku rindu ujian-Mu!&lt;br /&gt;Aku rindu belaian kasih-Mu, yang selalu menegurku, &lt;br /&gt;menuntunku untuk kembali mengingat-Mu&lt;br /&gt;Ayo... bahkan aku ingin Kau uji aku, Tuhan...!&lt;br /&gt;Tapi jangan yang berat-berat, ya...!&lt;br /&gt;Aku takut gak kuat!&lt;br /&gt;Aku kan hanya manusia yang Kau cipta lemah.&lt;br /&gt;Tapi sungguh, terima kasih Kau masih mau mengujiku,&lt;br /&gt;Itu berarti Kau masih sayang padaku,&lt;br /&gt;Memberikan kesempatan padaku untuk naik kelas di sekolah-Mu,&lt;br /&gt;Tapi mungkin juga aku tidak naik,&lt;br /&gt;Maka tolonglah aku sehingga aku bisa lulus dari ujian-Mu, &lt;br /&gt;menjadi juara di hadapan-Mu..!&lt;br /&gt;Ooh... skenario apalagi yang hendak Engkau rancangkan untukku?&lt;br /&gt;Duhai... ujian apalagi yang akan Kau sajikan padaku?&lt;br /&gt;Tuhan,... tolong jangan Kau pisahkan aku dengan sebagian tulang rusukku,...&lt;br /&gt;Sehingga aku menjadi mahluk lemah tak sempurna!!? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Griya Jateng-Kairo, 24 Maret 2008 &lt;/em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2248408042702009392?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2248408042702009392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2248408042702009392' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2248408042702009392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2248408042702009392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/03/skenario-yang-bagaimana-lagi.html' title='Skenario yang bagaimana lagi?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4546502240963109711</id><published>2008-03-30T04:44:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T04:53:36.168-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kebodohan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R-9-0UbDjCI/AAAAAAAAASc/qz_UXwcufwE/s1600-h/indonmalu_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R-9-0UbDjCI/AAAAAAAAASc/qz_UXwcufwE/s200/indonmalu_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183501133427215394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tuhan,...&lt;br /&gt;Pada sudut waktu luang aku bergumam tentang bagaimanakah diri gerangan: Aku yang sholat setiap hari namun dalam sholat aku tak khusyu'; paha ayam, sate, kibdah, burger, tuna bakar hingga telor ceplok melintas di benakku, wanita-wanita cantik nan molek menyambangi pelupuk mataku, harta, materi, dan segala jenis problematika dunia membayangiku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan,...&lt;br /&gt;Aku yang sedang sembahyang, namun masih kebingungan mencari arah tujuan! Ka'bah yang kau sediakan masih kalah oleh fatamorgana dunia sehingga aku tak mampu istiqomah. &lt;br /&gt;Lalu dalam do'a aku lantunkan beribu permohonan, cita-cita dan tuntutan-tuntutan hak seorang hamba.&lt;br /&gt;Namun bagaimana aku layak menuntut hak jika kewajiban masih belum kutegakkan!?&lt;br /&gt;Aku meminta umur panjang yang penuh berkah, namun setiap detikku masih terbuang murah.&lt;br /&gt;Aku meminta rizqi yang cukup tapi tak mau bergerak, tertelungkup berselimut.&lt;br /&gt;Aku meminta ilmu yang dalam tapi tak mau menimbanya.&lt;br /&gt;Padahal sudah Engkau panjangkan umurku hingga kumampu menuliskan puisi kebodohan ini, menghardik diri sendiri.&lt;br /&gt;Padahal sudah Engkau beri aku karunia-Mu sehingga aku masih bisa makan setiap hari.&lt;br /&gt;Padahal sudah Engkau bekali aku otak untuk dapat menampung barang sepercik samudra ilmu-Mu, namun aku tetap bebal, dungu dan tak tau malu. &lt;br /&gt;Aku hamba-Mu yang hanya bisa meminta tanpa mau berusaha! &lt;br /&gt;Bodoh!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kairo-Mutsallats, 08 Januari 2008 &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4546502240963109711?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4546502240963109711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4546502240963109711' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4546502240963109711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4546502240963109711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/03/kebodohan.html' title='Kebodohan'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R-9-0UbDjCI/AAAAAAAAASc/qz_UXwcufwE/s72-c/indonmalu_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6478825824476604647</id><published>2008-03-24T05:52:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T05:57:44.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Krisis Tauladan</title><content type='html'>Seiring perjalanan waktu yang kian menyeret manusia ke dalam lingkaran globalisasi, mereka dihadapkan pada sebuah tantangan besar: mampu beradaptasi atau tersingkir lalu mati. Di saat dunia gemerlapan dalam kemewahannya yang fatamorgana, kini manusia justru dihadapkan pada krisis multidimensional. Krisis ekonomi, krisis politik, krisis kepercayaan dan krisis-krisis yang lain, terutama krisis akhlak dan suri tauladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman ini, tatkala cahaya surya semakin memanas, bumi pun mulai meleleh. Kabut gunung gelap lekat mulai turun ke permukaan mengelilingi kebenaran. Angin bertiup kawankan debu menghantam mata kaburkan pandangan. Dunia silau satu pilihan; kebenaran-kebathilan campur baur tanpa perbedaan. Kali ini manusia sungguh dipermainkan.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akibat berbagai terpaan krisis multidimensional itu, manusia banyak yang berbalik arah. Kali ini, manusia terpelanting jauh dari ajaran-ajaran agama. Akhlak tak lagi mulia, norma tak lagi dijaga, dan manusia mengejar apa yang ingin mereka kejar dengan menghalalkan segala cara. Ohh... zaman apa ini, dan kenapa pula dengan manusia-manusianya? Apakah mereka telah lupa dengan akhirat? Apakah mereka telah hilang pegangan, sehingga tak tau arah mana yang akan ditempuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, Tuhan Yang Maha Bijaksana telah mengutus kepada kita seorang Rasul yang mulia. Ia datang dengan membawa cahaya kurang lebih 15 abad yang lalu. Ia diutus untuk menyampaikan risalah suci, mengeluarkan manusia dari lembah kenistaan menuju istana abadi melalui ilmu dan akhlak. Maka semenjak diutus, ia secara seksama penuh kesabaran yang tiada tara telah menggembleng manusia dengan perbaikan-perbaikan moral sebagaimana termaktub dalam sabdanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« إنما بعثت لأتمّم مكارم الأخلاق ... »&lt;br /&gt;"sesungguhnya, tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kitab suci al-Qur'an, Allah Swt. secara tegas berfirman dalam surat at-Taubah ayat 128: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; لقد جآءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رؤوف رحيم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat rasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas-kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin" (Q.S. at-Taubah: 128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan... tidakkah cukup Nabi Muhammad Saw. menggunakan harf Qashr yang berfaidah hashr di awal sabdanya? Bahwa ia sejatinya tidak diutus ke muka bumi ini kecuali untuk menyempurnakan akhlak manusia sehingga mereka menjadi lebih beradab! Dan kurang jelas bagaimana Allah menggambarkan sifat mulia Nabi dalam firmannya tadi; seorang Rasul telah diutus dari bani Adam kepada segenap bani Adam untuk mengajarkan apa yang sepantasnya dilakukan oleh bani Adam dalam kehidupan dunia. Ia yang akan merasa menderita ketika umatnya menderita. Yang ia inginkan tiada lain hanyalah keselamatan umatnya yang senantiasa ia dakwahi dengan penuh kasih sayang dan kelembutan rasa. Lalu bagaimanakah kita saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan besar, apakah kita telah mampu mencontohnya, dan menjadikannya idola nomer 1 sebagai suri tauladan dalam segenap lini kehidupan? Bagaimana kabar akhlak kita? Apakah masih kokoh sebagaimana yang diajarkan Nabi, atau sudah runtuh diterpa angin westernisasi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, sebelum kita terlalu jauh melenceng dari ajaran kitab suci, marilah kita kembali merenungi dan mentadaburi segenap isi dan kandungannya. Sehingga kita mampu menyelamatkan diri dari lembah kegelapan; krisis tauladan dan kemerosotan budi. Simaklah sebuah ayat cinta dari Tuhan, yang mendorong kita mengambil suri tauladan dari Rasul-Nya, karena akhlaknya tiada lain adalah representasi ajaran al-Qur'an. Ia laksana al-Qur'an hidup yang berjalan di antara kerumunan manusia untuk memberikan contoh prilaku yang benar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut asma Allah" (Q.S. al-Ahzâb: 21).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tiada idola lain yang pantas kita idolakan di dunia ini kecuali Nabi. Tiada suri tauladan yang lebih mulia di muka bumi ini selain Nabi. Maka sebagai manusia yang mengakui bahwa kita adalah umatnya, marilah kita sama-sama mencoba untuk ber`itba' kepadanya. Yaitu dengan memupuk cinta yang dalam kepadanya, sehingga setelah ada cinta, kita pun akan merasa ringan dan nyaman untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh yang dicinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini adalah bulan agung di mana dahulu ia dilahirkan, Muhammad sang suri tauladan. Maka puisi salamku kuhaturkan kepadamu; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا نبى سلام عليك ... يا رسول سلام عليك &lt;br /&gt;يا حبيب سلام عليك ... صلوات الله عليك &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6478825824476604647?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6478825824476604647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6478825824476604647' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6478825824476604647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6478825824476604647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/03/krisis-tauladan.html' title='Krisis Tauladan'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2156368927856789785</id><published>2008-02-29T00:33:00.000-08:00</published><updated>2008-08-02T16:16:04.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>DI BAWAH BAYANG-BAYANG; Potret Jauh Sebuah Civitas Akademika*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R8fHDHU9gHI/AAAAAAAAASU/_koUxS4eVfE/s1600-h/belajar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R8fHDHU9gHI/AAAAAAAAASU/_koUxS4eVfE/s200/belajar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172321553378803826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Luthfi al-Badi’ie**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Masisir tengah dihadapkan pada sebuah babak baru. Babak baru ini setidaknya ditandai oleh beberapa hal yang baru pula. Pertama; kedatangan Dubes baru, kedua; kedatangan mahasiswa baru, ketiga; munculnya beberapa kebijakan baru, baik dari pihak KBRI maupun pemerintah setempat, keempat; maraknya berbagai masalah baru, mulai dari krisis identitas (baca: identitas Masisir yang mulai pudar) hingga kasus-kasus kriminalitas yang menimpa Masisir dalam beberapa bulan terakhir ini. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah jamak diketahui bahwa, kursi Duta Besar RI untuk Mesir sempat mengalami masa vakum selama kurang lebih 2 tahun, yaitu terhitung sejak 2005 akhir hingga 2007 akhir. Selama masa kekosongan ini ternyata cukup berpengaruh terhadap proses birokrasi maupun arah kebijakan; baik antara Masisir-KBRI, antara KBRI-pemerintah Mesir, dan atau antara pemerintah Mesir–Masisir. Yang terasa sejauh ini adalah, bahwa implikasi kekosongan itu berimbas pada citra Indonesia di mata Mesir yang semakin pudar (baca: hubungan bilateral dua negara yang kurang sinergis), yang pada level tertentu hal itu berefek pada turunnya kemaslahatan Masisir dalam berbagai ijro’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semacam ada perasaan dongkol yang menyeruak hebat ke dalam benak ketika menyaksikan martabat bangsa diinjak-injak. Walaupun hal itu terjadi secara tidak langsung memang, namun tak tau entah mengapa kesan diremehkan itu justru terasa secara langsung dan reflektif merespon berbagai ketimpangan yang ada. Taruh saja saat ini “kita” seakan masih dipandang sebelah mata oleh Mesir. Beberapa kasus kecil yang memicu rasa dongkol itu antara lain tercermin dalam proses ijro’at Visa di kantor imigrasi Mesir (Cab. Madinat Bu’us khususnya) maupun penanganan kasus kriminalitas yang kurang sigap dari pihak yang berwajib. Ketika hari Sabtu jadwal pengurusan Visa itu berbarengan dengan mahasiswa Malaysia, mahasiswa Indonesia diakhirkan. Dan ketika hari Senin berbarengan dengan mahasiswa Rusia, mahasiswa Indonesiapun dibelakangkan; kenapa bisa seperti itu? Tatkala kondisi keamanan semakin memburuk, pantaskah jika kita (sebagai tamu di negeri orang) melakukan patroli maupun ronda sendiri berbondong-bondong bak pasukan jihad mau menangkap para musuhnya? Lalu dari situ apa kata dunia ketika kita yang notabenenya hanya penuntut ilmu justru terpaksa atau dipaksa menenteng “senjata” kemana-mana untuk berjaga-jaga, bagaimana perasaan anda?   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Hipotesa yang mungkin masih sangat prematur di atas tentu saja bukan bermaksud untuk mencari kambing hitam terhadap berbagai permasalahan yang muncul selanjutnya. Namun lebih kepada bagaimana kita melakukan otokritik yang membangun sehingga dari situ kita bisa melakukan perbaikan. Dengan kedatangan Dubes baru rasa rindu Masisir terhadap kehadiran seorang pengayom di negeri rantau ini sedikit terobati. Masalah demi masalah, kasus demi kasus telah mulai mendapat titik cerah solusi. Kedatangan Maba yang secara merata mundur bisa segera teratasi ketika sesosok Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh melancarkan komunikasi dari berbagai arah. “Mesir” sedikit demi sedikit mulai membuka matanya yang lain setelah sebelumnya mereka tutup rapat menatap acuh dan sinis terhadap ”kita”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dubes doyan akademis”. Begitulah salah satu media Masisir (baca: Arus Kampus) mengusung sebuah jargon dalam rubrik wawancaranya. Iya, setiap Dubes yang pernah “bertahta” di negeri Musa ini tentunya mempunya kecenderungan masing-masing. Nah, Dubes kita kali ini kebetulan mempunyai kecenderungan yang sangat besar dalam mengentaskan keterpurukan Masisir dalam bidang akademis. Siapa coba yang tak prihatin melihat kuantitas yang tak sebanding dengan kualitas? Semakin derasnya arus kedatangan mahasiswa Indonesia ke Mesir sejak tahun 2004 yang mencapai angka 1000 lebih per tahun ternyata justru menimbulkan berbagai efek negatif. Sesuai data yang kami peroleh dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, bahwa prosentase kegagalan Masisir pada Tahun Ajaran 2005/2006 lebih besar (53%) ketimbang yang lulus (47%). Namun pada tahun 2006/2007, alhamdulillah kurva kelulusan Masisir sedikit meningkat dan lebih besar (55%) ketimbang yang gagal (45%). Walaupun angka kenaikan itu hanya mencapai 8%, namun setidaknya hal itu bisa menjadi indikasi mulai bangkitnya kembali gairah belajar Masisir. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi yang cukup parah ini berbagai langkah menuju perbaikan ditempuh oleh sang Dubes. Di antaranya adalah sebuah ide besar untuk menyelenggarakan Lokakarya yang akan mengumpulkan seruluh Stakeholders (pemangku kebijakan) guna membincang ihwal Masisir beserta hal-hal apa saja yang bisa mereka cetuskan untuk memperbaiki kualitas SDM Masisir. Telah sejak lama ide itu muncul dan berbagai langkah untuk merealisasikannya telah ditempuh. Namun hingga saat ini berbagai pro dan kontra justru muncul dari pihak Masisir itu sendiri, antara yang setuju agenda itu dilaksanakan atau tidak. Yang jelas, sampai detik dimana tulisan ini tercatat, pihak KBRI melalui PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) masih terus melakukan komunikasi dengan pihak mahasiswa terkait pelaksanaan agenda ini yang rencananya akan digelar 12-13 April mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat mencoba meraba dan membaca kondisi mutakhir dari “gedung putih”, kini saatnya kita membaca kondisi Masisir secara umum. Masih banyak yang terlelapkah, atau justru bermunculan berbagai gejolak di benak mereka(semacam rasa ingin berontak), atau justru terdiam di rumah ketakutan pasrah terhadap kondisi lingkungan yang semakin mencekam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlelapkah? Mungkin iya, masih banyak yang acuh atau sudah tahu tapi tak mau tahu terhadap kondisi dirinya sendiri yang sebenarnya masih jauh dari sifat pantas untuk disebut sebagai seorang akademisi. Dengan demikian mereka tidak ambil pusing memikirkan dirinya sehingga tetap menjalani hidup sebagaimana “masyarakat purba”, hanya makan-minum, bermain-tidur, memenuhi kebutuhan biologis, belajar dengan sangat sederhana, hanya ruang-ruang tertentu itu saja yang mereka kunjungi, hanya aktifitas itu-itu saja yang mereka lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergejolakkah? Sebagai kaum “dewasa” yang berfikir tentu saja banyak gejolak yang muncul merespon berbagai hal baru di sekitarnya. Antara lain seperti yang telah tertulis di atas, yaitu munculnya pro dan kontra atas “niat agung” penyelenggaraan lokakarya stake-holders. Lalu riak-riak lainnya juga muncul merespon kebijakan mulia Dubes yang seakan memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan, akademis, kampus, kuliah, ujian, dengan seakan melupakan bahwa kreatifitas manusia itu bermacam-macam dan sangat beragam. Seni-budaya, olah raga, dan hal-hal lain di luar muqarrar dan kampus seakan dikesampingkan. Apakah hidup dan dunia ini sesederhana itu? Justru yang mereka rasakan adalah proses peninabobokan dan dianggap masih seperti anak kecil yang harus dituntun terus menerus. Catatan; “niat baik tidak selalu diterima dengan baik pula”. Karena baik menurut seseorang belum tentu baik menurut orang lian. Terbuktikah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiamkah? Iya mungkin ada yang diam saja, tapi ada juga yang selalu ingin bergerak entah dengan daya apa karena dilandasi sebuah keinginan untuk merubah keadaan menjadi lebih baik. Nah, terlepas dari segala lika-liku kehidupan di atas, beberapa pertanyaan besar yang patut diindahkan oleh setiap elemen adalah: “bagaimanakah kualitas hidup kita? Apakah kita telah menjalani kurnia hidup ini secara optimal? Sebagai seorang ulil amri bagaimana? Dan sebagai seorang pelajar juga bagaimana? Apakah lingkungan kita telah mencerminkan lingkungan para akademisi; kampus, majelis diskusi, perpustakaan, kamar belajar? Atau tak lebih hanya medan kebebasan total yang menawarkan sejuta kenikmatan hidup tapi sebenarnya hampa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, pertanyaan-pertanyaan itulah yang hingga kini membayangi Masisir. Masisir sedang berdiri di bawah bayang-bayang ketakutan, bayang ketidakjelasan masa depan, bayang tuntutan survive dan sukses, yang sebenarnya banyangan itu ada karena mereka sendiri yang menciptakan?. Masih tetap ada berbagai usaha yang akan dan bisa ditempuh. Bukan hanya dari pihak stakeholders, tapi dari para grassroot yang sadarpun akar turut berperan dalam proses perbaikan citra maupun kualitas yang diharapkan. Walaupun sketsa yang ada saat ini masih sangat jauh dari nilai kepantasan, namun potret yang lebih baik akan bisa dihasilkan dengan meneguhkan kesadaran akan pentingnya meningkatkan kualitas hidup; dalam belajar, dalam bermasyarakat. Karena manusia adalah tercipta lemah, maka ia membutuhkan orang lain untuk dapat bersinergi.Wallahu a’lam![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*) Tulisan ini telah dimuat di Buletin Prestâsi Kelompok Studi Walisongo edisi 77 Februari 2008.&lt;br /&gt;**) Mahasiswa tk. 3 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir, Wartawan ndal-ndul, Santri Afkar for Aufklarung, Ketua Misykati.       &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Picture taken from: http://cefil19.blogspot.com/2007_11_01_archive.html          &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2156368927856789785?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2156368927856789785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2156368927856789785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2156368927856789785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2156368927856789785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/02/di-bawah-bayang-bayang-potret-jauh.html' title='DI BAWAH BAYANG-BAYANG; Potret Jauh Sebuah Civitas Akademika*'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R8fHDHU9gHI/AAAAAAAAASU/_koUxS4eVfE/s72-c/belajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4039361933354018766</id><published>2008-02-27T22:43:00.000-08:00</published><updated>2008-08-02T16:15:30.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Muhadharah dan Muqarrar Saja Tidak Cukup; Menyoal Paradigma Belajar Masisir*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R8ZbqHyT1gI/AAAAAAAAASM/TKYHjUzlmWY/s1600-h/pile_of_books.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R8ZbqHyT1gI/AAAAAAAAASM/TKYHjUzlmWY/s200/pile_of_books.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171922001284290050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usai melewati sebuah “madrasah kecil” bernama Ramadhan, Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) kini dihadapkan pada sebuah babak baru dengan dibukanya pintu-pintu “madrasah besar”; kampus al-Azhar dengan masing-masing fakultas dan jurusannya. Walaupun ungkapan ini masih debateble karena sesungguhnya muhadharah telah dimulai sejak bulan Ramadhan, tapi nampaknya sebagian Masisir masih terlelap dengan libur panjangnya hingga lupa kapan waktu kembali ke kuliah. Apalagi di bulan puasa yang masih dinaungi udara panas, pada hari-hari biasa pun masih sangat minim Masisir yang berangkat kuliah. Hal ini tentu telah menjadi rahasia umum yang tak perlu ditutup-tutupi lagi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Problem klasik tetap saja menjadi momok jika tak segera mendapatkan perhatian  dan   solusi. Lesunya gairah pergi ke kuliah untuk menghadiri muhadharah tampak telah menjangkiti sebagian besar Masisir. Tapi apakah benar bahwa faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan maupun kegagalan studi Masisir terletak pada “muhadharah”? Sependek pengamatan penulis, persoalan apakah mau berangkat kuliah atau tidak sebenarnya bukanlah faktor inti penyebab turunnya kualitas SDM Masisir. Namun yang lebih mendasar dari itu, dan yang patut kita fikirkan bersama, bahwa dekadensi prestasi ataupun rendahnya gairah  intelektual yang terjadi justru terkembali pada minimnya kesadaran Masisir akan pentingnya ilmu dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Mesir, bagi seorang pecinta ilmu tentu akan menjadi samudera literatur yang tak kunjung habis walau diselami sepanjang hayat.  Kekayaan khazanah keilmuan yang terkandung di bumi para nabi ini laksana lumbung padi yang menyediakan segudang cadangan makanan. Tentunya bukan makanan perut, namun vitamin bagi otak yang berfungsi mengisi ruang nalar dan fikiran. Lain halnya jika Mesir dilihat dari perspektif [maaf] “para pemalas”. Sebut saja sebuah jargon yang cukup familiar di telinga kita; “al-Qâhirah, in lam taqharha qaharatka. Dari sini mari sejenak kita merenungkan, betapa naif dan memalukan jika kepergian kita yang jauh dari kampung halaman hanya untuk bermalasan dan pasrah dengan keadaan. Lalu jika kenyataannya Kairo tidak se-bersih, se-rapi, se-tertib, se-nyaman, se-kondusif atau se-se lain yang kita bayangkan, kenapa kita tidak mencoba “memberontak” dan “melawan” keadaan? Setidaknya kita tidak lantas menyerah begitu saja!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setiap “pernyataan” hati itu memang sudah kita hafal bahkan mengendap  dalam benak. Namun sayangnya, sebuah kesadaran  tidak cukup bermanfaat jika tak diaplikasikan dalam tindakan nyata. Mesir memang beginilah keadaannya, sebagaimana yang kita lihat secara nyata. Di samping segudang kelebihannya, tak jarang pula kita temukan setumpuk keanehan dan kejanggalan. Namun apa boleh dikata; ibarat mau berjuang, kita telah berada dalam medan perang. Mau lari meninggalkan medan untuk kembali ngumpet di sarang,  tentu memalukan dan pengecut. Sementara mau maju, musuh terlihat begitu kuat, rintangan menakutkan dan berbagai aral siap melintang. Kehidupan kita di negeri kinanah ini adalah dunia konflik itu sendiri, medan perang itu sendiri. Maka jika ingin menjadi pejuang sejati, tentu harus sabar dan bijak dalam menghadapi setiap cobaan dan ujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi yang sulit, lalu lintas yang ruwet, lokasi kampus yang jauh dari tempat tinggal, kurikulum pengajaran yang tradisional, sistem administrasi yang manual, birokrasi yang ribet, adalah sederet musuh atau virus yang setiap saat bisa melemahkan sendi-sendi semangat kita. Dalam kondisi yang seperti ini, kita dihadapkan pada dua pilihan; apakah akan bangkit dan bergerak “melawan” semua itu, atau diam pasrah berpangku tangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan, dalam konteks pembelajaran memang menempati peran penting dalam menentukan keberhasilan atau gegagalan seorang murid. Lingkungan yang kondusif dan bisa diajak kompromi akan mendukung keberhasilan belajar. Sementara lingkungan yang carut-marut tak teratur akan menghalangi dan menghambat proses belajar. Namun jika yang kita hadapi saat ini adalah justru kondisi yang kedua, apakah benar proses belajar kita akan terganggu? Menurut hemat penulis, jeleknya lingkungan sedikit banyak memang berpengaruh negatif dalam proses belajar. Namun tidak menutup kemungkinan, kita juga akan berhasil melakukan sebuah pembelajaran di lingkungan yang buruk. Karena hal paling utama penentu keberhasilan seseorang adalah sejauh mana ia mampu memenej diri dan arif dalam bersikap. Sebut saja Imam Abu Hanifah, Imam Ibnu Hanbal, Imam Ghozali, Ibnu Sina, Sayyid Qutb, Yusuf al-Qardhawi, Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah (Prof. Dr. Hamka) adalah sederet nama-nama ulama` terkemuka Islam yang pernah merasakan pengap dan sesaknya hidup di penjara. Namun siapa yang tak mengakui jasa mereka? Hingga saat ini nama mereka masih harum semerbak melalui berbagai magnum-opus yang menghiasi khazanah keilmuan dunia. Siapa yang menyangka, bahwa di balik terali-terali besi itulah mereka menelorkan berbagai karya. Dengan ini terbukti, bahwa buruknya kondisi yang menghimpit seseorang belum tentu menghalanginya untuk tetap berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrias Harefa, seorang penulis prolifik yang mendedikasikan hidupnya dalam bidang pembelajaran, kepemimpinan dan kewirausahaan pernah menulis dalam sebuah buku berjudul “Mengasah Paradigma Pembelajar” bahwa; “Jika kita memahami mengapa kita harus belajar, maka kita dapat belajar dalam situasi apapun”. Sebuah ungkapan singkat yang sarat makna. Setiap manusia yang lahir ke dunia sesuai fitrahnya membawa potensi masing-masing. Terlebih jika kita mampu memahami bahwa kita terlahir sebagai makhluk pembelajar (learning being), maka kita akan senantiasa bisa melakukan proses belajar dalam konteks “sekolah kehidupan”.  Mampu tidaknya kita untuk melakukan pembelajaran dalam segala situasi dan kondisi  yang kita hadapi adalah ditentukan oleh sejauh mana pemahaman kita terhadap makna belajar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Belajar, dalam pemaknaan yang lebih luas tentunya terlalu mahal jika hanya dikaitkan dengan dunia persekolahan saja, lembaga formal saja.  Padahal secara mendasar, belajar adalah proses “humanisasi”, pemanusiawian manusia.  Maka proses belajar itu akan lebih tepat jika kita korelasikan dengan “sekolah kehidupan”, sebuah lembaga informal yang diciptakan Tuhan untuk mengaktualisasikan potensi diri.  Dengan demikian, titik capai yang nantinya akan kita tuju dalam proses pembelajaran adalah untuk berkembang dan bermetamorfosis menjadi yang terbaik dari diri kita sendiri. Yakni menjadi mahluk bio-psiko-sosio-spiritual ciptaan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari beberapa deskripsi di atas, Masisir yang notabenenya adalah thâ`ifah dari sebuah firqah bernama Indonesia, memikul tanggung jawab menuntut ilmu agama di negeri kinanah ini. Sebuah tanggung jawab berat karena harus diemban dengan penuh perjuangan dan rintangan. Sebagaimana yang telah jamak diketahui, bahwa suasana tidaklah tercipta dengan sendirinya. Namun harus diciptakan dengan segenap usaha. Kondisi lingkungan Mesir secara umum dan al-Azhar secara khusus yang [agak] tidak kondusif untuk kuliah, mengikuti muhadharah setiap hari, sebaiknya kita sikapi dengan mencari alternatif forum-forum pembelajaran lain. Dengan adanya berbagai organisasi yang multi-orientasi, kita bisa memanfaatkannya sebagai partner of study. Yaitu wahana untuk menunjang proses belajar kita di luar sekat-sekat tembok perkuliahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan hanya mengikuti muhadharah setiap hari, tentu belum cukup untuk membentuk seseorang menjadi insan paripurna yang sholih pribadi dan sosial. Hanya dengan membaca muqarrar juga belum mampu mengantarkan seseorang pada pemahaman kamil akan ilmu pengetahuan yang maha luas. Namun dengan senantiasa melakukan tajdîd niyyat sekaligus tajdîd al-mafâhim kita akan memulai babak baru dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab sebagai hamba yang dibekali otak oleh Tuhannya untuk berfikir. Tanggung jawab sebagai makhluk pembelajar yang akan senantiasa mampu belajar dalam segala situasi dan kondisi. Apakah anda setuju?? Selamat belajar dan selamat memasuki “sekolah kehidupan”![] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  oleh: M. Luthfi al-Anshori (Mahasiswa Fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir Universitas al-Azhar Kairo, santri Afkâr Institute for Aufklarung (AIA) PCINU Mesir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Picture taken from: http://www.library.ex.ac.uk&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Tulisan ini telah dimuat di buletin Prestasi KSW Edisi 77 Oktober 2007 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4039361933354018766?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4039361933354018766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4039361933354018766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4039361933354018766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4039361933354018766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/02/muhadharah-dan-muqarrar-saja-tidak.html' title='Muhadharah dan Muqarrar Saja Tidak Cukup; Menyoal Paradigma Belajar Masisir*'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R8ZbqHyT1gI/AAAAAAAAASM/TKYHjUzlmWY/s72-c/pile_of_books.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3439897537603742683</id><published>2008-02-01T14:35:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T14:42:35.789-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Musim Dingin Memuncak; Mesir Semakin Mencekam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R6Of-hJ8A1I/AAAAAAAAASE/oIjN632eNic/s1600-h/krimi2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R6Of-hJ8A1I/AAAAAAAAASE/oIjN632eNic/s200/krimi2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162145494297477970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Serasa Fir’aun kembali datang membawa titah setan menggoncang ketentraman. Ia yang telah lama mati seakan pergi menyisakan benci. Bumi para nabi kini kembali ternodai. Barangkali yang tersisa hanya sejarah. Kemegahan Mesir dengan segala kekayaan peradabannya. Keberanian Musa beserta para pengikutnya menyelamatkan manusia dari kebinasaan. Tatkala bayi laki-laki lahir disembelih dan yang perempuan dibiarkan hidup untuk dihina dan dicaci. Betapa beribu hati menangis darah menyaksikan kebiadaban itu. Namun mereka tak punya kuasa untuk melawan. Yang ada hanya air mata para ibu melihat darah dagingnya dikorbankan akibat keserakahan. Tuhan Maha Adil dan Bijaksana. Janji-Nya untuk mengangkat derajat para hamba yang sebelumnya ditindas telah betul ditepati. Kaum tertindas itu lalu mewarisi bumi (baca: QS. Al-Qashash: 5). Dan Fir’aun beserta para budaknya tenggelam dilumat gelombang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu sejarah baru mulai terukir. Bumi yang banyak dijejaki telapak suci para nabi memancarkan barokahnya. Pusat peradaban, gudang ilmu, tempat di mana manusia dari berbagai penjuru hilir-mudik mengaisi bias-bias sinarnya. Mereka mendatanginya berharap memperoleh pencerahan. Lalu memboyongnya ke tanah air masing-masing untuk ditularkan kepada sanak-saudara, kerabat dan masyarakat. Ya, dan hingga kini aura itu masih sebegitu dahsyat memikat hati para pecinta ilmu. Daya magnit yang melekati kutub-kutubnya masih amat kuat menariki minat para penjelajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sehingga aku sendiripun turut hanyut dalam pikat rayuannya. Diriku tertarik daya magnitnya hingga terdampar di antara dua kutubnya. Ooohh ... Musa - Fir’aun, Harun - Samiri, Zulaikha – Cleopatra, Sorga – Neraka. Aku berada di bumi mereka semua. Aku berdiri di antara bayang sejarah mereka semua. Inikah warisan  mereka semua?. Semuanya lestari bak kokohnya Piramida. Yang baik lestari, yang buruk apalagi. Jelmaan Musa, Harun, Yusuf, Sholih, Khidzir tercerminkan dalam kearifan ‘Alim ‘Ulamanya. Dan Fir’aun, Samiri beserta seluruh hawarinya masih mengilhami sebagian penduduknya. Kerakusan dan  ketamakan mereka menurun di benak sebagian penguasa. Penyiksaan, penganiayaan, ketidakadilan, fitnah, dengki, menjadi bumbu sehari-hari dalam aktifitas penduduk pribumi. &lt;br /&gt;…… ◊□◊ ……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini musim dingin semakin dingin. Gerimis dan kabut tak jarang menyelimuti hari. Gelap sedari pagi hingga petang. Sinar matahari tak sampai ke bumi. Apalagi malam. Jalan-jalan sepi dan lengang. Dan dalam kegelapan semua yang buruk mulai terjadi. Kasus demi kasus terjadi secara bergantian dengan motif yang berbeda-beda. Pencopetan, pencurian, penodongan, perampokan dan teror terjadi silih berganti. Terkadang satu minggu sekali, terkadang setiap hari. Tidak pagi, tidak siang, tidak petang, tidak tengah malam. Kejadian demi kejadian yang menjadikan suasana semakin mencekam. Korban demi korban yang menambah kegusaran hati dan kekacauan fikiran. Karena kebanyakan mereka adalah mahasiswa asing, terlebih mahasiswa Indonesia. Saudara sebangsa dan setanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa informasi yang sempat tercatat, baik yang aku dengar melalui kabar atau yang aku saksikan secara langsung, dalam beberapa waktu terakhir ini minimal ada 7 hingga sepuluh kasis yang menimpa mahasiswa Indonesia di Mesir. Pertama aku mencatat bahwa pada hari Kamis (17/1/08), apartemen kontrakan sejumlah mahasiswi Indonesia (Tepatnya di Swessri B Building 94 lantai dasar) sengaja dibakar oleh sekelompok pemuda Mesir (yang belum jelas motifnya apa) pada sekitar pukul 23.00 CLT. Namun untungnya kebakaran itu baru sampai pada bagian balkon belakang hingga akhirnya salah seorang mereka terbangun dan melihat kebakaran itu lalu mereka memadamkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, belum genap satu minggu, pada tanggal (23/1/08) kontrakan sejumlah mahasiswa Indonesia yang berada di lantai 3 apartemen di kawasan Bawwabah 2 Hay Asyir, yang kebetulan adalah sekretariat Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Mesir kemalingan 5 ponsel beserta sejumlah uang pada tengah malam antara pukul 01.00 – 02.00 CLT. Sementara beberapa waktu sebelumnya, sekretariat Senat Fakultas Syari’ah wal Qanun yang terletak di Kawasan Gami’ juga sempat kebobolan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tepat satu minggu setelah kasus pertama di atas, yaitu pada hari Kamis (24/1/08) kontrakan mahasiswi Indonesia yang sama (pada kasus pertama) kembali mendapatkan teror sekitar pukul 20.00 CLT, yaitu kaca jendela dapur mereka dilempar dengan baru selama beberapa kali sehingga pecah. Keempat, pada malam selanjutnya (25/1/08) kaca jendela dapur mereka terpaksa semakin hancur setelah dilempar lagi dengan batu. Kelima, dan malam selanjutnya pun (26/1/08) kebakaran kembali terjadi di kontrakan yang sama, yaitu di area balkon (seperti kasus pertama) pada sekitar pukul 18.30 CLT yang dilakukan oleh sekelompok pemuda Mesir (yang sekali lagi belum jelas motif mereka). Maka pada malam itu juga (26/1/08), atas kesepakatan bersama antara Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir beserta anggota rumah kontrakan itu, mereka segera pindah berpencar dan meninggalkan rumah itu mengingat kondisi keamanan yang semakin membahayakan dan tidak bisa dikontrol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, masih pada malam yang sama (26/1/08), Presiden PPMI beserta Wakilnya dan dua anggota Dewan Keamanan dan Ketertiban Mahasiswa (DKKM-PPMI) mencoba mencari keterangan tentang kemungkinan pelaku teror itu kepada beberapa pemuda Mesir yang saat itu sedang nongkrong-nongkrong di area sekitar apartemen. Selidik punya selidik, ternyata mereka adalah para penadah narkoba yang ditubuhnya terselip benda tajam. Presiden beserta beberapa kawannya tetap mencoba mendekati mereka untuk mencari informasi dengan dalih ingin melakukan transaksi. Namun sayangnya mereka seakan mencium gelagat itu dan akhirnya justru memancing Presiden beserta beberapa kawannya menuju ke sebuah lokasi sepi yang berada agak jauh dari apartemen kejadian kebakaran. Dan di sana Presiden beserta beberapa kawannya tadi justru dikeroyok dan dipukuli oleh gerombolan mereka yang berjumlah lebih dari 20 orang hingga ada yang babak belur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, pada hari Ahad malam (27/1/08) aksi penodongan kembali terjadi di daerah sekitar Suq Sayyarat (Pasar Mobil) Hay Asyir pada salah seorang mahasiswa Indonesia. Ia ditodong dengan pisau dan dipaksa untuk menyerahkan sejumlah uang dan ponselnya. Namun karena kebetulan ia bisa silat, ketika sedang digeledah ia berhasil melawan hingga pemuda Mesir tadi terjatuh kemudian ia lari mencari bantuan. Setelah mendatangi sekretariat DKKM, ia berencana untuk kembali ke lokasi kejadia dengan seorang kawan yang di belakang mereka sudah bersiap beberapa mahasiswa Indonesia lainnya. Ternyata pemuda Mesir yang tadi menodongnya masih nekad juga untuk melancarkan aksi kedua kalinya. Walhasil ketika ia mau menodong lagi, beberapa mahasiswa Indonesia telah siap dan langsung menangkapnya hingga akhirnya kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, selama beberapa bulan terakhir ini Kairo (khususnya kawasan Hay Asyir, Nasr City) emmang cukup rawan. Dan sebetulnya sederet kejadian lainnya juga telah terjadi berulang kali sebelum bulan Januari. Maka dari itu, berbagai pihak termasuk PPMI dan KBRI Kairo terus menyerukan untuk selalu waspada kapan pun dan dimanapun berada. Dari beberapa kejadian ini tentunya cukup berpengaruh pada iklim belajar Mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir) yang semakin tidak aman dan nyaman. Namun kita semua berharap dan berdo’a, semoga kasus-kasus itu dapak segera terselesaikan dan keadaan kembali normal. Tentunya dengan adanya kerjasama yang baik antara berbagai pihak yang berwenang dalam hal ini. ”Ternyata, watak-watak Fir’aun masih juga turun temurun dan diwarisi oleh beberapa penduduk bumi piramida. Maka semoga dengan masih bermunculannya Fir’aun-fir’aun baru, tetap akan bermunculan pula Musa-Musa baru yang mampu menaklukkannya. Amiin!”.[]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_Kairo, 28 Januari 2008_  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3439897537603742683?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3439897537603742683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3439897537603742683' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3439897537603742683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3439897537603742683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/02/musim-dingin-memuncak-mesir-semakin.html' title='Musim Dingin Memuncak; Mesir Semakin Mencekam'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R6Of-hJ8A1I/AAAAAAAAASE/oIjN632eNic/s72-c/krimi2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-8667424324617433665</id><published>2008-01-27T23:32:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T23:38:14.909-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Masihkah Manusia Menganggap Dunia Segalanya?</title><content type='html'>Kematian demi kematian datang silih berganti&lt;br /&gt;Bencana, musibah dan segala yang mampu memporandakan dunia semakin sering menimpa&lt;br /&gt;Seorang bayi  yang masih dalam belaian ibunya telah pulang kepada-Nya&lt;br /&gt;Seorang pemuda yang tengah berjihad melawan setiap musim yang tak ramah di bumi kinanah telah kembali ke haribaan-Nya&lt;br /&gt;Lalu orang-orang di belahan bumi lainnya masih sibuk dengan tipu-daya, perang dan kebiadaban&lt;br /&gt;Pembantaian, perampokan, penindasan;&lt;br /&gt;Yang merasa kuat membantai yang lemah,&lt;br /&gt;Yang merasa miskin merampok si kaya&lt;br /&gt;Yang kaya menindas si miskin dengan berbagai kelebihannya seraya bergaya;&lt;br /&gt;Menutup telinga &amp; mata, menaikkan harga, hingga memperbudaknya seperti tak berharga&lt;br /&gt;Dan di negeriku, Air sudah mulai menunjukkan aksi; membanjiri, menghanyutkan, menenggelamkan, menghancurkan...&lt;br /&gt;Semesta gonjang-ganjing&lt;br /&gt;Paku-paku buminya tercerabut satu-persatu...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di saat-saat seperti ini, masihkah manusia menganggap dunia adalah segalanya?&lt;br /&gt;Sesungguhnya hidup begitu singkat, karena mati bisa datang kapan saja..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;_ Kairo, 13 Januari 2008.&lt;br /&gt;(Teruntuk Aveena Syifa’ Hakim, aku belum sempat menjengukmu sejak engkau terlahir ke dunia, tapi kini aku sudah mengantarkan jenazahmu menuju pemberhentian akhir. Juga untuk Teuku Nizarli, Mahasiswa asal Aceh, Fak. Syari’ah Islamiah, Tk. 2 Univ. Al-Azhar, Semoga engkau tercatat sebagai Syahid fi sabilillah)&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-8667424324617433665?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/8667424324617433665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=8667424324617433665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8667424324617433665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/8667424324617433665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/01/masihkah-manusia-menganggap-dunia.html' title='Masihkah Manusia Menganggap Dunia Segalanya?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-2912073618737029514</id><published>2008-01-19T00:29:00.000-08:00</published><updated>2008-01-19T00:33:19.396-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Cuap-Cuap..??!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ujian&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Barangkali kehidupan adalah ujian itu sendiri”. Aku telah lama mewiridkan kalimat itu dalam setiap jengkal langkahku. Namun mampaknya itu hanya menjadi pedoman kosong yang belum terejawantahkan. Semuanya bisa menjadi ujian. Dan terkadang aku masih merasa tak nyaman dengan berbagai varian ujian. Khususnya ujian formal. Walaupun sebenarnya yang nonformal bisa jadi lebih mengerikan !?.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walau cinta tak berwujud, tapi ia selalu memberi nyawa atau bahkan mendatangkan bahaya?. Jika rindu tak kunjung berujung, justru dengan itu akan menjadi kekuatan. Terlalu larut dan membiarkan diri kosong dalam sepi adalah penyiksaan. Maka biarkan ruang hati tetap terbuka, lalu terisi, walau dalam sepi, niscaya cinta akan menemani dan memberi cahaya warnawarni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang sunyi hanya milik keteguhan. Bagi hati yang belum matang dalam ketetapan, justru sunyi hanya menjadi bumerang. Maka hati-hati dengan kekosongan, waspada terhadap kesunyian?. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-2912073618737029514?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/2912073618737029514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=2912073618737029514' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2912073618737029514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/2912073618737029514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/01/cuap-cuap.html' title='Cuap-Cuap..??!!'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3200483427042897996</id><published>2008-01-15T05:10:00.000-08:00</published><updated>2008-08-02T16:16:52.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ujian oh Ujian; Renungan Lapang di Sela Kesempitan</title><content type='html'>Ujian menjelang ujian datang ujian menantang ujian lagi aku masuk ujian. &lt;br /&gt;Dalam dingin dalam sepi dalam kesendirian dalam keramaian aku berjuang.&lt;br /&gt;Melawan malas melawan beku otakku aku panas-panaskan dengan bacaan-bacaan.&lt;br /&gt;Ragaku rapuh jiwaku rengkuh aku kuat-kuatkan aku semangat-semangatkan.&lt;br /&gt;Kerena dengan ujian karena melewati ujian adalah satu-satunya keniscayaan,&lt;br /&gt;Menuju masa depan menuju titik tingkatan yang telah diimpi-impikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam ujian aku tekadkan dan dalam ujian aku terimakan,&lt;br /&gt;Membagi-bagi waktuku dengan perencanaan mengisinya dengan penuh penghayatan.&lt;br /&gt;Tidak pagiku tidak siangku tidak soreku tidak malamku tidak aku siakan.&lt;br /&gt;Semuanya aku gunakan semuanya aku kerjakan semuanya aku manfaatkan.&lt;br /&gt;Betapa detik betapa menit betapa jam sungguh berhargakan.&lt;br /&gt;Dalam masa ujian aku seakan telah bisa ber`itba’ kepada Nabi, Sahabat, Tabi’in, Salafiyyin as-Sholihin, yang membagi malam-malam mereka menjadi tiga bagian;&lt;br /&gt;Sepertiga pertama untuk belajar, sepertiga kedua untuk istirahat dan sepertiga terakhir untuk bermunajat.&lt;br /&gt;Ohh...sungguh manfaat..! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ujian waktuku teratur dalam ujian hidupku normal.&lt;br /&gt;Dalam ujian makanku teratur dalam ujian ibadahku tersentral.&lt;br /&gt;Dalam ujian ragaku makmur karena otakku harus kerja lembur.&lt;br /&gt;Dalam musim ujian dalam semangat ujian dalam rangka menempuh ujian ada latihan kedisiplinan, keteraturan, pemanfaatan dan penghayatan.&lt;br /&gt;Karena dalam ujian dalam sudut-sudutnya aku temukan dimensi pelajaran, yang terbiaskan dalam ritus-ritus keseharian; kopi hangat, teh manis, susu segar, madu, jahe, cemilan ringan seadanya diiringi petikan gitar Flamenco dan Gypsy Kings yang lembut syahdu menemani hari-hari menyantap beratus hingga beribu halaman diktat.&lt;br /&gt;Shalawat maktubah, shalat rawatib, masjid, wirid pagi-sore, qiyamul lail, shalat hajat, hingga puasa Senin-Kamis bahkan Daud, menambah kekhusyuan penghayatan akan beratnya ujian dalam proses pencapaian sebuah titik tuju yang didamba-dambakan.&lt;br /&gt;Karena dalam posisi seperti ini manusia ibarat dalam medan perang, nyata, tidak lagi sebatas mimpi, karenanya mau tidak mau harus dijalani, dengan ikhtiar sebisanya, dengan segala daya dan usaha semampunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam beberapa jenak peristirahatan aku menerawang&lt;br /&gt;Haruskah setiap ujian diformalkan, bahkan ujian kehidupan dari Sang Maha Raja &lt;br /&gt;Agar raportnya bisa segera diterimakan; entah dalam peralihan tahun atau di pergantian umur &lt;br /&gt;Lalu dari situ akan ada evaluasi&lt;br /&gt;Untuk mempertahankan, atau memperbaiki!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohh...andai hari-hari biasaku bisa semanfaat hari-hari ujian !&lt;br /&gt;Ohh...mungkin aku akan bisa sampai ke derajat makrifat ??&lt;br /&gt;Atau setidaknya aku telah merefleksikan kesyukuran&lt;br /&gt;Atas setiap nafas yang terhembus dan lalu terisi kembali tanpa harus membeli !. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian menjelang ujian datang ujian menantang ujian lagi aku masuk ujian. &lt;br /&gt;Dalam dingin dalam sepi dalam kesendirian dalam keramaian aku berjuang.&lt;br /&gt;Melawan malas melawan beku otakku aku panas-panaskan dengan bacaan-bacaan.&lt;br /&gt;Ragaku rapuh jiwaku rengkuh aku kuat-kuatkan aku semangat-semangatkan.&lt;br /&gt;Kerena dengan ujian karena melewati ujian adalah satu-satunya keniscayaan,&lt;br /&gt;Menuju masa depan menuju titik tingkatan yang telah diimpi-impikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohh...andai hari-hari ujian bisa mengilhami hari-hari biasaku seterusnya sepanjang hayatku...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohh...Nawaitu Lillah !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;_Cairo, 15 Januari 2008, 13.00 CLT_&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3200483427042897996?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3200483427042897996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3200483427042897996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3200483427042897996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3200483427042897996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2008/01/ujian-oh-ujian-renungan-lapang-di-sela.html' title='Ujian oh Ujian; Renungan Lapang di Sela Kesempitan'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1287751195387767288</id><published>2007-12-25T00:44:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T01:10:48.769-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Tuhan Menjaga Cintaku!?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R3DHRffKpWI/AAAAAAAAARg/sx5nH-k4dvg/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R3DHRffKpWI/AAAAAAAAARg/sx5nH-k4dvg/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147833477408400738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, melalui risalah agung-Nya telah mengajarkan kepada umat manusia agar senantiasa ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;khusnudzdzan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(positive thinking)&lt;/span&gt;; baik dalam keadaan yang susah (tidak disukai), terlebih dalam keadaan senang (yang disukai). Sebab keduanya adalah takdir yang telah digariskan Tuhan untuk setiap orang, yang di balik itu pasti ada hikmah atau nilai pelajaran yang bisa diambil. Namun bukan manusia namanya jika ia selalu benar dan tak pernah salah. Atau, kaitannya dengan pembahasan ini, selalu menjaga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;khusnudzdzan&lt;/span&gt; tanpa pernah ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;su'udzdzan&lt;/span&gt;. Sungguh sulit. Meskipun berusaha sekuat apapun, sesekali masih terbersit dalam hati untuk berprasangka buruk. Ya, walaupun di sisi lain kita juga mengakui, bahwa tidak semua prasangka itu dilarang. Misalnya, dalam kasus kejahatan, atau hal-hal lain yang terkait dengan tindak kriminal atau hukum; bahkan sebuah prasangka/kecurigaan itu mungkin dibutuhkan!?. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah, kali ini pembicaraan prasangka itu terkait dengan urusan asmara. Dalam menjalin sebuah hubungan cinta (yang menurutku adalah anugrah termegah yang diberikan Tuhan kepada manusia) terkadang muncul berbagai tanda tanya, atau bahkan rasa sayang yang tak jarang diiringi rasa curiga. Terlebih jika hubungan itu dipisahkan oleh jarak yang membentang luas (baca: Long Distance relationship [LDR]). Prasangka buruk, rasa curiga, atau bahkan tak percaya seringkali menjadi mimpi buruk yang selalu membayangi. Oleh sebab itulah mungkin banyak orang yang enggan, bahkan menolak serta-merta untuk masuk ke dalam lingkaran LDR. Dalihnya adalah phobia terhadap kegagalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alhamdulillah! Sejauh ini Tuhan masih menjagaku, menjaga cintaku dari ketakutan-ketakutan. Rasa percaya dan khusnudzdzan yang dipatrikan Tuhan dihatiku, seakan menjadi penjaga keutuhan cinta. Sesekali su'udzdzan memang masih menghampiri, &lt;br /&gt;namun berkat rahmat-Nya pula datang sebuah pengingat atau peringatan dari sang 'Dewi'. Yang datang memang bukan barisan kata apologi atau pembelaan diri dan pernyataan bahwa dia baik-baik saja (baca:tetap setia, tetap mencinta). Namun seakan beberapa baris kata yang keluar tidak aku minta itu menjadi pengingat; "hey, kenapa kamu masih berburuk sangka, tak percaya akan ketulusan hatinya. Ia masih tetap seperti dulu, yang mencintaimu dengan sederhana, namun melalui perjuangan yang tak ringan. Entah datang pada saat chating, atau dari sekedar sms. Yang jelas seakan kedua hati itu tau masing-masing isinya, sehingga bisa saling bertanya dan menjawab. Maka dari itulah aku mulai dan sangat menghormatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, aku masih merasakan; Tuhan menjaga cintaku. Sebuah anugrah yang datangnya tiba-tiba, tanpa kuminta. Namun sebagai manusia aku sadar betul bahwa bumi ini berputar, begitu juga hati yang terbolak-balik. Allah Yang Maha Kuasa akan sangat mudah membalik keadaan dalam sekejap mata. Maka aku tak buta untuk senantiasa memohon kepada-Nya. Agar cinta ini tetap Ia jaga, dan hati ini selalu diberi cahaya dan ketetapan, untuk selalu tersenyum dan sabar menjalani setiap liku asmara dan labirin dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemarin aku telah berprasangka padamu, sayang! Bahwa aku menuliskan sebuah puisi tentang rindu yang berisi anggapan-anggapanku bahwa kamu telah "memasung rindu". Bahwa kamu begitu benci terhadap rindu, karena kedatangannya hanya menyisakan sepi, sunyi dan sendiri yang tak kunjung bertepi. Sementara aku sendiri menganggap rindu sebagai obat malasku yang paling setia. Karena kedatangannya menghadirkan daya dan energi untuk terus berlari mengejar mimpi. Maka aku takut akan terjadi kontradiktif antara rinduku dan rindumu. Tapi alhamdulillah, anggapanku itu segera kau bantah. Sebab di tengah malam tadi, kau masih mau mengirimkan sms rindu padaku:) Maka maafkanlah aku, semoga aku selalu bisa khusnudzdzan padamu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tuhan, berilah aku sebuah rizqi berupa cinta-Mu dan cinta seseorang yang dari cintanya itu dapat mendekatkanku pada-Mu. Duh Gusti, Jadikanlah apa-apa yang aku cintai sebagai rizqi-Mu pula yang mampu memberikan kekuatan untuk dapat melakukan hal lain yang kau cintai...al-Hadits..."&lt;/span&gt;(HR. Turmudzi dari Abdullah bin Zaid al-khatmiy.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Cairo, 25 Des 2007)     &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1287751195387767288?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1287751195387767288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1287751195387767288' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1287751195387767288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1287751195387767288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2007/12/tuhan-menjaga-cintaku.html' title='Tuhan Menjaga Cintaku!?'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R3DHRffKpWI/AAAAAAAAARg/sx5nH-k4dvg/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1278021379884760691</id><published>2007-12-20T03:49:00.000-08:00</published><updated>2007-12-20T03:57:58.061-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerita Idul Adha di Negeri Musa</title><content type='html'>Senin (17/12) sore aku baru ngeh kalo hari raya Qurban tahun ini jatuh pada hari Kamis (19/12), setelah aku membuka pengumuman dari KBRI Kairo yang disebar-luaskan lewat millist. Yah, udah kelewatan deh hari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tarwiyah&lt;/span&gt;nya, so, cuma bisa melaksanakan puasa hari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Arafah&lt;/span&gt;nya saja (18/12). Tak apalah, masih mending bisa puasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Arafah&lt;/span&gt;. Alhamdulillah. H-1 lebaran, suasana Kairo -khususnya di kawasan Hay ‘Asyir dimana kebanyakan mahasiswa Indonesia tinggal-, sudah tampak sepi. Jalan-jalan lengang dan beberapa toko yang biasanya beroperasi siang dan malam sebagian tutup. Sebab, sebagian besar para pedagangnya pulang kampung (mudik) untuk merayakan Idul Adha bersama sanak keluarga. Maka sebagai antisipasi, aku dan beberapa kawan serumah belanja cukup banyak untuk persediaan selama beberapa hari, minimal selama hari Tasyrik.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Indonesia, hari raya Idul Adha bagi masyarakat Mesir lebih istimewa daripada Idul Fitri. Suasana idul Fitri di bumi para nabi ini terkesan biasa-biasa saja, sementara di Indonesia, arus mudik masyarakat kota seakan tak pernah berkurang setiap tahunnya, bahkan selalu bertambah dan menyebabkan hiruk-pikuk tak terterhingga. Bagi masyarakat Mesir, yang istimewa bukan terletak pada perayaan hari raya Idul Fitrinya, tapi hari-hari selama bulan Ramadhan yang bagi mereka benar-benar menjadi ladang subur untuk beramal. Kalau melihat ke Indonesia, boleh dibilang yang terjadi adalah sebaliknya?! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali membincang suasana Idul Adha di negeri Musa, usai melaksanakan ibadah sholat Ied, yang aku dapati adalah sepi, sunyi dan senyap. (Ya tentu saja, lha wong akunya cuma diam di rumah..!hiks..). Namun ketika aku beranjak beberapa langkah saja dari rumah, atau bahkan memanfaatkan angkutan transportasi yang masih beroperasi untuk jalan-jalan sekenanya mengikuti laju angkutan, yang ada adalah darah dimana-mana. Bahkan terkadang, bercak-bercak darah itu nyasar ke mobil-mobil. Orang Mesir memang terkenal jorok dan sembarangan. Menyembelih hewan kurban di pinggir-pinggir jalan semaunya. (ya mungkin karena sudah tidak ada lahan lain kalie..). Bahkan jika kebetulan ada air selokan (emang ada selokan di Mesir?) yang meluap ke jalan-jalan, warnanya berubah merah. Hari pertama hanya aku habiskan di rumah (boring banget yahh, mending kalo di rumahnya sambil nyate! Lha ini, ughh,..garing bangett!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua pagi aku masih di rumah. Bangun agak telat, jam 07.00. Untuk ukuran musim dingin jam segitu masih pagi banget kok! (Apologi..hehe). Namun untuk mengisi hari ini telah ada beberapa jadwal yang menanti; yaitu ngambil daging dari Muqattam, rumah Syeih Muhammad Khalid Tsabit -untuk dibagikan ke kawan-kawan Hadrah- habis Dzuhur, lalu jam 4 sorenya ada undangan ngisi Rebbana/Sholawatan pada acara Tasyakuran Renovasi Wisma Nusantara di Rab’ah bersama kawan-kawan an-Nahdlah (nama grup Hadrah asuhan Pengurus Cabang Istimewa NU Mesir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...pagi yang sepi. Tiba-tiba suntuk menghapiriku. Tak tau mengapa. Aku buka jendela kamarku, kupasang kedua mataku yang tak lagi ngantuk untuk menelisik kondisi sekitar. Ohh...lengang....! Sepi, sepi dan sendiri aku benci. Kawan-kawan serumah tak tau entah sedang beraktifitas apa. Pintu kamarku masih tertutup. Tapi kayaknya mereka pada belajar, sebab ujian semakin dekat. Aku bosan. Mau belajar, lagi nggak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mood&lt;/span&gt;. Ahh...tapi aku paksa untuk membuka-buka diktat. Suntuk mesih saja menghantui. Mungkin ini pengaruh dari mimpiku semalam?. Yang membuatku semakin merindu dengan suasana tanah air, keluarga, demikian juga kekasih!. Ahh..aku putuskan untuk mengirimkan sms ke keluarga. Aku bilang ke mereka dalam nada canda: “Halo,Assalamu’alaikum.wah,lg pd nyate nih critanya?hehe.enak dunk!kirimin kMesir dong,haha(brcnda)Msak hr raya idul Adha pun ga mrskn dging,ihik,ihik”. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Childish&lt;/span&gt; banget ya..! Biarin...Duobrak..! dan...aku menanti sebuah balasan, tapi, kosong! Tak ada tanggapan, semakin sedih aku sendiri mengeja sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sepi yang bembalut Kairo bertambah sunyi ketika hujan rintik-rintik membasuh buminya. Hanya sebentar. Di Mesir emang jarang-jarang hujan. Pantesan aja kalo sekali turun hujan seakan masyarakatnya begitu senang. “Ini adalah berkah dari Tuhan”. Hingga siang, sampai adzan Dzuhur berkumandang, rintik hujan kembali berjatuhan dari langit yang mendung sedari pagi. Ughh...semakin dingiin. Sembari mengisi kekosongan dan menghibur hati yang sedang merindu, iseng-iseng aku nyalakan komputer bututku lalu menulis puisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sepi di Idul Adha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka jendela pagi &lt;br /&gt;aku terkesima&lt;br /&gt;menyaksikan alam yang begitu sepi.&lt;br /&gt;Kutatapi bangunan Masjid bercorak merah bata&lt;br /&gt;Di bebalik pintunya yang masih terbuka separo&lt;br /&gt;ada beberapa orang melakukan percakapan berjubah coklat tua&lt;br /&gt;itu baju kebesaran mereka di musim dingin&lt;br /&gt;lalu masing-masing berjalan ke arah kubus-kubus yang berdiri kokoh&lt;br /&gt;lalu lengang kembali datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku udara pagi ini tidak sebegitu dingin&lt;br /&gt;angin yang datang memasuki ruang kamar juga tenang, sepoi&lt;br /&gt;tidak seperti biasa yang suka tak sopan menggedor, bahkan menerobos&lt;br /&gt;menerbangkan kertas-kertas, membawa debu, pasir.&lt;br /&gt;Namun desir hatiku pagi ini sebegitu kencang&lt;br /&gt;rongga dadaku dingin dihinggapi rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesunyian alam seakan menyelinap!&lt;br /&gt;aku termangu tak berdaya &lt;br /&gt;dirajam perasaan dalam penjara kesendirian&lt;br /&gt;Mimpi demi mimpi yang mengabarkan kebersamaan&lt;br /&gt;justru menambah getir&lt;br /&gt;karena yang maya tak lebih fatamorgana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku semakin merindu&lt;br /&gt;ditingkahi mimpi yang menghadirkan bayangmu&lt;br /&gt;dalam malam-malamku yang tak lagi putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pagi ini,&lt;br /&gt;tatkala kubuka jendela kamarku&lt;br /&gt;aku mendapati sepi yang tak biasa&lt;br /&gt;di hari Idul Adha yang menyiratkan semangat berkorban&lt;br /&gt;maka aku menenangkan diriku&lt;br /&gt;dengan sejenak melakukan penghayatan&lt;br /&gt;bahwa hidup adalah pengorbanan;&lt;br /&gt;lebih baik berkorban penuh lapang &lt;br /&gt;daripada terpasung dalam diam,&lt;br /&gt;menggerutui nasib yang belum terbayang!?.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Mutsallas, 20 Des 2007, 11 Dzulhijjah 1428 H) &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1278021379884760691?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1278021379884760691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1278021379884760691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1278021379884760691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1278021379884760691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2007/12/cerita-idul-adha-di-negeri-musa.html' title='Cerita Idul Adha di Negeri Musa'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-1559933950983507143</id><published>2007-12-11T22:48:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T23:07:25.956-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Gejolak Jiwa Dalam Diam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R1-HXrCGUwI/AAAAAAAAARY/dMyirTCSjSs/s1600-h/merenung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R1-HXrCGUwI/AAAAAAAAARY/dMyirTCSjSs/s200/merenung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142978140238664450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah senja kelam&lt;br /&gt;Aku menemukanmu terduduk diam&lt;br /&gt;Ternyata sudah beberapa hari engkau bungkam&lt;br /&gt;Lalu menghilang di antara kesumpekan&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Bebunyian itu sudah lama pergi dari telingaku&lt;br /&gt;Ringtone Hp bututku yang tetap sabar menandai pesan&lt;br /&gt;Biasanya ia selalu datang dengan senyuman&lt;br /&gt;Tapi kini seakan hendak lari&lt;br /&gt;Menyisakan sepi…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seribu bebunyian tanya lalu kukirimkan&lt;br /&gt;Kepada siapa saja, apa saja&lt;br /&gt;Yang dalam memorinya pernah tau tentang kita&lt;br /&gt;Dan,…&lt;br /&gt;Tak ada jawaban.&lt;br /&gt;Kamu sembunyi berteman sunyi&lt;br /&gt;Aku terdiam karna kau tetap bungkam&lt;br /&gt;Berteriakpun aku tak mampu mengusir diammu&lt;br /&gt;Sekeras apapun hatiku bertanya mengharap jawab&lt;br /&gt;Kandas tak bertepi&lt;br /&gt;Hempas diterpa ambigu&lt;br /&gt;Kapankah kau akan membuka mulutmu?&lt;br /&gt;Aku telah lama menunggu,&lt;br /&gt;Tersengal di ruang rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tolong katakan padaku&lt;br /&gt;Dengan bahasa apalagi aku bisa memanggilmu&lt;br /&gt;Aku sudah kehabisan suara&lt;br /&gt;Otakku semakin bingung memikirkan cara&lt;br /&gt;Agar aku bisa kembali menyapamu&lt;br /&gt;Dan kau faham akan maksudku.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Dirimu aku pahami setulus hati&lt;br /&gt;Namun diriku kehilangan hati&lt;br /&gt;Hatiku telah kau kuasai;&lt;br /&gt;Memikirkanmu adalah ritual keseharian tak bertepi&lt;br /&gt;Mengingatmu adalah episod teristimewa yang kupunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hatiku tau kamu butuh waktu&lt;br /&gt;Dan aku akan bersabar&lt;br /&gt;Mengakrabi setiap sunyi&lt;br /&gt;Dalam diammu aku sendiri&lt;br /&gt;Berteman sepi.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;) Aku lupa entah kapan pernah menuliskan sajak di atas, yang baru saja aku temukan   di antara lembar-lembar kertas berserakan...  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-1559933950983507143?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/1559933950983507143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=1559933950983507143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1559933950983507143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/1559933950983507143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2007/12/gejolak-jiwa-dalam-diam.html' title='Gejolak Jiwa Dalam Diam'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R1-HXrCGUwI/AAAAAAAAARY/dMyirTCSjSs/s72-c/merenung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-5354665728015451011</id><published>2007-12-11T03:18:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T03:27:26.742-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Munajat Kaum Puisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R15z2rCGUvI/AAAAAAAAARQ/B6_mIRaV8r4/s1600-h/night-pray.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R15z2rCGUvI/AAAAAAAAARQ/B6_mIRaV8r4/s200/night-pray.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142675207605342962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam yang cerah, dimana langit terlihat begitu bersih; tanpa rembulan, tanpa bintang-bintang, mungkin karena para malaikat, peri, dan ruh-ruh para nabi turun ke bumi, sekelompok anak manusia yang menamakan diri mereka para penganyam kata berkumpul di sebuah halaman terbuka beralaskan  sahara. Tujuan perkumpulan itu tiada lain adalah untuk memanjatkan do’a, meminta apa yang bisa diminta, kepada Dzat yang selalu siap untuk diminta, demi kemakmuran dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka terdiri dari berbagai tingkatan umur, seluruh yang hadir bersepakat sang penyair tertua diberikan kesempatan untuk memimpin do’a. Dan sejurus kemudian, sepp…. ! suasana menjadi hening, sunyi. Masing-masing mereka terdiam berkonsentrasi untuk menyimak dan mengamini munajat kaum puisi. Pernafasan pun mereka atur sebaik mungkin agar bisa khusyuk memanjatkan puja-puji. Dan, seett….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim…&lt;br /&gt;Dengan menyebut asma-Mu ya Allah Yang Maha Penyayang&lt;br /&gt;Demi kekuasaan-Mu yang telah menitahkan pena untuk berfirman&lt;br /&gt;Sungguh manusia telah tunduk di bawah katakata-Mu&lt;br /&gt;Mereka berprilaku atas pondasi katakata-Mu&lt;br /&gt;Mereka masuk sorga karena patuh atas katakata-Mu&lt;br /&gt;Mereka masuk neraka karena ingkar atas katakata-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kami adalah hamba kata-Mu&lt;br /&gt;Yang meminta sedikit katakata-Mu&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan katakata baru&lt;br /&gt;Yang mungkin lebih bisa diserap oleh para hamba&lt;br /&gt;Melalui sajak sejuta makna&lt;br /&gt;Mengurai rahasia&lt;br /&gt;Menyibak tabir&lt;br /&gt;Mengungkap hikmah di balik dimensi kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan,…jikalau katakata-Mu tak kan habis walau dituliskan dengan tinta air laut yang maha luas,&lt;br /&gt;Kami meminta ilham sedikit katakata-Mu&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan perdamaian dan kasih sayang&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;(Gerbangtiga, Akhir Ramadhan 1428 H) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-5354665728015451011?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/5354665728015451011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=5354665728015451011' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5354665728015451011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5354665728015451011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2007/12/munajat-kaum-puisi.html' title='Munajat Kaum Puisi'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R15z2rCGUvI/AAAAAAAAARQ/B6_mIRaV8r4/s72-c/night-pray.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-6574322237232021210</id><published>2007-12-11T02:51:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T03:03:10.900-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>"Karena Kini Ada Kamu"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R15uHrCGUuI/AAAAAAAAARI/pXiQJDNOHKg/s1600-h/yes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R15uHrCGUuI/AAAAAAAAARI/pXiQJDNOHKg/s200/yes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142668902593352418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kabut malu hempas di sana&lt;br /&gt;Pekatnya tak lagi jahat&lt;br /&gt;Hitamnya tak lagi gelap&lt;br /&gt;Aromanya tak lagi hembuskan kesedihan&lt;br /&gt;Redupnya tinggal kiasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya ia sungkan&lt;br /&gt;Mungkin tak punya nyali&lt;br /&gt;Ada yang tak biasa&lt;br /&gt;Taukah ia mengapa?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Badai itu kirimkan kata&lt;br /&gt;Ia tak kunjung kuasa&lt;br /&gt;Dayanya tak lagi karsa&lt;br /&gt;Congkaknya tak lagi perkasa&lt;br /&gt;Auranya tinggallah hampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya ia takut&lt;br /&gt;Mungkin pula tak berani&lt;br /&gt;Ada yang beda&lt;br /&gt;Taukah ia mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kini ada kamu&lt;br /&gt;Santunmu hapus pekatnya&lt;br /&gt;Putihmu sirnakan gelapnya&lt;br /&gt;Cahayamu nyala terang pancarkan arti hadirmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kini ada kamu&lt;br /&gt;Kekuatanmu hadirkan damai tuk sejukkan hati semesta&lt;br /&gt;Rendah hatimu cerminan luhur pekerti sarat makna&lt;br /&gt;Keceriaanmu semerbakkan harum tulus hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kini ada kamu&lt;br /&gt;Kamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi titipan by:Exan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-6574322237232021210?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/6574322237232021210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=6574322237232021210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6574322237232021210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/6574322237232021210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2007/12/karena-kini-ada-kamu.html' title='&quot;Karena Kini Ada Kamu&quot;'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/R15uHrCGUuI/AAAAAAAAARI/pXiQJDNOHKg/s72-c/yes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-4202402804905992282</id><published>2007-11-10T10:11:00.000-08:00</published><updated>2007-11-10T11:10:05.427-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Darah Itu Merah, Jendral...!!??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RzYB8H1U7RI/AAAAAAAAARA/6QU4bGJqFvs/s1600-h/73_gb4_patung_jend_sudirman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RzYB8H1U7RI/AAAAAAAAARA/6QU4bGJqFvs/s200/73_gb4_patung_jend_sudirman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131290957841755410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar!&lt;br /&gt;Allahu Akbar!&lt;br /&gt;Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada satupun mahluk di dunia ini yang lebih besar dari-Nya,sehingga mereka bebas menindas yang lebih kecil.&lt;br /&gt;Tak ada satupun manusia di bumi ini yang diberikan hak penuh untuk mengeksploitasinya, sehingga mereka bebas menjarahnya.&lt;br /&gt;Dunia adalah tempat bernaung bagi semua mahluk-Nya, yang besar, yang kecil, yang melata, yang terbang, yang berjalan...untuk saling beriringan, bukan saling menjegal-menjatuhkan.&lt;br /&gt;Bumi ini adalah ladang seluruh manusia, yang telah terbagi-bagi sesuai garis lintang maupun bujurnya...untuk sama-sama merawatnya, demi kemakmuran bersama, bukan kemakmuran perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Besar!&lt;br /&gt;yang selainnya hanya kecil&lt;br /&gt;namun dengan limpahan ke-Maha Besaran-nya itu kita mampu menjadi besar, sesuai kadar ke-besar-an manusia, untuk menaungi yang kecil, bukan menindasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERDEKAAA.........!!&lt;br /&gt;MERDEKAAA.........!!&lt;br /&gt;MERDEKAAA.........!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekik teriakan kalian begitu lantang memecah kebisuan&lt;br /&gt;untuk membebaskan bumi dari perbudakan&lt;br /&gt;untuk menyelamatkan dunia dari ke-fana-an&lt;br /&gt;bebas dari penjajahan&lt;br /&gt;menuju gerbang kemerdekaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah itu merah, jendral...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat kalian untuk berjuang,&lt;br /&gt;Semangat kalian untuk berkorban..&lt;br /&gt;Adakah masih tersisa hingga kini&lt;br /&gt;yang terabadikan oleh patung-patung hingga nama-nama jalan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah kepahlawanan kalian,..&lt;br /&gt;masihkah membekas dalam jiwa setiap generasi muda?&lt;br /&gt;setiap warga negara Indonesia?&lt;br /&gt;Sehingga mereka memahami betul mahalnya anugrah Kemerdekaan,&lt;br /&gt;sehingga tak mudah lalai untuk kembali dijajah??&lt;br /&gt;apakah benar, bahwa darah kalin adalah tebusan dan jaminan&lt;br /&gt;dimana setelah itu, Indonesia akan Merdeka selamanya&lt;br /&gt;ataukah itu hanya sekedar uang muka&lt;br /&gt;dimana ketika generasi penerusnya tak mampu melunasi perjuangan&lt;br /&gt;maka kemerdekaan akan kembali tergadaikan??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...apakah kita telah benar-benar Merdeka!!??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas satu yang ku pahami; bahwa kalian "mati agar tanah air hidup selamanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kairo, 10 November 2007.&lt;br /&gt;(Untuk mereka yang selalu memperjuangkan hidup di mana mereka berpijak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT HARI PAHLAWAN!&lt;br /&gt;SEMOGA KITA MAMPU MEMAKNAI SETIAP PERINGATAN BENAR-BENAR SEBAGAI PERINGATAN!?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-4202402804905992282?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/4202402804905992282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=4202402804905992282' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4202402804905992282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/4202402804905992282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2007/11/darah-itu-merah-jendral.html' title='Darah Itu Merah, Jendral...!!??'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RzYB8H1U7RI/AAAAAAAAARA/6QU4bGJqFvs/s72-c/73_gb4_patung_jend_sudirman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-5310892466103122146</id><published>2007-11-06T13:41:00.000-08:00</published><updated>2007-11-06T13:43:12.304-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Untuk Satu Pembedaan (Puisi Lama)</title><content type='html'>Apa  yang terjadi?&lt;br /&gt;Zaman apa ini?&lt;br /&gt;Cahaya surya semakin memanas&lt;br /&gt;Bumi pun mulai meleleh&lt;br /&gt;Kabut gunung gelap lekat&lt;br /&gt;Mulai turun ke permukaan&lt;br /&gt;Mengelilingi kebenaran&lt;br /&gt;Angin bertiup kawankan debu&lt;br /&gt;Menghantam mata kaburkan pandangan&lt;br /&gt;Dunia silau satu pilihan&lt;br /&gt;Kebenaran...kebathilan&lt;br /&gt;Campur baur tanpa perbedaan&lt;br /&gt;Kali ini manusia dipermainkan&lt;br /&gt;Untuk satu pembedaan&lt;br /&gt;Gelap-terang, kaya-miskin,&lt;br /&gt;Kesementaraan-keabadian.&lt;br /&gt;Kefanaan dunia adalah nyata,&lt;br /&gt;Gemerlapnya dunia hanyalah maya,&lt;br /&gt;Maka, segeralah kau ketuk pintu cahaya-Nya&lt;br /&gt;Menjadi pembeda yang benar-benar beda&lt;br /&gt;Silahkan engkau singgah minum di kedai dunia&lt;br /&gt;Namun bukan sekedar minum&lt;br /&gt;Minumlah madu untuk dahaga akheratmu&lt;br /&gt;Persiapkanlah,..zaman ini penuh racun![260404] &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-5310892466103122146?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/5310892466103122146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=5310892466103122146' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5310892466103122146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/5310892466103122146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2007/11/untuk-satu-pembedaan-puisi-lama.html' title='Untuk Satu Pembedaan (Puisi Lama)'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33589471.post-3554061715516455076</id><published>2007-10-01T09:29:00.000-07:00</published><updated>2007-10-01T09:47:42.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harian'/><title type='text'>Mesir yang Aneh, Lucu dan Menjengkelkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RwEhxDagyeI/AAAAAAAAAO4/kckXe23fwHg/s1600-h/an-Nahdlah+1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RwEhxDagyeI/AAAAAAAAAO4/kckXe23fwHg/s320/an-Nahdlah+1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116407778283407842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada Sabtu kemarin (29/9), kami (Grup Hadrah “An-Nahdlah”) berkesempatan untuk menghadiri  sebuah seminar international yang diselenggarakan oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Jam’iyyah Syarqil Ausath li as-Salâm wa Huqûq al-Insân”&lt;/span&gt; di Perpustakaan Umum Mubarak, Giza. Satu hari sebelumnya, Jum’at (28/9) kami menerima tawaran itu dari Muhyiddin Basrani, Koordinator Lembaga Seni dan Budaya (LSBNU) Mesir yang kebetulan menerima informasi itu langsung dari Muhlason Jalaluddin, Lc, ketua Tanfidziyah PCINU Mesir. Mendengar bahwa kami akan diundang dalam sebuah seminar berskala internasional untuk berpartisipasi membawakan sebuah kesenian Islam Indonesia, tentu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Pada awalnya kami agak merasa kecewa karena beberapa personel inti kami menyatakan tidak bisa ikut karena bertabrakan dengan jadwal acara lainnya. Namun setelah melalui nego dan beberapa pertimbangan, akhirnya seluruh tim menyatakan siap untuk tampil. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sabtu malam pukul 19.00 CLT, kami telah berkumpul di Griya Jawa Tengah menunggu jemputan dari KBRI yang akan mengantarkan kami ke tempat seminar. Pertama kami meluncur ke arah Dokki karena menghampiri dua orang personel yang ada di sana, juga untuk menjemput Bpk. Muhammad Salim, salah satu Staf Atdikbud KBRI yang akan berangkat bersama-sama kami. Dari Dokki meluncurlah mobil el-tramco yang membawa kami menuju Giza, tempat Perpustakaan Umum Mubarak berada. Sampai di sana pukul 20.40. Lalu kami diberitahu oleh salah satu pegawai perpustakaan bahwa acara akan dilaksanakan di Auditorium Seminar Perpustakaan yang terletak di lantai 4. Ahh..sayang lift yang ada nampaknya tidak bekerja dengan baik, maka kami terpaksa naik melalui tangga biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, sampailah kita di lantai 4 lalu ditunjukkan dimana Auditorium itu berada. Memasuki Auditorium, hati kami tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh. Ada beberapa kesan yang terpotret oleh mata kami. “Loh…kenapa tempatnya sedehana banget. Penataan kursinya juga masih berantakan. Trus back-ground-nya mana? Kok seakan-akan gak ada “hawa” mau diadakan acara dalam ruanagn itu”. Demikianlah sekilas kesan aneh yang kami rasakan menatap kondisi ruangan seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu keanehan selanjutnya; “bukankah ini seminar internasional? Apalagi diselenggarakan di Perpustakaan Umum Mubarak yang notabene membawa nama baik Presiden Mesir. Apakah itu tidak memalukan jika muncul kesan dari para undangan bahwa acara ini terkesan tidak terkonsep secara rapi? Lalu dimana pula para panitianya? Gak ada satupun orang diruangan itu yang nampak seperti seorang panitia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun kemudian menanyakan keadaan yang “carut-marut” ini kepada Pak Salim yang katanya tahun lalu juga sudah pernah menghadiri acara yang sama. Menurut keterangan beliau, agenda semacam ini memang rutin diadakan setiap tahun. Pada bulan Ramadhan tahun lalu, perwakilan Indonesia juga diminta untuk berpartisipasi dalam seminar semacam ini yang diwakili oleh Grup Nasyid Da’i Nada. Dan tahun ini kebetulan Indonesia mewakilkan utusannya kepada Grup Hadrah “an-Nahdlah” PCINU Mesir. Naifnya, acara tahun ini juga terkesan tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya yang juga “carut-marut” dan tidak ada kesiapan dari pihak penyelenggaranya. KBRI beritanya tahun lalu sudah memberikan beberapa kritik maupun saran berkenaan dengan penyelenggaraan acara semacam ini. Namun hasilnya masih tetap nihil. Tak ada respon. Lucu memang! Acara berskala internasional tapi segi profesionalitasnya di bawah rata-rata mahasiswa Indenoesia Mesir (Masisir) dalam hal penyelenggaraan sebuah acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, muncul dua orang panitia yang nampak menenteng sebuah spanduk. Mungkin itu yang akan dipasang sebagai back-ground panggung. Nah, ternyata benar. Spanduk itu lalu dipasang dengan bertuliskan seperti di bawah ini: &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RwEh-jagyfI/AAAAAAAAAPA/jfLao_qEQes/s1600-h/an-Nahdlah+2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RwEh-jagyfI/AAAAAAAAAPA/jfLao_qEQes/s400/an-Nahdlah+2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116408010211641842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, perasaan dongkol itu kembali muncul tatkala kita sudah menunggu selama bermenit-menit bahkan hampir satu jam diruang seminar tanpa ada jamuan, penyambutan, maupun ramah-tamah dari pihak penyelenggara. Yahh….kami dicuekin gitu aja! Sungguh tidak berperasaan! Ughh..! Sudah begitu yang muncul kemudian adalah gaduh dan riuh karena kedatangan beberapa wartawan stasiun televisi dan radio yang berebutan untuk melakukan wawancara, baik dengan penyelenggara maupun para tamu undangan. Diantara beberapa negara yang diundang adalah Indonesia, al-Jazair, Sinegal, Sudan dan Kazakstan. “Menjengkelkan! Ini acara yang sebenarnya wawancara atau seminar sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sedikit yang menjadi obat penawar kekecewaan kami, walau bagaimanapun bentuk atau wujud acara itu, yang penting nanti kita bisa masuk TV. Entah yang hadir sedikit atau banyak, yang jelas gaung kita bisa disaksikan dimana saja melalui stasiun televisi yang saat itu hadir. Bahkan penulis sendiri, sebagai koordinator Grup Hadrah sempat diwawancarai oleh dua stasiun televisi. Yang pertama adalah “O” TV, sebuah stasuin televisi lokal Mesir dan yang kedua adalah dari stasiun televisi Irak. Topik wawancaranya adalah seputar adat istiadat, ritual keagamaan, bahkan hingga pada masakan khas Indonesia yang ada (khususnya) pada bulan Ramadhan. Di samping itu, penulis juga diwawancarai seputar bentuk keikutsertaan kami (an-Nahdlah) dalam acara ini. Ahh…lumayan, setidaknya bisa masuk TV! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eit…sebentar. Nampaknya masih ada lagi keanehan serta kelucuan yang terlihat dalam penyelenggaraan acara ini. Antara lain adalah; bahwa kedatangan para wartawan stasiun televisi dan radio itu seakan-akan memang telah direncanakan, atau dengan bahasa lain telah diundang atau diajak kerjasama oleh pihak penyelenggara. Hingga pada saat berlangsungnya acarapun, yang mengatur bahkan mengontrol acara adalah justru wartawan itu sendiri dan bukan panitia. Waah..sunguh aneh memang orang Mesir. Tapi satu sisi terlihat pintar, atau licik?. Acara yang sebenarnya tidak begitu hebat, namun bisa di blow-up sedemikian rupa hingga seakan menjadi acara yang besar karena disiarkan oleh beberapa stasiun televisi lokal maupun internasional, juga diliput oleh radio, koran dan majalah.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah molor beberapa lama, akhirnya acara dimulai pukul 21.45 dan dipimpim langsung oleh Abdul Fatah Hamid selaku panitia seminar, sekaligus ketua dari  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Jam’iyyah Syarqil Ausath li as-Salâm wa Huqûq al-Insân”&lt;/span&gt;. Telah hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut masing-masing perwakilan dari al-Jazair, Sinegal, Kazakstan dan Sudan. Sementara Indonesia, pada kesempatan itu tidak diminta untuk menjadi salah satu pembicara. Namun hanya berpartisipasi memeriahkan acara dengan penampilan Grup Hadrah “an-Nahdlah” asuhan Lembaga Seni dan Budaya (LSBNU) Mesir.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RwEiVzagygI/AAAAAAAAAPI/OW3M0YpsJg4/s1600-h/an-Nahdlah+3.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RwEiVzagygI/AAAAAAAAAPI/OW3M0YpsJg4/s320/an-Nahdlah+3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116408409643600386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesuai tema yang diangkat, Abdul Fatah dalam pembukaan acara menjelaskan bahwa, seminar ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh ritual-ritual keagamaan maupun adat istiadat dari masing-masing negara, khususnya yang ada pada bulan Ramadhan. Di samping itu acara ini juga bertujuan untuk menjalin silaturrahmi dan ukhuwwah islamiyyah antar negara-negara muslim di dunia. Maka pada sesi selanjutnya, secara bergantian masing-masing pembicara menceritakan adat istiadat yang ada di negara mereka masing-masing dalam menyambut maupun mengisi bulan suci Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 23.00 CLT seminar usai, lalu dilanjutkan dengan beberapa penampilan seni. “An-Nahdlah” yang pada malam itu berkesempatan tampil pertama mempersembahkan dua buah shalawat Qoshidah diiringi tabuhan alat musik Rebana. Kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari Sudan yang menampilkan musik khas ala sudan bernama “Aud” mengiringi beberapa lagu kebangsaan mereka. Lalu perwakilan dari Mesir sendiri yang menyanyikan lagu khas ala Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah seluruh rangkaian acara pada malam itu. Kami keluar dari ruangan dengan berbagai rasa yang campur baur jadi satu. Rasa lapar, karena tidak ada jamuan makan maupun snack. Haus karena tak dikasih minum. Capai dan ngantuk karena acara molor terlalu lama. Juga sebentuk lucu, aneh, bahkan jengkel yang tersirat dalam penyelenggaraan acara ini. Namun yang terpenting dari itu semua, kami tetap berusaha untuk mempersembahkan yang terbaik dari Indonesia untuk dunia. Karena kami datang atas nama duta bangsa, maka kami sebisa mungkin membalut perasaan-perasaan yang ada itu tadi dengan selaput kesabaran, lalu menghadirkan sebuah performa yang semaksimal mungkin. Bagaimanapun juga, pengalaman Ramadhan tahun ini tak akan terlupa untuk menjadi kenangan indah yang aneh, lucu dan menjengkelkan.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[dicatat oleh: M. Luthfi al-Anshori]&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33589471-3554061715516455076?l=gerbangtiga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/feeds/3554061715516455076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33589471&amp;postID=3554061715516455076' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3554061715516455076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33589471/posts/default/3554061715516455076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerbangtiga.blogspot.com/2007/10/mesir-yang-aneh-lucu-dan-menjengkelkan.html' title='Mesir yang Aneh, Lucu dan Menjengkelkan'/><author><name>Sabdapena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04238041686970321344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEAZsF9IT3Q/Se6gDwFZ0zI/AAAAAAAAAmg/PmUXBRT13ps/S220/berdo%27aku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_hEAZsF9IT3Q/RwEhxDagyeI/AAAAAAAAAO4/kckXe23fwHg/s72-c/an-Nahdlah+1.JPG' heigh
